Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
[Author_PoV] Bab 39 : Keguguran


__ADS_3

Pengunjung Mall berbondong-bondong Menolong Karina , Sementara Ayu Menangis sambil memeluk Karina Yang Tidak sadarkan Diri. "Karin Bangun sayang ini mamah, Bertahan sayang.


"Tolong minggir pak Jangan halangi jalan saya, Dia istri saya Pak" Ucap Adrian Panik.


"Karina Bertahan sayang, Kamu bertahan ya Aku akan bawa kamu ke rumah sakit"


Kemudian Adrian menggendong Karina Keluar dari mall menuju mobilnya.


Sementara Sherly di Amankan oleh Security Mall, Karena dia hendak di hakimi masa.


"Pak Saya mohon lepaskan Saya, Saya harus pulang" Ucap Sherly Kasar Terhadap Security.


"Maaf bu Bapak Adrian melarang ibu untuk Meninggalkan Mall ini, selama belum ada ijin Darinya" Timpal Pak Security Yang mengamankannya.


"Sial , Ini tidak boleh terjadi. Aku tidak mau dipenjara, Ya aku harus kabur dari sini" Gumam Sherly sambil membayangkan ketika dia masuk penjara.


"Tapi bapak bisa lepaskan Borgol di tangan saya kan, Saya janji saya Tidak akan kabur.


"Tidak bisa bu, Saya tidak berani menjamin kalau nanti ibu melarikan diri,"


"Bapak tidak percaya sama saya, Saya tidak akan kemana-mana" Bentak Sherly.


"Jelas saya tidak percaya sama ibu, sudah lebih baik ibu diam saja jangan banyak bicara" Tegas Security itu.


Sherly Meradang karena Security itu, Tidak begitu saja percaya Terhadap akal bulus nya.


Sherly Tinggal menunggu keputusan dari Adrian.


Kini Adrian Dan Ayu telah sampai di rumah sakit, Adrian menggendong Karina Yang tidak sadarkan diri, sementara Darah mengalir di kaki Karina.


"Suster Tolong bantu saya, cepat suster. Karina sayang bangun, Bangun sayang" Lirih Adrian.


Kemudian suster Menolong Karina membawa Ranjang Roda, Adrian pun membaringkan Istrinya " Sayang Kamu Bertahan Ya, Aku yakin kamu wanita yang kuat. Bertahan ya sayang Demi Aku," Ucap Adrian yang tak berhenti Mengikuti laju Ranjang itu, Hingga ke depan Ruang ICU.


"Maaf Bapak & ibu Tunggu diluar ya, Serahkan semuanya Kepada Tim Dokter yang menangani, Silahkan Bapak Urus Administrasi, Agar kami Bisa segera mengambil Tindakan." Ucap Suster Yang menghentikan Adrian.


"Baik sus, Saya akan secepatnya Urus" Balas Adrian.


Sementara Ayu teringat dengan Tindakan Sherly Yang sudah sangat kelewatan, " Ini namanya Tindak kejahatan, Kali ini saya Tidak Akan mengampuni kamu sherly" Gumam Ayu, Lalu ayu menelpon orang kepercayaan Nya, Untuk mengurus sherly.


"Hallo Renald , kamu sedang apa sekarang. Tolong kamu Laporkan Sherly ke polisi ya, Dia berada di Mall Arthayasa.


"Baik bu saya beserta Tim penyidik segera menuju lokasinya," Timpal seseorang Diseberang sana.


Adrian kembali Menuju ruang ICU, Tempat istrinya Dirawat, " Ma bagaimana Karin, Apakah Dokter sudah ada yang keluar."


"Belum Adrian, Mama tidak sanggup melihat Karina seperti ini, Mamah sangat sedih Adrian" Lirih ayu Lantaran melihat Karina masih terbujur kaku di ranjang perawatan.


"Mama Yang Sabar ya, Ma Adrian mohon pamit ya, Adrian ingin mengusut Tindakan sherly Yang sangat kelewatan ini.


"Iya Nak silahkan, Nanti kamu disana bertemu dengan, Renald orang kepercayaan Almarhum papa nya Karin"

__ADS_1


Adrian pun segera bergegas menuju Mall Arthayasa, Tempat Sherly di amankan. ditengah perjalanan Iya menelpon Ibunya, Untuk menemani mertuanya Di Rumah sakit.


"Hallo mom," Ucap Adrian dengan suara parau.


"Iya ada apa Adrian, Kenapa suara kamu terdengar Sedikit parau nak, Ada apa" Balas Icha Yang kini sedang berada dirumahnya.


"Karina mom, Karina." Lirih Adrian menangis.


"Kenapa dengan Karina Adrian, Kalian baik-baik saja kan.


"Karina Jatuh dari eskalator mom,"Balas Adrian Terhadap ibunya, Seketika Icha lemas setelah mendengar Kabar kalau Karina Terjatuh dari eskalator.


"Ya Tuhan, Karina. Terus karina sekarang Dilarikan ke Rumah sakit mana , Nak.


"Sekarang Karina sedang di tangani oleh Tim medis mom, Di Rumah sakit DHARMA PERSADA.


"Yasudah Mommy segera kesana, Kamu yang sabar ya sayang." Icha menenangkan anaknya, Yaitu Adrian. setelah itu Adrian memutus saluran Panggilan nya.


* * *


Sementara Sherly kini sedang Di urus oleh Renald, Dia memaksa sherly untuk ikut dengannya ke Kantor polisi, Agar mempertanggung Jawabkan Kejahatan nya.


"Selamat siang Nona Sherly, Anda kami Tahan. Atas tuduhan Tindakan pembunuhan Berencana. " Ucap Polisi Yang kini sedang bersama Renald.


"Tidak saya Tidak mau ikut dengan Anda, Pak tolong ini semua Tidak kesengajaan pak, saya Tidak bersalah pak.


Tak berselang Lama Adrian sampai Di mall tersebut, Sherly Memeluk Adrian minta di kasihan, Agar tidak dijebloskan ke penjara.


"Lepaskan Aku sherly, Wanita seperti kamu tidak pantas. Di bela Aku mohon kamu ikuti prosedur Hukum yang ada" Tegas Adrian Yang terlihat marah.


"Bawa dia pak, Kalau dia tidak mau seret jika perlu" ucap Adrian sarkas.


Sherly sangat Marah setelah mendengar Ucapan sarkas dari mulut Mantan kekasihnya itu" Adrian Kamu jahat, Adrian. Kamu harus ingat Aku begini gara-gara Kamu. Aku sayang sama kamu Adrian" Sherly berteriak histeris di depan Semua orang yang menyaksikan saat itu.


Kemudian Adrian berjalan mendekati sherly Yang kini telah di borgol oleh polisi" Sayang Kamu bilang, Aku tidak butuh di sayangi oleh wanita jahat seperti kamu. Pak cepat Bawa dia pak" Ucap Adrian terhadap para polisi, Kemudian Sherly pun di masukan ke mobil dan di bawa ke kantor polisi.


"Kalau begitu saya mohon pamit pak, " Ucap Renald Yang kini berdiri di hadapannya.


"silahkan pak, Terimakasih Atas bantuannya pak" Ucap Adrian Ramah. Setelah Itu Adrian kembali ke Rumah sakit untuk memastikan Keadaan Istrinya.


"Ayu Bagaiman ke adaan Karina, Apakah dia baik baik saja yu,?" Tanya Icha Yang baru saja Datang ke Rumah sakit, Raut wajahnya terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Karina.


"Icha Kamu lihat Karina sedang Di tangani oleh Dokter, Aku tidak sanggup kalau hidup Tanpa Karina Ca" lirih Ayu menangis, Sambil memeluk Sahabatnya.


"Lebih baik kita berdoa untuk kesembuhan Karina Yah, Kamu yang sabar Yu" Balas Icha Terhadap Ayu.


Kemudian Adrian menghampiri kedua orang tua Yang sedang saling menguatkan itu, Yaitu Mamah, & mertuanya.


"Ma Bagaimana Apakah dokter sudah ada Yang keluar ,?"


"Belum Adrian," jawab Ayu dengan suara Parau lantaran sedih melihat keadaan anaknya.

__ADS_1


Tak berapa lama Akhirnya Dokter Keluar dari Ruangan ICU Tempat karina ditangani.


"Keluarga Nona Karina" Ucap sang Dokter Terhadap Mereka bertiga.


"Saya suaminya dok, Apa keadaan istri saya baik-baik saja dok"


"Mari pak ikut saya keruangan, ada hal penting Yang harus, Saya sampaikan.


Deg...Deg...Deg...


"Saya boleh ikut dok, Saya Ibunya " sahut ayu.


"Ya Tentu, Mari ikut saya" Ucap Dokter yang menangani Karina.


Kemudian Adrian & Ibu Mertuanya itu Mengikuti Langkah Dokter menuju keruang nya.


"Silahkan Duduk pak, bu" Ucap sang Dokter mempersilahkan Duduk.


"Sebenarnya Ada apa dengan istri saya Dok" Tanya Adrian dengan Tidak sabar.


"Begini , Saya harap Bapak & Ibu Tenang ya, Istri bapak berhasil melewati Masa kritisnya"


Adrian Tersenyum Tenang setelah mendengar penuturan Sang dokter, begitu juga dengan ayu.


"Namun saya mohon maaf, Calon Anak bapak Yang ada di kandungan Nona Karina, Tidak bisa kami selamatkan.


Senyum Adrian seketika memudar , setelah mendengar Calon anaknya Tidak bisa diselamatkan."A ... Apa Dok, Istri saya Jadi dia, Keguguran Dok" lirih Adrian.


"Ya Tuhan cobaan Apa yang kamu berikan Terhadap keluarga kami" Gumam Ayu. Tidak terasa buliran putih menetes Dari mata ayu lantaran Iya tidak bisa menahan kesedihannya.


"Cucu ku, Omah sangat menantikan mu, Kenapa Tuhan kamu mengambil cucuku" lirih Ayu.


Kemudian Adrian dengan sangat kecewa, Bangkit dari tempat duduknya. Mengajak mertuanya Keluar Dari Ruangan Dokter.


"Terimakasih Ya dok, Saya bersyukur istri saya masih bisa di selamatkan," Ucap Adrian walaupun hatinya kecewa, Tapi iya sadar jika semua ini sudah Takdir tuhan.


"Ayo ma, Kita kembali ke Ruangan Karina"


"Iya Nak, Ayo Timpal Ayu. Terhadap Menantunya.


"Tunggu pak, Saya mohon bapak. untuk saat ini jangan menyampaikan Kabar duka ini Terhadap istri Anda, mengingat kondisinya Yang masih sangat lemah," ucap sang dokter memberikan saran pada Adrian.


"Iya pak saya mengerti," Balas Adrian sambil melangkah dari Ruangan Dokternya.


Maaf ya ceritanya Tidak semenarik cerita Novel Yang lain..


Selamat membaca ...


semoga Kalian suka...


Follow & Jangan lupa Bantu vote...

__ADS_1


__ADS_2