Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Meninggalkan Devano


__ADS_3

"Beraninya Kau..., Menghancurkan Hubungan ku! "Devano Mencengkeram leher Trisha dan mendorong nya ke Dinding cafe.


"Uhuk...,Uhuk...,Uhuk." Le-paskan...,Aku. kau hampir membunuh ku, Kau tak lihat orang-orang kini menatap Kita Tuan Dev." Ucap Trisha Terbatuk merasakan sakitnya cekikkan Tangan kekar Devano. Ia berusaha Melepaskan Tangan Devano Yang mencekiknya.


Perlahan Devano melepaskan Tangannya, Karena Ia sadar perbuatan nya Akan mencoreng Nama baiknya.


"Awas...,Kau. Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan mu." Devano melepaskan cengkraman nya, Dan pergi menyusul Calon Istrinya.


"Kau Akan ku buat menjadi milikku Devano, Aku akan berusaha Sekeras mungkin untuk mendapatkan mu." Ucap Trisha menatap Kepergian Devano.


Sementara Sasha Kini sudah memasuki mobilnya, Dan Menstarter nya. Namun Tiba-tiba saja Devano menghadangnya.


"Mummm....,Mummm."


"Sasha...,Aku mohon dengarkan penjelasan Aku." Devano Tiba-tiba muncul di depan Mobilnya yang telah Siap melaju dengan kencang.


Sasha memejamkan matanya, dengan penuh Amarah dia menarik pedal gas. "Mingirrr kau Devano." Teriak Sasha tetap melajukan Mobilnya.


"Mummm...,Mummm."...


"Brukkkk...,Plak...,Plak."


Devano menyingkir dari jalannya, Sementara Sasha menerobos palang pintu parkiran.


"Sasha...,Kau harus mendengarkan penjelasan ku." Teriak Devano frustasi,Namun percuma Teriakannya Tak terdengar oleh Sasha.


Devano Terduduk lesu di tengah jalanan, Menatap Nanar kepergian Sasha Calon Istrinya. Namun Dari kejauhan Trisha selalu mengamati nya. Perlahan dia mendekati Devano, Yang sedang meratapi Nasibnya.


"Kau Tak seharusnya Seperti ini Tuan Devano, Coba Kau buka hati untuk ku." Ucap Trisha menyadarkan Devano.


"Jangan Mimpi kau ..., Ja*a*g sepertimu Tak pantas Dicintai, Atau pun mencintai! Saya Heran dengan hati perempuan seperti Anda, Terbuat dari apa." Devano Menoleh mengeratkan Rahangnya,matanya kini penuh kebencian terhadap Trisha perempuan yang Sama sekali tidak ia kenali.


"Baiklah...,Saya akan tunggu sampai kau mencintai Ja*a*g Seperti ku. Kau terlalu sombong Tuan Devano." Balas Trisha pergi menaiki Mobil Mercedes Sedan berwarna Merah, Yang berhenti tepat di hadapannya.


Kini Sasha telah berada di Rumahnya, Sherlly bingung melihat Adiknya yang Tampak terlihat Kusut.


"Sha...,Kamu kenapa,,?" Tanya Sherlly.


"Aku tidak kenapa-kenapa, Kau tak usah berpura-Pura baik padaku kak. Aku tak membutuhkan nya." Ucap Sasha Kesal pada Devano Namun Sherlly yang menjadi luapan Emosinya.


"Ma-maafkan Kaka, Kaka tak bermaksud seperti yang kamu fikirkan Sha." lirih Sherlly dengan Mata berderai Air mata, Karena Sasha Sudah Tak menganggapnya lagi.

__ADS_1


Sasha berjalan Gontai menuju kamarnya, Ia segera Mengambil Koper dan membereskan Baju-baju nya, Kemudian mengambil Koper untuk Baju-baju Putrinya yaitu Ratu.


"Mom's...,Kita mau kemana,,?" Tanya Ratu yang masih sangat polos.


"Kamu hanya milik Mom's Okey...,Tak Ada yang akan merebut kamu dari Mom's." lirih Sasha merasakan Kehancuran yang teramat dalam.


"Tunggu...,Sha! Ada apa Memangnya ini,,?" Selidik Sherlly terhadap Adiknya.


"Hiks...,Hiks...,Hiks." Aku sudah tidak kuat lagi kak...,Aku harus pergi dari sini." Lirih Sasha memeluk Sherlly.


"Ceritakan Pada kaka, Ada apa sebenarnya." ucap Sherlly Berusaha menenangkan Sherlly.


"Nanti juga kaka Akan tahu, Yang jelas Malam ini juga Aku akan pergi ke German dengan Ratu, Aku akan memulai hidup baru disana." lirih Sasha.


"Tapi kenapa terburu-buru Sha, Apa kamu sedang dalam Masalah." Tanya Sherlly kembali, Namun Sasha hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku mohon Jangan katakan kalau Aku dan Ratu pindah ke German Yah. Katakan Saja aku pergi Swiss." Pinta Sasha terhadap kakaknya.


Tidak berapa lama Taksi yang akan mengantarkannya ke Bandara telah Sampai, Ratu sangat bingung dengan Semuanya. Ia hanya mengikuti apa yang ibunya perintahkan.


"Auntie...,Aku pamit yah, Cemoga kita bisa bertemu lagi." Ucap Ratu dengan Suara menggemaskan, Ia berpamitan kepada Sherlly.


Kemudian Sherlly mencium pipi kanan dan pipi kiri keponakan nya yang mungil itu," Muachhh..., Muachhh. Hati-hati ya Sayang, Pasti kita bertemu lagi, Jaga Mom's Kamu baik-baik yah." Ucap Sherlly berlinang air mata.


Sherlly yang masih merasa heran dengan Sasha yang begitu saja memutuskan untuk Pergi ke German. Di tengah Rencana pernikahan Yang hampir di gelar 2 minggu mendatang.


"Tot...,Tot...,Tot." Suara klakson mobil mengalihkan Sherlly, Ia tersadar bahwa orang itu Adalah Devano.


Deg...,Hati Sherlly berdesir, Lantaran inilah kali pertama dia bertemu lagi dengan Devano. Setelah kejadian di Masalalu.


Dengan Segera Devano menghampiri Sherlly, Yang hendak memasuki Rumah.


"Tunggu." Teriak Devano.


"Devano...,Ada urusan apa kau kemari." Balas Sherlly menutupi kegugupannya.


"Seharusnya aku yang bertanya, Sedang apa kau disini, Oh...,Aku tahu kau mempengaruhi Adik kamu lagi untuk berbuat jahat iya kan."Bentak Devano pada Sherlly.


"Jaga ucapan kamu Devano...,Ini Rumahku. Jadi kapanpun aku kembali itu bukan Urusan mu." Tegas Sherlly.


"Dimana Sasha,,?" Tanya Devano.

__ADS_1


"Untuk apa kau menanyakan, Adik saya. Untuk membuatnya menangis lagi iya.!" Bentak Sherlly.


"Bukan Urusan kamu, Sherlly. Cepat katakan mana Saha." Devano membentak Sherlly.


"Tidak Ada! Dia sudah pergi ke Swis, Lagi pula dia pergi pasti gara-gara kamu, Yang tak cukup dengan Satu perempuan Hah..., laki-laki seperti mu memang bajingan Dev, Kau pantas ditinggalkan." Umpat Sherlly memaki Devano.


Namun Devano hanya terdiam, Duniany terasa Runtuh. Hatinya Hancur saat mengetahui Sasha ibu dari Anaknya telah pergi meninggalkan nya.


"Kau bahkan Tak lebih dari seorang pecundang Devano, Kenapa kamu terdiam. Kau laki-laki bodoh yang pernah Aku temui Dev." Sherlly begitu marah kepada Devano.


"Diam...,Kau tak tahu apa-apa Sherlly, Hiks...,hiks...,hiks." Ratu...,huuuu...,Ratu." Maafkan daddy Nak. maafkan daddy! "lirih Devano menangis sejadi-jadinya.


"Kau gila Devano..., Laki-laki macam apa kau! Kenapa kau malah menangis disini. Cepat kejar Sasha sebelum terlambat." Bentak Sherlly Yang marah kepada Devano, Akan kebodohan nya.


Devano tersadar atas apa yang di katakan Oleh Sherlly, Kemudian ia bangkit dan berusaha menyusul Sasha ke Bandara. Tak Sengaja Billy melihat Devano bersama Dengan Sherlly. Billy Membelokan kemudinya dan memasuki Rumah kediaman Sherlly.


Deg...,Hati Sherlly kembali berdesir setelah sekian lama Ia Bertemu kembali dengan Billy, Memang Sejak Mengikhlaskan Adrian hatinya kini Terbuka Untuk Billy, Namun ia Takut mengutarakan perasaannya. Lantaran dia Hanyalah mantan Narapidana.


"Sherlly..., Benarkah ini kau." Ucap Billy Yang sebenarnya menyimpan perasaan, Namun iya Tak bisa mengutarakan Perasaannya karena Menghargai Adrian.


"Cepat Kamu tolong Devano Bill, Tolong bantu cegah Sasha untuk pergi ke Swis." Ucap Sherlly terlihat panik.


Billy menatap wajah Sherlly, Seketika tatapan mereka bertemu. Sehingga ada Sengatan listrik di hati keduanya,.


"I-iya...,Aku akan membantunya." Ucap Billy Gugup.


"Te-terimakasih, Bi-illl." Balas Sherlly gugup Saling berpandangan.





**Next part Readers...


Ikuti terus kisahnya yah...


Tambahkan ke kolom favorit, Jangan Sampe ketinggalan update...


Tinggalkan jejak kalian, seperti like,Komen,dan Tap Mawar...

__ADS_1


Jika berkenan bantu Vote Yah...


Terimakasih**...


__ADS_2