
"Mama harus bertahan ma, Menantu mama yang asli ternyata selama ini selalu berada di sekitar kita." Ucap Adrian lirih menangisi ibunya yang terbaring tidak sadarkan diri di atas ranjangnya, Padahal sebenarnya Icha sudah tahu kalau Isabella itu adalah Karina menantunya.
Sementara Karina menunggu Sherlly yang terpaksa harus melahirkan anaknya, Lantaran Kondisi bayi yang sangat tidak memungkinkan lagi untuk bertahan. Jika tidak cepat ditangani Nyawanya pun bisa melayang.
"Sebelum Saya melakukan operasi Ijinkan saya bertemu dengan Karina Dokter." lirih Sherlly menyesali semua perbuatan nya.
"Baik bu saya akan panggilkan keluarga Anda." Balas Dokter yang akan mengoperasi nya.
kemudian dokter itu memerintahkan pada Asistennya untuk menemui Orang Yang di maksud oleh Sherlly yaitu karina.
Terbesit dalam ingatan nya bayangan kekejaman nya di Masalalu berdatangan berseliweran silih berganti, "Hiksss...hiks...hiks..." Buliran demi buliran mengalir membasahi pipi cantik Sherlly,"
"Tolong Bu anda jangan menangis, ini semua akan berakibat fatal pada kandungan anda !!! jika anda seperti ini terus," Balas Dokter menasehati Sherlly.
Karina menatap Nanar keadaan Sherlly dari balik pintu kaca Ruangan ICU, Iya iba kepada Sherlly yang amat sangat terluka parah di bagian perut dan wajahnya yang hancur.
"Sungguh kasihan kamu Sherlly, Aku tidak tega melihat semua ini !!! Aku sudah memaafkan mu sherr," Gumam Karina tidak terasa buliran putih mengalir di pipinya.
"permisi Nona !!! Apakah anda keluarga dari Nona Sherlly,,? " Tanya seorang suster yang menyadarkan nya.
"I ya," Saya keluarganya sust," Balas karina sambil menyeka air matanya.
"Ayo silahkan masuk Nona, Beliau ingin berbicara dengan Anda,," Ucap Suster mengajak masuk karina ke Ruang ICU.
Kemudian karina melangkah kan kakinya memasuki Ruangan tempat Sherlly di Rawat.
"Hiks...hiks...hiks..." Maafkan aku karina Aku banyak salah sama kamu, mendekatlah padaku Rin," lirih Sherlly memohon.
Kemudian Dokter dan Asistennya berjalan keluar meninggalkan Sherlly bersama karina yang sedang mengobrol secara face to face.
"Kamu jangan berbicara seperti itu Sherlly !!! jauh sebelum kamu meminta maaf, Aku sudah memaafkan mu. Aku mohon kamu bertahan yach , setidaknya demi anak mu," Lirih karina mendekat dan menyeka air mata Sherlly.
"Hiksss...hiks...hiks..." Aku malu dengan kamu Rin, padahal sudah jelas aku yang telah menghancurkan keluarga dan kehidupan mu, Tapi kamu masih membuka pintu maaf untuk ku hiksss...hiks... hikss.." Sherlly menangis hingga sesegukan sambil Menangkup tangan Karina.
"Aku memaafkanmu ikhlas Sherlly bahkan aku sudah memaafkan semua kesalahan mu !!! Jadi tolong bertahan setidaknya demi anakmu Yach." Lirih karina menangis sambil meyakinkan Sherlly.
Kemudian Karina berjalan meninggalkan Sherlly dan dokter kembali memasuki Ruangan itu, Akhirnya Sherlly di operasi Cesar sekaligus wajahnya di obati dan di perban.
Karina di kuasai kegelisahan, Iya sangat sedih melihat bayi dari Sherlly harus lahir prematur seperti ini.
__ADS_1
TIGA JAM KEMUDIAN
________________________
Karina lega setelah mendengar suara tangis dari bayi Sherlly selamat," Alhamdulillah" Bayi mungil itu selamat Tuhan," lirih karina.
Para dokter dan Asistennya melambaikan tangan Tanda menyuruh karina Untuk masuk ke ruangan nya, Kemudian karina melangkah masuk ke Ruang ICU.
Sherlly Menangis sesegukan melihat bayinya yang terlahir ke dunia, Namun iya malah menyerahkan bayi nya pada Karina.
"Tolllooong Rawatlah Anakku, Sayangi dia seperti kamu menyayangi anakmu Rin. Rasanya Aku sudah tidak sanggup lagi untuk hidup, Anggap saja anak ini adalah pengganti dari anakmu yang telah aku bunuh" lirih Sherlly menangis Terbata-bata.
"Tidak Sherlly kamu harus bertahan demi anakmu, Aku yakin kamu kuat. Aku akan menyayanginya karena Bagaimana pun bayi ini adalah bayi dari Adrian suamiku,," lirih karina menangis sambil menggendong bayi mungil itu.
Sesaat kemudian Sherlly pingsan tidak sadarkan diri sehingga membuat para dokter panik begitu juga dengan Karina.
"Sherlly ... Sherlly... Bangun!!! kamu harus bertahan Demi anak kamu," Teriak Karina histeris.
"Nona tolong tunggu di luar yach!!! Suster tolong Ambil bayinya masukan ke inkubator," Perintah Dokter.
"Tolong selamatkan nyawanya Dokter," lirih karina sambil beranjak keluar Sesekali iya menoleh pada Sherlly yang kembali Kritis.,Iya begitu mengkhawatirkan Sherlly. Sementara dokter dengan para Asisten nya menangani Sherlly yang Kolap.
Tidak terasa buliran mengalir dari matanya, Karina menatap Nanar pada Sherlly yang sedang terbaring kaku.
Sementara Tiwi terlihat sedang fokus menyalin beberapa Berkas, Untuk di kirimkan pada Tuannya Yaitu Devano.
"Tringgg" Bunyi Notifikasi Masuk ke Ponsel Devano.
Kemudian Devano mengambil Ponsel nya Yang berada tepat di Mejanya.
Pesan Yang berisi file fdf Dokumen penyelidikan Atas dugaan pembunuhan Ayu yang di layangkan Adrian atas nama Terduga Devano, kini berada di tangannya.
"Baik Adrian" Aku akan membuktikan kalau aku tidak pernah ikut campur sedikit pun atas pembunuhan Orang tua dari karina," Gumam Devano bergegas pergi Menaiki lift menuju kantor Pengacara nya.
Jalanan kota terlihat lenggang malam itu!!! Devano memacu kecepatan Mobilnya untuk segera menyelidiki siapa di balik pembunuhan Orang tua karina.
KANTOR_ADVOKAT
Devano menuruni Mobilnya yang iya parkirkan di halaman kantor Advokat, Kemudian Devano memasuki gedung itu, iya Terlihat Begitu tegas ,Dingin Namun Tampan. Iya berjalan ke Arah pusat informasi yang berada di lobby gedung.
__ADS_1
"Saya mau bertemu dengan atasan kamu, Apakah beliau ada !!! " Tegas Devano kepada Wanita yang sedang bertugas.
"Sebentar Ya pak, saya coba hubungi dulu Mr Willis nya," Balas Ramah petugas itu.
"Oke " Balas Devano singkat dan terduduk di sopa Yang tersedia di sebelah kantor pusat informasi.
Sesaat kemudian lelaki bule setengah baya terlihat keluar dari lift & menyapa Devano.
"Waah," Ada tuan Devano terhormat Rupanya," Sapa Mr Willis yang berprofesi sebagai pengacara sekaligus detektif.
"Bisa saja Mr Willis ini," Seraya tersenyum.
Baiklah Mr kedatangan saya kesini Memohon bantuan dari anda." Ucap Devano.
"Kira-kira bantuan apa yang bisa saya berikan kepada Tuan Dev," Balas Mr Willis terhadap Devano.
Kemudian Devano menceritakan semua permasalahan nya kepada Mr Willis setelah Urusannya selesai Devano pergi melanjutkan perjalanan pulang ke Rumahnya, Namun di tengah perjalanan iya melihat Ayahnya Rama Yaitu Ryan Terlihat sedang mengobrol dengan pengacara keluarga karina.
"Bukan kah itu Pak Ryan !!! Sedang bersama siap dia " Gumam Devano Sambil menyetir melihat Ryan yang sedang mengobrol di sebuah Restoran.
sementara Karina Yang masih berada di Rumah sakit menunggu Sherlly Tersadar pasca operasi di perut dan wajahnya, Karina merasa iba kepada Bayinya Sherlly yang berada di dalam inkubator.
"Nak," Yang sabar yah ibu kamu pasti selamat sayang," Lirih Karina menatap nanar pada bayi mungil anak dari Adrian & Sherlly.
"Sedang apa kamu disini !!! " Ucap Adrian dingin pada karina, lantaran iya tidak menyukai karina menangisi Sherlly yang terlihat kritis.
Karina menoleh Tersadarkan oleh suara yang familiar baginya, Yaitu Adrian suaminya.
"Kasihan Sherlly sayang, Terlebih lagi anaknya lihatlah bayi itu anak kamu Adrian," Bayi itu begitu cantik anak kamu itu perempuan sayang," Balas Karina terhadap suaminya.
"Sampai kapanpun aku tidak akan menganggap anak haram itu sebagai anakku," umpat Adrian marah.
"Bayi itu tidak bersalah Adrian, mari bersama-sama kita merawatnya," Lirih karina yang tidak berhenti menangisi nasib bayi itu.
Namun Adrian pergi begitu saja tanpa ingin menggendong bayi malang itu.
"Kasihan kamu Nak, karena ulah ibu kamu !!! Kamu harus menanggung penderitaan ini," lirih karina menatap Nanar pada Bayi yang belum sempat di Beri nama itu.
**Hallo Viewers Yuuk mari membaca Novel "Pria kaku ini Jodohku" Duhh kira-kira Nama apa Yach yang cocok dengan Bayi malang itu.
__ADS_1
Kasih saran dong untuk Nama Bayinya Adrian dan Sherlly yuuk kasih saran di kolom komentar.
Selamat menikmati wahai para Readers, Terimakasih Semoga kalian menikmati ceritanya**.