Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Saling memaafkan


__ADS_3

Sasha menghela nafasnya,Lega. Karena Aquilla tak sedikitpun menyinggung soal penculikan Riana. Dimana dalangnya adalah dia, Namun tetap saja dia merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya.


"Huhhhh..., Syukurlah! Baik Aquilla ataupun Rama tak membahas soal penculikan itu." Batin Sasha." Tapi dimana sekarang Riana berada, Aku harus segera menemukannya, Dan mengembalikan pada Karina." Gumamnya dalam hati.


Kemudian Sasha mendukung Aquilla dan Rama supaya di maafkan oleh Adrian.


"Drian..., Aku yakin sebenarnya kamu sudah memaafkan mereka kan? Jangan biarkan kebencian menguasai hati kamu yang baik Dri, Aku mohon..., Maafkanlah mereka." Maafkan juga semua kesalahanku dan kak Sherlly Dri..., Aku tahu ini tak mudah untuk kamu, Tapi berikanlah kesempatan pada kami untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi." Ucap Sasha.


Sekilas semua mata tertuju pada Sasha, Mereka tak menyangka. Sasha yang selalu ingin menghancurkan Karina. Yang selalu bersikap Arogan, Kini benar-benar telah berubah seratus derajat, dari Sasha yang sebelumnya.


Devano sangat kagum atas ucapan yang terlontar dari mulut calon istrinya Itu. Sedangkan Aquilla dan Rama, Begitupun Karina. Mereka tertegun atas sikap Sasha.


Sedangkan Adrian masih tetap pada pendiriannya, Ia masih enggan untuk memaafkan Rama dan Aquilla. Adrian masih menimbang-nimbang soal kesalahan fatal yang pernah Aquilla dan Rama lakukan.


Adrian mengeratkan rahangnya, Wajah tampannya memerah, Serta bibirnya bergetar. Sedangkan tangannya masih mengepal. Namun pada akhirnya ia angkat bicara.


"A...,Aku...,Te..,lah. Memaafkan kan...,Kalian." Ucap Adrian terbata-bata.


Seketika Rama memeluk sahabatnya itu, Begitu juga dengan Aquilla memeluk Karina.


"Terimakasih Dri...,Hiks...,Hiks...,Hiks." Lirih Rama menangis.


"Kari...,na...,Hiks...,Hiks...,Hiks." Aku berterimakasih pada kamu Rin, Terimakasih karena kamu telah berbesar hati untuk memaafkan kami." Lirih Aquilla terbata-bata. Sambil memeluk Sahabat karibnya itu.


"Sejak kapan kau cengeng seperti ini Ram! Sudahlah lepaskan pelukanmu, Kau tak perlu berlebihan seperti ini." Ucap Adrian Kaku, Sambil menepuk-nepuk pundak Rama.


"Aku memang cengeng Dri...,Aku mohon maaf atas semuanya ya Dri." Sahut Rama kembali melepaskan pelukannya, Sambil mengusap mata dengan kedua tangannya.


"Ya ..., Maafkan aku juga yah! Aku tahu sebenarnya kamu terpaksa merahasiakan kejahatan om Ryan dari kami kan." Balas Adrian datar.


Kemudian di balas anggukan oleh Rama, Sedangkan Aquilla masih menangis di pelukan Karina sahabat yang baik dalam perjalanan hidupnya.


" Sudah Quilla...,Sudah! Kami telah memaafkan mu. Hey ..., Lihatlah betapa jeleknya dirimu, Kalau menangis seperti ini." Ucap Aquilla menangkup wajah Aquilla sahabatnya.


"Nah..., Sekarangkan kita sudah saling memaafkan. Jadi jangan ada yang menangis lagi yah! Aku meminta kalian datang berkumpul disini. Bukan untuk menangis." Aku mau meminta bantuan untuk persiapan kami menikah." Ucap Sasha menyadarkan mereka dari tangis.


"Benar apa yang dikatakan calon Istriku, Aku meminta kalian berkumpul bukan untuk membanjiri Mall ini." Sahut Devano terkekeh.


Sekilas Adrian menoleh, Bersamaan dengan Rama, Aquilla dan Karina. Lantaran Devano meledek mereka.


"Dasar kau..., Hahaha..., Iya juga yah, Kedatangan kita kesini bukan untuk menangis kan." Timpal Adrian dengan senyum yang mengembang.


"Ngomong-ngomong terimakasih loh, Sha! Berkat kalian berdua, Kini kami telah berbaikan." Kata Aquilla dengan senyum yang terurai.


"Ada benarnya juga, Kalian sahabat terbaikku. mulai saat ini aku mohon jika aku salah tolong nasehati lah, Jangan lagi berbuat hal yang buruk padaku." Ucap Karina.


"Iya Rin...,Mulai saat ini tidak akan ada lagi rahasia yang akan menghancurkan kebersamaan kita ini." Sahut Rama tersenyum.

__ADS_1


Namun Sasha terdiam, Setelah mendengar ucapan Rama, Ia sangat sedih karena ia masih menyimpan rahasia nya rapat-rapat. Akan tetapi hatinya sangat menyesal atas ulahnya menculik Riana dari tangan Karina.


"Maafkan aku Rin...,Aku masih tak bisa jujur di hadapan mu. Maafkan atas perbuatan ku yang tak termaafkan ini." Batin Sasha merasa menyesali perbuatannya.


Tiba-tiba saja Karina bertanya pada Sasha, Terkait rencana pesta pernikahan yang akan segera di gelar.


"Sha...,Apakah kau sudah mendapatkan WO untuk pernikahan kalian?" Tanya Karina, Akan tetapi Sasha masih terdiam dalam lamunan.


"Sha?" Ucap Karina mengulang pertanyaan.


Seketika ia tersadar, Sekilas menoleh kepada Karina yang duduk di depan nya.


"Eh...,iya. Belum Rin, Justru kedatangan aku bersama Devano ke sini Untuk meminta bantuan kalian." Ucap Sasha sedikit gugup.


"Iya kami membutuhkan bantuan kalian untuk mengurus pesta pernikahan kami, Apakah kalian bersedia membantu kami." Sahut Devano kepada para sahabatnya.


"Tentu saja kita akan membantu kalian, Kamu bersedia kan Sayang." Ucap Karina terhadap Adrian suaminya.


"Tentu saja kita akan membantu, Kalian Dev! Karena berkat kalian, Kita biasa kembali bersahabat lagi." Sahut Adrian tersenyum.


"Kamu tenang saja Sha, Aku dan Rama akan mencarikan WO terbaik di kota ini. Pokoknya kamu akan puas dengan pesta megah kalian." Kata Aquilla yang mulai berbicara.


"Terimakasih Quilla...,Aku dan Devano merasa merepotkan kalian jadinya." Balas Sasha merasa tak enak hati.


"Santai saja Sha...,Kami bahagia kok, Bisa turut berpartisipasi dalam proses pesta kalian ini." Iya kan Rin." Ucap Aquilla menoleh pada Karina.


Sedangkan Ratu dan Malam tertidur di samping Kursi para orangtuanya.


"Lucu banget sih anak kalian."Ucap Karina sambil mengelus pipi Malam putri dari Rama dan Aquilla.


"Terimakasih tante Karin." Ucap Aquilla Tersenyum.


"O ya Rin, Kapan-kapan bawa dong anak kalian." Ucap Rama terhadap Karina dan Adrian.


"Iya karina jarang banget lho kalau pergi bawa Bintang." Sahut Sasha.


"Perasaan kemana-mana gue selalu bawa Bintang deh, Iya kan sayang." Ucap Karina menoleh pada suaminya.


"Iya...,Baru kali ini kami tidak pergi bareng putra kami." Timpal Adrian, Menyahuti istrinya.


Tiba-tiba saja pelayan restoran datang membawa berbagai makanan, Sebelumnya Sasha dan Devano telah memesannya.


"Permisi nona-nona dan Tuan-tuan. Silahkan dinikmati makanannya." Ucap pelayan restoran sambil meletakkan makanan, Yang sangat lezat .


Kemudian yang lainnya datang membawakan, Enam gelas minuman dingin dan beberapa kue.


"Wah..., Makanannya banyak banget ini. Bisa-bisa pulang dari sini auto diet gue." Ucap Karina, Dan suaminya terkekeh.

__ADS_1


"Gak papa sayang...,Kamu tetap cantik kok di mata aku." Ucap Adrian dengan nada menggoda.


"Cie...,Cie...,Sadar woy ..., Sadar lho pada sudah tuir." Canda Aquilla dan di teruskan oleh Rama suaminya.


"Tuir kayak yang ngomong ya. Hahaha." Ucap Rama terkekeh.


"Huammm..., Iya sih yang satu kampus secara bersamaan. Gue mah apa atuh, Bukan bagian alumni dari kalian." Timpal Sasha pura-pura sedih.


"Hehehe...,Iya juga yah...,Calon istri ku ini tidak satu universitas dengan kita." Ucap Devano.


Sedangkan yang lainnya baru nyadar, Jika Sasha memang bukan bagian dari Alumni mereka.


"Iya juga yah...,Tapi gak papa Sha...,Sama saja kan kamu juga kebawa sama Dev." Sahut Karina.


"Baru nyadar gueh." Balas Aquilla.


"Ye...,Mulai lagi deh konyolnya Aquilla."Sahut Karina terkekeh.


"Maaf Rin...,Maaf." Ucap Aquilla meledek.


"Iya deh termaafkan." Timpal Karina sedikit memoncongkan bibirnya.


Seketika Sasha tertawa, Terbahak-bahak lantaran melihat sifat konyol para sahabatnya.


"Dih...,Karina ih." Timpal Sasha meledek Karina.


Sedangkan para suami makan dengan santainya, Tanpa terganggu oleh Trio emak-emak yang terus berisik mengobrolkan para anak-anak nya.


Setelah selesai makan di restoran tersebut, Karina dan Adrian pergi untuk menuju ke kantor nya. Sedangkan Rama dan Aquilla mencarikan gedung untuk pesta resepsi Devano dan Sasha.


Hari berganti malam, Kini tinggal hanya menunggu pesta pernikahan yang telah lama di nantikan oleh Sasha dan Devano.


Kini para sahabat itu kembali ke rumahnya masing-masing, Seminggu telah berlalu sejak reonion yang tak sengaja di salah satu restoran ternama di kota Jakarta.


Kini mereka telah saling memaafkan bahkan, Sudah tidak lagi ada rasa canggung diantara mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Halo Readers...


Ikuti terus Kisahnya yah...


Jangan lupa like,komen,Vote dan tambahkan kel kolom favorit kalian...


Happy reading...


Sampai berjumpa lagi di bab berikutnya**...

__ADS_1


__ADS_2