
Karina & Adrian juga Anggota keluarga yang lainnya memasuki mobil, Untuk segera menuju perjalanan pulang Namun para wartawan berkerumun meminta keterangan dari mereka.
"Halo Mbak Karin, selamat siang !!! Minta Waktunya sebentar mbak, bisa,,? " Ucap Jurnalistik perempuan yang bertanya terhadap karina, Namun hanya di balas senyuman oleh karina dan keluarganya.
Karina menyunggingkan senyum dam masuk ke mobilnya, setelah itu mereka pergi.
Sementara Rama dan Aquilla Juga menghindari cecaran para awak media yang terus berusaha untuk mencari kebenaran terkait Pembunuhan yang di lakukan oleh Ayahnya. " seperti nya kita lewati saja para wartawan itu." Ucap Rama sambil menggandeng Aquilla istrinya.
"Pak Rama saya minta Waktunya sebentar saja yah !!! " Cecar Jurnalis yang terus mengikuti nya.
"Maaf saya sedang terburu-buru yah, Jadi lain kali saja yah." Balas Rama Datar.
Kemudian Rama dan Aquila menaiki mobilnya bergegas pergi dari gedung pengadilan itu menuju Rumah Karina sahabatnya mereka berdua.
"Kita harus temui karina sayang, Aku tidak mau bermusuhan dengan nya." Ucap Rama Sambil menyetir mobilnya.
"Iya Ram kita harus yakinkan Karina Kalau kita sama sekali tidak terlibat dengan masalah ini." Sahut Aquilla menyandar Pada dada bidang suaminya Yang sedang menyetir mobil.
Kurang lebih memakan waktu perjalanan kurang dari 30 menit Rama dan qilla telah berada di depan gerbang Rumah kediaman Adrian.
Setelah gerbang itu di buka oleh Security Rama Memasuki Area Rumah mewah kediaman Adrian dan memarkirkan mobilnya di sana.
Karina menyingkapkan sedikit gorden jendela untuk melihat siapa Yang telah datang ke Rumah nya.
"Mau apa mereka kemari" Gumam Karina dalam hatinya menutup kembali gorden jendela nya. Kemudian bergegas menuju pintu Rumah menyambut kedatangan Rama dan Aquilla.
"Angin apa yang membawa kalian mendatangi Rumahku." Ucap karina dingin setelah membukakan pintu untuk kedua sahabatnya.
"Aku hanya ingin berbicara dengan kamu Rin, Aku ingin menjelaskan semuanya." Ujar Rama yang masih berdiri di ambang pintu.
"Silahkan masuk," Ajak karina Terhadap Rama dan Qilla sambil berjalan menuju Ruang tamu.
"Silahkan Duduk." Ucap karina Datar. Kemudian Aquilla dan Rama duduk di sopa beserta Karina.
"Apa Yang ingin kalian bicarakan padaku." Tegas Karina dingin.
"Kedatangan kita kemari ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya pada kamu Rin, Aku merasa bersalah dan malu atas perbuatan papah." Lirih Rama meneteskan Air matanya.
"Maaf" Haaaaahaaaa.... Apakah dengan maafmu bisa menghidupkan ibu ku kembali Ram." lirih karina tertawa marah terhadap Rama sahabatnya.
__ADS_1
"Aku tahu permintaan maaf ini, Tidak akan mengubah apapun. Tapi kumohon tetaplah bersahabat denganku !!! Aku tidak tahu menahu soal masalah ini Rin. sungguh aku tidak mengetahuinya." Ujar Rama berusaha menjelaskan Pada karina.
Namun karina hanya menangis ia tidak terima dengan kebohongan dan kejahatan Ryan Terhadap keluarganya.
"Rin kamu tahu aku dan Rama seperti apa kan, Aku dan Rama tidak seperti yang kamu pikirkan Rin. lho harus percaya sama gue." Ucap Aquilla yang mulai ikut angkat bicara.
Namun Adrian marah saat melihat keberadaan Rama dan Aquilla yang bertamu ke rumahnya.
"Untuk apa kalian datang kemari, Kalau cuma untuk membuat istri saya menangis." Teriak Adrian marah sambil menuruni tangga.
Mereka bertiga Menoleh ke arah Adrian yang melangkah mendekati mereka bertiga." Dri tolong dengarkan penjelasan gue," Ucap Rama terhadap Adrian.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan disini, Karena semuanya sudah jelas. beraninya kalian menutupi kejahatan Orang tua kalian sendiri. lebih baik kalian pergi dari sini." Bentak Adrian mengusir Kedua sahabat nya.
"Tapi Dri." Gue tidak tahu menahu sama sekali soal masalah ini !!! " Balas Rama membela dirinya.
"Cukup" Lebih baik kalian berdua pergi dari sini." Ucap karina bangkit sambil menunjuk ke arah pintu.
"Baik" kita akan pergi dari sini. jika itu memang bisa membuat hati kamu sedikit lega." Ujar Aquilla Sambil mengajak Suaminya meningalkan Rumah kediaman keluarga Adrian.
"Ram, Ayo kita pulang. Tidak akan ada gunanya kita disini." lirih Aquilla yang merasa sedih karena Sahabatnya tidak lagi Mempercayai nya.
Setelah Kepergian Rama dan Aquila, Karina menangis Terduduk di sopa lantaran ia merasa terluka karena selama ini telah di bohongi oleh Rama dan Aquilla.
kemudian Adrian menenangkan Istrinya yang sedang bersedih itu." Sudah sayang , kamu jangan terus menangis seperti ini. Kamu harus kuatkan hati kamu yah." Ucap Adrian sambil menyeka buliran yang membasahi pipi cantik Istrinya.
Sekilas karina memeluk pria yang kini telah menjadi suaminya yaitu Adrian," Hiks...hiks..hiks.." Lirih Karina menangis sesegukan.
"Sudah-sudah yah jangan menangis lagi, Nanti cantiknya hilang." Goda Adrian yang berusaha menghibur istrinya.
Sementara Sasha kini sedang berada di sebuah mall bersama buah hatinya yaitu Anak dari Devano yang bernama." Ratu Melissa Deviano" Mereka terlihat sangat bahagia Namun kebahagiaan itu belum sempurna karena Tanpa kehadiran seorang Ayah yang berada di sampingnya.
"Aku mau Ice krim mom," Seru gadis kecil yang cantik jelita itu terhadap ibunya yaitu Sasha.
"Tunggu sebentar disini yah !!! Mommy beli ice krim nya dulu untuk kamu ." Balas Sasha.
kemudian di balas Anggukan oleh sang buah hati.
Devano yang sejak tadi memperhatikan keberadaan mereka, Akhirnya ia mendekati gadis kecil itu yaitu Ratu putri kandungnya.
__ADS_1
"Halo anak manis." Ucap Devano bertanya pada Anaknya, Sekilas ratu menoleh.
"Halo om," Balas Ratu Tersenyum kepada Devano.
Hatinya tersentuh karena melihat senyuman manis dari buah hatinya." Ya Tuhan kenapa dengan hatiku ini, Apakah ini perasaan bangga seorang ayah terhadap putrinya." Gumam Devano dalam hatinya. Kemudian Devano berjongkok di hadapan Putri kecilnya itu.
"Nama kamu siapa,,?" Ucap Devano terhadap putrinya.
"Nama saya Ratu Om, Nama panjang saya Ratu Melissa Deviano. Kata mommy Nama panjang aku sengaja di ambil dari nama papa." Ucap Polos gadis kecil itu.
Deg...
"lalu kemana papa kamu sekarang." Balas Devano terhadap gadis kecil itu.
"Kata mommy papanya aku itu sedang bekerja di jauh, Makannya dia tidak pernah pulang. Tapi kata mommy juga papa akan pulang jika pekerjaannya sudah selesai om" Balas Gadis kecil nan Polos itu seraya tersenyum.
"Eummm kalau gitu, Anggap saja om sebagai papa kamu, Kamu mau nggk." Rayu Devano terhadap putrinya.
"Enggak mau ahh, Ratu maunya papa Ratu yang asli. enggak mau yang boongan. " balas Ratu dengan Nada manjanya.
"Yasudah kalau begitu." O Yah Adek kecil mau nggak Jalan-jalan sama om." Tanya Devano Terhadap putrinya yang menggemaskan.
"Enggak mau ahhh" Kata mommy aku tidak boleh pergi dengan sembarangan Orang. Nanti takutnya aku di culik." Balas Ratu terhadap Devano Ayahnya.
"Anak pintar." Ucap Devano memuji Putrinya sendiri." Yasudah kalau begitu, Kamu mau yah om belikan boneka Teddy untuk anak pintar seperti kamu.
"Boleh om Saya mau hehehe..." Ratu terlihat Sangat girang saat di belikan boneka oleh Devano. Setelah itu Devano pergi dari situ Karena melihat Sasha tengah berjalan ke arahnya sambil membawa dua ice krim.
"Adek pintar om Pergi dulu yah, Nanti kapan-kapan kita bertemu lagi." Ucap Devano sambil memeluk Ratu putri kandungnya.
"Terimakasih Om baik." balas Ratu Tersenyum, Menatap kepergian Devano.
**Nextpart...
Halo Readers ikuti terus kisahnya yah...
karena Ceritanya masih sangat panjang.
kalian tunggu saja kejutan-kejutan berikutnya..
__ADS_1
jangan lupa bantu Vote,like, dan Komentar nya.
Happy reading**.