
Pagi Hari Karina terbangun lebih dulu dari Suaminya, Ia mengemas Semua Barang-barang nya Sendirian. Sementara Adrian Masih Terlelap di balik Selimutnya. Sesekali Karina membayangkan Kejadian Semalam yang ia Lakukan bersama Sang Suami Yaitu Adrian.
Lantaran Semenjak dirinya Jatuh Sakit hingga Koma Mereka Tak lagi melakukan Hubungan Suami Istri. Jangankan berfikir untuk melakukan Hubungan itu, Memikirkan Bintang Saja Adrian Nyaris Tak Sempat Kala Karina Sedang Koma.
Bersyukur masa Sulit itu telah berhasil mereka lewati, Setelah Selesai mengemas Barang-barang nya. Karina Membangun kan Adrian.
"Yank...,Sayang...,Bangun Ini sudah Pagi. Cepat Mandi Hari ini kan, Kita mau Pulang! " Ucap Karina Sambil menggoyang Pipi Tampan Adrian.
Namun Adrian Malah kembali menarik Selimut nya, "Apa sayang...,Ini Masih pagi. Jangan Ganggu..., Aku masih Capek." Balas Adrian Sambil Menyelimuti dirinya Sendiri.
"Ikhhh...,Sayang, Yang..., Sayang. Hemmm..., Kamu mah Gitu ih. " Gerutu Karina Karena Adrian Gak mau bangun.
"Eummm...,Apa sih yank. Mau Apa emangnya Sepagi Ini." Sahut Adrian Malas, Karena Masih di kuasai Ngantuk.
"Apa sih ...,Apa sih. Ayo cepetan bangun Nanti kita ketinggalan pesawat." Ucap Karina. Sontak Saja Adrian Terbangun Langsung Lari Ke Kamar Mandi Hanya Menggunakan CD nya, Tanpa Memakai T-SHIRT Sehingga mengekspos Perut Kotak-kotak Bak Roti Sobek.
"Ya Ampuuuun..., Mati kita. Jangan Sampe kita ketinggalan pesawat," Adrian meloncat dari King Bed , Spontan Ia berlari ke Kamar Mandi.
Setelah Adrian menyelesaikan Mandinya, Ia Segera Memakai Pakaian nya dan Menghampiri Karina.
"Kamu Sudah Siap,,?" Tanya Adrian terhadap Karina Yang menduduki dua koper besar.
"Sudah dong, Memangnya kamu. Yu Ahhh kita pulang.!" Timpal karina Bangkit, Sambil menyelempang kan Tas Nya ke bahu.
"Astaga Aku lupa sayang...,Belum mengemasi baju-baju ku." Ucap Adrian Sambil menepuk jidatnya.
"Sudah Aku kemas Semuanya, Ayo cepat kita Jalan Nanti kita telat Nih! " Sahut Karina Kembali.
"Sebentar Aku telpon Davin dulu Yah, Untuk mengantarkan kita Ke Bandara." Kata Adrian dan Karina pun Kembali Menimpali Suaminya.
"Sudah Ayo...,Davin Sudah menunggu di Bawah. " Ucap Karina.
"Kapan menghubungi nya,,?" Timpal Adrian.
"Sudah Jangan tanya kapan, Yang pasti Aku menghubungi Davin sejak Subuh." Ucap Karina Dan Adrian pun Ternganga.
"Hah..., Yang benar saja, Sepagi buta itu kamu Menelpon nya." Adrian Terkejut di buatnya.
"Aduhhh...,Plis deh Nanya nya sudah, Kita gak Akan Pergi kalau Kamu terus nanya. Bawel banget sih kamu." Sahut Karina, Sedikit kesal.
__ADS_1
"He..,he... Maaf Sayangku, Cintaku Manis ku. Jangan Ngambek gitu Dong.!" Timpal Adrian Terkekeh.
"Iya..., Enggak Kok, Aku Nggak Ngambek. Dikit Doang! " Balas Karina melotot.
Kemudian Adrian Dan Karina beranjak pergi meninggalkan Kamarnya, Menuju ke lobby Hotel dimana Disana Davin telah menunggu Mereka.
"Selamat Pagi Tuan...,Nona! " Ucap Davin membungkuk.
"Pagi Juga Dav..., Tolong Masukan Koper Saya ke bagasi Yah." Perintah Karina Terhadap Davin.
Davin pun segera Mengambil dua Koper milik Tuan dan Nyonya nya, Ia segera memasukkan Dua koper itu ke dalam Bagasi mobilnya.
Namun Saat Karina Hendak memasuki mobil, Tiba-tiba Saja dia melihat Sosok yang dia kenali, Yaitu Sasha. Sedang berjalan dengan Seorang Putri kecil Nan Cantik, Siapa lagi Kalau bukan Ratu.
Karina Berlari Menghampiri Sasha, Untuk memastikan nya.
"Karina...,Kamu mau kemana Sayang,,?" Adrian heran dengan Karina Yang tiba-tiba berlari.
Hingga Tatapan Adrian Terjatuh pada Sasha, Yang sedang berdua dengan Ratu putri seorang Billionaire German, Siapa lagi kalau bukan Devano Sahabatnya.
"Itu Sasha...,Kan! Apa Devano juga sedang Ada Di German." Gumam Adrian bertanya dalam hatinya.
Kini Karina telah berhadapan dengan Sasha, Dan Menyapa Sasha.
"Kamu..., Karina kan. Kamu Sudah bisa berjalan kembali."Ucap Sasha menatap Dari Atas hingga ke bawah Karina.
Tiba-tiba Saja Sasha memeluk Karina Dan menangis, Ia menyesal Atas perbuatan nya Selama ini terhadap Karina.
"Hiks...,Hiks...,Hiks." Karina Maafkan Aku, Selama ini Aku sudah jahat Sama kamu. hiks...,hiks...,hiks." Lirih Sasha Sambil memeluk Karina.
"Sha..., Tidak Ada yang Harus di maafkan. Justru Aku yang minta maaf pada kamu, Gara-gara Aku kamu Harus Memiliki Putri dari Devano. Yang tak mau bertanggung jawab." Ucap Karina Sambil mengelus punggung Sasha.
"Tidak...,Karina. Semua ini Salah aku, Yang Terlalu Mencintai Devano. Tapi semuanya Sudah berakhir Rin, Hiks...,Hiks...,Hiks." Sasha Menangis sekencang-kencangnya.
"Berakhir Bagaimana Maksud kamu, Bukankah Kata Adrian Kamu akan segera menikahi Devano." Ucap Karina Terbingung dengan perkataan Sasha.
"Tidak Rin, Devano Mempunyai Perempuan lain Selain Aku. Aku memutuskan Mundur dari Pernikahan itu, Aku tidak mau Devano menikahiku Hanya karena Rasa tanggung jawabnya Saja, " Lirih Sasha Kemudian Melepaskan Pelukannya dari Karina.
"Sha...,Aku turut prihatin Yah. Semoga kamu kuat, Aku pamit Yah...,Aku harus pulang ke Jakarta." Ucap Karina Sambil menyeka Air mata Sasha.
__ADS_1
"Terimakasih Rin, Kamu Sudah mau memaafkan Aku. Hati-hati di jalan ya Rin." Ucap Sasha yang pada Akhirnya menyadari kesalahan nya.
Kemudian Karina berjongkok di hadapan Ratu dan memeluk Ratu. "Halo gadis Cantik...,Kamu Baru lihat Tante yah." Ucap Karina Tersenyum.
"Iya Tante Latu Balu lihat Tante." Ucap Ratu Seraya tersenyum.
"Pintar kamu Nak...,Jaga mama kamu Yah. Tante pulang dulu yah." Dadah Sayang." Ucap Karina Sambil mencium pipi cantik Ratu, Yaitu Putri dari Seorang Devano.
"Dadah Tante Baik..., Hati-hati Tante Baik." Balas Ratu melambaikan Tangannya.
Kemudian Karina Kembali menuju Mobilnya, Dimana disana Adrian Sudah menunggu untuk pergi Menuju Bandara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Devano Frustasi semenjak ditinggal Oleh Sasha, Ia tidak mengetahui Keberadaan Sasha, Bahkan Dia telah memerintahkan kepada Anak buahnya untuk mencari Sasha di Kota-kota yang berada di Swiss, Namun Usahanya tak membuahkan Hasil. Sasha dan Ratu Hilang Bak di telan Bumi.
"Sha..., Sebegitu bencinya kah dirimu, Kenapa Kau pergi Tanpa berpamitan padaku Sha. Andaikan Saja kamu sedikit...,saja. Mau mendengarkan penjelasan Aku sha." Lirih Devano Memandangi Photo Sasha dan Putrinya.
"Ini semua Gara-gara perempuan Yang tidak Tahu malu itu, Wanita itu harus membayar Semuanya." Geram Devano terhadap Trisha.
"Ting...,Nong...,Ting...,Nong."
Seseorang Telah bertamu Ke Mansion mewah milik Devano, Kemudian Seseorang itu Di persilahkan Masuk Oleh Pembantu yang bekerja di Tempat Devano.
Kemudian Devano melihat Orang Yang memasuki Mansion nya, Melalui CCTV yang terpasang di sekitar dinding-dinging.
Devano Sangat Marah karena Orang yang datang bertamu itu Adalah "Berliana Trisha" Seketika Devano Bangkit.
"Berani Sekali wanita itu, Menginjak kan Kakinya Ke Rumahku." Gumam Devano Berjalan Menuju Ruang Tamu, Dimana Disana Sudah Ada Trisha yang menunggu nya.
...----------------...
**Nextpart...
Halo Readers Gimana Bab kali ini...
Ikuti terus Kisahnya yah.
Boleh Bantu like,Komen,Vote.
__ADS_1
Jangan lupa Tambahkan ke Favorit kalian...
Happy reading**...