Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Terkurung di Ruang sunyi


__ADS_3

Satu Tahun kemudian


Aku di Bawa pergi menuju Negara Yang asing bagiku, Sementara Itu Aku di paksa melakukan Hal Yang sama sekali tidak ingin ku lakukan.


Aku di cintai oleh pria jahat seperti Devano dia berusaha terus menerus Merayu Agar Aku mau menikah dengannya, Sementara Aku tidak mencintai nya sama sekali, Pria yang aku cintai Hanyalah suamiku Adrian, Ya dialah pria kaku ku.


Terkadang Aku berfikir Apakah Adrian mencari ku Ataukah dia Sudah melupakan Aku,. Kini aku Hanya bisa hidup di dalam Bangunan, Yang Hampir mirip Penjara Bagiku.


Meskipun pasilitas semua Tersedia disini Tapi aku ingin pulang ke negaraku, bertemu dengan suamiku dan sahabat ku.


Aku menatap Hamparan Kota di balik Apartemen mewah Milik Devano, Kota Yang indah Namun sayang Aku tidak bisa bebas dari tempat ini Karena Semua Pintu di jaga oleh Anak buah dari Devano.


flashback


Aku Menatap dari balik kaca pesawat milik Devano sebelum Terbang menuju German , Aku melihat sosok pria Yang sangat aku cintai. Aku berusaha memberontak ingin Rasanya aku loncat dari pesawat itu.


"Duk...duk..duk.." ku gedor-gedor jendela pesawat Yang aku tumpangi itu.


"Adrian Aku disini, Tolong lihat aku Adrian " Teriakku dari balik jendela Berbentuk Oval itu.


"Bisa diam gak sih kamu, Jangan gila Karina. Kita bisa mati bersama disini." Bentak Sherlly Terhadap ku.


"Biarkan saja kita mati disini, Lepaskan aku. Aku benci sama kalian dasar iblis, Apa kamu belum puas merenggut Orang-orang Di sekitarku.Dasar jahat kalian, Aku bersumpah Akan membalas perlakuan kalian padaku" Teriaku memaki Sherlly, dan semua orang Yang ada di dalam pesawat itu. Aku sangat marah Namun tetap saja aku tidak bisa meloloskan diri dari mereka.


"Bisa diam enggak sih kamu, Diam Aku bilang Diammm," Bentak Devano Terhadap ku.


"Dia Tidak akan diam sebelum di kasih obat penenang, Cepat kasih dia satu suntikan," Ucap Sasha Yang baru terlihat, dan menyerahkan Satu suntikan Berisi cairan penenang itu.


"Tidak Aku mohon jangan, Tolong jangan suntik aku dengan obat itu." ucapku memohon Pada mereka Namun Aku di paksa dan Di pegangi oleh dua orang berbadan kekar Anak buah dari Devano.


"Pegang dia jangan sampe Ngamuk, Diam Ya karina. Aku mohon kamu tenang, Kamu akan aku buat satu-satunya Wanita yang paling bahagia setelah menikah nanti," ucap Devano sambil menyuntikan jarum itu ke Tanganku.

__ADS_1


Tiba-tiba Saja Badanku terasa lemas, Pandangan ku kabur dan buram Kepalaku mulai pusing sementara mulutku tidak berhenti mengumpat dan memarahi Mereka semua. Setelah itu Aku Tidak ingat apa-apa lagi.


Flashback off.


Saat Aku terduduk di sopa dan menatap Hamparan Kota dari balkon Apartemen Tiba-tiba saja ada Yang mengetuk pintu.


"Tok...Tok..Tok.."


Kemudian aku membuka pintu itu Ternyata Dialah Devano."Mau apa kamu Masuk ke Kamarku,?" Tanyaku sinis Terhadap Devano


"Sudah Satu tahun ternyata Kamu masih saja bersikap Seperti itu sama Aku, Ayolah Karina. Kamu harus melupakan Adrian, Lihatlah aku disini yang mencintai mu" Balas Devano.


"Sampai kapanpun Aku tidak Akan pernah melupakan Adrian, Apalagi aku Akan menikah dengan kamu. Jangan mimpi kamu Dev," ucapku Marah sambil mengeratkan Rahang.


"Hahaha... Inilah Yang aku suka dari kamu Karina, Kamu beda dengan wanita-wanita di luaran sana, Kamu sangat istimewa." Balas Devano penuh seringai an.


"Lebih baik kamu diam Dev, semakin kamu banyak bicara Aku semakin membencimu." Umpat ku Terhadap pria Yang tidak Tau diri yang kini berdiri dihadapan ku.


"Bencilah Aku sepuas kamu Karina, Tapi jangan Terlalu membenciku. Karena Kalau kamu Terlalu membenciku Nanti kamu malah jatuh cinta sama aku." Seringai Devano.


"Kalau begitu Akan aku tunggu Seorang perempuan Yang sudah menjadi seorang istri itu datang padaku dan mengatakan kalau dia mencintai ku," kalau begitu Aku pergi dulu ya Calon istriku" Ucap Devano melangkah ke arahku Dan menyodorkan pipinya seolah berharap aku akan mencium nya.


"Pergi dan Jangan harap Kamu mendapatkan imbalan dariku, Sudah aku katakan Aku membencimu dasar laki-laki tidak Tau malu," Ucapku Sarkas.


"Yasudah- Yasudah Nanti juga aku akan puas kok dengan belaian-belaian lembut dari mu sayang," Ucap Devano seraya Tersenyum.


Kemudian dia pergi dari kamarku lalu aku segera mengunci pintu kamarku.


Adrian Bagaimana kabar kamu sekarang, Apakah kamu mencari keberadaan ku.


Aku Sangat benci keadaan ku Yang sekarang, Aku samasekali Tidak bisa keluar dari Tempat ini. Bahkan Keluar pun Harus bersama dengan Devano Atau Bodyguard nya Yang mengantarkan Aku. Saat aku Duduk terdiam Aku mencoba Lagi dan lagi untuk memberitahu kepada Adrian dan Yang lainnya Bahwa aku berada di German.

__ADS_1


Aku membuka Komputer Yang Tersedia di kamar ku, Kemudian Aku membuka Sosial media mencari Instagram milik Adrian Suamiku Atau Aquilla sahabat ku. Namun ternyata Akses internet ku di batasi oleh Devano.


"Sial," Umpatku.


Pintar juga Ternyata dia, Ya Tuhan tolong Aku. keluarkan Aku dari penjara ini." gumam ku.


Selama setahun ini Aku selalu di paksa Untuk melakukan hal Yang tidak aku inginkan, Aku membencinya. Karena setiap Ada pesta Aku terpaksa harus berpura-Pura menjadi istrinya, "Dasar keparat" umpat ku.


Aku merebahkan Diri di Kasur Berpikir memutar otak Agar aku bisa lepas dari jeratan Laki-laki Kaya Raya ini, Namun dia miskin Akan cinta. Sungguh kasihan Kaya Raya tapi hidup Tanpa cinta.


Aku tidak mau semakin lama berada disini Karena aku takut Adrian tidak bisa menemukan ku, dan lama kelamaan Adrian melupakan ku. "Tidakkk" Teriakku melempar vas bunga ke Arah cermin . " Prayyyy" suara Pecahan Kaca terhantam vas bunga Yang aku lemparkan.


Seketika Anak buah dari Devano berdatangan dan menggedor-gedor pintu." Tok...Tok...Tok..."


kemudian Aku membuka Pintu kamar itu, Terlihat Dari wajah laki-laki kekar ini sangat marah Karena ulahku, Namun sepertinya dia Tidak bisa berbuat Apa-apa. Karena mereka Takut terhadap Devano.


"Tunggu Apalagi Cepat bereskan pecahan kaca itu," Perintahku dengan Kurang ajar.


"Siap," Nona Saya akan panggil kan Cleaning servisnya." Balas laki-laki berbadan kekar itu.


"Kenapa Harus Panggil cleaning servis , Kenapa bukan kalian saja yang membersihkan." Bentak ku kepada mereka.


"Ok Nona Baiklah, Saya turuti permintaan Anda," Balas kembali laki-laki Anak buah dari Devano.


Kemudian Aku duduk manis di sopa Sementara mereka Membereskan, pecahan Kaca Yang sengaja Aku Buat. Saat mereka lengah Aku berusaha Keluar dari Tempat itu dan melarikan Diri.


Next Part...


Selamat menikmati...


Like , Vote & komen Ya...

__ADS_1


Share....


Terimakasih buat pembaca setiaku...


__ADS_2