
"Trisha...,Ayo aku antar kamu ke kamar." Ucap Karina mengajak Trisha.
"Terimakasih ya, Kamu baik sekali karina." Sahut Trisha.
Akan tetapi Adrian kembali mengingatkan Karina, Soal Trisha yang akan tinggal di bungalou.
"Kau mau mengantarkan Trisha ke kamar yang mana sayang." Ucap Adrian seketika langkah Karina dan Trisha terhenti.
"Iya mas aku tahu..., Aku mau mengantarkan Trisha ke kamar di bungalou." Sahut Karina.
"Baguslah kalau kamu masih ingat kalau Trisha harus tinggal di bungalou." Timpal Adrian.
"Sial...,Kenapa aku harus tinggal di bungalou. Jangan sebut namaku Trisha, Jika aku tidak bisa membuat kamu jatuh cinta padaku."Gumam Trisha.
Kemudian Karina kembali mengajak Trisha untuk menuju tempat tinggalnya di bungalou.
"Ayo Tris, Aku antarkan ke kamar kamu." Ucap Karina menggandeng Trisha.
Syafiq dan Icha terlihat bingung dengan sikap putranya, Yang terlihat begitu dingin terhadap Trisha.
"Adrian...,Ada apa dengan kamu nak,,?" Tanya Icha dan Syafiq pada Adrian.
"Tidak ada apa-apa mom, hanya saja Adrian tidak setuju dengan Karina yang membawa orang asing masuk ke rumah kita." Ucap Adrian sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
Icha tampak terlihat mencurigai gelagat Adrian yang hambar terhadap kedekatan Karina dengan Trisha.
"Ya tuhan mudah-mudahan ini hanya dugaan ku saja." Gumam Icha.
"Ma...,Kamu kenapa,,?" Ucap Syafiq merangkul Istrinya.
"Tidak pa...,mama tidak apa-apa." Ucap Icha.
"Tidak apa-apa kok kamu terlihat seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu. Apa yang kamu khawatirkan hemm." Tanya Syafiq terhadap Icha istrinya.
"Tidak ada apa-apa pah. lebih baik kita tidur yah ini sudah malam pah." Ajak Icha pada suaminya.
Kemudian Syafiq dan Icha menuju kamarnya untuk beristirahat, Sedangkan Karina masih berada di bungalou bersama dengan Trisha.
"Tris...,Ini tempat tinggal mu sekarang. Semoga kamu betah ya, Tinggal disini." Ucap Karina.
"Iya Rin, Terimakasih yah. Kamu sudah mau menampung aku untuk tinggal di sini." Balas Trisha.
__ADS_1
"Kamu tidak usah berterimakasih terus Tris...,Sudah seharusnya aku menolong kamu." Ucap Karina.
Tidak berapa lama Adrian menyusul Karina ke bungalou, Karena istrinya itu tak kunjung kembali ke rumah.
"Sayang ayo kita kembali ke rumah, Untuk apa kita berlama-lama disini." Sahut Adrian dingin menatap Trisha.
"Iyaa sayang...,Trisha aku balik ke rumah yah. Selamat beristirahat ya Trisha." Ucap Karina menyunggingkan senyum pada Trisha yang dia anggap sebagai temannya.
Adrian dan karina berjalan memasuki rumahnya Kembali, Sedangkan Trisha menatap datar pada Karina dan Adrian. Yang perlahan memasuki rumahnya.
"Sudah saatnya aku memulai rencana ku, Oh Adrian ku. Aku sudah tidak kuat ingin hidup bersama denganmu." Seringai Trisha.
Kini malam pun telah berganti pagi, Sedangkan sang mentari masih enggan menampakan sinarnya. Pagi itu tampak terlihat mendung,Rintik suara hujan masih betah menetes membasahi genting.
Trisha dengan rencana jahatnya sudah siap menyerang pertahanan rumah tangga Karina. Dengan mengendap endap Trisha memasuki dapur rumah kediaman Karina beserta Keluarganya.
Sedangkan Adrian sudah terbangun pagi itu, Ia mengambil segelas air putih. Lalu tanpa sengaja bertemu dengan Trisha.
"Kau sedang apa di disini,,?" Tanya Adrian penuh curiga.
"Aku berniat membuat sarapan untuk pagi ini Dri!" Ucap Trisha.
"Jangan coba-coba merencanakan sesuatu yang jahat pada keluarga ku. Atau kau akan tahu akibatnya." Geram Adrian sambil mencengkram leher Trisha, Dan mendorong nya.
Karina melihat Adrian suaminya, Sedang memeluk Trisha dengan posisi tangannya memegang leher Trisha.
"Ekhem..., Ternyata kalian sudah bangun, Aku kira siapa yang berisik di dapur." Ucap Karina berpura-pura tidak tahu atas kejadian yang dia saksikan barusan.
Seketika Adrian melepaskan cengkeramannya, Dari leher Trisha.
" Sayang...,Kamu sudah bangun." Tanya Adrian menoleh ke arah Istrinya.
"Rin...,Maafkan aku yah, Aku tidak bermaksud berpelukan dengan Suami kamu." Dusta Trisha sengaja Berbohong.
Deg...
"Maksud kamu apa Trisha, Berbicara seperti ini." Bentak Adrian.
"Dri..., Sudahlah aku juga tidak kenapa-kenapa kok. Ini semua hanya ke salah pahaman kan." Ucap Karina menutupi rasa cemburunya.
"Tidak sayang...,Ini semua tidak seperti yang kamu saksikan." Ucap Adrian berusaha menjelaskan kebenaran nya.
__ADS_1
Namun karina tetap menampik penjelasan dari suaminya. " Sudahlah sayang...,Aku tidak mempermasalahkan hal sekecil ini kok. Sudah yah tak usah di ambil hati." Sahut Karina berusaha tegar, Dan membuang pikiran negatif nya.
"Terimakasih Rin, Kamu tidak mempermasalahkan soal ini. Aku beruntung mempunyai teman sebaik kamu." Ucap Trisha memotong pembicaraan antara Adrian dan Istrinya.
"Iya Tris...,Kamu tak usah mengambil hati perselisihan kami yah." Sahut Karina terhadap Trisha.
"Cukup Trisha ..., Sudahi sandiwara mu. Jangan-jangan kamu ini sebenarnya tidak hilang ingatan kan." Adrian membentak Trisha ,Lalu Karina membela Trisha hingga berselisih dengan Adrian.
"Sudah Dri ..., Sampai kapan kamu menuduh Trisha berbohong seperti ini. Jelas-jelas dia memang benar kehilangan ingatan nya." Ucap Karina membela Trisha.
"Karina..., Buka mata kamu..., Dia ini berusaha menghancurkan ku Rin. Kamu jangan menutup mata seperti ini Karina." Tutur Adrian berusaha mengungkap kebenaran. Namun Karina tetap bersikukuh tak mendengar ucapan Suaminya.
"Adrian aku mohon sama kamu tolong percayalah, Trisha ini bukan orang seperti yang ada di fikiran kamu, Buang jauh-jauh pikiran negatif kamu yah." Sahut Karina.
"Sudah Rin...,Kamu tak usah bertengkar, Hanya karena kamu membela aku. Aku jadi merasa bersalah jika melihat kalian seperti ini." Lirih Trisha yang merasa bersalah, Padahal sebenarnya memang inilah rencana nya.
Adrian sangat marah pada Trisha, Karena bisa-bisa nya dia berlagak baik di hadapan karina.
"Cukup Trisha...,Simpan airmata buaya kamu. Tolong hentikan semua permainan mu yah.!" Ucap Adrian penuh penekanan.
"Adrian ...,Aku minta maaf. Jika aku melakukan kesalahan sama kamu. Tapi aku juga butuh kejelasan Dri." Lirih Trisha yang terus memancing rasa penasaran Karina.
••••
"Kejelasan! Maksud kamu kejelasan apa Trisha,,?" Tanya Karina dengan rasa penasaran nya.
"Maafkan aku Rin...,Aku tak bisa menyembunyikan lagi semuanya dari kamu. Ad-rian...,Berusaha memaksa aku untuk melakukan hubungan suami istri, Hiks...,hiks...,hiks." Lirih Trisha terbata-bata.
"Jangan ngaco kamu Trisha, Bahkan melihatmu saja aku sudah mual. Apalagi untuk menyentuh mu. Karina kamu jangan percaya apa kata dia Sayang." Ucap Adrian membentak Trisha, Kemudian meminta Istrinya agar tak mudah percaya begitu saja.
"A..pa. Be..nar..., Seperti itu Trisha." Kamu jangan main-main dengan ucapan kamu Tris, Aku tahu siapa suamiku." lirih Karina dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
...ΩΩΩΩΩ...
Next part...
Halo Readers...
jangan lupa mampir yah...
ikuti terus Kisahnya...
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian yah dengan cara like,komen dan vote...
Happy reading