Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Malapetaka Sherlly


__ADS_3

"Untuk Apa kau datang kemari Nona..., kau tidak takut Aku Akan bertindak Kasar Terhadap mu." Bentak Devano.


Trisha Yang sedang terduduk di sopa Empuk Terkesiap Kaget, Karena Devano datang Menyapa dengan Bentakan Yang tak ia Duga sama Sekali.


"Kau mengagetkan Ku Saja Tuan Devano, Jangan Marah-marah seperti itu Pada Calon istrimu ini Tuan." Ucap Trisha Bangkit Berusaha Menggenggam Tangan Devano.


"Cihhh..., Bahkan Kau tidak Punya Malu Nona Trisha. Sungguh Kasihan Wanita seperti mu, Apa Saking Butuh penghangat nya. Sehingga Kau merendahkan dirimu seperti ini terhadap Laki-laki." Ucap Devano Merendahkan.


"Oh Tuan Dev..., Rupanya Kau tidak Tahu caranya bersikap manis kepada perempuan Cantik seperti saya Yah. Baiklah Kalau begitu Akan Aku ajari Caranya Bersikap manis Terhadap Wanita Cantik seperti ku. " Ucap Trisha Menangkup Wajah Tampan Devano.


Kemudian Tangan Itu berhasil Devano Tepis dan Menarik nya, Mengusir keluar dari Rumahnya.


"Kau Sadar, Dengan Siapa kau berhadapan. Bahkan Kau tak tahu dengan Siapa Kau bermain Nona Trisha. Ayo pergi dari sini, Saya muak dengan Tingkah Murahan Seperti ini." Ucap Devano Sarkas, Menarik Trisha Hingga Keluar Dari Rumah nya.


"Devano...,Kau Akan menyesal Telah Memperlakukan Saya Seperti ini. Devanoooooooo..., Kenapa Kau tak bisa melihat Besarnya Cintaku." Teriak Trisha Histeris Di Halaman Rumah Mewah Milik Devano.


"Brukkkk."


Dengan Kesal Devano membanting Pintu Rumah nya," Huhhhh..., Wanita Gila itu. Seharusnya Jera dengan perlakuan Ku padanya." Umpat Devano.


"Kau lihat Saja Nanti Devano..., Kau akan bertekuk lutut di hadapan ku." Teriak Trisha Mengancam.


"Astaga..., Rupanya Perempuan gila itu belum pergi Juga Dari Halaman Rumahku." Ucap Devano Yang Masih berdiri di Balik pintu.


Kemudian Devano berniat mengambil Satu teko Air untuk menyiramkannya, Pada Trisha Supaya Mau pergi meninggalkan Rumahnya.


"Baiklah Trisha Coba Kita lihat, Kau akan pergi Atau tidak setelah ini." Ucap Devano Sambil Membawa Satu Teko Air putih.


Namun Saat ia menggapai Pintu, Dan membukanya. Trisha Sudah tak lagi di sana.


"Huhhhh..., Syukurlah dia sudah pergi. Rupanya kau masih bernasib baik Nona. Kalau tidak Kau Akan Basah kuyup Seperti Rubah yang Terjatuh ke sungai, Saat melompat." Ucap Devano Menghela Nafas nya.


Kini Trisha Telah berada di dalam Mobilnya Ia menurunkan Sedikit Kaca Mobilnya, Dan membuang Kue ke Tempat Sampah.


Rencananya Kue itu Akan Ia berikan Terhadap Devano, Namun Sayang kedatangan dia Tak di inginkan Oleh Devano.


"Sial...,Aku sudah bela-belain Bawain kue. Tapi Malah di perlakukan Begini Oleh Kamu Dev, Apa sih kurangnya Aku di bandingkan dengan Sasha." Gerutu Trisha Sambil membersihkan Sisa kue Yang berantakan di Tangannya.


Kemudian Trisha Bergegas Pergi dari Rumah Devano, "Mummm...,Mummm." Trisha Membelah Jalanan Kota yang Tak lagi Macet Kala Itu.


......................

__ADS_1


Sementara Sherlly Kini sedang menuju Kediaman Ayahnya, Yaitu di Rumah Kediaman Rama Dan Aquilla.


Tidak Memakan Waktu perjalanan Yang Begitu Lama, Sherlly telah Sampai Di Rumah Ayahnya Yang tinggal bersama dengan Saudara Laki-laki nya itu.


"Teeeet...,"


Seketika Aquilla yang sedang duduk di Ruang Tamu, Sambil Membaca Majalah Memanggil Asisten Rumah Tangga nya, Untuk membukakan Pintu Untuk Tamu yang belum Iya ketahui.


"Bibi..., Di depan Ada tamu, Tolong bukakan pintu nya bibi." Teriak Aquilla Memanggil seorang Pembantu.


"Oh...,Iya Non. Sebentar yah bibi bukakan pintu untuknya." Ucap Si bibi.


"Hah...,Yasudah! Jika Bibi mengenalnya Suruh dia Langsung Masuk Yah." Balas Aquilla melanjutkan Aktivitas membacanya.


Sherlly di persilahkan Masuk oleh Si pembantu Yang bekerja di Rumah kediaman Rama dan Ayahnya. Ia melangkahkan Kakinya hingga Berdiri di hadapan Saudara Iparnya Yaitu Aquilla.


"Selamat Siang Qilla, Apa papah Ada di Rumah,,?" Tanya Sherlly terhadap Aquilla.


Spontan Aquilla Menoleh, Dan Seketika Ia memperlihatkan Mimik wajah Yang tak bersahabat dengan Sherlly.


"Kau Rupanya...,Berani Sekali kamu datang Kemari dan Menanyakan Papa. Maaf Nona Sherlly kedatangan Anda di Tolak di Rumah Ini, Silahkan pergi." Balas Aquilla Geram.


Dengan Angkuhnya Aquilla mengusir Sherlly, Aquilla Sebenarnya Orang Yang Sangat baik Akan Tetapi dia Sangat Anti terhadap Sherlly, Karena Perbuatan Sherlly Yang Takkan bisa Ia Maafkan.


"Untuk Apa,! Kau mau Mempengaruhi Papah lagi yah, Supaya melakukan Apa Yang kamu Mau. Jangan mimpi Sherlly." Jawab Aquilla dengan Dingin.


"Tidak Aquilla Aku hanya kangen pada Papah, Apa Salah aku ingin bertemu dengan Papah ku sendiri." Ucap Sherlly yang terus memaksa.


"Kau ini Rupanya Masih keras Kepala Yah. Kamu Gak denger Aku tidak mengijinkan Kamu bertemu dengan Papan. Ingat Yah Sher ..., Papah Ryan itu bukan Cuma Papahnya Kamu, Beliau juga Papahnya Rama, Suami Aku. Dan aku Tidak mengijinkan Orang jahat seperti kamu, Mendekati Anggota keluarga Aku." Pergi..., Kamu dari sini." Bentak Aquila Yang Tak lagi Bersabar.


"Tidak...,Aku tidak Akan pergi Dari sini, Sebelum Aku bertemu dengan Papah." Sherlly Memberontak Hingga Reflek mendorong Aquilla hingga Terjatuh.


Brukkkk


Dengan Penuh Luapan emosi, Aquilla Bangkit dan mengejar Sherlly Yang berlari menaiki Tangga Yang Akan menuju ke Kamar Ryan Ayahnya.


"Sherlly...,Jangan lancang Kamu Yah." Teriak Aquilla mengejarnya.


Kini Aquilla berhasil menarik Tangannya Sherlly, Kemudian Sherlly menepiskan Tangan Aquilla Hingga Terjatuh dari Pembatas Tangga Lantai Dua.


"Akhhhhh..., Brukkkk." Aquilla Terjatuh dari Lantai atas.

__ADS_1


Sherlly Tak sengaja dengan Semua itu.


Rama Yang baru Saja memasuki Rumahnya, Sangat Terkejut Karena Melihat Istrinya bersimbah darah Di lantai.


"Aquilla." Teriak Rama Panik.


"Apa Yang terjadi Dengan Kamu Sayang..., Aquilla bangunlah." Ucap Rama Sambil mengguncang Pipi Cantik Aquilla.


"Ra-am...,A-ku Ti-dak seng-aja melakukan nya." Ucap Sherlly terbata-bata Ia merasa Bersalah Atas Apa Yang telah di lakukan nya.


"Kamu pikir Aku akan percaya begitu Saja Sama Kamu Sherlly, Tidak Aku tak akan pernah memaafkan Kamu." Ucap Rama Dingin.


Raungan Suara Ambulance terdengar Memekakan Telinga Kala itu, Membawa Aquilla yang sudah terkulai tak berdaya.


Ryan Yang mendengar Suara bising, Ia bangkit dan Keluar dari Kamarnya untuk memastikan apa Yang sedang terjadi di Rumahnya.


"Hiks...,hiks...,hiks." Rama Aku mohon Jangan penjarakan Aku Ram, Aku tidak Sengaja Ram." Ucap Sherlly menangis sesegukan, Memohon kepada Rama Yang sedang menelpon Polisi.


"Ada apa ini,,?" Tanya Riyan dengan Heran.


"Kenapa Dengan Kamu Nak, Ayo bangun! Jelaskan Pada papa Ada apa ini,,?" Ucap Ryan


Sambil membangunkan Sherlly putrinya.


"Dia Berniat membunuh Aquilla pah...,Aku membencinya dia harus di penjara Pah." Bentak Rama Yang masih di kuasai Amarahnya.


"Tidak Pah kejadiannya Tidak Seperti itu,pah. Papa percayakan Pada Sherlly." Ucap Sherlly menangis terisak-isak.


Tidak berapa Lama Dua Orang Polisi datang Dan membawa Sherlly.


"Nona Sherlly, Tolong ikut dengan Kami. jelaskan Kronologi kejadiannya seperti apa." Ucap Dua orang polisi sambil memborgol Tangan Sherlly.


"Pah...,Papah. Tolong Sherlly pah! Sherlly tidak Bersalah pah." Hiks...Hiks...hiks."


Namun Ryan Hanya terdiam Membisu Ia Meragukan Sherlly , Padahal sebenarnya Sherlly Tidak bersalah dalam Kasus ini. Namun Karena Rekam Jejak Sherlly yang buruk, Semuanya Tak Akan begitu saja percaya dengan Sherlly.


Akankah Sherlly Di bebaskan, Atau Masuk penjara Lagi....


Yuuk Readers simak terus Kisahnya yah...


Tambahkan ke kolom Favorit kalian, Jangan lupa Tinggalkan Jejak like,Komen, Dan Tap Mawar...

__ADS_1


Dan Untuk sebagai bentuk suport kalian Berikan Vote Kalian untuk Novel Saya yah...


Happy reading semoga terhibur...


__ADS_2