Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : SEPENGGAL KISAH, SECERCAH HARAPAN


__ADS_3

Nit..Nit..Nit.." Bunyi Monitor pengatur Degup Jantung. Menandakan Jantung karina kembali Berdetak, Namun Masa kritisnya Belumlah Berakhir. Keringat bercucuran dari kening Dokter fariz menetes membasahi Jubah kebesaran nya.


"Haahhhh." Akhirnya dia kembali," Ucap Dokter fariz terengah-engah.


"Apakah Beliau Sudah bisa di pindahkan ke Ruang perawatan Dokter,,?" Tanya Tiga orang Suster dan Satu Asisten Dokter.


"Dia masih Harus di Ruang ini, Nanti saya konfirmasikan, Jika beliau sudah bisa di pindahkan ke Ruang perawatan." Timpal Dokter Fariz di sela Ke khawatiran, Terhadap Istrinya. Yaitu Dokter Cantika Yang sedang melahirkan di Rumah Sakit yang sama dengan Karina.


Sementara Adrian Masih di selimuti kekhawatiran terhadap Istrinya, Ia duduk bersimpuh sambil menggenggam kedua tangannya. Tak henti-hentinya dia memohon pada pemilik Semesta Agar memberikan kesembuhan pada Istrinya.


"Aku tidak ingin kau..., menjadikannya Hanya sepenggal Kisah dalam perjalanan Hidup ku Tuhan...,Aku mohon kembalikan lah Istriku! Tidak kah Engkau mengasihani ku...,Mungkin ini terdengar sangat Egois Tapi ini permohonan ku padamu." Lirih Adrian mengutarakan Isi hatinya pada Sang pemilik kuasa.


Kemudian Dokter Fariz keluar dari Ruang ICU untuk memberikan kabar baik, Namun juga Ada kabar buruk. Saat Dokter fariz membuka pintu, Dengan segera Icha bangkit dari tempat duduknya, begitu juga dengan Syafiq. Mereka langsung menanyakan keadaan Karina.


"Bagaimana Dengan keadaan menantu saya Dokter." Lirih Icha bertanya kepada Dokter Fariz


"Alhamdulillah keadaan Nona karina Kembali stabil. Namun Kini Nona karina Mengalami Koma, Akibat Ada aliran darah ke pembuluh otak, Pasca melahirkan." Anda harus siap dalam keadaan Terburuknya Tuan Adrian, Saya harap Anda dapat memahami." Dengan berat hati Dokter Fariz harus membeberkan keadaan pasien yang sebenarnya.


Hening...


Dunianya Seakan Runtuh setelah mengetahui kabar terburuk yang di sampaikan oleh Dokter Fariz Terhadap nya, Kakinya terasa seakan melayang tak ada lagi tempat nya berpijak. Hanya Ada kegelapan yang menyelimuti Hatinya.


Perlahan Adrian berjalan menuju Ruangan Istrinya, Dimana disana Karina sedang terbaring memejamkan matanya, Dan entah kapan ia membuka matanya lagi.


Dulu Intan berlian yang menghiasi Tubuh cantik nya, Kini Hanya Alat-alat ke Dokteran lah Yang Ia butuhkan, Ventilator, Selang makan dan Infusan yang menghias Tubuhnya.


"Hiks...Hiks..Hiks." Kenapa kamu tidak mau bangun istriku...,Bukankah kau menantikan seorang Putra, Tuhan telah mengabulkan Doa mu, Aku mohon kembalilah." Lirih Adrian Sambil menggenggam tangan karina.


"Sampai kapan kamu akan tertidur Seperti ini...,Aku merindukan Tawa mu. Aku Rindu Omelan mu...,Aku Rindu saat kamu bermanja-manja padaku. Aku Rindu semua itu, Apakah kau tahu, Aku mengiba pada tuhan Agar dia mengembalikan mu padaku...hiks...hiks...hiks..Bangunlah Karina, Istriku.., Bagaimana bisa aku mengurus bayi kita tanpa kamu." Buliran demi Buliran menetes percuma karena Tak sedikitpun Karina memberikan Responnya.

__ADS_1


Kemudian Adrian Berbisik di telinga Istrinya, Namun tangan nya Tak terlepas menggenggam Tangan Istrinya.


"Kembalikah Istriku..., Tidak Ada lagi lantunan terindah Saat kau tak di sisiku...,Jika kau marah padaku Maka bangunlah pukul Aku yang bodoh ini." Adrian meneteskan lagi Air matanya.


Adrian sudah seperti Orang gila Sesekali tertawa, Namun saat melihat ke Arah Istrinya ia kembali menangis.


Syafiq dan Icha Sangat hancur melihat puteranya yang dingin dan Terkesan Sedikit Arogan. Kini mengalami guncangan Hebat Pada Batin nya, Yang tersiksa.


"Papa...,Sangat tidak menyangka Ternyata sedalam itu perasaan Cintanya terhadap karina.., Kita harus lakukan sesuatu Agar Adrian bangkit dari keterpurukannya mah." Ucap Syafiq sambil menatap Adrian.


"Lalukan Sesuatu apa Pah...,Adrian akan sembuh dengan sendirinya jika dia sudah melampiaskan semua kesedihan nya. Biarkan saja. kita hanya perlu memberikan nya waktu Untuk sendiri." Timpal Icha Sambil Menyandarkan Kepalanya Pada dada bidang suaminya, Yang telah basah Akibat tetesan Air mata nya.


"Om...,Tante." Ucap Seorang Perempuan Yang berparas mirip dengan Karina Memanggil Syafiq dan Icha.


Icha Telah tahu kalau Orang itu bukanlah menantunya, Melainkan Sherlly yang belum juga mengoplas wajahnya ke Paras yang sebenarnya.


Icha menatap dingin pada Sherlly yang berdiri sambil Tersenyum ke Arahnya.


Kini Icha Menghampiri Sherlly dan berniat mengusirnya. "Mau ngapain kamu kesini, Masih berani kamu menampakan batang hidung mu di hadapan saya.'' Bentak Icha terhadap Sherlly.


"Saya hanya ingin menjenguk Karina tante.., Saya ingin meminta maaf padanya. Tolong ijinkan saya Tante." Ucap Sherlly memohon.


"Untuk apa! Untuk menyakiti nya lagi Iya...,Dengar Ya Sherlly. Seujung kuku pun, Saya tidak akan membiarkan kamu masuk lagi ke dalam kehidupan Rumah tangga Anak saya dan menantu saya. lebih baik Kamu pergi dari sini." Ucap Icha Penuh penekanan.


"Rupanya Nenek tua ini belum juga berubah. Dia tetap seperti ini padaku, Lihat saja Tante aku akan membalas Tante." Gumam Sherlly dengan Rencana Jahatnya.


Kemudian Icha mengajak Suaminya untuk pergi meninggalkan Sherlly, Kini Icha dan Syafiq berada di dalam Ruangan Karina, Sambil menenangkan Adrian putranya Yang masih Bersedih.


"Menurut informasi Sasha karina melahirkan di Rumah Sakit ini, Dimana Kamar bayinya." Sherlly melihat ke kanan dan Kiri Rumah sakit itu Tampak Sepi. Ia masuk ke Ruangan Bayi yang Baru lahir hingga Akhirnya menemukan keranjang Bayi Yang bertuliskan.

__ADS_1


"Bayi Nyonya Karina" Bersebelahan dengan Keranjang Bayi "Nyonya Cantika" Terbesit dalam Fikirannya, Untuk membalas Sakit hatinya pada Icha. Sherlly tidak ingin membuang kesempatan Emas itu. Dia langsung Menukar Bayinya Karina dengan Bayi milik Dokter Cantika.


"Maafkan Aku Karina...,Aku terpaksa melakukan ini pada bayi kamu. Ini pelajaran Untuk Tante Icha, Rasakan Kamu Nenek Tua kamu akan membesarkan Bayi yang bukan Darah daging Kamu sendiri." Seringai Sherlly Yang menyamar menjadi suster.


Setelah berhasil menukarkan Bayi nya Karina. Sherlly kembali Mengganti pakaian nya di Ruang ganti khusus Suster. Saat Sherlly Mengganti Pakaian Tiba-tiba saja Seorang suster memergoki Sherlly.


"Kamu Suster Baru ya disini,,?" Tanya Suster yang memergokinya.


"Ouh..,Iya Saya Suster baru disini." Ucap Sherlly Gugup.


"Baiklah Saya tinggal Yah, Selamat bekerja." Balas Suster Yang sebenarnya. Kembali meninggalkan Ruang Ganti pakaian.


'Huhhh..., Syukurlah dia Tidak mencurigai ku.'' Gumam Sherlly sambil menghela Nafasnya.


"Aku harus segera pergi dari Sini, Pasti bulan Sudah menunggu ku bersama Si bibi." Ucap Sherlly Beranjak meninggalkan Rumah Sakit.


Sementara Rama Dan Quilla kini sedang berada di Rutan Tempat Ryan Di Tahan, Sejak Ryan di tahan Baru kali ini Rama Menjenguknya. Karena Bujukan dari Aquilla Akhirnya Rama luluh Dan Mau menemui Ryan Di penjara.





Next part...


Ikuti terus kisahnya...


Bantu Vote,like,dan Komentar.

__ADS_1


Happy reading...


__ADS_2