
Sepulang dari Kantor nya, Sasha geram Karena mengetahui Adrian dan Karina Sudah lebih dulu berangkat Ke German, Sementara Ia Kesal karena Devano Yang tetap ingin menetap di Indonesia.
"Hhhhhhh..., Prayyyy."
Sasha melempar gelas yang sedang di genggam nya, Sehingga Sherlly mendengar Suara pecahan gelas Yang di lemparkan Oleh Sasha.
"Suara Apa itu,,? Jangan-jangan Ada Maling Memasuki Rumah." Gumam Sherlly bangkit dari Ranjang nya.
Kemudian Sherlly berjalan Gontai menuju Sumber suara Yang Terdengar Hingga Ke kamarnya.
"Lagi-lagi mereka...,Kenapa Selalu mereka." Dua Orang yang sengaja Aku jauhkan dari Devano, Kenapa dia malah pergi ke Negara Asal Devano." Ucap Sarkas Sasha, Menatap bayangan dirinya di depan Cermin.
"Ada Apa Sha,,? Mereka Siapa Maksud kamu ." Tanya Sherlly terhadap Sasha Adiknya.
Seketika Sasha menoleh Pada Sherlly, Yang sedang bertanya Padanya.
"Kamu belum tidur!" Ucap Sasha sekilas berbalik bertanya.
"Belum sha, Kamu ada Masalah dengan Siapa Sha,,? Cerita Pada Kaka, barangkali Kaka punya Solusi untuk Kamu." Timpal Sherlly pada Sasha.
"Bukan Urusan Kamu kak, Tidak Usah ikut Campur Urusan ku. Urusi Saja Urusan mu, Aku Tak butuh bantuan mu." Bentak Sasha.
"Sasha..., Maksud Kaka tidak seperti itu! Kaka Cuman Ingin memberikan Solusi Saja Pada Kamu." Sherlly Menimpali Sasha, Namun Sasha bersikap Acuh tak Acuh.
"Sudahlah...,Kamu tidak Usah pedulikan Aku. Kamu Tahukan Kita ini Hanya Saudara tiri, Masih bagus kamu aku ijinkan Tinggal disini. Jadi Kamu Enggak Usah Ikut Campur lagi Urusan Aku kak." Balas Sasha Dingin Sambil meningalkan Keberadaan Kakaknya.
Sherlly Merasa heran dengan Sikap Adiknya, Yang berubah Menjadi Wanita Kasar dan begitu Arogan melebihi dirinya, Saat masih membenci Karina.
"Sasha...,Kenapa Kamu berubah seperti ini! Apakah Kamu mencontoh Sikap Kaka Yang Begitu Kasar. Maafkan Kaka Sha, Kaka selalu memberikan Contoh buruk pada Kamu." Gumam Sherlly menatap Keberadaan Sasha Yang Berjalan menaiki Anak tangga.
"Menyebalkan Sekali Sherlly..., Membantu Juga Tidak Mau. Malah menasehati aku lagi Hhhhhhh..., Dia Salah minum Obat Kali Yah. Kenapa Dia bisa Menjadi Wanita yang Sok Baik seperti ini sih." Umpat Sasha kesal terhadap Sherlly yang telah berubah menjadi Orang baik. Sambil Berjalan Gontai menuju Kamarnya.
"Klek." Suara Pintu...
Sasha Membuka Pintu Kamarnya, Ia menatap Lekat pada "Ratu" Putrinya. Yang sudah terlentang Tidur di Kasur.
"Anak Mom's...,Kamu Yang Sabar Ya Nak! Sebentar lagi Kamu Akan bersatu dengan Daddy kamu Sayang." Sasha mengusap Puncak kepala Ratu yang sedang tertidur.
"Andaikan Saja kamu tahu Dev, Ratu Sangat menginginkan kita bersama...,Pasti kamu Akan menyetujui Untuk langsung pindah Ke German, dan Menetap Disana." Gumam Sasha dalam Hatinya.
Sherlly Sangat bingung dengan perlakuan Sasha Yang semena-mena Terhadap nya, Ia merasa Sasha telah menjelma menjadi Wanita yang berambisi seperti Dirinya Saat dahulu.
Sesekali Sherlly memijat keningnya, Merasakan pening di kepalanya. Mentalnya Tak mampu menerima Saat Sasha melontarkan perkataan Yang tak seharusnya di Ucapkan di hadapan nya Secara Langsung.
__ADS_1
"Aku Harus mencegah Sasha berbuat Jahat, Aku tidak ingin Hidupnya berujung Seperti Aku, Yang hidup dengan penuh penyesalan." Aku Tidak Mau Sasha merasakan Hujatan dan kebencian dari Orang-orang yang dikenalnya, Maupun Yang Tak mengenalnya Secara langsung."
Sherlly Beranjak kembali ke Kamarnya, Setelah mengambil segelas Air mineral. Lantaran Bulan Sering Bangun tengah Malam Untuk Meminta Minum.
"Hahh...,Sha...,Sha..., Meskipun kamu bukan Adik kandung Kakak, Tapi Kakak menyayangi Kamu lebih dari Apapun Sha," Ucap Sherlly berkata Pada dirinya sendiri.
Kemudian Sherlly pun membaringkan dirinya, Disampingnya Bulan Yang Sudah Tertidur dengan Pulas.
Ke Esokan Harinya, Sasha Sudah Rapi dengan Stelan Kerjanya, Bersamaan dengan Ratu Yang Akan Sekolah. Sasha Berjalan Gontai bersama Putrinya, Seketika Sherlly Memanggil Nya.
"Sasha...,Kakak butuh bicara Dengan Kamu." Ucap Sherlly seketika Sasha menoleh dan Menyahuti Sherlly.
"Mau bicara Apalagi sih...,Aku sudah telat banget ini. Nanti Saja yah..., Sepulang dari Kantor." Balas Sasha Jutek." Ayo Sayang Kita sudah kesiangan Ini." Ajaknya Terhadap Ratu.
"Yes Mom's." Sahut Ratu.
Sasha pergi begitu saja Meninggalkan Sherlly yang Mengajaknya berbicara,.
Kurang lebih 15 menit, Perjalanan Dari Rumahnya menuju Taman Kanak-kanak Tempat Ratu bersekolah. Kini Sasha telah sampai di Taman Kanak-kanak Tersebut.
"Ratu Sayang...,Yang Giat belajar Ya nak! Ingat jangan pulang sebelum Mom's jemput Kamu. Oke..!" Ucap Sasha Terhadap Ratu Putrinya.
"Oke Mom's." Balas Ratu.
Dalam Perjalanannya Sasha di Hadang Oleh Mobil Lexus Warna Putih, Dimana yang berada di dalam Mobil itu Adalah Perempuan Yang bernama "Berliana Trisha" .
"Duk...,Duk...,Duk." Tiba-tiba Saja Sasha menginjak pedal Rem nya.
"Sial..., Siapa Sih Orang itu! Beraninya Menghalangi Jalanku." Gerutu Sasha.
kemudian Kaki jenjang Dengan Memakai Sepatu High heels, Keluar dari Mobil Lexus Berwarna Putih.
Sasha Menatap Wajah Wanita Yang terlihat dingin datang Menghampiri Mobilnya.
"Hey...,Tolong Minggirkan Mobil nya, Saya mau lewat." Teriak Sasha Marah.
"Maaf," Saya Tidak bisa." Balas Trisha Singkat.
"Kamu...,Trisha Kan! " Ucap Sasha Menatap lekat Trisha, Lantaran mereka Adalah teman Semasa kuliah di German.
"Benar Sekali...,Kamu Sasha Kan,,?" Timpal Trisha berdiri di Samping Pintu mobil Sasha.
"Ya Ampuuuun, Trisha...,Apakabar." Kemana Saja Kamu selama ini Trisha." Ucap Sasha Keluar Dari balik pintu Kaca Mobilnya.
__ADS_1
"Kabar baik Sha..., Duhhhh. Aku kangen banget." Balas Trisha Dengan senyum yang merekah.
"Eummm...,Kalau begitu Nanti kita lanjutkan Ngobrol-ngobrol nya yah. Aku banyak kerjaan Soalnya Hari ini." Timpal Sasha kepada Trisha.
"Baiklah, Nanti Aku kabarin Kamu Jika aku ada Waktu luang." Timpal Trisha sambil memasuki Mobilnya kembali.
Kemudian Sasha Segera bertukar Nomor ponsel, dengan Trisha. Setelah itu Ia pergi menuju Kantor nya.
Hanya memakan Waktu perjalanan yang Sangat sebentar, Kini Sasha telah tiba di Kantor nya.
Ia Segera menuju Ruang kerjanya, Sesampainya di Ruangan nya. Sasha melihat Devano Yang sudah terduduk di Sopa Tang Terdapat di Ruangan Ceo tersebut.
"Devano...,Sejak kapan Kamu berada di Ruangan Saya,,?" Ucap Sasha terkejut.
"Sejak Jam 8 pagi, Kamu darimana Saja." Aku mengkhawatirkan Mu Sha." Balas Devano beranjak Bangkit dari tempat Duduknya.
"Tumben pagi-pagi Sudah ke kantor ku, Ada Apa,,?" Tanya Sasha pada Calon suaminya.
"Ada kejutan Yang harus aku kasih ke kamu." Ucap Devano.
"Kejutan, Apa itu,,?" Balas Sasha.
"Lusa Kita berangkat ke German, Aku setuju dengan Saran kamu, Tempo hari Yang mengajakku Menikah di German. Tapi setelah Itu kita kembali ke Jakarta, Tidak Apa-apa kan. Kamu Mau kan." Ucap Devano dengan Tatapan nya.
"Baiklah," Seperti nya ide bagus, Tapi sebenarnya Aku ingin kita menetap di German Dev." Timpal Sasha memohon.
Nextpart...
• • •
Happy Reading...
Ikuti terus Kisahnya Yah...
Jangan lupa Tinggalkan jejak kalian...
Caranya, Like, Komentar,Tap bunga Mawar...
Jika berkenan Vote juga boleh...
Tambahkan ke kolom favorit kalian...
Semoga Terhibur...
__ADS_1