
"Author_pov"
Rama Terus berjalan Keluar dari Kantor Adrian dia berusaha mengingat Perempuan Cantik Yang dia yakini pernah bertemu dengannya Dan Aquilla.
Rama terduduk di kursi kebesaran nya, Dia tidak memedulikan sekeliling nya bahkan saat Aquilla datang dia tidak menyadarinya.
Iya Hanya menatap Langit-langit Ruangannya sambil memutar bolpoin di tangannya., Kemudian Aquilla Menghampiri nya Dan menyadarkan Rama dari lamunan.
"Kamu kenapa" Apa yang sedang kamu fikiran sayang,?" Ucap Aquilla.
"Eh" Sayang Aku kira siapa,! Kapan kamu masuk keruangan Aku, Kok aku tidak menyadarinya.
"Ya iyalah Kamu tidak menyadarinya, Kamu termenung Kaya gitu, Nge\_lamunin Apaan sih. sampe segitunya.
"Bukan Melamun sayang, lebih tepatnya berfikir. Duhhhh kapan Ya aku bertemu dengan Wanita itu" Ucap Rama Yang berbicara Secara spontan.
Aquilla Langsung mendekati Suaminya, Karena Rama Berkata bahwa dia telah bertemu dengan Wanita lain, selain dirinya.
"Apa Kamu bertemu Wanita , selain aku di sini sayang, Terus siapa wanita itu dan apa hubungannya dengan kamu" Gerutu Aquilla.
"Duhhhh, Salah paham kan." Gumam Rama.
Enggak sayang maksud aku bukan seperti Yang ada di pikiran kamu.
"Terus Kamu Ngapain berkata seperti itu, Jawab aku siapa wanita itu.!
Rama memutar otaknya berusaha mengingat Siapa perempuan Yang menubruk Adrian Tadi , Terlintas di ingatan dia mengingat siapa perempuan Yang tadi berpapasan dengannya.
"Ahaaa" Aku ingat sekarang" Ucap Rama dengan Cerianya.
"Ingat apa sih, Jangan buat aku penasaran dong, Berani ya kamu sekarang main perempuan" Umpat Aquilla yang berbalik Arah berniat meninggalkan suaminya.
"Tunggu sayang jangan salah paham dulu, Duduk yah. Biar aku jelaskan sekarang," Bujuk Rama terhadap istrinya.
Kemudian Aquilla Terduduk atas permintaan suaminya" Yasudah Apa Yang mau kamu jelaskan.
"Oke... Kamu ingat kan, Kalau kemaren Malam Dev' Bertamu ke Rumah kita.
"Ya aku ingat, Memang nya ada apa dengan Dev.!
"Gini loh sayang, Tadi itu aku tidak sengaja berpapasan dengan Perempuan Yang sangat mirip dengan Istrinya Devano. Tadi perempuan itu Bertabrakan dengan Adrian bahkan sampai berpelukan,.
"What's berpelukan terus-terus, Apa Reaksi dari Adrian." Ucap Aquilla Yang tiba-tiba saja Antusias.
"Hemmm" kok kamu yah, Yang jadi Antusias.
"Udah lanjut kan saja ceritanya jangan sepotong-potong" Aquilla mengeram" Reaksi Adrian gimana sayang..!
"Ya enggak gimana-gimana, Tapi Aku rasa ada Yang janggal dengan Sikap wanita itu. Aku gak yakin deh kalau dia itu Istrinya Dev, Secara kan Devano Orang yang sangat lumayan Kaya. Tapi kok membiarkan istrinya Magang di perusahaan Adrian yah.
"Hemmm" Kok aku jadi punya Firasat Yang buruk ya, Aku takut kalau Karina kembali menelan kekecewaan Yah".
"Makannya kita harus bantu Karina siapa sih Perempuan Yang Dev kenalkan pada kita, Apa benar dia sudah menikah. Dan motif Dev apa Yah, Yang secara tiba-tiba Datang ke Indonesia, Terus bertamu ke Rumah kita.
"Kok," Aku jadi ngeri Ya sayang" Mudah-mudahan Dev tidak sedang merencanakan sesuatu terhadap Karina & Adrian Ataupun ke kita,"
"Ya mudah-mudahan Yang ada di pikiran kita ini, Tidak terjadi ya sayang" Ucap Rama sambil memeluk istrinya.
" Tapi Adrian Tau tidak yah soal Dev yang sudah punya istri"
"Kalau dari Ekspresi Adrian sih, Aku Rasa dia tidak tau kalau Dev sudah menikah. Secara kan Dev sama Adrian sekarang sedang tidak akur semenjak Pertengkaran nya waktu Di Nikahan kita Sayang.
Sementara Billy Mengerahkan Anak buahnya Untuk mencari Tahu keberadaan Sherly Yang kini menjadi buronan polisi.
"Aku harus cari kemana lagi wanita Jahat itu" Gumam Billy di tengah teriknya panas mentari.
Kemudian Sosok wanita Yang sangat mirip dengan Sherly berjalan membelakangi nya, Billy dengan sigap Menepuk pundak wanita yang dia kira itu adalah Sherly.
"Akhirnya Ketemu juga" Gumam Billy sambil menepuk pundak Wanita Yang berlalu dihadapan nya. kemudian wanita Itupun menoleh.
"Ada apa Ya mas,?" Tanya seorang perempuan Yang dikira Billy adalah Sherly.
"Maaf, Maaf Saya salah orang Nona, Saya mohon maaf"
__ADS_1
"Gimana sih mas, Makannya Kalau punya mata itu di taro di kepala jangan di dengkul" Ucap Jutek wanita yang merasa terganggu itu, Kemudian Billy balik mengomeli orang Yang merasa terganggu dengannya.
"Saya polisi Nona, jadi saya minta Anda sedikit bersikap sopan. Toh saya cuman mengira anda orang yang saya cari" gerutu Billy.
Kemudian perempuan itu pun Sedikit menurunkan Nada bicaranya" Maaf, Mas. saya tidak tau kalau anda seorang polisi Yang sedang bertugas " sambil berlalu pergi meninggalkan Billy.
"Ya saya maafkan, cepat pergi" Ucap Billy cuek, Sambil mengibaskan Tangannya.
Padahal Sherly Sedang Mengawasi nya dari dalam Mobil yang tidak jauh dari tempat dia berdiri." Cari saja aku sampai dapat, Kamu tidak akan pernah bisa menangkap aku lagi, Dasar bodoh" seringai Sherly yang kini sedang bersama Pria yang tidak mau menampakan Wajahnya di hadapan Adrian.
"O yah sher, Kita harus Memulai Rencana baru, Kamu harus balas Adrian. Atas perlakuan nya pada kamu" ucap pria misterius itu.
"Tenang saja aku Akan buat perhitungan dengan Adrian, Terutama pada karina. gara-gara dia Aku harus menghindari kerumunan. Karena sekarang aku adalah buronan, Sial sekali nasibku" gerutu sherly, Sambil melanjutkan perjalanan nya.
"Aku sudah pikirkan cara untuk membalas Adrian, Sini aku kasih tau kamu" Pria misterius itu berbisik pada Sherly.
"Bagus juga ide yang kamu punya, Baguslah Dengan begitu gerak gerik Adrian bisa kita pantau, Dan melalui Wanita itu kita bisa hancur kan kepercayaan Karina terhadap Adrian. Setelah itu Adrian akan sadar bahwa akulah Yang pantas untuk nya." Seringai Jahat Sherly.
Sementara Kini Karina berada di Kantor Adrian Dia sangat terlihat bahagia meskipun Ada sedikit kecurigaan terhadap suaminya Tapi semua itu berhasil ditampik Karena Adrian sosok yang sekarang adalah sosok pria yang sangat dia cintai. Setelah Karina Puas berkunjung di kantor suaminya Akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke Rumah.
"Mas kalau gitu aku pulang Yah, Soalnya aku ada janji sama mamah, Mau nemenin Mamah Belanja Keperluan Rumah" Ucap Karina memohon Ijin terhadap Adrian.
"Yasudah sayang Kalau begitu Kamu pulang Di Antar kan sopir Ya, jangan Naik taksi online, Inget gak boleh nolak"
"Iya Mas, Kamu kenapa sih Overprotektif banget sih, Lagian kenapa coba Naik taksi online kan tidak masalah bagi aku mas"
"Iya tidak masalah bagi kamu, Tapi mas khawatir sama kamu. Jadi kamu jangan bantah mas yah" Sahut Adrian memaksa Agar karina Istrinya mau di Antar Oleh sopir kantor nya.
"Iya ... Mas" Aku gak bakal bantah, Dah suamiku sayang Muachhh" Ucap karina sambil mengecup pipi tampan suaminya.
"Dah sayang hati-hati dijalan" Seru Adrian.
Kemudian Karina berjalan meninggalkan Ruangan Sang Ceo Yaitu suaminya Adrian. Saat karina Memasuki lift Ternyata di dalamnya Ada Wanita Yang pagi tadi berpelukan dengan suaminya.
"Selamat siang bu" Sapa Perempuan itu, mencoba mengakrabi Karina.
"Siang" Balas karina Ramah
"Iya bu saya Yang tadi pagi, Nama saya "Sasha" bu, kebetulan saya Anak magang di perusahaan nya Pak Adrian, Suami ibu.
"Owh" Sasha, Sudah berapa bulan Kamu magang disini. Kok saya jarang melihat kamu yah"
"Baru satu mingguan Bu, Maaf ya soal Yang tadi pagi. Saya benar-benar tidak sengaja loh meluk-meluk Pak Adrian"
"Pantas saya Baru kali ini lihat kamu ternyata kamu baru disini, Kalau soal Yang tadi pagi lupakan saja lah. Kamu juga tidak senagaja kan" Balas Karina seraya tersenyum.
"Tringg...pintu lift terbuka... Kemudian Karina melangkah kan kakinya menuju lobby.
Sasha Menatap Kepergian karina Yang akan pulang dari gedung perkantoran. Tak berapa lama Aquila pun keluar dari kantor Suaminya yaitu Rama. dengan tidak sengaja mereka berpapasan.
"Karina" Aquilla memanggil sahabat baiknya itu, seketika karina menoleh.
"Hey, Lho juga dari kantor toh. Kenapa gak bareng sih tadi, Padahal kan Kalau bareng kita bisa sharing dan ngobrol bareng" Balas Karina Ramah terhadap Aquilla sahabat nya.
"Lho mau langsung pulang gitu, Gak kangen apa sama gw Kan kita sudah lama gak jalan bareng Rin"
"Yasudah kalau lho mau kita jalan bareng sekarang, Kebetulan gw mau Nemenin mamah mertua belanja" Ucap Karina dengan sangat Ceria.
"O yah bagus tuh kita jalan bertiga, secara Mertua loh Gak ngebosenin Gaya nya kaya anak muda banget, Cincai lah" Timpal Aquilla Kocak.
"Yasudah tapi bawa mobil lho ya, Gw lagi gak bawa mobil.
"Eummm, Tapi lho Yang nyetir ya Rin. Taulah gw lagi Punya calon Dekbai" Balas Aquilla sambil menyentuh perutnya.
"Oke deh, Dek bai" Tante pinjam mobilnya yah, Kamu baik-baik ya di dalam perut mamah kamu" Ucap Karina Sambil berjongkok mendekat kan telinganya ke perut Aquilla yang semakin buncit karena mengandung.
"Iya Tante Aku akan baik-baik saja" Balas Aquilla menirukan Gaya bicara Anak-anak.
Karina terkekeh Mendengar Ucapan Aquila yang menirukan suara anak kecil" Apaan sih lho qil, Sok ke bayi-bayi an, Haha" ucap Karina sambil tertawa geli.
"Lagian lho itu udah Kaya suami gw aja Bayi dalam perut sudah di ajak ngomong, Kan lucu jadinya haaa" ledek Aquilla terhadap sahabat nya itu.
"Yuuk akhh jalan, Mana kunci mobilnya" Pinta Karina pada Aquilla , Kemudian di berikanlah kunci mobilnya.
__ADS_1
Dua sahabat baik itu kini pergi untuk menjemput "Icha" mertua dari karina atau lebih tepatnya ibu dari seorang Adrian.
Setelah mereka berdua pergi Sasha Yang dari tadi memantau keberadaan Karina dan Aquila dia berbalik Arah menuju ke Ruangan tempat nya bekerja, Namun di hadang oleh Rama.
"Hey ...Tunggu..." Rama berlari menghampiri Sasha.
"Bapak Memanggil saya," Balas Sasha sambil menoleh pada Rama.
"Ya saya panggil kamu, Bukannya kamu ini Istrinya Devano kan. Kemarin malem kalian berdua bertamu ke Rumah saya.
Sasha berusaha mengingat, Entah itu berpura-Pura Atau memang benar-benar lupa.
"Owh Yah...saya Ingat sekarang, Anda teman dari suami saya yah. Duh maaf banget pak Rama saya lupa" sambil Memijat kening.
"Ya Wajarlah Anda lupa pada saya, Secara kita baru kenal juga kan" Kamu sudah berapa lama menikah dengan Devano , setahun, Dua Tahun, Atau baru sebulan" Canda Rama setengah serius.
"Bapak bisa saja Saya sudah sangat lama menikah dengan Dev, Cuman kami belum di berikan Keturunan saja" Sahut Sasha.
"Ngomong-ngomong Gak enak nih kalau kita ngobrol di jalan seperti ini, lebih baik kita mengobrol di Kantin, Apa anda punya waktu" Ucap Rama mengajak Sasha Istri dari Devano.
"Duh maaf ya pak, Saya lagi banyak kerjaan nih. Belum lagi saya ada meeting nanti sama pak Adrian"
"Ok baiklah mungkin lain kali kita ngobrol santai Yah, Semangat kerjanya.
Kemudian Sasha melangkah pergi dari Rama dengan secara terburu-buru.
"Tunggu...Ada satu lagi yang ingin saya Tanyakan.
seketika Langkah Sasha terhenti "Bertanya mengenai Apa Ya pak,!" Balas Sasha.
"Kenapa Kamu memilih bekerja di perusahaan Adrian, sementara suami kamu juga kan punya Perusahaan sendiri," ucap Rama Yang bertanya semakin menelisik.
Deg...
"Duh aku harus jawab apa ini" Gumam Sasha dalam Hati.
"Kamu kenapa diam, Apa kamu tidak bisa menjawab pertanyaan saya" Tegas Rama Yang semakin curiga terhadap Sasha, Dia melangkah kan kakinya dan berbisik sesuatu di telinga Sasha.
"Mungkin semua orang Bisa kamu bohongi Tapi tidak dengan saya, Sebenarnya motif kamu apa bekerja di perusahaan ini" Bisik Rama terhadap Sasha.
"Bapak ngomong apa sih, Saya tidak mengerti" Balas Sasha gugup.
Kemudian Rama menyudutkan Sasha ke Tembok Koridor gedung. "Sudah saya bilang semua orang Bisa kamu bohongi tapi tidak dengan saya, Siapa sebenarnya Kamu dan motif kamu apa.
"Maaf pak saya tidak mengerti Yang bapak Tanyakan, Permisi pak Saya masih banyak pekerjaan" Balas Sasha sambil berjalan meninggalkan Rama Yang terus berusaha mencari tahu, Tentang nya dan Devano.
"Gawat seperti nya Rama mulai mencurigai ku, Gimana ini. Seperti nya saya harus mengabari Dev, Aku tidak bisa terus-terusan seperti ini" Gumam Sasha.
Saat Sasha berusaha menghubungi Devano Tapi Devano kini sedang Berenang bersama Sherly di Kawasan Apartemen mewah miliknya.
"Sial kemana sebenarnya Pak Devano" Umpat Sasha Yang terlihat panik, Karena Rama mulai mencurigai nya.
"Tut..tut..."Call Devano"
"Angkat dong pak Dev, Penting ini" Gumam Sasha. Saat dia berusaha menghubungi Devano. Tiba-tiba saja Adrian Memanggilnya.
"Hey Kenapa Kamu masih berdiri disitu, Mana berkas-berkas Yang saya perlukan" Tegas Adrian terhadap Karyawan magang Tersebut Yaitu Sasha.
"Eh Iya pak, Mohon maaf saya lupa" Ucap Sasha gugup.
"Yasudah cepat kamu ambil berkas-berkas nya, Saya tunggu di Ruangan meeting" Ucap Adrian sambil bergegas Pergi menuju Ruang meeting.
"Hukhhh" Menghela nafas.
Untung saja Pak Adrian tidak curiga terhadap ku, "
kemudian Sasha bergegas menuju Ruangan Adrian untuk mengambil berkas-berkas dan Agenda untuk meeting bersama sejumlah perusahaan besar.
Setelah sampai Di Ruang kerja Adrian, Sasha memilah berkas Yang Adrian sebutkan.
"Mana sih berkasnya, Dimana di taro nya sih" Ucap Sasha kebingungan.
Bersambung....
**Happy Reading kawan...
Jangan lupa Vote, like, dan komen Ya jika berkenan promosikan Novelku yah**....
__ADS_1