
Author_pov
____________
Hujan Di pagi hari mengguyur Ibu kota Tapi tidak menyulutkan Semangat seorang Polisi Yang bernama Billy dalam memindahkan "Sherly" Ke Rumah sakit Yang Adrian Tunjuk. Agar Mempermudah Penyelidikan nya ketika mendalami Kasus Pembunuhan Orang tua Dari Karina.
"Ayo sus Tolong di bantu Yah, tolong bujuk Nona sherly Agar mau di bawa masuk kedalam Mobil" ucap Billy Yang sedang berbincang dengan Dokter dan Para petugas Lainnya.
"Baik pak Akan saya lakukan," Ucap dua suster Yang kini Tengah membawa Obat-obatan Untuk sherly minum.
Dua orang suster itu Membuka Kamar Sherly ,Sementara Billy Memantau dari Jarak kurang lebih 2 meter dari kamar Sherly.
"Selamat pagi Nona sherly, Anda makan dulu ya Setelah itu Minum obat." Pinta dokter terhadap Sherly Pasien nya.
Namun Tidak Ada Tanggapan dari sherly dia hanya menundukkan kepalanya dan Rambut pirangnya Berantakan tidak terurus.
"Gak" saya Tidak mau minum obat itu, suster" Saya mau pulang saja sus, Saya Mau pulang" Teriak Sherly Yang tiba-tiba saja Histeris, sehingga membuat Dua perawat itu kaget Karena Sherly Merebut suntikan dari mereka.
"Nona sherly Saya mohon tenang Ya, Taro lagi suntikan itu ya. Iya Nanti nona sherly Akan pulang ke Rumah Yah." Bujuk sang Suster Yang Sedang menenangkan Sherly.
"Benarkah Saya Akan pulang suster, Benarkah itu." Apa suster cuma berbohong Pada saya, suster Jangan main-main sama saya Yah" Ucap Sherly sambil Memelintir Tangan Suster yang merawat nya.
"Awww" pekik suster. Lepaskan saya Nona sherly Anda ini sebenarnya Hanya pura-pura gila Yah.
"Bagus kalau kalian sudah tau, Jadi cepat buka pintunya. Atau saya suntikan obat orang gila ini Pada kalian" Bentak Sherly terhadap dua suster.
Billy Menyaksikan itu semua Dia Berusaha menenangkan Sherly.
"Nona sherly Anda harap tenang, Saya mohon lepaskan Suster itu. Atau saya tembak anda sekarang" Tegas Billy pada Sherly sambil menodongkan Pistol nya, sementara Sherly tetap tidak mau melepaskan suster, Dia berhasil menyekap dua suster itu.
"Anda pikir saya bodoh Pak Billy , Saya melepaskan suster ini dan saya Akan anda bawa Lagi ke Rutan. Hahaha.... Tidak semudah itu pak Billy"
"Nona sherly menyerah lah , Agar proses hukum anda Ringan. Kalau seperti ini Anda akan diberatkan Nona, Anda bukan saja merugikan Pak Adrian tapi anda juga merugikan Diri anda sendiri"
"Saya Tidak peduli, Yang saya inginkan Saya keluar dari Rumah sakit ini & Anda jangan pernah menghalangi saya Untuk pergi dari sini Atau dua suster ini Akan saya suntikan Obat penenang orang gila ini" Bentak sherly.
"Jangan Nona saya mohon, Kasihanilah kami Berdua" Dua suster itu memelas memohon belas kasihan terhadap Sherly.
Billy tidak tega melihat Dua suster Yang tidak berdaya Di tangan Sherly, Kemudian dua suster itu kembali memelas pada Billy.
"Kami mohon pak, Lepaskan kami dari Sini. Saya mohon pak" ucap Dua suster itu.
"Anda harus tenang sus, Jangan panik yah. semua ini pasti akan baik-baik saja" Ucap Billy yang menenangkan Dua suster.
"Hahaha... pak Billy...Anda bergurau. Heh Suster bodoh Kalian jangan Harap Akan saya bebaskan ya. Kecuali Pak Billy memberikan saya Jalan keluar dari sini" Ucap Sarkas Sherly.
__ADS_1
"Tolong Nona bebaskan Kami, Kami tidak ingin terlibat dengan Masalah kalian. Kami ini Hanya Petugas medis nona, Hiks...hiks.." lirih dua orang suster.
Sementara "Karina" Baru saja selesai menyiapkan Sarapan Untuk Suaminya, Setelah Aktifitas malam mereka. Karina berjalan Gontai menuju kamarnya untuk membangunkan Adrian Yang masih terlelap dalam tidur nya.
" Mas bangun sudah pagi, Ayo mandi Aku sudah siapkan Air hangatnya" Ucap Karina sambil menggoyangkan pipi Tampan Adrian.
"huammm" Apa sayang masih pagi ini, Mas masih ngantuk banget. Jam berapa memangnya sekarang " Balas Adrian Sambil menguap.
"Sudah Jam delapan pagi loh, Ayo mandi. Aku sudah siapkan sarapan untuk kamu" Aku tunggu di bawah jangan lama-lama mandinya"
Kemudian Adrian Bangkit dari tempat tidurnya sambil memeluk istrinya," Makasih Ya sayang, Kado spesial nya Yang tadi malam" ucap Adrian Yang hanya menggunakan celana pendek Tanpa memakai Kaos Sehingga Mengekspos Tubuh Kotak-kotak nya.
"Ikhhh" Bau ikh belum mandi sudah meluk-meluk Ikh , Ayo cepat Mandi. Aku tunggu di bawah" Ucap Karina sambil melepaskan pelukan suaminya, Dan beranjak Menuju ke Lantai bawah. Karena kamar mereka berada di lantai dua.
"Oke sayang kalau begitu" Kamu tunggu Dan Buatkan Aku kopi hitam ya" Sahut Adrian Yang Hilang dari balik pintu ,memasuki kamar Mandi.
* * *
Gemercik Air Terjatuh Membasuh Tubuh kekar itu Dia Mulai Membersihkan Bagian-bagian Yang disentuh oleh Istrinya semalam. Adrian tersenyum-senyum sendiri saat mengingat gairah Istrinya dalam melakukan hubungan dengannya.
"Haaa" Mengkhayal Apa aku ini, Dasar mesum kamu Adrian" ucap Adrian sambil tersenyum Mengatai dirinya sendiri.
"Tok...Tok.."
"Ya kenapa sayang," Teriak Adrian dari balik pintu kamar mandi.
"Belum kenapa Memangnya"
"Aku cuman mau bilang kalau baju kamu sudah aku siapkan di kasur ya"
" sayang Tolong Ambilkan handuk dong, Aku lupa bawa handuk" Ucap Adrian meminta Karina mengambil kan handuk untuk nya.
"Yasudah Nih handuknya Aku taro di balik pintu Yah" Balas Karina.
Saat Adrian keluar dari Kamar mandi Karina sudah tidak ada di kamarnya, Dengan cepat Adrian bersiap memakai pakaian Kantor Yang telah di siapkan oleh Karina istrinya. "Sempurna, Kamu memang Tampan Adrian" Ucap Adrian memuji dirinya sendiri, sambil berkaca. Kemudian dia berjalan Menuju Tempat makan Di sana sudah ada Karina dan ibunya.
"Selamat pagi mah, Selamat pagi sayang" Ucap Adrian sambil mengecup kening istrinya.
"Pagi anak mama, Duh cerah banget muka nya pagi ini" Sahut Icha sambil melirik Karina Menantunya.
"Mamah," Ucap karina Merasa malu karena dilirik oleh ibu mertuanya.
"Apa sayang" sahut Icha Seraya Tersenyum.
Tiba-tiba Ponsel Adrian berdering...
__ADS_1
Drt...Drt..." Calling Billy"
Adrian menatap Layar Ponselnya" Ada apa Billy tiba-tiba menghubungi sepagi ini" gumam Adrian.
"Siapa Yang menelpon mas,?" Tanya karina.
"Billy sayang, Bentar Yah aku angkat telpon dulu" Ucap Adrian di sela menyuap Roti.
"Ya Bill, Ada apa" Ucap Adrian Terhadap Billy.
"Sherly melarikan diri pak, Benar kata pak Adrian Dia hanya pura-pura gila" Seru Billy Diseberang sana.
"Apa, Kenapa semuanya bisa begini bill, Kenapa kamu tidak mengawasinya"
"Maafkan Atas kelalaian saya pak, Ini terjadi saat Saya Dan petugas Akan memindahkan nya, tiba-tiba saja Dia menyerang dua perawat. Yang berniat membantu saya.!
"Yasudah kalau begitu cari dia sampai ketemu, saya akan segera ke lokasi"
Adrian menutup sambungan telpon nya, Sementara karina Dan ibunya Menetap penuh kekhawatiran pada Adrian.
"Ada apa mas, Apa Yang Billy sampaikan Mas" Seru Karina terhadap Adrian.
"Sherly" Melarikan diri dari Rumah sakit sayang"
Deg...
"Apa" Sahut Icha kaget.
"Kok bisa sih mas, Bukannya disana Billy Selalu mengawasi nya yah"
"Iya Tapi sherly melarikan diri saat Dia mau di pindahkan sayang, Dan ternyata Sherly itu hanya Pura-pura gila.
" Terus sekarang Langkah apa Yang akan kamu lakukan mas,"
" untuk sekarang Mas akan mencarinya dan Akan memasukkan nya kembali ke sel Tahanan" Karena dia telah menipu kita semua." Geram Adrian terhadap Sherly.
"Yasudah Kamu hati-hati Ya mas, Aku takut kalau Sherly semakin menjadi Jahat. dan melukai kamu mas"
"Kamu tenang saja Ya sayang, Mas akan pastikan Wanita jahat itu kembali mendekam di penjara.
kalau gitu mas pamit Ya sayang" ucap Adrian sambil mengecup kening Karina.
Happy Reading kawan...
Bantu like , share dan vote ya...
__ADS_1
Yang mau promo monggo silahkan...