
Setelah kepulangan istrinya. Adrian segera menelpon Davin untuk segera datang ke kantor nya. Untuk memperkenalkan ke seluruh karyawan yang berjumlah tak sedikit. Termasuk pada Tiwik.
Sedangkan Davin masih dalam perjalanan menuju kantor tuannya. Yaitu Adrian sang ceo super kaku.
Drt...,drt...'Ponsel Davin bergetar' Sekilas Davin menoleh ke ponsel nya dan segera mengangkat sebuah panggilan. Setelah ia tahu kalau yang menelponnya adalah bos besar. Dari perusahaan Bharata_group.
"Halo tuan ..., Saya masih dalam perjalanan." Ujar Davin sambil menyetir mobilnya.
"Oke, Saya tunggu kamu di kantor. Segeralah datang meeting akan segera di mulai." Sahut Adrian di seberang sana.
"Baik tuan...,Ini sebentar lagi, Saya sampai ke kantor anda."Balas Davin.
"Baiklah. Hati-hati dijalan." Timpal Adrian mengakhiri panggilan tersebut.
Kemudian Davin dengan segera memacu kendaraan roda empat nya, menambah kecepatan membelah jalanan kota Jakarta sore itu.
Sedangkan Tiwik tengah bersiap menyambut kedatangan Davin di depan lobby gedung. Sambil membawa berkas yang telah di siapkan nya.
Tidak memakan waktu lama, Kini Davin telah sampai di basement gedung pencakar langit, Milik perusahaan Bharata_group yang didirikan oleh keluarga Adrian.
Davin dengan gagah dan terkesan tegas, Perlahan melanggkah kan Kakinya. Memasuki area gedung Bharata_group.
Sedangkan Adrian telah menunggu kedatangan nya di ruang meeting.
Saat Davin memasuki lobby, Seketika para karyawan tumpah ruah,Mereka terpukau dengan ketampanan pria blasteran korea-German itu. Tak terkecuali Tiwik.
"Halo...,Kamu Tiwik kan?" Sapa Davin terhadap Tiwik, Orang yang tak asing baginya.
Akan tetapi Tiwik terdiam membisu, Dengan mata membulat sempurna. Ia tak menyangka akan dipertemukan lagi dengan orang yang telah berjasa dalam hidup nya.
"Hay...,Saya bertanya sama kamu! Kamu Tiwik kan." Ucap Davin sekilas menyadarkan lamunan Tiwik.
"I-iya saya Tiwik, Anda tuan Davin." Ucap Tiwik gugup.
"Ya saya Davin, Syukurlah kau masih mengingat ku." Sahut Davin.
"Mari saya antarkan anda keruang meeting tuan." Timpal Tiwik yang masih tak menyangka.
"Aku tidak sedang bermimpi kan." Bathin Tiwik.
Kemudian Davin dengan Tiwik melangkah secara bersamaan. Menuju ke ruang meeting dimana disana sudah ada bos besar mereka yaitu Adrian.
"Klek." Suara pintu terbuka.
Adrian bangkit dan menyambut kedatangan Davin, Sang asisten pribadinya.
"Selamat sore tuan Adrian." Ucap Davin membungkuk di hadapan tuannya.
"Ya..., Silahkan duduk." Ucap Adrian.
__ADS_1
Terlihat di ruangan itu sudah ada beberapa kolega, Dan orang-orang penting yang turut membangun perusahaan Bharata hingga berkembang pesat seperti saat ini.
setelah semua berkumpul di ruang meeting. Adrian mulai menginstruksikan dan menoreh kan inovasi terbaru nya. Disela Adrian menjelaskan detail pekerjaan yang akan di proyeksikan. Sesekali Tiwik mencuri-curi pandang terhadap Davin si pria tampan yang telah berjasa dalam hidupnya.
"Ekhem." Adrian berdehem dengan sekejap mata Tiwik kembali terfokus, Sedangkan karyawan yang lainnya terkekeh melihat tingkah Tiwik.
Meeting pun berlangsung dengan begitu cepat, Setelah memperkenalkan Davin sebagai pengganti Billy kepada seluruh karyawan nya. Adrian segera mengakhiri rapat besar itu. Kemudian ia segera bergegas menuju basement untuk pulang ke rumahnya.
••••
Sedangkan Karina sedang mempersiapkan makan malam spesial teruntuk suami tercintanya. Sementara Icha dan Syafiq memilih memboyong Bintang, Cucunya. Untuk menginap di hotel karena ia ingin memberikan Anak menantunya waktu untuk berduaan.
Gelas-gelas kaca terhias di meja makan, Serta lilin-lilin berwarna sengaja karina letakan di pinggir meja. Untuk menambah kesan indah di malam spesialnya.
Setelah menyiapkan semuanya, Kini karina melanggkah menuju kamarnya. Ia berdandan merias dirinya agar terlihat cantik dimata suami tampannya.
Tak lupa Karina memakai lipstick berwarna merah, Merias bibir nya bak bunga mawar merah yang merekah. Ia memakai gaun malam transparan berwarna senada.
"Sempurna." Ucap Adrian yang baru saja memasuki kamarnya, Tanpa sepengetahuan Istri nya.
"Kapan datangnya sayang?" Sahut Karina sambil menoleh.
"Barusan...,Apa kamu tak mendengar langkah kakiku." Ucap Adrian memeluk istrinya. Yang masih duduk di depan cermin riasnya.
"Aku sama sekali tak mendengar nya." Timpal Karina.
"Mungkin kamu terlalu fokus untuk menjadi lebih cantik. Dan aku suka itu." Sahut Adrian dengan nada menggoda.
"Kau mau berdansa dengan ku, Wahai permaisuri cantikku." Ucap Adrian sambil berjongkok dan menggenggam tangan karina. Sambil menciumi tangan putih mulus milik istrinya.
sedangkan karina hanya menganggukkan kepalanya. Tanda persetujuan nya untuk berdansa di malam yang spesial ini.
Mereka menari dengan mesra di iringi lantunan musik biola violin. Tangan Adrian melingkar di pinggul karina, Sedangkan tangan karina melingkar di leher Adrian.
Kini mereka saling bertatapan, Hingga mata bertemu dan bibir saling berpagutan.
Perlahan tangan Adrian menyusuri, Bagian daripada Istrinya. Hingga tarian itu berubah menjadi lantunan cinta. Kemudian Adrian menggendong Istrinya menaiki kasur empuk di kamar nya.
Setelah aktivitas adegan saling menikmati itu selesai. Mereka mandi bersama-sama berendam di atas bhattup yang sudah terisi air bertabur kan mawar.
"Kamu suka dengan semua ini istriku." Ucap Adrian berbisik di telinga mungil karina.
"Tentu sayang...,Aku selalu menyukai permainan lembut mu ini. Aku selalu merindukan sentuhan darimu." Goda Karina terhadap Adrian.
Tidak berapa lama, Akhirnya mereka menyelesaikan aktivitas membersihkan dirinya masing-masing.
Kemudian Adrian menggendong Istrinya, Menuruni tangga untuk menuju meja makan. Adrian berhenti terus memuji kecantikan istrinya.
"Aku kagum dengan mu istriku. Kau memang selalu bisa membuatku terpesona dengan setiap kecantikan mu. Aku mencintaimu." Ucap Adrian sambil mendudukan karina di Kursi.
__ADS_1
"Aku tahu itu sayang...,Kau memang selalu bisa memujiku. Terimakasih suamiku." Balas Karina mencium pipi tampan suaminya.
"Tentu saja aku selalu memujimu, Kau lah bidadari surgaku." Sahut Adrian.
"Sudah-sudah nanti kita gak jadi makannya. Kalau kamu terus-terusan memujiku seperti ini." Timpal Karina terkekeh.
"Iya...,iya aku tahu." Sahut Adrian.
"Kamu mau makan apa...,Sini piringnya biar aku ambilkan makanannya." Kata Karina, Kemudian Adrian menyodorkan piringnya.
Lalu Karina mengambil kan makanannya. Yang terlihat lezat lagi nikmat dan sehat.
"Aku mau steak saja sayang." Ucap Adrian.
"Oke...,Steak yah." Balas Karina mengambil steak untuk suami tercintanya.
Kemudian mereka makan bersama, Saling menyuapi dengan sangat mesra mereka tak kenal lelah. Dalam membangun cintanya, Satu persatu masalah terselesaikan, Meski cobaan datang silih berganti, Cinta Adrian terhadap karina semakin besar dan kuat.
Terlebih lagi di dukung oleh sikap baik kedua orangtuanya, Yang selalu mendukung setiap langkah mereka.
•••
Sedangkan Devano kini telah kembali ke Indonesia. Bersama calon istrinya dan buah hatinya.
"Dev...,Kau tahu bagaimana keadaan Trisha sekarang." Tanya Sasha terhadap calon suaminya.
"Untuk apa kamu menanyakan Trisha, Sayang." Sahut Devano.
"Tidak...,Aku hanya tak habis fikir saja dengan dia. Bisa-bisanya dia berfikir untuk merebut kamu dariku." Ucap Sasha.
Kemudian Ratu bertanya pada mereka soal Trisha. Yang sering di perdebatkan oleh kedua orangtuanya.
"Dad's..., Mom's. Siapa tante Trisha itu?" Tanya Ratu dengan nada manja.
"Nenek sihir sayang." Ucap Devano spontan. Seketika Sasha terkekeh dengan ucapan Calon suaminya.
"Kok nenek sihir sih yank." Ucap Sasha terkekeh.
"Emang iya dad's..., Ikhhh Ratu takut dad's." Ucap Ratu.
"Enggak sayang daddy bercanda." Sahut Devano terkekeh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Halo Readers, Sampai bertemu di part berikutnya...
Jangan lupa like,komen dan vote...
Tambahkan ke kolom favorit kalian yah...
__ADS_1
Happy reading**....