Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 3 : Chapter H


__ADS_3

"Sudah-sudah nak ... Jangan menangis, Daddy dan mommy sangat menyayangi mu, Jangan pernah berfikir sedikit pun jika kami tak memperdulikan mu yah!" lirih fariz menyeka pipi tampan puteranya.


"Benar yang di katakan daddy mu nak!" Ucap Cantika memeluk suami dan anaknya, Dalam dekapan hangat nya.


Ke esokan harinya ...


Adrian terbaring dengan luka di kepalanya, Sementara Karina dan Bintang terus menunggu kedatangan nya.


Bintang menuruni anak tangga, Lengkap memakai seragam sekolah lantaran ia akan berangkat ke sekolah nya. Namun ia dikejutkan dengan pemandangan tak biasa pagi itu, Lantaran ia melihat bundanya tertidur di ruang keluarga, Menunggu ke datangan ayahnya.


"Ya Tuhan ... Bunda!" Ucap Bintang menghampiri Karina, ..." Bunda bangun bun ... Ini sudah pagi, Kenapa bunda tidur disini?!" Tanya Bintang.


Perlahan Karina membuka matanya, Lalu mengitarkan pandangan ke sekeliling nya. Ia tahu bahwa hari sudah pagi.


"Bintang ... Kamu sudah bangun nak!" Ucap Karina dengan suara parau.


"Bunda ... Kenapa bunda tidur disini, Mana ayah apa dia belum pulang dari semalam?" Tanyanya.


"Ayahmu belum pulang nak ... Kemana ayahmu pergi nak, Bunda khawatir dengan ayahmu." lirih.


Tak terasa buliran putih mengalir dari pipi cantik Karina, Tiba-tiba saja telpon rumah nya berbunyi.


kring ... kring ...kring ...


Sontak saja karina bangkit dan segera mengangkat telpon tersebut. Akan tetapi Bintang masih heran pada ayahnya, Yang tak kunjung pulang.


'Ayah ... pergi kemana Sebenarnya yah,' Batin Bintang menatap bundanya, Yang sedang menerima telpon.


"Apa ... suami saya mengalami kecelakaan sus, Dirawat dimana dia sekarang, Iya ... Saya akan segera kesana!" Ucap Karina Kemudian menutup telponnya.


Bintang terkejut ia meremas dadanya, Merasa menyesal karena semua ini di sebabkan olehnya.


"Bun - da ... Benarkah yang aku dengan barusan," Lirih.


"Iya nak ... Ayahmu kecelakaan, Ayo cepat kita harus segera ke rumah sakit, Kamu ijin tidak masuk saja untuk hari ini yah! Kasihan ayahmu." Ucap Karina dengan terburu-buru ia berlari menuju kamarnya, Untuk segera mengganti pakaiannya.


Sementara Bintang dengan rasa bersalah nya, Terduduk di sofa merasakan sesak di dadanya.


"Ayah hiks ... hiks ... hiks ..." Maafkan aku ayah!" Lirih Bintang.


"Ayo Bintang ini bukan saatnya menangis nak." Ucap Karina mengajak putranya, Agar segera berangkat menuju rumah sakit.


Dengan segera Bintang dan Karina menuju garasi memasuki mobilnya, Dan menyalakan mobilnya, Pergi menuju rumah sakit.


Sementara Sherlly tengah menikmati sarapannya di rumah, Bersama Rembulan putrinya.


"O yah buk ... Maafkan aku yah soal kemarin," Ucap Bulan membuka obrolan dengan ibunya.

__ADS_1


"Kenapa memangnya kemarin!" Jawab Sherlly singkat.


"Maafkan aku karena pergi dari sekolah tanpa sepengetahuan ibu, Jadinya kita gagal deh nyari mbak buat ngurus rumah." Sahut Bulan penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa nak ... Itu bukan masalah besar. Yang penting anak ibu tidak boleh mengulangi nya lagi," Ucap Sherlly menangkup wajah malaikat putrinya.


"Terimakasih buk ... Ibu baik banget, Bulan bersyukur banget. Karena tuhan telah mentakdirkan Bulan terlahir dari rahim ibu." Tukasnya , Tersenyum menatap Sherlly.


"Uhuk ...uhuk ..." Sherlly tersedak, Karena ucapan yang terlontar dari putrinya.


"Ibu hati-hati makannya, Jangan sampe tersedak begitu dong." Ucap Bulan kepada Sherlly, Sambil memberikan segelas air putih.


"Huh," Menghela nafas lega ... " Terimakasih sayang, Ibu juga sangat bersyukur bisa melahirkan putri sebaik kamu nak!" Dusta Sherlly, Ia terpaksa membohongi putri angkatnya. Lantaran ia tidak ingin membuatnya bersedih.


'Maafkan ibu nak ... Sebenarnya kamu bukanlah anak kandung ibu ... Ibu takut kamu meninggalkan ibu, Jika mengetahui yang sebenarnya,' Batin Sherlly menangis.


"Buk, Tahu gak!" Ucap Bulan, Lalu Sherlly menimpalinya ...," Tidak! Ada apa memangnya nak?" Tanyanya.


"Kemarin itu ... Bulan menjenguk temen sekelas, Yang di rawat di rumah sakit," Ucap Bulan.


"Oh ya ... dengan siapa kamu pergi kesana?!" Tanya Sherlly mengulang kalimatnya.


"Dengan Nova ... Dia juga yang mengantarkan aku ke kantor ibu." Sahutnya.


"Baik sekali teman mu itu nak ... O yah, Kalau begitu nanti siang kita jenguk temen kamu yang masuk rumah sakit itu yah!" Sambung Sherlly.


"Ibu serius!" Sahut Bulan antusias.


"Yasudah." Kalau begitu ayo kita berangkat," Sahut bulan.


Kemudian Sherlly bangkit dari kursinya, Begitu juga dengan Rembulan. Mereka berjalan secara bersamaan.


Kurang lebih memakan waktu 20 menit, Perjalanan menuju sekolah pinggiran.


Kini Bulan telah sampai di sekolahan nya.


"Nak rajin belajar yah, Ingat anak ibu harus pintar." Ucap Sherlly menyemangati putrinya.


"Iya buk ... Ibu juga semangat yah!" Sahut bulan menyalim tangan Sherlly, Kemudian ia melangkahkan kakinya memasuki gedung sekolahan. Lalu Sherlly kembali menstarter mobilnya, Berangkat menuju perusahaan adik tirinya.


"Bul-bul ...Ayo cepetan masuk, Bentar lagi jam pelajaran di mulai." Teriak Nova memanggil nya.


"Iya sebentar, Nov-Nov ku ... lho duluan aja, Gw mau ke toilet sebentar." Sahut Bulan.


Sekilas Bulan kembali dari toilet, Perlahan melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya.


Klek, Suara pintu di buka oleh nya, lalu Bulan melangkah ke arah kursinya.

__ADS_1


"Bul-bul ... lho udah ngumpulin tugas kemarin belum?!" Tanya Nova terhadap Bulan.


"Sudah dong ... Kenapa lho belum menyelesaikan tugas lho yah?!" Sahut Bulan, Meledek.


"Tahu saja lho ... Kalau gw belum ngerjain tugas itu." Balas Nova, Melempar senyuman.


"Dasar ... Kebiasaan, Tak ada contek-contekan yah!" Ledek Bulan terhadap nya.


"Selamat pagi anak-anak," Ucap seorang guru yang memasuki ruangan kelasnya.


"Selamat pagi juga buk," Sahut semua murid pada gurunya.


Kemudian mereka terduduk, Mengeluarkan buku tulisnya ke atas mejanya masing-masing.


Bulan bersama murid yang lainnya, Terfokus memperhatikan guru di depannya yang sedang menerangkan pelajaran nya.


Sementara Malam, kini berada di sekolahan, Terlihat. Mencari-cari Bintang namun yang dia cari tak kunjung menampakan batang hidungnya.


'Kemana Bintang yah ... Kenapa dia tidak masuk sekolah hari ini. Apa ketidak hadirannya, Ada hubungannya dengan masalah kemaren yah,' Kata Malam dalam hatinya.


kemudian Malam berjalan ke lapangan, Mencari sosok pemuda yang di cintai nya. Namun di lapangan pun Bintang tidak ada.


"Huh," Menghela nafas, Kesal." Kemana sebenarnya Bintang?!" Ucap Malam pada dirinya.


"Kau, Mencari Bintang yah?!" Tanya salah satu teman latihan basket Bintang, Terhadap nya.


"Iya ... Kemana Bintang, Kenapa tadi di kelas tidak ada yah!" Sahut Malam sambil mengangguk.


"Masa kamu tidak tahu sih, Katanya kalian bakal di jodohkan." Sahut orang tersebut.


"Yey ... Memang gw gak tahu Bintang kemana? Emangnya lho tahu apa." Jawab Malam ketus.


"Tahu lah, Kan gw temen akrabnya." Sambungnya.


"Kalau lho tahu, Emangnya kenapa Bintang sampe gak masuk sekolah kayak gini." Ucap Malam yang semakin di buat penasaran.


"Tuh kan ... lho gak tahu apa-apa soal Bintang,Payah lho! Katanya pacar masa hal sepenting ini lho gak tahu, Ah udah ah ... Gw males ngasih tahunya." Sahut temannya Bintang.


"Eeeuh ... Lagian siapa juga, Yang ngarep di kasih tahu lewat lho." Gerutu Malam, Kesal lantaran temannya Bintang tidak mau memberitahukan dimana keberadaan Bintang sekarang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo Readers, Ikuti terus Kisahnya yah!


Jangan lupa tambahkan ke kolom favorit kalian...


Bantu like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya ...

__ADS_1


Happy reading ... Semoga kalian terhibur ...


Terimakasih suport nya selama ini ....


__ADS_2