Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2: Melamar kerja dan langsung Bekerja


__ADS_3

Aku menerima Sebuah email Yang Tak lain adalah Email dari perusahaan Adrian, Menginfokan Bahwa Aku telah diterima kerja di perusahaan Milik Adrian suamiku,.


Aku bersama Devano langsung bergegas Menuju Pusat perkantoran Yang terletak di daerah Jakarta Selatan, Kini Aku Tiba di gedung Pencakar langit Yang berlantai 31, Aku menuruni Mobil Devano Dan menatap Lantai gedung paling atas dimana Ruangan Suamiku berada.


"Karina Semoga Kamu berhasil yah, Aku cuman bisa mengantarkan kamu sampai sini," ucap Devano menatap ku dari balik mobilnya, Ada sejuta tanda tak ikhlas terlihat di raut wajahnya melepaskan aku menemui Adrian.


"Terimakasih Ya Dev atas semuanya, Oke baiklah Aku masuk sekarang," Balas ku Sambil menatap Ke arah lobby Kantor.


Sementara Devano Seolah Tidak ikhlas melepas Karina dari genggaman nya, Namun iya menyadari Bahwa cintanya terhadap karina Hanyalah angan-angan saja. Kemudian Devano pergi meninggalkan Area perkantoran milik Adrian itu.


Langkah demi langkah Karina menuju meja Receptionist Meminta Iya di pertemukan dengan HRD dari pihak perusahaan Adrian.


"Permisi Mbak," Saya Numpang Tanya,?" Ucap ku dengan sopan.


"Iya silahkan bertanya Apa Ya mba," Jawab Petugas Receptionist Yang Tampak jutek Kepada ku.


"Apa Benar di sini perusahaan "ADKAR_Corporate " Balas ku Kepada petugas Receptionist Yang melayaniku.


"Ya Benar memang kenapa Mbak, Apa yang bisa Saya bantu," Ucap sang Resepsionis.


"Ini mbak Saya hanya mau menyerahkan Cv saya, Apakah sekarang Bu Tiwi sudah datang Apa belum Ya," Ucap ku Seraya Tersenyum.


"O iya Saya lupa Anda ini Nona Isabella Yah, yang melamar Via online itu Ya," Balas petugas Bagian Resepsionis itu Ramah setelah mengetahui Kalau Wanita Yang tengah berdiri di hadapannya Itu Isabella.


"Iya Tepat sekali," Saya Isabella," Balas Ku Seraya tersenyum.


"Mari Langsung saja Saya Antarkan ke ruangan Ibu Tiwi," Ajak resepsionis itu Sambil Melangkah menuju Ruangan HRD yang bernama Tiwi.


Karina Langsung Di interview oleh Wanita paruh baya Yang bernama Tiwi seorang HRD.


"Permisi" Ucap Isabella (Karina).


"Ya silahkan masuk," Balas seseorang meneriaki ku dari dalam Ruangan nya.


"Kamu Isabella Yah,?" Tanya wanita Yang berprofesi sebagai HRD.


"Iya Bu Nama saya Isabella," Jawabku seraya tersenyum.


"Kamu Sudah Taukan tugas sekretaris seperti Apa, dan ingat jangan Sesekali Membuat Pak Bos Marah ya,." Ucap Tegas Wanita yang bernama Tiwi itu.


"Saya sudah mengerti bu, Kebetulan Saya mantan Sekretaris dulu sebelum ke Indonesia," Balas ku kembali Sambil menyunggingkan senyum.


"Ok baguslah Kalau begitu, Mari ikuti saya" Ajak Tiwi seraya berjalan dan menaiki lift.


Kemudian lift itu berhenti di lt 31 Tandanya Kini aku berada di Ruangan Adrian suamiku.

__ADS_1


Deg...


"Nanti kalau di hadapan pak Adrian, Kamu harus sopan Yang dan dijaga Attitude kamu," Ucap Ibu yang bernama Tiwi terhadapku.


Aku Hanya mengangguk Sebagai Tanda mengerti, Kemudian Wanita paruh baya itu membuka Ruangan Adrian suamiku.


"Selamat pagi pak, Ini orang Yang akan mengisi Jabatan sekertaris nya sudah saya dapatkan," Ucap Wanita yang bernama Tiwi itu, Kemudian Adrian menoleh ke Arah kami.


"Oke Baiklah," Kamu sudah mengerti kan bagaimana Cara Bekerja sekertaris," Ucap Adrian dingin.


Deg...


Aku sungguh tidak menyangka Adrian yang lembut Terhadap istrinya, Namun dingin terhadap orang-orang Yang dia pekerjakan.


"Hey Saya Ngomong sama kamu, Kenapa kamu diam Saja," Bentak Adrian menyandarkan ku dari lamunan.


"Eh Iya pak Maafkan saya, Saya sedikit melamun Tadi." Balasku.


"Siapa Nama kamu,?" Tanya Adrian yang sangat Kaku.


"Isabella pak" Jawabku gugup.


Ya Tuhan Mimpi apa aku semalam dihadapkan dengan situasi seperti ini, Ingin Rasanya aku mengaku bahwa aku ini adalah Karina istrinya, Namun tidak segampang itu Adrian akan percaya padaku.


"Lima menit lagi kita Ada meeting kamu harus pelajari semua berkas ini, dan kamu Tiwi ngapain kamu masih berdiri disitu bukannya pergi," Ucap Tegas Adrian sambil menyerahkan berkas kepadaku.


"Yasudah cepat kamu pergi dari Ruangan saya," Ucap Adrian yang sangat begitu Arogan menurutku.


Kemudian Aku berjalan keluar dari ruangan nya, belum aku keluar tiba-tiba saja Adrian memanggilku kembali.


"Hey tunggu," Panggil Adrian terhadap ku.


Aku menoleh kembali dan bertanya padanya.


"Ada apa Ya pak," Balasku.


"Ruangan kamu ada disebelah, Tanya saja ke pak Billy asisten saya kalau kamu tidak tahu," Balas Adrian menatap tajam ke Arahku.


Kemudian aku pergi menuju Ruangan ku dan disana terlihat seseorang Yang sangat aku kenali Yaitu Billy.


"Kenapa Billy bisa bekerja disini, Padahal Diakan seorang polisi? Apa yang terjadi sebenarnya," Gumamku dalam hati.


Langkah demi langkah aku berjalan menghampiri nya kemudian Billy bertanya kepadaku.


"Apakah Anda sekretaris barunya Pak Adrian yah,?" Tanya Billy terhadap ku.

__ADS_1


"Ya saya sekretaris barunya Pak Adrian, perkenalkan Nama saya Isabella," Ucapku sambil menyalami Billy asisten Adrian suamiku.


"Mari silahkan ikut dengan saya, Saya akan tunjukan Ruangan anda," Balas Billy terhadap ku.


"Terimakasih Pak Billy," Balasku Ramah sambil menyunggingkan senyuman.


Kemudian aku berjalan menuju ke Ruang kerjaku, Baru aku akan duduk tiba-tiba saja Adrian memanggilku untuk meeting.


"Permisi Nona Isabella, Anda di panggil untuk meeting oleh Pak Adrian," ucap Billy dari Ambang pintu.


"Oke Saya akan segera kesana," Ucapku kemudian Aku Menyusul Adrian Yang mungkin saja telah berada di Ruangan meeting.


Aku membuka pintu Ruang meeting dimana disana Terlihat om Syafiq mertuaku, dan beberapa kolega Yang lain.


Namun sayang keberadaan ku disini tanpa disadari nya karena aku menyamar sebagai Isabella.


kemudian Aku duduk di samping Adrian, Tanpa di duga-duga Salah satu kolega disana ada Yang menatapku terus menerus kemudian iya berkata bahwa aku mirip dengan Istrinya Adrian Yaitu karina, padahal Aku memang Karina dan Yang berada di rumahnya itu adalah Sherlly.


"O yah pak Adrian," Saya patut acungkan jempol pada Anda," ucap Salah satu kolega Adrian.


"Ya kenapa Pak Romi," Balas Adrian Datar.


"Anda bukan cuma pintar mencari istri tapi juga pintar dalam mencari Sekretaris, Coba anda perhatikan wajah Nona ini mirip sekali dengan istri Anda Nona Karina," Balas Kolega Adrian seraya Tersenyum.


"Tidak dia beda dengan Istri saya pak, dia masih sangat muda sementara istri saya sudah tua," balas Adrian Datar.


"Uuuuh enak saja kamu ngatain aku tua Adrian, kamu tuh jadi laki-laki bodoh tidak bisa membedakan mana yang Asli dan yang palsu," Gumamku dalam hati.


Setelah meeting selesai Aku Segera pergi dari Ruangan itu, di dalam Ruangan itu hanya menyisakan Aku dan Adrian.


saat melanggkah tiba-tiba saja Aku tergelincir , Untung saja Adrian berhasil menangkap ku sehingga aku tidak terjatuh.


kemudian wajah kami bertemu, Mataku bertatapan langsung dengan mata indah Yang dimiliki Adrian, Jantung ku berdetak hebat merasakan getaran yang sudah lama tidak pernah aku Rasakan, Kemudian aku tersadar.


"Ma..maafkan Saya pak, saya tidak bermaksud memeluk Anda," Ucapku gugup sambil melepaskan pelukan ku.


"Lain kali kalau jalan hati-hati, Bagaiman kalau anda terluka saya juga kan yang repot," Balas Adrian Dingin dan pergi meninggalkan ku sendiri di Ruangan itu.


Aku menarik nafas dalam-dalam berusaha menetralisir Kerinduanku pada suamiku," tenangkan Diri kamu karina, Kamu harus ingat sekarang kamu adalah Isabella" gumam ku.


**NEXT PART...


HELLO READERS JANGAN LUPA VOTE LIKE DAN SHARE YAH...


IKUTI TERUS KISAH ADKAR...

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA


TERIMAKASIH BUAT PEMBACA SETIAKU**


__ADS_2