Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Sidang Terakhir


__ADS_3

Pagi itu Karina dengan Anggota keluarga Yang lainnya, Bersiap untuk menghadiri Sidang kedua kasus Pembunuhan yang di lakukan oleh Ryan terhadap Nyonya Ayu, Yaitu ibu dari karina.


Adrian terlihat menuntun Istrinya menuruni tangga Yang terletak di dalam rumahnya. Sementara Syafiq & Icha sedang menunggu anak dan menantunya, Setelah Sarapan selesai mereka segera bergegas menuju Gedung pengadilan tempat di adakannya sidang Kasus pembunuhan Yang di lakukan oleh Ryan.


"Kalian Sudah Selesaikan,,? " Ucap Icha Terhadap Adrian dan Karina.


"Seperti yang mama lihat," Balas Adrian sekilas.


"Yasudah..., Kalau begitu kita harus segera berangkat." Timpal Syafiq yang terlihat Rapi dengan stelan formal.


"Karina...,Kamu harus kuat Ya sayang.!!! Apapun keputusan Hakim nanti semoga Yang terbaik Ya sayang...," Ucap Icha berusaha menghibur menantunya.


"Mama..., Tenang Saja," InsyaAllah karina Kuat mah." Balas Karina dengan sikap Tenang nya.


"Menantu kita pasti kuat dan Ikhlas Ma..., Mudah-mudahan Saja. Kita menang di pengadilan dan Ryan menerima hukuman nya." Timpal Syafiq berusaha menguatkan Menantunya.


"Yasudah tunggu apalagi kita berangkat yuuk. Nanti kesiangan, Sidangnya Mudah-mudahan Tidak lama yah." Ucap Adrian Yang mengajak segera berangkat ke tempat persidangan.


Sementara Billy sedang dalam perjalanan menuju Rumah Adrian, Untuk menjemput Bos nya Tak lupa Billy membawa Bukti baru tentang kejahatan Yang di lakukan Ryan kepada keluarga Karina.


Tidak berapa lama Billy telah sampai di kediaman keluarga Adrian, Dimana disana sudah terlihat Adrian dan karina serta Syafiq dan juga Icha sedang menunggu kedatangan nya. Billy keluar dari mobil untuk membukakan pintu untuk Bosnya beserta keluarga.


"Bill, Apakah kamu sudah menemukan bukti baru,,?" Tanya Adrian terhadap Asisten nya.


"Sudah pak, Semuanya Aman terkendali." Balas Billy Terhadap Adrian.


"Oke kalau begitu secepatnya kita harus berangkat."Timpal Adrian sambil memasuki mobil di ikuti oleh karina Yang mengekor di belakang nya.


Setelah Icha Dan Syafiq ikut memasuki mobil,Billy berlari kecil ke Arah Kemudi dan Segera menyalakan mobilnya, Mereka berangkat dengan mobil yang sama dan Billy yang menjadi sopirnya hari itu.


Kurang lebih waktu perjalanan menuju pengadilan sekitar Satu jam, lantaran mereka sempat terjebak macet. Hingga akhirnya mereka Telah sampai di gedung pengadilan.


Adrian beserta Istri dan keluarganya menuruni Mobilnya Yang parkir di halaman gedung pengadilan. Mereka melangkah bersama memasuki pelataran gedung, Disana juga sudah Terlihat Rama dan Istrinya. dan juga mantan pengacara keluarga karina.

__ADS_1


"Karina...," Rama dan Aquilla menyapa Karina Sahabatnya, Namun Adrian Melarang Karian membalas Sapaan mereka.


"Andai kamu tahu Rin, Aku dan Aquilla ini ada di pihakmu." Gumam Rama menatap pada kedua sahabatnya yang berjalan memasuki Ruang sidang.


"Kamu Yang sabar Ya Ram, Semoga semua masalah ini secepatnya selesai." Ucap Aquilla sambil menggenggam Tangan Suaminya.


"Iya Sayang..., Terimakasih yah." Cuma kamu yang Aku punya dan cuma kamu yang tahu kalau aku tidak pernah tahu menahu soal Kelakuan papah yang ternyata jahat kepada Keluarga Karina." Sahut Rama berusaha menyembunyikan kesedihannya, Lantaran karina Yang sudah dia anggap seperti adiknya tidak percaya lagi padanya.


Kemudian Rama dan Aquila ikut Memasuki Ruang pengadilan, Disana sudah terlihat Ryan yang berdiri di mimbar pesakitan, Untuk memberikan keterangan Selengkapnya. Sementara Adrian dan karina duduk di bangku paling depan di susul oleh Icha dan Syafiq di baris kedua.


"Silahkan duduk." Ucap Tegas Para hakim dan beberapa Anggota pengadilan.


Kemudian Semua yang hadir disana duduk. Tidak lupa Billy menyerahkan berkas berupa bukti-bukti bahwa Ryan telah melakukan kecurangan, Selama bekerja di perusahaan nya Hendardi dan bukti kaset Yang menunjukkan Ryan menyamar sebagai Devano dan menusuk-nusuk Ayu eks ibu dari karina.


"Untuk semua Yang hadir disini Saya harapkan, Bersikap tenang dan tidak Anarkis." Ucap Kembali Yang mulia Hakim.


"Dengan menyebut nama Tuhan Yang maha esa, Sidang ini saya Resmi buka. Silahkan Terdakwa Ryan." Tolong jelaskan kronologi Yang Sebenarnya." Tegas Yang mulia Hakim terhadap Tersangka Ryan.


Karina..., Om Sama sekali tidak bersalah Sayang. Kamu salah menuduh Om Sayang." Lirih Ryan Yang tengah bersandiwara.


"Jangan terkecoh sayang...,Ini cuman Akal bulusnya Ia berusaha menarik simpatik dari Wartawan yang hadir disini."Bisik Adrian ke telinga Istrinya.


Seketika Jaksa penuntut umum bangkit dan Berteriak Lantang." Keberatan Yang mulia, Terdakwa sudah melenceng dari topik pembahasan." Ucap Tegas Sang jaksa penuntut umum Terhadap Ryan.


"Jaksa keparat, Beraninya dia memotong pembicaraanku." Gumam Ryan dalam hati menatap Dingin pada Jaksa penuntut hukum.


"Tok...tok..tok.." Hakim ketua mengetuk Palu, menenangkan Pihak Keluarga Adrian yang memprotes sikap Ryan, Yang menurut mereka hanya sandiwara.


"Harap Tenang" Teriak Lantang Hakim ketua."Silahkan Lanjutkan Tuan Ryan."


Saat Ryan Kembali Berbicara Devano datang sambil memutar kan Video penculikan Terhadap Icha dan setelah itu di bunuh.


Ryan dan Tim pengacara nya kaget, Karena Devano masih memiliki bukti Rekaman itu. Setelah Video itu selesai di putar, Tanpa Berlama-lama Yang mulia Hakim menjatuhkan hukuman Kepada Ryan.

__ADS_1


"Dengan menyebut Nama Tuhan Yang maha esa , dengan bukti ini saya putuskan bahwa Terdakwa Ryan saya jatuhi Hukuman Selama 15 tahun penjara. Dan Denda 315Miliar kepada keluarga Nona Karina." Yang telah Tuan Ryan Rugikan Selama ini," Tok...tok...tok..." Ucap Lantang Yang mulia Hakim sambil mengetuk palu.


"Keberatan Yang Mulia." Teriak pengacara yang membela Ryan.


"Keberatan Anda Saya Tolak" Tegas Hakim ketua itu.


Kemudian Ryan Berontak dan Geram Terhadap Devano Dan juga Keluarga Adrian. " Saya Tidak bersalah, Saya Tidak terima dengan perlakuan kalian Pada saya. lihat saja Saya akan balas kalian." Teriak Ryan Histeris lantaran harus menerima Kekalahan nya dan mendekam Di penjara selama 15 Tahun.


Kemudian Karina bangkit dan menghampiri Ryan," Om Harus terima akibat dari kejahatan Yang Om perbuat selama ini. Padahal Om sudah saya anggap sebagai Ayah saya sendiri, Tapi kenapa Om melakukan semua ini Pada Mommy Om." Lirih Karina sambil menyeka Air mata nya.


"Karina Kamu harus dengerin om Karina..., Mereka Yang menjebak om karina." Bujuk Ryan Terhadap Karina.


"Cukup om,," Saya muak dengan semua kepalsuan Om selama ini." Geram Karina Sambil merekatkan Rahangnya.


sementara Rama Harus menerima bahwa kini dia menyandang gelar baru, Yaitu putra seorang Napi. Yang tetap akan membekas di hidupnya.


Kemudian Adrian beserta keluarganya meninggalkan Ruang pengadilan itu.


"Akhirnya Ya sayang...,Orang Jahat itu menerima Hukumannya." Ucap Icha berjalan beriringan dengan Karina.


"IYa Mah..., Tapi tetap saja karina sedih mah." Kenapa Harus Om Ryan Yang melakukan ini semua mah, Kenapa bukan orang lain saja. Hiks...hiks...hiks..." lirih karina menangis lantaran Ia masih tidak percaya akan kejahatan yang di lakukan oleh Ryan selama bertahun-tahun.


**Nextpart...


Hallo Readers...


Jangan lupa Bantu Vote like dan share yah...


Kasih aku masukan lewat komentar yah...


Jangan lupa kasih aku bunga sebanyak-banyaknya....


Happy reading**...

__ADS_1


__ADS_2