
"Sayang..., Apa kamu Sudah mendapatkan kabar tentang Riana,,? " Tanya Karina yang terduduk di samping Adrian yang sedang menyetir.
"Billy belum memberi kabar tentang Riana sayang," Jawab Adrian singkat disela mengemudi.
Karina kembali terdiam menatap jalanan lantaran dia belum juga mendapatkan titik terang tentang keberadaan putrinya. Sekilas Adrian menoleh kepada karina yang mulai kembali Menangisi Anaknya.
"Sayang..., Karina !!! Aku mohon jangan menangis lagi sayang, Kamu yang sabar yah." Ucap Adrian sambil mengusap kepala karina dan membawanya bersandar di bahunya.
"Bagaimana aku tidak menangis Adrian, sementara sampai detik ini Riana ku belum juga di temukan. Hiksss..,Hiksss..,hiksss..," lirih karina menangis di bahu Adrian yang sedang menyetir.
"Sudah sayang..., Jangan menangis lagi yah. Aku yakin Riana akan Baik-baik saja." Sambil mengelus-elus Rambut istrinya.
"Kamu selalu saja bilang kayak gitu..., Bagaimana kamu bisa tahu kalau Riana sedang baik-baik saja Sekarang. Aku tidak mau tahu aku ingin mencari Riana sendiri." Ucap Karina menangis sambil memukul-mukul dada bidang suaminya lantaran kesal terhadapnya.
"Ssst..., Sayang sudah sayang." Kamu yang tenang Yah !!! Kamu harus yakin bahwa anak kita baik-baik saja." Balas Adrian Menenangkan istrinya.
Karina Mulai tenang saat Adrian dengan sabar menghadapi sikapnya yang selalu uring-uringan lantaran Riana belum juga ditemukan jejak keberadaannya sejak di culik oleh sekelompok orang yang tak dikenali, Yaitu preman suruhan Sasha.
Beberapa saat kemudian Adrian telah sampai di Mansion megah nya, ia memarkirkan mobilnya di halaman Mansion. Kemudian Adrian mengajak karina turun Namun ternyata Karina Tertidur sambil bersandar di bahu Adrian.
"Sayang...,kita sudah sampai di Rumah. Ayo kita turun." Ucap Adrian sambil mengelus pipi cantik Istrinya yaitu karina. Namun tidak ada jawaban dari karina lantaran karina tertidur menyender pada bahu Adrian Suaminya.
Kemudian Adrian menggoyangkan pipi cantik Istrinya lagi, Ia sangat Tertegun dan merasa bersalah setelah mengetahui karina yang Menangis hingga tertidur di bahunya.
"Ya Tuhan..., Karina.., Maafkan aku sebagai suamimu belum bisa membuatmu Bahagia hingga detik ini, Kasihan..,Sekali kamu sayang." Ucap Adrian sambil mengecup kepala istrinya.
Dengan perlahan Adrian memindahkan posisi Badan karina, Membuatnya bersender ke jok yang di dudukinya. Kemudian Adrian beranjak dari kursi kemudi untuk keluar dari mobilnya, Setelah itu Adrian membuka pintu mobil yang disebelah nya. Adrian membawa Karina memasuki Rumah dengan cara menggendong nya, Lantaran Adrian enggan membangunkan nya.
Saat Adrian telah sampai di dalam rumah, Ternyata Syafiq & Icha sedang menunggu kepulangan mereka. Seketika Icha dan Syafiq bangkit dan menghampiri Adrian yang terlihat sedang menggendong Karina Istrinya.
"Adrian...,Kenapa dengan karina,,?" Tanya Icha terkejut.
"Ssst...,Jangan berisik mom !!! Nanti karina terbangun lagi." Balas Adrian memelankan suaranya.
Kemudian Icha Tidak Bertanya lagi, Icha hanya Cemas karena melihat menantunya di gendong oleh Adrian.
"Oooh..., Mama kira Karina kenapa-kenapa !!! Mama hanya kaget saja Adrian." Ucap Icha dengan memelankan suaranya.
Kemudian Adrian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, Setelah Sampai di kamarnya Adrian membaringkannya di atas King Bed berukuran besar. Dengan sangat perhatian Adrian menyelimuti Istrinya yang Masih Rapuh pasca kehilangan Putrinya yaitu "Babby R" alias Riana.
"Kasihan sekali kamu istriku" Istirahat yang cukup Ya sayang...," Gumam Adrian dalam hatinya sambil mencium kening Istrinya.
Setelah Itu Adrian kembali menemui ibu dan Ayahnya, Yang sedang berada di Ruang keluarga.
"Bagaimana keadaan karina sekarang Nak,,?" Tanya Icha terhadap Anaknya.
"Keadaan nya sudah membaik mom, Cuman dia masih sedih Karena Riana belum juga di temukan." Timpal Adrian sambil duduk di samping Ibu dan Ayahnya.
"Lalu bagaimana dengan Billy..., Apakah dia sudah mengetahui keberadaan anak kamu." Tanya Syafiq dengan nada sedikit meninggi.
__ADS_1
"Belum pah...,Billy belum juga menemukan keberadaan Riana." Balas Adrian Yang merasa bersalah.
"Lamban sekali Anak buah kamu Itu." Ucap Syafiq Datar.
"Pah...,Tenangkan diri papa...,Siapa sih pah yang tak mau Riana segera di ketemukan. Kuncinya kita harus bersabar aja ya pah, Yang terpenting kita tidak usah menyerah dan harus tetap berusaha mencari Riana." Ucap Icha menenangkan Syafiq Ayah dari putarannya yaitu Adrian.
"Kalau gitu Adrian mohon pamit ya pah, Ya mah. Adrian ingin mencari Riana dengan Cara menyebarkan berita di Koran dan membuat poster untuk di sebarkan ke seluruh kota." Sahut Adrian meminta ijin terhadap kedua orangtuanya.
"Yasudah cepat kamu cari cucu papa...,Sampai ketemu !!! Kalau perlu laporkan ke polisi saja biar pihak berwajib ikut membantu kita." Tegas Syafiq yang kesal karena Cucunya di culik.
Kemudian Adrian bergegas pergi meninggalkan Mansion megahnya, Dengan menggunakan Mobilnya. Adrian mencari "Babby R" ke berbagai pelosok kota Namun Nihil usaha pencarian nya tetap tidak Berhasil menemukan putrinya Yang masih Bayi.
"Kemana lagi papa..., Harus mencari kamu nak." Ucap Adrian Yang merasa lelah dan Hampir menyerah.
Adrian memasang poster Bergambar Riana dan menempelkannya ke berbagai Tiang dan pepohonan yang ada di setiap sudut kota. Sementara Media cetak maupun elektronik juga ikut menyebarkan berita Lantaran Adrian meminta bantuan dari pihak media.
Tidak peduli teriknya mentari Adrian berjalan kaki Bertanya pada setiap orang yang dilalui nya di jalanan. Begitu juga dengan Billy yang ikut mencari ke berbagai panti Asuhan. Namun tetap saja Usahanya tidak membuahkan Hasil.
Adrian yang mulai merasa kelelahan, Akhirnya ia memutuskan melaporkan kasus penculikan yang di alami oleh Putrinya Riana yang masih berumur sekitar 2 bulan.
"Calling Adrian" Drt...Drt...Drt...
Adrian menelpon Billy dan menanyakan perkembangan terkait pencarian Riana, Putrinya.
"Ya..., Pak Adrian.!!! " Ucap Billy menerima Telpon dari Bos nya." Yaitu Adrian.
"Bagaimana Bill..., Apakah kamu sudah menemukan Informasi keberadaan Anak saya sekarang." Sahut Adrian di seberang sana via ponsel.
"Oke baiklah" Kalau begitu lebih baik kamu kembali ke kantor. Aku ingin bicara dengan kamu, Sekarang yah. Jangan lama-lama." Ucap Adrian Dingin sambil menutup telpon nya. "Tut..tut..tut." sambungan telpon terputus.
Kemudian Billy segera kembali ke kantor, lantaran itu adalah perintah langsung dari Adrian sang bos besar. Tidak seberapa lama Billy telah Sampai di kantor Ia segera bergegas menemui Adrian.
"Tok...Tok...Tok.." Suata ketukan pintu.
"Masuk" Teriak Adrian dari dalam Ruangan nya.
" Selamat Sore pak." Ucap Billy yang berdiri di ambang pintu. kemudian Ia beranjak mendekat ke arah Adrian yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Duduk" Ucap Adrian Dingin dan menatap Tajam terhadap Billy.
Billy sudah berkeringat dingin lantaran Adrian terlihat marah Atas ketidakbecusan nya dalam mencari " Babby R" yang hilang di culik orang.
"Kamu tahu saya bayar kamu Mahal Bill, Tapi kenapa kinerja kamu ini sangat jauh dari ekspektasi Yang saya bayangkan. Kamu mencari Keberadaan putri saya saja tidak becus, Bagaimana sih kinerja kamu ini." Ucap Adrian Kaku terhadap Asistennya itu.
"Maafkan Saya pak, Saya Tahu bapak membayar Saya dengan sangat mahal. saya juga minta maaf terkait ketidak becusan saya ini." Balas Billy sambil menundukkan kepalanya. Iya tidak berani menatap Adrian yang sedang marah kepadanya.
"Bagus kalau kamu menyadari kekurangan kamu. Saya punya tugas baru untuk kamu." Ucap Adrian Menekankan suaranya.
"Kalau saya boleh tahu tugas Apa itu pak,,?" Balas Billy Terhadap Adrian.
__ADS_1
"Kamu Tahukan besok lusa akan ada sidang kedua Kasus pembunuhan Yang melibatkan Ayahnya Rama. Saya ingin kamu mencari bukti selain rekaman CCTV. pokoknya bukti ontentik yang memberatkan Om Ryan, Kamu paham kan maksud saya apa." Ucap Adrian dengan tatapan mendominasi.
"Baik pak saya akan berusaha mencari bukti Tambahan yang akan memberatkan Pak Ryan di pengadilan nanti." Balas Billy menyanggupi Perintah dari Adrian Tuannya.
"Oke kalau begitu segera laksanakan, kita fokus dulu pada Sidang yang akan di gelar lusa." Ucap Adrian Datar.
"Baik pak saya faham maksud bapak." Balas Billy.
"Baiklah kalau begitu," Kamu boleh pergi dari Ruangan saya." Adrian menyuruh Asistennya pergi dari Ruangan nya.
Kemudian Billy beranjak dari tempat duduknya, Dan meninggalkan Ruangan Adrian.
Sementara Ryan kini masih mendekam di penjara Lantaran dia menjadi tersangka kasus Pembunuhan ibunya Karina Yaitu Nyonya Ayu. Ryan terlihat sedang menerima Tamu yang tak lain tamu itu adalah, Mantan pengacara Keluarga karina. yang memegang kendali seluruh Aset peninggalan almarhum kedua orang tua karina.
"Pokoknya kita harus memenangkan Sidang kedua ini, Karena jika kita kalah dalam sidang kali ini maka tamatlah kita." Ucap Ryan terhadap Tamunya.
"Kamu tenang saja Ryan" Saya yakin pihak mereka tidak akan mendapatkan bukti apapun. karena barang bukti sudah saya amankan." Balas pengacara Yang ingin merebut harta peninggalan kedua orang tua karina.
"Baguslah" ucap Ryan sambil menatap tajam pada Keberadaan Putranya Yaitu Rama Yang baru datang menemuinya.
Rama berjalan mendekati Ayahnya yang sedang menerima Tamunya. Ia sangat kesal lantaran Ayahnya itu tidak pernah mau mengakui kesalahannya.
"Pah..., Lebih baik Hentikan semua ini pah !!! Percuma kejahatan papah ini cepat atau lambat akan terbongkar juga pah. Lebih baik papah menyerah saja." Ucap Rama sambil menatap Tajam pada Pengacara yang membantu ayahnya berbuat jahat.
"Untuk apa kamu menemui papah, kalau kamu tidak memihak papah. Lebih baik kamu pergi dari sini Ram." Umpat Ryan yang tidak menyukai kedatangan Rama putranya.
Kemudian Mantan pengacara keluarga Karina itu bangkit dan berpamitan kepada Ryan dan Rama yang sedang berdebat.
"Baik pak Ryan...,Jaga kesehatan anda selama disini, Anda tenang saja saya akan mengeluarkan anda dari penjara ini. Kalau Begitu saya mohon pamit, Mari pak Rama." Ucap mantan pengacara keluarga karina sambil menyunggingkan senyum pada Rama .
Namun Rama menanggapi nya dengan dingin, Tanpa sepatah katapun terlontar dari mulut Rama Terhadap pengacara itu. Setelah pengacara itu pergi Ryan kembali berbicara dengan Putranya.
"Ingat ya Rama, Jangan pernah kamu halangi lagi Niat papah. Kalau perlu kamu tidak usah ikut campur urusan papah...,kamu pahamkan." Geram Ryan terhadap Rama putranya.
"Baiklah jika mau papah begitu. Rama tidak akan tinggal diam pah, Papah harusnya sadar dan tidak perlu seperti ini lagi." Hentikan Niat jahat papa Terhadap keluarga karina." Balas Rama dingin.
"cukup Rama...,Lebih baik kamu pergi dari sini. papah kecewa pada kamu." Bentak Ryan terhadap putranya.
Kemudian Rama pergi meninggalkan Ryan yang masih ditahan di salah satu kantor polisi.
**Next part...
Hallo Readers ikuti terus kisahnya yah...
Bantu vote like komen dan Share...
Kasih aku Bunga yang banyak yah kalau bisa kasih Hati juga hehe...
silahkan Kasih Saran dan masukan kalian di kolom komentar...
__ADS_1
Terimakasih Nantikan kelanjutan nya...
Happy Reading**...