
Akhirnya Aku Merasakan ketenangan dalam hidup ku, Setelah kedua orang Yang menghilangkan nyawa orang tuaku Telah mendekam Di penjara menerima Hukumannya.
Setelah selesai dari persidangan, Aku dan suami memutuskan pergi ke dokter Kandungan Untuk program kehamilanku, Namun di sisi lain Aku sangat sedih mengingat Riana Yang belum juga di temukan.
Setelah sampai di rumah sakit.
"Silahkan Ikuti saya Nona," Ucap Dokter mengajakku untuk mengikuti nya, Masuk ke dalam Kamar dan memeriksa tubuhku.
"O Yah, Tuan Adrian silahkan menunggu di ruangan sebelah yah." Ujar Dokter Kandungan Yang sangat cantik itu.
"Oke Baiklah !!! Saya akan menunggu Di Ruangan Sebelah." Ucap Adrian sambil berjalan menuju Ruangan Tersebut.
Setelah Dokter cantik itu selesai memeriksa Rahimku & memberikan beberapa Obat-obatan dan Juga Vitamin Kepadaku.
"Baiklah Rahim Anda sangat sehat, Nona Karina." Bahkan Tingkat kesuburan Anda pun, Relatif sangat tinggi. Jadi semoga berhasil Yah dengan Programnya nya." Ucap Sang Dokter Terhadap.
"Terimakasih Dok, Suami saya pasti sangat senang mendengar kabar baik ini." Timpalku Antusias.
"Wahh ... Beliau pasti sangat menyayangi anda yah," O Iyah Ini Resep obat dan Vitamin Yang harus Anda tebus di Apotik. Dan Jangan lupa di minum selama Program Berjalan." Ucap Dokter.
Sekilas Aku bangkit dan Menghampiri Adrian. Yang sedang menunggu ku. di ruangan Sebelah.
"Sayang...,Aku sudah selesai. Yuuk Antarkan aku pulang." Ucapku sekilas Suamiku mengerutkan Dahinya.
"Kok..,Pulang sih.!!! Katanya kamu mau ikut aku ke kantor." Timpal Adrian Dengan sikap lembut nya.
"Aku ngantuk pingin tidur, Tapi di temenin sama kamu Yah tidurnya." Timpal Ku Manja Terhadap Suamiku.
"Yasudah Sayang..., Tidur di kantor saja. Kan Ada Kamar di private Room ku." Sahut suamiku sambil Menggandeng lenganku menuju mobil di parkiran.
Kemudian Kami berdua Memasuki mobil, Yang terparkir di halaman Rumah sakit, Adrian membukakan pintu untuk ku, kemudian ia berjalan mengitari mobilnya membuka pintu Kemudi dan Akhirnya kami berdua melesat menuju Kantor dengan menggunakan mobil milik Adrian Suami tercinta ku. Saat aku dan Suamiku telah sampai di Kantor,Aku menuruni Mobil.
"Apa kau masih mengingatku,,?" Ucap Seseorang Yang sangat familiar bagiku.
"Shasha...,"Terkejut" Sejak kapan kau berada di Indonesia. Sha,,? " Tanyaku yang sangat terkejut setelah melihat dengan mata kepalaku Bahwa Sasha berada dekat di depan mataku.
Padahal sebenarnya aku sudah mengetahui Jika Sasha juga berada di Jakarta, Info itu aku dapatkan dari Devano lelaki yang sangat di cintai nya.
"Tidak perlu kau tahu, Sejak kapan aku berada di Indonesia. Yang jelas Yang harus kamu tahu adalah.!!! Aku pulang ke indo untuk membuat perhitungan dengan kamu. Karina...," Ucap Sasha menatap ku dingin.
"Rupanya Kamu , Saya kira siapa.!!! Sayang...,Jangan di ladenin orang seperti dia. Lebih baik kita masuk saja." Seru Adrian mengajak ku memasuki gedung perkantoran dan Mengabaikannya Sasha yang berdiri menatap dingin Terhadap ku.
Sesekali Aku menoleh ke Arah Sasha dia masih menatap Kami yang berjalan bergandengan tangan memasuki Gedung perkantoran.
__ADS_1
"Karina..., Apa kamu punya masalah dengannya,,? " Tanya Adrian Terhadap ku. Dengan Berat hati aku menjawab Adrian lantaran harus mengungkapkan Siapa Devano Sebenarnya. Jujur aku tidak mau membuat Adrian Membenci Devano Lagi.
"Sayang..., Kenapa kamu Diam,,?" Tanya Adrian menyadarkan ku.
"Apa kamu mempunyai masalah lagi dengan nya,,? " Cecar Adrian terhadap ku.
"Ada sedikit masalah dengannya Sewaktu aku di culik oleh Devano." ucapku.
"Masalah Apa,,?" Desak Adrian yang terus berusaha bertanya padaku.
"Dulu sewaktu di German Devano sempat ingin menikahiku, Akan tetapi Sasha yang merasa marah padaku lantaran dia mencintainya. Saat itu aku berusaha mencari Cara agar aku berhasil lepas dari Devano, Maka Aku menjebak Sasha dan Devano sehingga mereka mabuk di saat pesta Peresmian perusahaan Devano yang baru. Tapi aku tidak tahu apa Yang mereka lakukan selanjutnya. karena aku pulang meninggalkan pesta itu," Ucapku dengan panjang lebar bercerita Pada Adrian suamiku.
Tringgg...., Bunyi lift terbuka menyadarkan Aku dan Adrian. Kami berjalan bersamaan memasuki Ruangannya. Aku melangkah mendahului suamiku dan Duduk di sopa, Sementara Adrian terlihat sedang menelpon seseorang.
"Sayang...,Kamu nelpon siapa sih,,? " Tanyaku Terhadap Suamiku.
"Aku menelpon Billy sayang, Memberitahukan pada Billy Kalau di Ruangan aku sedang ada Kamu, Biar Billy tak sembarang masuk aja kita kan."Ucapan Adrian Terhenti Saat Aku sudah membekap mulutnya dengan bibir Seksi.
"Apakah Aku menyalahi aturan Sayang,,?" Tanyaku Terhadap Adrian, Lantaran Biasanya Adrian yang selalu memulainya. Namun kali ini Akulah yang memulai.
"Tidak ada yang menyalahi aturan Sayang..., Selama kau dan aku sama-sama menikmati nya." Balas Adrian dengan seringaian mesumnya.
"Dasar Laki-laki Kucing garong...,padahal aku hanya memancing mu sedikit Sayang..., Kamu sudah Sebergairah itu." Ucapku.
"Tentu saja Aku sudah tahu sayang...," Balas Adrian sambil melepaskan tangannya dari dua gunung kembar ku.
kemudian Adrian menuntunku ke Private Room tempat dimana Dahulu aku pernah melakukan dengan nya disini. Aku tersenyum saat mengingat masa itu.
"Kamu kenapa Hanya Berdiri disitu...," Ucap Adrian dengan Tatapan dingin, Seolah gairahnya sedang bergejolak.
"Tunggu sebentar Ya sayang..., Aku pengen kencing dulu." Ucapku Meminta ijin ,padahal sebenarnya Aku hanya ingin melihat seberapa Jauh dia menahan hasratnya yang belum tersalurkan.
"Kalau begitu aku ikut...," Balas Adrian singkat.
"What's..., Ikut !!! mau ngapain sayang..., Tunggu disini saja sebentar doang kok." Ucapku mengerjai Adrian yang sedang berusaha menahan Nafsu biologis nya.
Kemudian Aku berjalan ke kamar mandi yang masih terletak di Ruang pribadi Milik Ceo Yaitu Adrian Suamiku. Aku Terkekeh geli saat setelah berada di Kamar mandi Karena kini Adrian dengan Wajah menggemaskan mengetuk-ngetuk pintu meminta Jatahnya.
"Sayang..., Ayo sudah belum. Aku sudah Tidak tahan Sayang...," Rayu Adrian terhadap ku sambil mengetuk pintu.
"Sebentar Sayang...," Teriakku dari dalam kamar mandi.
"Aku hitung sampai tiga Yah..., Kalau kamu tidak keluar berarti aku yang masuk Yah.!!! Satu...Dua..." Belum selesai Adrian berhitung aku sudah membuka Pintu dengan Hanya Memakai Bikini, Mata Adrian membulat sempurna dengan penampilan ku yang terbilang berani.
__ADS_1
"Wow...," Amazing..., Apa kita langsung lanjutkan ke tahap berikutnya Saja Yah sayang.!!! " Goda Adrian dengan tatapan penuh Nafsu.
"Dasar pria kaku mesum." Ledekku Terhadap Adrian. Sambil melingkarkan tanganku di lehernya. Sementara Adrian melingkar kan Tangannya ke pinggang ku.
Kemudian Kami saling berpagutan menikmati permainan kami di dalam Room Private itu, Sambil menikmati Cantiknya suasana Kota hari itu. Entah aku salah lihat Atau halusinasi, Sekilas Aku melihat Awan Yang melingkar membentuk Sebuah love.
Aku tersenyum melihatnya" Bahagiaku Adalah kamu Suamiku." Bisikku sambil merasakan Nikmatnya Gocekan Seorang Hot Pappy.
" Dan Kau sumber kebahagiaan ku." Balas Adrian ******* Bibir ku lagi.
^^^Skip....
Setelah Aku selesai dari aktivitasku bersama dengan Adrian, Kemudian Kami berjalan keluar dari Private Room Dan Betapa Kagetnya. Di Ruangan Suamiku sudah Ada kedua orangtuanya. Lantaran Jarak dari Private Room dengan Ruang kerja Ceo hanya terskatt tembok dan lemari Saja.
"Ekhem..., Mom & Pappy kapan Datangnya,,? " Tanya Adrian dengan wajah gugupnya seolah menyembunyikan sesuatu.
"Sejak kalian bermain di dalam...," Ucap Syafiq mertuaku secara Frontal.
"Papa...," Timpal ibu mertuaku menegur suaminya." Tidak usah disebut kan lah pah..., Tuh lihat menantu Kita jadi malu kan." Ucap Ibu mertuaku Yang tak kalah Frontal juga.
Kulit wajah ku Terasa menebal saat kedua orang tua dari suamiku meledek kami berdua. " Ka-ka-kami Tidak main apa-apa, I ya kan Sayang...," Ucapku gugup sambil melirik ke Arah Suamiku.
"Kalaupun kita main ya gak apalah..., Yang terpenting semua itu dilandasi Atas dasar suka sama suka dan saling cinta." Pappy sama mommy ngiri aja nih sama Anak muda." Protes Adrian Terhadap kedua orangtuanya.
kulihat Kedua mertuaku Terkekeh tidak henti-hentinya meledek Adrian putra semata wayangnya. Dan aku pun ikut malu lantaran terpergok main kuda-kudaan dengan suamiku sendiri.
"Hahahaha...., Mommy tidak ngiri sayang. Justru mommy sangat senang, Berarti mommy bisa cepet dapet cucu yaitu anak dari kalian." Seru ibu mertuaku.
Namun Senyumku memudar saat aku mengingat Riana yaitu putri Adrian dengan Sherlly. Aku sangat sedih karena sampai hari ini kabar dan Keberadaan Babby Riana belum juga di ketemukan.
**Halo Readers ....
Mohon maaf yang sebesar-besarnya...
Karena telat Update hari ini...
ikuti terus kisahnya yah ...
jangan lupa Bantu vote like komentar dan Share...
Kasih Aku bunga Yang banyak yah....
Aku sayang kalian Readers ku**...
__ADS_1