
Terlihat seorang pria tua mendatangi kediaman keluarga Adrian dan juga karina, Ia mengetuk pintu, Dengan seksama sang sekuriti menatap pria tua yang mencurigakan, Lalu sang sekuriti menghampirinya.
"Maaf tuan, Ada keperluan dengan siapa anda datang ke rumah ini?" Tanya sekuriti penjaga mansion mewah milik keluarga Adrian.
"Ekhem...," Berdehem.
"Saya ingin bertemu dengan sahabat saya, Syafiq." Ucap pria tua misterius itu.
"Beliau sudah tidak tinggal disini tuan, Yang mengisi rumah nya. Hanya tinggal putranya! Tuan Adrian." timpal sekuriti tersebut.
"Owh...,Rupanya dia sudah tidak tinggal disini yah." Kalau begitu berikat bingkisan ini untuk tuan Adrian dan nona karina yah." Balas pria tua itu, Dan pamit untuk pergi dari rumah mewah milik Adrian.
Sedangkan Adrian tengah bersiap-siap, Akan berangkat untuk bekerja, Ia terlihat sedang meminum secangkir teh. Dan menyuap roti yang sudah di sediakan oleh istrinya.
"Sayang...,sepulang dari kantor kita ke rumah mamah kamu yah! Aku ada pesan kue untuk hari pernikahan Dev, Pakai alamat rumah mama." Ucap Karina meletakkan pantatnya.
"Iya nanti aku antarkan kamu ke rumah mama, Atau aku minta Davin untuk mengambil kue nya." Sahut Adrian sambil menyuap roti.
Tingnong..., Tingnong...
Kemudian Karina menoleh ke sumber suara bel yang berbunyi. Lalu ia bangkit dan menghampiri pintu untuk membukanya.
"Klek." setelah tahu yang kini berdiri dihadapan nya adalah sekuriti. Karina bertanya padanya.
"Ada apa pak?" Tanya karina kepada sekuriti nya.
"Ini nona ..., Saya hanya ingin memberikan bingkisan ini untuk nona." Ucap sang sekuriti sambil menyerahkan bingkisan tersebut.
"Terimakasih pak," Karina mengambil bingkisan tersebut.
"Bingkisan dari siapa sayang?" Besar banget bingkisan nya." Tanya Adrian terhadap karina istrinya.
"Entahlah...,Kalau gitu aku buka saja yah!" Sahut Karina,Merobek bingkisan berbetuk kotak itu.
Setelah membuka bingkisan tersebut Karina menangis, Apalagi setelah membaca surat yang berada di dalam kotak itu.
***To Karina
Om harap kamu tidak menolak sedikitpun. pemberian dari om ini yah,lebih tepatnya om mengembalikan milikmu karina. Apa yang seharusnya menjadi hak kamu.
Tolong maafkan om ryan yah, tidak lebih dari itu juga om memohon agar kamu berbahagia selamanya.
__ADS_1
Om akan pergi dari Indonesia, Om akan memulai hidup om dimana disana hanya om yang berdiri sendiri tanpa bayang-bayang rasa bersalah dan penyesalan, Yang om rasakan seumur hidup ini.
Peluk sayang untuk mu karina, Putri sahabatku sekaligus keponakan ku tercinta.
from ryan***...
Karina terduduk dilantai. Ia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk photo kebersamaan Ryan, dan kedua orangtuanya.
Adrian berusaha menenangkan istrinya, Ia melihat di dalam bingkisan, ada selembar sertifikat dan surat-surat kuasa perusahaan milik kedua orang tua karina. Yang dulu di kuasai oleh Ryan ayahnya Rama dan Sherlly.
"Om Ryan...,Hiks...,Hiks...,Hiks." Karina sudah memaafkan om Ryan." Hiks...,Hiks." Karina menangis histeris di rangkul oleh Adrian.
"Sayang...,Bangun sayang! Kamu harus kuat, Biarkan om Ryan pergi, mungkin inilah yang terbaik untuk nya sayang." Ucap Adrian menyeka buliran putih dari pipi cantik istrinya.
"Tapi Dri..., Bagaimanapun om Ryan sudah seperti Pappy ku Dri, Hiks...,Hiks...,Hiks." lirih Karina.
"Kalau begitu kamu tenang yah, Kita coba hubungi Rama. Barangkali Rama bisa mencegah papanya untuk pergi." Ucap Adrian berusaha mencegah kepergian Ryan.
Karina mulai terlihat tenang, Setelah Adrian berusaha untuk menghubungi Rama, Kemudian Adrian memapah Istrinya, Mengajaknya untuk duduk ke kursi dan memberikan segelas air putih.
Kediaman Rama
Rama sangat kaget setelah menerima telpon dari sahabatnya, Ia tak menyangka bahwa ayahnya akan pergi dari Indonesia.
"Aku serius Ram, Cepat kamu susul papa mu ke bandara. sebelum semuanya terlambat Ram." Ucap Adrian diseberang sana.
"Baiklah kalau begitu aku akan segera pergi," Sahut Rama sambil mengakhiri panggilan nya.
Tak berapa lama Aquilla menghampiri suaminya. Yang terlihat sedang mengkhawatirkan sesuatu namun Aquilla belum mengetahui sesuatu itu.
"Kamu kenapa sayang,Wajah kamu seperti sedang mencemaskan seseorang? Siapa yang sedang kau cemaskan Ram?" Sahut Aquilla mendekati Rama.
"Papa, pergi dari rumah, dan berniat meninggalkan kita Aquilla." lirih Rama.
"Kalau begitu tunggu apalagi, Ayo kita susul papa Ram." Ucap Aquilla merasakan kesedihan yang di rasakan oleh suaminya.
Rama segera pergi menyusul ayahnya ke bandara, bersama Aquilla istrinya.
Begitu juga Adrian menyusul Ryan bersama dengan Istrinya.
Kurang lebih memakan waktu perjalanan satu jam, Kini mereka telah datang di bandara internasional jakarta.
__ADS_1
Dengan segera karina turun dari mobilnya, Sedangkan Rama baru terlihat memarkirkan mobilnya.
"Om Ryan...," Teriak Karina melihat sosok yang dicarinya.
Kemudian Ryan menoleh ke sumber suara yang familiar baginya."Karina..., benarkah itu kamu nak." Ucap Ryan dengan mata berkaca-kaca.
Perlahan karina melangkah mendekati Ryan, Yang telah dia anggap sebagai pengganti Pappy nya. "Om...,Karina mohon. jangan pergi...,Jangan tinggalkan karina." Lirih karina.
"Maafkan om karina...,Om tetap harus pergi." Sahut Ryan bersikukuh akan pergi meninggalkan semuanya.
"Pah...,Kenapa papa melakukan semua ini pada kita pah." Ucap Rama terbata-bata.
"Pah Aquilla mohon jangan tinggalkan kita. Kita semua sayang papa." Timpal Aquilla dengan buliran yang menetes di pipinya.
Kemudian Rama dan karina menubruk ke pelukan Ryan," Hiks ..., Hiks...,Hiks..Om Karina mohon jangan pergi." Lirih karina memeluk ryan.
"Pah jangan tinggalkan aku pah, Apa Papa sudah tak sayang lagi pada Rama." Ucap Rama menangis tersedu-sedu.
"Maafkan om yah Karina, Maafkan papa yah Rama. Papa tetap harus pergi! Jika dilain waktu ada kesempatan papa akan kembali menemui kalian. Terimakasih atas semuanya." Ucap Ryan .
Sebenarnya ia tak kuasa menahan tangisnya, Namun ryan berusaha kuat. Lantaran ia ingin mencari keberadaan putrinya yaitu Sherlly yang kini tinggal di kota pinggiran.
Karina menatap nanar kepergian om nya, Yang perlahan menenggelamkan diri ke dalam pesawat.
Sedangkan Adrian hanya bisa menenangkan Istrinya itu." Sudah sayang kamu jangan sedih lagi, Suatu saat om ryan akan kembali bersama kita." Ucap Adrian membawa karina kepelukan nya.
"Ram...,Kita pulang ya sayang! Aku yakin Kepergian papa ini ada alasannya sayang. Percayalah papa akan baik-baik saja." Ucap Aquilla menenangkan suaminya.
Kemudian Adrian mengajak karina untuk pulang, Karena telah bertemu dengan Ryan namun tak berhasil mencegah Kepergian nya.
Setelah Karina dan Adrian pulang, Tak berapa lama, Rama dan Aquilla pun memutuskan untuk Pulang. Hampa terasa hidup nya Rama, Karena telah ditinggalkan oleh ayahnya. Orang yang paling berarti dalam hidupnya.
Sedangkan persiapan Pesta pernikahan Devano telah rampung seratus persen. Tinggal menggelar saja pestanya.
Sasha tersenyum melihat calon suaminya, Yang begitu tampan terduduk di hadapan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Halo Readers ...
Jangan lupa tambahkan ke kolom favorit kalian yah...
__ADS_1
Jangan lupa bantu like,komen dan vote...
Happy reading**...