Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 3 : Chapter E


__ADS_3

Sherlly menuruni mobilnya, Ia mencari bulan di sekolahan nya. Namun setelah bertanya pada gurunya. Bahwa Bulan sudah pulang sejak jam pelajaran telah berakhir.


Sementara Bulan, Kini sedang di antarkan oleh Nova menuju ke kantor Sherlly ibunya.


"Lan ..., Daripada lho panik. Mending lho telpon ibu lu deh! Takutnya ibu lho nyari-nyari." Ucap Nova , Sambil menyetir.


"Benar juga kata lho Nov ..., Gue enggak kepikiran." Sahut Bulan, Terduduk di jok samping Nova.


Sedangkan Sherlly dengan rasa khawatirnya, Ia terus mencari-cari Bulan, Hingga ke kawasan perumahan tempat Adrian dan karina tinggal.


Sherlly menghentikan mobilnya sejenak, Ia melihat anak gadis turun dari sebuah mobil, Dan memasuki rumah Adrian dan Karina.


"Siapa anak gadis itu? Bukankah anak Adrian dan karina , Seorang laki-laki." Gumam Sherlly menatap dari balik mobilnya.


Malam yang sadar karena ada yang memperhatikan nya dari kejauhan, Ia menoleh. Seketika itu Sherlly menundukkan kepalanya. Menghindari tatapan dari Malam.


'Siapa sebenarnya yang berada di dalam mobil itu,' Batin Malam.


Lalau ia menghiraukan nya, 'Hah ..., Mau siapapun orang itu, Yang jelas aku tak perlu menghiraukan nya.' Batin nya, Kemudian melangkah memasuki rumah Adrian.


"Syukurlah ..., Sepertinya anak itu tak melihatku," Gumam Sherlly, kembali melanjutkan perjalanan nya.


Sedangkan Bulan, kini telah sampai di kantor ibunya, Bulan terbingung Ia hanya celingukan di depan gedung tersebut. Sambil berusaha menelepon ibunya.


"*Halo buk ..., Ibu lagi dimana sekarang? Bulan sudah ada di halaman kantor ibu ! " Ucap Bulan via telepon genggam nya.


"Iya nak ..., Ibu segera kesana. Kamu darimana nak ..., Ibu menjemput mu ke sekolahan. Kata guru kamu, Kamu sudah pulang dari tadi. Kenapa kamu tidak menghubungi ibu. kamu mengkhawatirkan ibumu ini nak." Sahut Sherlly dari seberang sana.


"Iya buk..., Maafkan bulan." Sambung bulan.


"Yasudah, Kalau begitu ibu segera kesana yah." Ucap Sherlly mengakhiri panggilan tersebut*.


Akhirnya Sherlly merasa lega, Karena ternyata Bulan tidak pergi kemana-mana. Melainkan ia pergi menuju kantor ibunya.


Kurang lebih memakan waktu perjalanan, Lima 20 menit. Sherlly telah sampai ke kantor nya dan melihat putrinya sedang berdiri menunggu nya.


"Brug." Bunyi suara pintu mobil.


Sherlly turun dari mobilnya, Menghampiri Bulan putrinya.


"Bulan ..., Kenapa kamu enggak masuk nak. Ngapain kamu menunggu di luar seperti ini!" Ucap Sherlly penuh kasih.

__ADS_1


"Aku canggung buk ..., lagian mereka belum mengenal aku kan." Sahut Bulan pada ibunya.


"Yasudah kalau begitu ayo kita masuk! Ibu akan mengenalkan mu kepada seluruh karyawan ibu." Timpal Sherlly, Merangkul Bulan yang ia anggap putrinya.


Perlahan Rembulan, Dan Sherlly memasuki gedung pencakar langit, Yang terlihat tampak megah itu. Kini tatapan semua orang tertuju pada Rembulan. Lantaran mereka bingung dengan keadaan Rembulan. Karena selama ini mereka hanya tahu jika Sherlly belum menikah.


"Hey ..., Siapa gadis muda yang sedang bersama nyonya Sherlly? Bukankah nona Sherlly belum menikah yah!" Ucap karyawan berbisik-bisik. Namun masih terdengar oleh Sherlly ataupun Rembulan.


'Kenapa orang-orang ini berbicara seperti ini pada ibu?' Batin Rembulan penuh tanya.


'Mereka ini, Masih saja mengingat masa lalu ku.' Batin Sherlly geram.


"Apakah itu anak hasil hubungannya, Dengan tuan Adrian yah? Secara dia kan pernah melakukan oplas, Mengubah wajahnya sama persis seperti Nona Karina." Sambung Karyawan yang lainnya.


Deg ...


"Nak ..., Kamu duluan ke ruangan ibu yah! Nanti ibu akan menyusul mu." Ucap Sherlly.


Hanya di balas anggukan kepala oleh Rembulan, Sebelum bergegas pergi ke ruangan ibu nya.


Sepeninggalan Rembulan, Sherlly langsung melabrak para karyawan nya. Karena ucapan mereka sangat menggangu nya.


"Kalian tolong ikut saya!" Sentak Sherlly dingin.Menujuk seluruh karyawan nya.


"Brakkk." Sherlly menggebrak meja, Sontak saja mereka semua terkaget-kaget.


"Kalian pikir saya tidak mendengar ucapan kalian tadi. Siapa yang menyuruh kalian membicarakan masalalu saya." Bentak Sherlly menatap tajam kepada semuanya.


Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut para karyawan nya, Mereka hanya terdiam menundukkan kepalanya.


"Ma-maafkan kami semua buk ..., Kami tidak bermaksud membicarakan masa lalu ibu Sherlly." Ucap seluruh karyawan memohon maaf terhadap Sherlly.


"Baik ..., Saya akan memaafkan kalian, Cepat bubar dan pergi dari hadapan saya, Sebelum saya mengedipkan mata." Sentak Sherlly dingin.


Kemudian semua karyawan nya membubarkan diri, Lalu Sherlly pergi menuju ruangan nya. Acara memperkenalkan putrinya pun batal, Lantaran Sherlly kesal kepada semua karyawan nya.


"Ibu sudah kembali? kapan ibu akan mengenalkan aku pada Karyawan ibu?" Tanya Bulan terhadap ibunya.


"Maafkan ibu ya nak ..., Karyawan ibu sedang sibuk. Lain waktu saja ya nak." Balas Sherlly terhadap putrinya.


"Yasudah buk ..., Tidak apa-apa. Lagian aku juga malu jika harus di kenalkan pada mereka." Ucap Bulan, Namun ia tahu bahwa ibu nya . Tak berniat mengenalkannya dengan karyawan ibunya itu.

__ADS_1


'Ada apa sebenarnya dengan ibu ..., Apakah semua ini ada kaitannya dengan omongan mereka tadi,' Gumam Bulan mengingat ucapan dari para karyawan ibunya.


Sedangkan Bintang masih berada di rumah sakit tempat Langit di rawat, Ia menatap langit dari balik jendela. Tanpa sadar ia merasa cemburu, Saat Langit sedang di perhatikan oleh Cantika dan Fariz.


'Kenap dengan hati ini ..., Kenapa ada rasa sakit Saat melihat Langit di perhatikan oleh kedua orangtuanya.' Ada apa dengan ku?' Batin Bintang menatap Langit.


Seketika pandangan mereka bertemu, Bintang langsung pergi dari depan ruang rawat langit. Saat Langit mengetahui keberadaan nya.


Langit sangat marah dengan Bintang, Karena ia mengira Bintang sedang memata-matai nya.


"Untuk apa Bintang datang kemari, Apakah dia sengaja mengawasi gerak-gerik ku." Gumam Langit menatap tajam ke arah pintu kamar rawatnya.


"Kau ..., kenapa Langit? Siapa yang kau lihat!" Ucap Cantika menoleh ke arah pintu kamar rawat putranya.


"Bukan siapa-siapa ..., Mom's tak perlu tahu urusanku." Sahut Langit dingin.


Fariz sangat marah kepada Langit, Yang terus bersikap seolah-olah mereka bukanlah orang tuanya.


"Jaga bicara kamu nak ..., Dia mommy mu. Orang yang pertama menangis saat tahu kondisi kamu seperti ini." Tegas Fariz.


"O yah ..., Dan kalian berdua sekaligus orang yang membuat hidupku terkekang." Sentak Langit.


Fariz semakin kesal oleh Langit, Karena menurutnya Langit semakin kurang ajar. pada mereka berdua.


"Cukup! Sudah habis kesabaran daddy terhadap kamu langit." Bentak Fariz mengangkat tangannya, Hendak menampar.


Namun berhasil di tahan oleh Cantika istrinya.


"Sudah pah ..., Tolong jangan perlakukan langit dengan kasar. Dia putra kita pah!" Lirih Cantika.


"Dia bukan putraku ..., Buktinya dia tak pernah mendengarkan apa nasehat dari kita ma." Ucap Fariz yang terlanjur kesal terhadap Langit.


Langit hanya terdiam atas ucapan yang terlontar dari mulut daddy nya, Ia merasa sedih karena yang dia butuhkan hanyalah kebebasan dan tak ada kekangan dari kedua orangtuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Happy Reading...


Ikuti terus Kisahnya yah ...


Jangan lupa tambahkan ke kolom favorit kalian.

__ADS_1


Bantu like, komen dan Vote...


Semoga terhibur.


__ADS_2