Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Mengancam Devano


__ADS_3

Aku & Devano Terus berdebat di dalam perjalanan menuju Rumah nya, Aku berusaha menolak Agar Devano tidak Mengenalkan Aku pada kedua orang tuannya, Tapi apa Yang bisa membuat Devano mengurungkan Niatnya, otakku mulai berputar Memikirkan Rencana Agar Devano mau menggagalkan Niatnya.


"Bagaimana Kamu sudah setuju kan, Apa aku bilang Kamu pasti menyetujuinya" Devano bersorak Kegirangan, Sambil mengemudi.


Aku disadarkan oleh Suaranya Yang terlihat gembira, Padahal Aku terdiam memikirkan Untuk Menggagalkan Rencananya.


"Baiklah Aku setuju, Tapi setelah sampai ke sana Aku akan terus terang, kepada kedua orang tuamu , Kalau aku ini Wanita bersuami."


"Karinaaaaaa" Geram Dev menatap Dengan datar Terhadap ku.


"Kickkkk" Dev mengehentikan Mobilnya.


" Kenapa Kamu takut Kalau orang tua kamu Tau kalau kamu menculik istri orang," Tegas ku.


"Berani Kamu bilang seperti itu pada kedua orang tuaku, Aku tidak akan memaafkan Kamu Paham kan. Aku bisa saja melakukan Apa Yang aku mau terhadap kamu sekarang."


"Jangan pernah mencoba mendominasi Ku Dev, Aku tidak pernah takut sekalipun kamu mengancam ku.


"O yah Apa kamu Yakin, Aku tidak bisa melakukan nya." Dev merangsek Ke arahku Yang duduk tepat di belakang nya.


Mata penuh gairah Itu terpancar begitu menggebu, Sehingga Aku tidak mau menatapnya. Devano Yang ku kenal semasa kuliah Bukanlah Devano Yang sekarang.


"Plakkkk" Dengan Replek Tanganku mendaratkan Tamparan ke pipi Tampan nya, Saat dia mulai menyentuh bagian Inti ku dengan tangannya.


"Berani kamu sentuh Aku, Maka sekarang juga Aku akan turun dari mobil ini dan loncat dari Atas jembatan itu," Ucapku Yang tak main-main Terhadap Devano.


Namun setelah itu Dev, Terdiam Merasakan Tamparan keras di pipinya Yang aku berikan.


"Kamu pikir aku ini wanita Apa Dev, Yang mudah Kamu sentuh-sentuh seenaknya," Ucapku Marah Sambil menuruni Mobil berlari sejauh mungkin dari laki-laki Bejad itu.


"Hiksss...hiks..." Aku menangis di Antara Ramainya Kendaran Yang berlalu, Aku sangat sedih Karena hampir Saja Aku di jamah oleh pria Yang bukan suamiku,.


Kemudian Dev Menghampiri ku, Entah kenapa Sikapnya melembut Dan menenangkan Hatiku. "Karina Maafkan aku, Aku tidak bermaksud berbuat seperti itu Terhadap mu," Ucap Devano memohon Padaku.


"Mudah sekali kamu minta maaf, Kamu pikir aku Akan memaafkan Kamu. Pulangkan aku kepada Adrian Dev, " Teriakku Histeris.

__ADS_1


"Adrian lagi, Adrian lagi...Selalu dia Yang ada di pikiran kamu. Apakah kamu tidak bisa melihat sedalam mana cintaku untukmu Rin," Teriak Devano.


"Karena Adrian suamiku Dev, Bagaimana bisa aku melihat cintamu, Sementara aku sama sekali Tidak pernah merasakan cinta dari kamu," Balas ku marah terhadap Laki-laki Kejam yang tengah berhadapan denganku.


" Baik kalau Itu mau kamu Aku akan turuti Keinginan kamu, kita pulang ke Indonesia Pekan depan, Tapi aku mohon ikutlah denganku untuk saat ini,"


"Baik aku akan ikut denganmu, Tapi ke Apartemen bukan ke Rumah orang tua kamu," Tegas ku Yang tetap bersikukuh, Tidak mau dipertemukan dengan orang tuanya.


"Baiklah Aku akan ikuti kemauan Kamu, Tapi jangan pernah sekalipun kamu berniat Kabur dariku lagi, Aku khawatir sama kamu Rin, Ini Berlin bukan jakarta," Seru Devano Yang terus berusaha menenangkan ku.


Deg...


Tiba-tiba Saja Hatiku Terenyuh Saat mendengar kata-kata Yang begitu menenangkan itu, " Benarkah Kamu mengkhawatirkan Aku Dev, Benarkah itu," Gumamku.


hatiku berdesir Perasaan apa ini, kenapa Hatiku tiba-tiba saja merasa nyaman dekat dengan nya. Kemudian aku menyangkal Bahwa Rasa ini datang mungkin karena merasa Iba saja pada Devano Yang miskin cinta ini.


"Tunggu Apa lagi Ayo kita pulang, Ngapain kamu masih berdiri di situ," Ucap Devano Dingin.


Tanpa sepatah kata Yang terlontar, Aku langsung berjalan mendekati nya Dan masuk ke mobil. kemudian Devano Berlari kecil ke Arah kemudi , iya Mulai menyalakan Mobilnya, lagi dan lagi Aku telah gagal Untuk melarikan diri dari Devano.


"Untuk apa Kamu minta maaf Kalau memang itu kemauan kamu Dev, Mana mungkin orang seperti kamu khilaf. Jadi simpan saja permintaan maaf mu, Karena aku tidak Sudi memaafkan Laki-laki Yang tidak pernah menghormati perempuan." ucapku sarkas.


"Sampai kapan kamu akan bersikap dingin padaku Rin, Jujur aku ingin sekali di perlakukan Selayak nya Wanita mencintai laki-lakinya."


"Jangan bermimpi, lebih baik kamu simpan saja Khayalan mu itu. karena aku tidak akan pernah mencintai orang seperti mu, kenapa kamu tidak pernah sadar sih, Kalau aku ini sudah bersuami."


"Aku mohon lupakan Adrian dan ceraikan lah dia, Aku mohon Rin."


"Ngaco kamu ya kalau ngomong, Sudah lebih baik kamu fokus saja megemudi Aku tidak mau berdebat," Balasku Terhadap Devano Yang tidak pernah mengerti keadaan ku.


"Baiklah Jika itu Yang kamu mau, Tapi jika suatu saat Adrian mengkhianati mu Aku akan tetap menunggu mu dengan setia," Seru Devano.


Ya tuhan Aku jengah sekali dengan orang ini, Orang yang hanya memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri. Aku terdiam Sangat malas Rasanya bila terus menerus meladeni kata-kata Devano.


Malam itu untuk kesekian Kalinya Aku mencoba Untuk lari dari Devano, Namun Akhirnya Aku kembali padanya. Ke Apartemen Mewah Penjara cinta Devano.

__ADS_1


Devano memarkirkan Mobilnya, Aku langsung bergegas Turun dan menuju lobby Apartemen. Dan Devano Mengekor di belakang ku, Sampai aku masuk ke Kamarku.


"Kamu mau ngapain sih ngikutin aku terus," Gerutu ku padanya.


"Aku mau nginep disini bolehkah," Memohon.


"Tidak bisa, Nanti kamu berbuat Tak senonoh sama aku, pergi sana ke Apartemen kamu," Sambil mengeratkan Rahang, bahwa Aku sangat marah sekali padanya.


"Itu dia Masalah nya, Kamar apartemen ku sedang di Renovasi," Dalih Devano.


"Hahaha ...Kamu pikir aku sebodoh Yang kamu kira, Cepat keluar dari sini Dev," Teriakku marah.


Alih-alih dia keluar eh malah berbaring di sopa Depan Ranjang ku, Aku sangat kesal dibuatnya. " Terserah kamu Kalau mau menginap disini, Tapi awas ya kalau kamu coba macam-macam sama aku." Umpatku padanya.


" Tenang saja calon istriku Aku tidak akan pernah berbuat macam-macam, selama kamu tidak memintanya." Seringai Devano sambil menatap ku penuh senyuman.


" Dasar gila kamu ," Sudahlah Aku capek. Aku mau tidur," Sambil membungkus diriku dengan badcover.


Terlintas dalam pikiranku ide gila Untuk mengerjai Devano agar dia tidak betah, Tidur di Apartemen ku, Aku nyalakan Ace dengan Suhu yang sangat dingin, dan kumatikan penghangat Ruangan.


"Kamu Matikan Ace nya Rin, dingin ini. kenapa juga kamu matikan penghangat Ruangan," Protes Devano.


"Sudah tidur ini sudah malam, Kalau tidak suka Tidur disini ya kamu pulanglah," Balasku dari balik Bedcover , Tersenyum penuh kemenangan.


" Menggigil 2× Deh kamu , Hahaha" Ucapku dalam Hati.


**Next part...


Jangan lupa follow author dan Vote novelnya Biar berada di level Atas ya.


Terimakasih buat pembaca dan pecinta Novelku....


Dukung terus ya, Komen sebanyak-banyaknya dan jangan lupa like sebanyak-banyaknya.


#Wajib**

__ADS_1


__ADS_2