Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Bab 51 : Melayani Mu cintaku


__ADS_3

"Karina_Pov"


_____________


Hari sudah Sore Kini berganti menjadi Malam Namun kekasihku belahan jiwaku Dan lebih tepatnya Suamiku, Iya belum juga menampakan Batang hidungnya. sementara Makanan Telah ku sajikan Di meja makan.


keresahan mulai menghantuiku Menunggu cintaku Yang belum kunjung pulang.


"Tin...Tin.." Bunyi Klakson Yang sangat familiar ku dengar tiap hari, Akhirnya cintaku datang juga. Aku menghampirinya Dan melayani nya penuh kasih. Ya dialah Adrian Suamiku.


"Malam sayang, ada apa sih. Kok tumben nyuruh aku pulang cepet" Ucap Adrian suamiku , sambil kucium Tangannya.


"Enggak ada Apa-apa Mas , Aku cuman ingin kita makan Malam bareng aja di Rumah.


"Emang kamu masak Apa?" Tanya Adrian kepadaku.


"Kamu lihat aja deh di meja makan, Pasti kamu suka.


"Oke deh, Tapi Aku mau ganti pakaian Dulu yah,".


"Eh Anak mamah sudah pulang toh, Drian Kamu Di tungguin Terus tuh sama Karin. Dia masak Banyak banget hari ini Cuman untuk kamu, Iya kan Rin,. Sahut ibu mertuaku Yang Tiba-tiba saja Datang menghampiri kami berdua.


"Mamah Jangan berlebihan Ah, Karin masak bukan cuma buat mas Adrian saja kok. Ini buat kita semua" Balasku seraya tersenyum.


Aku sangat bahagia memiliki Ibu mertua Dan suami Yang sangat baik. Terlebih lagi mamah Icha adalah sahabatnya Almarhum kedua orang tuaku, Andaikan saja Papa Syafiq ada disini Pasti Mamah Icha akan sangat jauh bahagia terlebih Aku.


Adrian suamiku Bergegas Ke kamar, sementara aku menyiapkan Makanan Dan minuman di meja makan dibantu oleh Si mbok dan Ibu mertuaku. selang berapa menit Adrian Turun dengan menggunakan Kaos T-shirt polos dan Celana pendek. Lalu dia Duduk di samping ku.


"Kamu Mau makan apa mas, Ayam goreng pake Nasi Apa. Makan sup nya aja." Aku menawarkan makanan pada suamiku.


"Boleh tuh ayam goreng Sama sup, Pasti lezat. Kalau makanan Kamu kan Pasti lezat-lezat Iya kan ma," Puji Adrian Terhadap ku.


"Iya Dong Pokoknya Makanan Dari menantu mama ini memang The best lah, hehe..." Seru Ibu mertuaku yang ikut memujiku.


"Mamah Bisa saja deh, Biasa aja kali mas mujinya Nanti aku terbang loh" Sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jangan dong sayang, Nanti aku gak bisa menggapai nya,.


"Sudah ... Sudah ... Jangan ngobrol terus, mamah Lapar nih mau makan, Masakan Menantu mama Yang paling baik sedunia.


"Ceillah Mama, Ini" sahut Adrian.


Kemudian Kami bertiga Makan dengan lahapnya, Terutama Adrian suamiku Yang terlihat sangat menikmati makanan nya. Aku memandang Wajah lelah suamiku Yang tergantikan Oleh sedikit kebahagian Yang bisa aku berikan padanya, Yaitu dengan cara melayani nya, menyemangati nya dan berbakti padanya.


"Ya Tuhan Aku sangat bersyukur Karena Kau masih memberiku Sedikit kebahagiaan, setelah semuanya Terampas dariku" Gumam ku.


"Kenapa Sayang Kamu kok melamun, Apa ada yang sedang kamu Pikirkan ,?" Tanya Adrian Disela iya menyuap makanannya.


"Eng..enggak Sayang Tidak ada sama sekali" Dusta ku , Padahal sebenarnya memang ada Yang aku pikirkan saat ini. Yaitu tentang Kematian ibuku dan Soal Sherly Yang tiba-tiba saja Menjadi orang gila lantaran Depresi.


"Kalau enggak ada Yang kamu pikirkan kenapa Kamu bengong, Ayo cerita sama Mas.


"Enggak mas , Enggak ada apa-apa. serius deh...! Sahutku melanjutkan kegiatan makan malam.


Setelah selesai Makan Kami menunaikan Sholat bersama, Memohon petunjuk Agar di mudahkan dalam menemukan pelaku pembunuhan ibu ku. setelah selesai Sholat Aku bersalaman dengan Adrian suamiku dan mencium Tangannya., kemudian Aku berbaring di Atas Tempat tidur kami.


"Bicara saja mas, memangnya Ada Masalah apa,.!


"Sebenarnya Bukan masalah Apa-apa, Mas cuman Mau kasih Tau kamu. Kalau sherly Mau mas pindahkan ke Rumah sakit Yang lain.


"Loh," Kenapa Di pindah mas, Memangnya ada apa. Kenapa tiba-tiba Mau di pindahkan.


"Gini loh sayang, Mas Yakin kalau Sherly di pindahkan ke rumah sakit yang lain. kita akan sangat mudah mengetahui Kalau selama ini dia Hanya berpura-Pura gila. Dan mas janji setelah Sherly tertangkap basah Berpura-pura, Kita bisa tuntut kembali dia dan melanjutkan hukumannya." Ucap Adrian Yang terlihat ingin kalau aku menyetujui ide nya.


"Yasudah Kalau menurut Kamu, Itu Yang terbaik Lakukanlah Sayang.


"Baiklah Kalau gitu mas Hubungi Billy dulu, Supaya dia segera memindahkan Sherly, ke Rumah sakit Yang mas Tunjuk".


Lagi-lagi Aku dibuat kagum oleh Adrian , Pria kaku, jutek dan super dingin ini dulunya, Aku sangat tidak menyangka dia begitu peduli terhadap Kasus pembunuhan mamahku.


"Mas sudah Nelpon nya, Kalau sudah Aku mau kasih kamu sesuatu Yang sudah lama Tidak kita lakukan" Ucapku, Seketika Adrian menoleh.

__ADS_1


"Sesuatu Apa itu sayang,"


Saat dia Membalikkan Badannya Aku meraih Tangannya Ku Letak kan Tangannya Di bagian Dada ku, " Adrian langsung merespon Tangannya Meremas Bagian itu.


Kemudian Lampu kamar pun aku matikan.


"Aku mau kamu Malam ini sayang," Bisik Adrian Ditelinga ku.


"Aku juga Ingin sekali melayani Kamu mas" Gumam ku.


Tanpa Aba-aba apapun Adrian membopong Badanku ke King bed yang berukuran Besar, Dia melepaskan helai demi helai Yang menutupi Bagian-bagian Indah miliknya, Begitu juga dengan ku.


Susana semakin sunyi ketika Suara-suara merdu Kami gaungkan secara bersamaan, Nikmat nya surgawi ini. Dengan ikhlas aku menunaikan Kewajiban ku Untuk suamiku.


"Aku menyayangimu Istriku, Tidak ada seorang pun Yang dapat menyentuh bagian dari dirimu, Kecuali aku sang pemilik mu" Akhhhh...Erang Adrian.


"Apalagi aku suamiku, Aku sangat menyayangi mu , Akan aku pastikan Semua ini hanyalah Kamu saja yang dapat menyentuh nya, Tidak untuk satu hari tapi untuk seumur hidupmu" Okhhhh....Aku mengerang Menyahuti erangannya.


"Cup"Cup"Cup" Adrian menyentuh Semua bagian Kenikmatan Yang ada pada Diriku.


Aku sangat merasakan getaran cinta Yang begitu besar di antara kami, Malam ini adalah malam Kembalinya kami bersatu dan bekerja sama Untuk mendapat Ridho dari yang kuasa, Agar kami diberikan lagi satu kepercayaan Yang sempat hilang. Yaitu pelengkap Di dalam hidup kami Merupakan Nyawa dalam suatu Hubungan yaitu adalah Keturunan Agar garis kehidupan Bisa berlanjut.


"Akhhhh"... Pekik Adrian Melepaskan kenikmatan yang Menyatu dengan Kehidupan Di bagian dalam.


"Okhhhh" Pekik ku kembali Membalas Kenikmatan Agar menyatu dengan sempurna.


Benih cinta Akhirnya terlepas, Adrian Menundukkan kepalanya Di atas Bagian Dari diriku. Kemudian aku memeluknya, Malam Yang sangat hangat Ingin rasanya malam ini tidak berakhir dengan begitu cepat.


Sinar rembulan Menerangi Malam kami dia masuk melewati celah jendela sementara Angin bertiup Menghembuskan Udara Yang sangat Dingin namun terasa hangat bagi ku, Aku melihat wajah Pria yang sangat aku cintai kini terlelap Di dalam pelukanku...


Happy reading Kawan...


Semoga kalian suka...


Like,komen dan share...

__ADS_1


Promosi di lapak ku juga silahkan...


__ADS_2