
Karina Menggendong Babby Riana sambil Sambil menenteng Tas kerja milik Adrian tidak lupa Karina menyemangati Pria Kaku yang kini telah bergelar Sang Ayah itu.
" Semangat Ya sayang kerjanya Jangan lupa baca Do'a sebelum memulai setiap pekerjaan !!! Doa ku menyertaimu Suamiku." Ucap Karina sambil mencium Tangan Adrian.
"Terimakasih Untuk semuanya sayang, Aku mencintaimu meski terkadang aku selalu membuatmu jengkel namun hati ini hanya untuk mu Istriku." Balas Adrian mencium kening istrinya.
Kemudian Adrian beranjak membuka pintu mobilnya dan menaruh Tas nya. Sesekali iya melihat ke arah Karina dan putri kecilnya yaitu Riana, Adrian menyunggingkan senyumnya kepada wanita yang selalu menerima kekurangan dan kelebihan nya itu.
"Dia memang suamiku, Enggkau pria Kaku jodohku." Gumam Karina di hatinya. Kemudian iya kembali Memasuki Rumah sambil mengajak bicara Anaknya.
"Ayah katanya kerja dulu sayang, Riana sama mama dulu. Mama sayang sama Riana, Cup..cup..cup.." Ucap Karina sambil menciumi pipi Bakpau putrinya.
Setelah Adrian pergi ternyata dari kejauhan Sherlly bersama Sasha Menatap Rumah kediaman Keluarga Adrian, Mereka Menyaksikan betapa Harmonis nya Adrian dan Karina.
"Seharusnya Aku yang menggendong anak itu, Maafkan mama nak. karena ulah mama kita harus berpisah." Lirih Sherlly yang hanya bisa memandang putrinya dari kejauhan.
"Kak kita harus buat perhitungan dengan mereka !!! Ini tidak bisa di biarkan seperti ini saja." Ucap Sasha memanasi Sherlly.
"Tidak sha sekarang kaka tidak ingin lagi menjadi seperti dulu, Kaka ingin berubah menjadi orang yang lebih baik dan di sayangi oleh orang di sekitar kaka." Ucap Sherlly menepis pengaruh buruk dari adiknya.
"Maksud Kakak apa, Memangnya orang mana lagi yang kaka harapkan menyayangi kakak kalau bukan aku dan Anggota keluarga kita yang lain." Balas Sasha sedikit emosi.
"Ada Pria lain di hati kaka,,? " Ucap Sherlly Namun tak melanjutkan lagi perkataan nya ia langsung mengajak Sasha pergi dari Rumah Adrian.
"Ayo kita pulang sha !!!" Ajak Sherlly kepada Sasha Adiknya.
Sementara Sasha masih terdiam mencerna kalimat yang terlontar dari mulut Sherlly.
__ADS_1
"Tapi kak ini tidak adil untuk kamu, Bagaimana bisa anak kamu di urus oleh Wanita lain sementara kamu ibunya yang melahirkan tidak mendapatkan hak nya !!! Tidak ini tidak bisa di biarkan kak." Tegas Sasha terhadap Sherlly.
"Cukup Sasha Kaka tidak ingin lagi mengganggu kehidupan orang lain, Mereka sudah sangat baik terhadap kakak, Mereka berjanji akan membiarkan kakak bebas dengan tidak memperkarakan semuanya setelah mengoperasi wajah kakak seperti sedia kala maka Surat gugatan itu akan Adrian cabut dari pengadilan." Ucap Tegas Sherlly pada Adiknya.
"Sial jadi sekarang Kak Sherlly sudah benar-benar berubah, Lalu apa gunanya aku terus bersamanya dasar kakak tidak berguna."Gumam Sasha marah kepada Sherlly lantaran keputusan nya memilih menjadi orang yang baik.
"Baik kalau itu pilihan kaka Aku tidak bisa memaksakan, Tapi sekarang Aku putuskan hubungan persaudaraan ini Aku tidak lagi mengakui kakak yang tidak berguna seperti ini." Umpat Sasha memaki Sherlly dengan tega ia meninggalkan kakak nya sendiri di pinggir jalan.
"Sasha ... Tunggu kakak dengarkan penjelasan kakak Sasha." Lirih Sherlly yang tak di akui lagi sebagai saudara oleh adiknya sendiri.
"hiks...hiks..hiksss" Sherlly Menangisi nasibnya Iya menyesali setiap perbuatan nya yang mencontohkan keburukan kepada Adiknya.
Sasha Menaiki Mobilnya pergi begitu saja meninggalkan kakaknya." Salah sendiri ngapain kamu jadi orang baik." Gerutu Sasha masuk ke dalam mobil," Ayo jalan pak." perintah Sasha terhadap sopirnya.
Namun saat itu Ryan melihat Sherlly terlunta-lunta di pinggir jalan sambil mengayuh kursi Rodanya." Ya Tuhan Sherlly Anakku." Ucap Ryan kaget melihat keadaan Sherlly yang sangat terpuruk. Kemudian ia menghentikan mobilnya dan membujuk Sherlly agar mau ikut dengannya.
"Sudah berapa kali saya katakan saya bukan anak Om !!! Untuk apa Om mengasihani saya, Saya tidak butuh itu semua Om." Bentak Sherlly yang menolak Ajakan Ryan ayah kandungnya.
"Karena saya ayah kandung kamu Sherlly, Mana mungkin ada seorang ayah yang tega melihat anaknya hidup menderita seperti ini." Lirih Ryan menangis dan bersikap sedikit tegas kepada anaknya.
Rama yang menyaksikan itu semua sangat shock setelah mengetahui kenyataan bahwa iya bersaudara dengan wanita yang sangat jahat itu, Terlebih lagi kini dia tahu kejahatan ayahnya yang telah membunuh Ibu ayu Yaitu orang tua karina sahabatnya.
"Papa" Teriak Rama diseberang sana, Seketika Ryan dan Sherlly menoleh ke sumber suara yang berteriak itu.
"Rama " Gumam Ryan.
"Maksud papa apa !!! Jadi selama ini Sherlly adalah anak papa juga." Bentak Rama.
__ADS_1
"Tunggu Ram, Papa bisa jelaskan semuanya sama kamu !!! sebenarnya sudah lama papa ingin menceritakan semua ini sama kamu." Balas Ryan berusaha menenangkan Rama Putra nya.
"Tidak ada yang perlu papa jelaskan, Sekarang Rama jadi paham kenapa wanita ini bisa sejahat ini ternyata sifat itu di wariskan dari laki-laki bangsat seperti papa." Ucap Rama kecewa kepada Ayahnya.
Sementara Aquilla yang sedang berada di toko kue Ia Mencari-cari keberadaan Rama suaminya Yang tiba-tiba saja pergi meninggalkannya." Rama kemana sih pergi tidak bilang-bilang kemana perginya dia." Ucap Aquilla sambil mengambil ponselnya di saku untuk menghubungi Rama suaminya.
"Cukup Rama hentikan perkataan kamu yang tidak mendasar ini, Papa sudah bersabar pada sikap kamu yang terus memihak pada mereka. Apa kamu tidak sakit hati saat kamu dan papa di tolak mentah-mentah oleh kedua orang tua karina, Kamu ingat kan ucapan dari Hendardi yang mengatakan kalau keluarga kita tidak sederajat dengan keluarga mereka." Bentak Ryan Marah terhadap anaknya.
"Itu cuma Masalalu yang sudah terlewat papa, Aku sudah melupakan semua itu. Papa juga harus sadar diri kalau bukan karena om Hendardi papa tidak akan pernah sesukses ini menjadi seorang pengusaha." Ucap Rama meluruskan permasalahan pelik di Masalalu.
"Omong kosong apa ini," Papa bisa seperti ini hanya karena Usaha papa. Sama sekali tidak ada campur tangan dari orang lain, Ehh kamu malah menikahi gadis bodoh seperti Aquilla." Bentak Ryan terhadap Rama.
Seketika Rama Terdiam menyimak perkataan dari Ayahnya yang begitu kejam kepadanya," Owh Jadi selama ini papa tidak pernah menyetujui pernikahan aku dengan Aquilla, Apa benar begitu pa." Bentak Rama membalas ucapan Ayahnya.
Tanpa mereka sadari Seseorang telah merekam perdebatan Antara seorang ayah dan kedua anaknya itu, Orang yang merekam mereka tak lain ialah Detektif suruhan dari Devano yaitu Mr Willis.
Devano berseringai sambil tertawa penuh kemenangan Akhirnya dia berhasil membongkar kedok baik dari seorang Ryan selama ini," Kena Sekarang kamu Om Ryan, Rasakan ini Om telah berani mencoreng Nama baik saya. Inilah Akhir dari permainan kita Om." Ucap Devano penuh kemenangan.
**Next part...
Hallo Readers Jangan lupa terus bantu Vote ya.
Like sebanyak-banyaknya dan komentar di setiap Bab nya.
Terimakasih untuk kalian semuanya Akhirnya satu topeng berhasil terbongkar Hanya saja karina belum mengetahui kebobrokan Dari Ryan yang sudah iya anggap seperti ayahnya.
Wajib Vote, like, komen dan share ke Gc kalian**.
__ADS_1