Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Jadwal Terapi


__ADS_3

Diantara Banyaknya Para pengunjung Rumah sakit, Dengan Setia Adrian mendorong Karina Yang Hanya Terduduk di Atas Kursi Roda.


"Sayang...,Apa kamu tidak malu..., Mempunyai Istri lumpuh seperti Aku." Ucap Karina Sambil Menggenggam Tangan Suaminya, Yang terus mendorong Kursi Rodanya.


"Ssssst...,Kamu Jangan Ngomong Seperti itu lagi Sayang." Sahut Adrian Menghentikan Langkahnya, Seketika Ia menempelkan telunjuknya ke bibir Karina.


"Siapa yang menyuruh kamu Berbicara, Seperti itu.! Jangan di ulangi Lagi Yah, Aku mengharamkan nya." Sambil menarik telunjuknya Yang menempel di Bibir Seksi Karina.


"Ma-maafkan Aku, Ad-rian...,Aku hanya merasa sudah tak pantas saja menjadi seorang Istri." Maafkan Aku yang Tak sempurna." Lirih Karina Menunduk.


"Sayangnya Aku...,Kamu gak boleh berfikiran Seperti itu lagi Yah. Buang jauh-jauh Pikiran yang jelek seperti itu." Aku mencintaimu bukan Hanya Untuk sehari atau Dua Hari, Aku memang tak bisa berjanji, Namun Aku ingin kita menua Bersama Sayang." Ucap Adrian Sambil menangkup Wajah Karina, Yang terlihat Sedikit murung.


Karina Menatap Lekat wajah Adrian, Mata mereka Saling bertemu. Mata karina Berkaca-kaca, Saat Adrian berusaha meyakinkan nya.


"Terimakasih Ya Sayang...,Kamu memang laki-laki yang sangat baik. Tidak salah Mommy dan Pappy, Sangat ngotot menjodohkan aku dengan Kamu." Ucap Karina, Dengan Ingatan Masalalu.


"Justru Aku yang sangat berterimakasih, karena Tuhan telah mengirimkan wanita sebaik Dirimu." Balas Adrian sambil mencium dahi Istrinya.


"Begitu Yah." Karina Tersenyum sesaat Memejamkan Mata, Merasakan Kecupan di dahinya.


Kini Karina Berada di Ruangan Terapi dengan Salah Satu Dokter, Dan Asistennya. Yang Akan membantu nya, Terapi Berjalan.


"Mari...,Silahkan Miss. Anda Ikut dengan Saya Yah." Ajak Asisten Dokter , Sambil mendorong kursi Roda Karina.


Perlahan Karina Menggenggam Alat, Yang membantunya berdiri Tegak. Langkah demi langkah Karina berjalan, Meski tertatih-tatih Ia sangat bekerja Keras. Sehingga Membuatnya Terjatuh.


"Brukkkk."


Adrian Segera Menghampiri Karina,Membantu Istrinya berdiri lagi.


"Hati-hati Sayang...,Jangan terlalu di paksakan. Jika kaki kamu Masih belum bisa berdiri dengan seimbang, Tetap Semangat yah." Elus Adrian di pipi Cantik Istrinya.


"Hiks...,hiks...,hiks." Kenapa Harus sesulit ini Dri...,kenapa Harus begini." lirih Karina menangis.


"Nona ..., saya Mohon Anda jangan bersedih. Tak Ada yang tak mungkin Jika Kita tetap berusaha, Anda Harus Optimis yah. Hari Ini Terapi nya Cukup Yah," Ujar Dokter berusaha menyemangati Karina.


"Tuh kamu harus dengar Apa kata dokter, Kamu harus berusaha sekuat mungkin. Tetaplah berpikir positif ya Sayang. Sudah...,Jangan Nangis Lagi yah." Ucap Adrian Sambil memeluk Istrinya, Yang kini duduk di atas kursi Roda.


"Pak Adrian Mari silahkan, Tolong bantu Baringkan Nona Karina di Atas Ranjang. Saya Akan memeriksa Kakinya." Ucap Dokter Dengan menggunakan Bahasa Negara nya.


Kemudian Adrian membopong Karina, Membantu, Membaringkan di Ranjang. Kini karina Di periksa Oleh Dokter, Adrian mendampingi karina Di samping nya. setelah semua Itu selesai, Adrian langsung membawa Karina Untuk kembali ke hotel tempatnya, Tinggal sementara di Berlin German.

__ADS_1


"Kamu Mau langsung pulang, Atau mau aku ajak keliling kota lagi Sayang,,?" Tanya Adrian terhadap Karina, Sambil mendorong kursi Roda.


Wajah Karina Tampak Masam, Seperti tak bersemangat. Lantaran Ia belum juga bisa membuat kakinya berjalan kembali. "Aku Mau pulang saja...,Aku ingin istirahat saja." Jawab Karina Cuek.


"Baiklah, Nona. Aku siap mengantar kan Anda." Canda Adrian.


Namun Saat ini karina sedang Tak berselera Untuk bercanda, Hatinya masih di selimuti Kesedihan.


"Sayang..., Senyum Dong.!"...Ucap Adrian.


"Hih...,Kamu jangan Bercanda Adrian...,Aku masih Kesal." Ucap Karina Tersenyum, Sambil mencubit tangan Adrian.


"Aw...,Aw...,Aw." Sakit Sayang.!" Canda Adrian, Kemudian Karina Tersenyum , Dan Tersimpul Malu.


"Adrian..., Ikhhh. Kamu mah iiiiiih."Sambil menyembunyikan Wajahnya.


"Ha-ha-ha...,Nah! Gitu dong Senyum, Kan enak dilihat Nya." Timpal Adrian.


"Hmmm..., Iya-iya...,Aku senyum Nih!"Balas Karina menunjukkan senyumnya.


Kemudian Adrian menggendong Karina, Memasuki Mobilnya, Mendudukannya di Kursi Jok depan Samping Kemudi. Adrian Berlari mengitari Mobilnya, menuju pintu Kemudi Tiba-tiba Saja Ponselnya berdering.


"Drt...,Drt...,Drt."...


Adrian meraih ponsel di Sakunya dan mengusap layarnya, setelah mengetahui orang Yang menghubungi nya Adalah Davin.


"Halo...Davin." Ucap Adrian.


"Pak, Saya sudah mengetahui Bule Yang Mengganggu Nona Karina, Beliau bernama "Jack" Dia merupakan Pelancong Asal Rusia." Ucap Davin di seberang Sana.


"Kamu Selidiki terus, Tentang Asal usulnya. Saya Curiga dia adalah Suruhan Orang yang Tak menyukai Saya dan Istri saya. Kamu pahamkan." Ucap Adrian dingin.


"Paham pak, Baiklah kalau begitu Saya akan selidiki lebih dalam lagi tentang Asal usulnya." Ucap Davin diseberang Sana.


"Yasudah Lakukan dengan Sempurna," Timpal Adrian, Mengakhiri panggilannya.


Kemudian Adrian membuka pintu Kemudinya, Segera bergegas Menuju Hotel, Untuk mengantarkan Karina beristirahat.


• • •


Sementara Devano kini berada di sebuah Cafetaria, Ia Terlihat baru Saja menyelesaikan Meeting nya dengan Para Kliennya. Namun Devano Tak mengetahui jika di Cafetaria itu juga, Ada Calon Istrinya yang sedang melakukan pertemuan dengan "Berliana Trisha"

__ADS_1


"Kalau begitu Aku ke Toilet dulu Ya Sha, Kamu tungguin Aku Yah." Ucap Trisha bangkit, berjalan Gontai menuju Toilet.


Trisha Tak sengaja Bertabrakan dengan Devano, Sehingga Tak sengaja Devano memeluknya.


"Brukkkk."


"Hati-hati Nona...,Anda Hampir saja terjatuh." Ucap Devano, Melingkarkan Tangannya ke pinggang Ramping Trisha. Lantaran Trisha Hampir Saja terjatuh.


Mata mereka Saling bertemu, Trisha menelan Saliva nya, Melihat pangeran Tampan Yang kini Telah Menolong nya.


"Mata biru Ini, Akhhhh..., Kenapa Pria ini sangat Tampan." Gumam Trisha dalam hati, Ia di kuasai Oleh Nafsunya.


"Nona...,Apa kau tidak Kenapa-kenapa,,?" Ucap Devano Menyadarkan nya.


Sekilas Trisha Tersadar, Wajahnya memerah menahan Malu." Ahhh...,Iya...,Saya tidak kenapa-kenapa. Ma-maafkan Saya Tuan." Ucap Trisha Gugup.


"Baguslah Kalau tidak kenapa-kenapa, Bisakah Nona Melepaskan tangan Nona dari leher saya." Ucap Adrian Dingin.


"Bisa...,Ah iya. Ma-maafkan Saya, Saya tidak Sengaja Tuan." Ucap Trisha gugup, Sambil melepaskan Tangannya. Namun Tampaknya Ia enggan melepaskan Devano begitu saja.


Saat Devano melangkah tiba-tiba saja, Trisha menahan Tangan kekar Devano, Dan memeluknya dari belakang.


"Tunggu Tuan..., Bolehkah Saya mengenal Anda lebih dekat lagi." Ucap Trisha menggoda Devano, Sambil memeluk nya.


"Maaf...,Saya tidak ingin berkenalan dengan Wanita seperti anda. Tolong sedikitlah gunakan Etika Anda, Ini tempat umum Nona." Ucap Devano geram.


Tanpa Mereka Sadari ada Salah satu wartawan disana, Dan berhasil mengabadikan Momen Langka Itu. Sementara Sasha masih dengan setia menunggu Sahabatnya Trisha yang pergi ke Toilet. Jika Saja Sasha Tahu kini Calon Suaminya sedang di peluk Oleh Sahabatnya. pastilah Ia akan Sangat Marah besar.


"Kenapa Lama Sekali Trisha..., Huhhhh." Ucap Sasha Yang mulai bosan menunggu Sahabatnya.





**Next part...


Halo Readers...


Ikuti terus Kisahnya yah...

__ADS_1


Jangan lupa Tambah ke kolom favorit kalian, Mohon sudah membaca Tinggalkan jejak kalian. Dengan Cara like, Komen, Tap bunga mawar. Jika berkenan Bantu Vote.


Happy Reading Kawan**...


__ADS_2