
Kini Adrian sangat lega lantaran ia berhasil membongkar kepalsuan Trisha di hadapan istrinya. Meski dengan susah payah ia harus mengumpulkan bukti, Pada akhirnya perjuangan nya berbuah manis dengan keberhasilan nya membuka kedok Trisha.
Adrian pun tak segan memenjarakan dokter yang bekerja sama dengan Trisha terkait kebohongan nya.
Dalam perjalanan nya menuju kantor. Adrian menghubungi pihak kepolisian agar menangkap dokter yang telah berani menipunya.
Kini Adrian telah sampai di rumah sakit tempat dokter mata duitan itu bekerja. Ia memarkirkan mobilnya, Kemudian turun dari mobilnya mencari dokter yang gila akan uang itu.
Sedangkan polisi juga telah datang serta berhasil meringkus dokter yang telah merugikan banyak pasien nya .
"Maafkan saya tuan...,Tolong jangan penjarakan saya." Lirih dokter yang bekerja sama dengan Trisha untuk menipu Adrian dan Istrinya.
"Kau dengan gampang nya meminta maaf pada saya, Sedangkan waktu menipu saya dan istri saya Anda tak berfikir kasihan sama sekali pada saya." Geram Adrian pada dokter yang telah menipunya.
"Saya mohon tuan Adrian...,Pak polisi tolong jangan bawa saya. Saya mohon pak polisi." Ucap Dokter tersebut memohon-mohon pada Adrian, Begitu juga ia memohon kepada para polisi.
"Maaf dokter hukum harus tetap di tegakan. Karena anda telah melanggar hukum maka anda harus menerima setiap konsekuensi nya." Tegas polisi tersebut.
"Bawa dia pak! jangan biarkan korban lain ikut berjatuhan hanya karena ke rakus an dokter jahanam ini." Ucap Adrian dingin.
Meskipun dokter itu mengiba pada Adrian, Namun Adrian enggan menarik tuntutannya.
Alih-alih mencabut tuntutannya Adrian malah berniat menghukum dokter tersebut dengan waktu yang sangat lama. Karena ia berfikir jika orang seperti nya saja bisa di tipu, Apalagi pasien kelas menengah ke bawah.
"Terima saja hukuman anda dokter...,Salah siapa kau berbuat demikian." Ucap Adrian datar.
Setelah semuanya terselesaikan Adrian kembali bergegas menuju kantornya. Sedangkan Karina dengan rasa bersalahnya terhadap sang suami, Ia berniat membuatkan Masakan kesukaan Adrian. Dan mengantarkan nya ke kantor Ceo Kaku yaitu suaminya.
Karina menyibukkan dirinya di dapur memasak makanan kesukaan Adrian, Saat ia terfokus memasak. Tiba-tiba saja Icha atau ibu mertuanya turut serta membantu Karina.
"Duh...,Rajinnya menantu mama. Kamu lagi masak apa sayang,,?" Tanya Icha perlahan menghampiri menantunya.
"Eh...,Mama. Ini mah Karina memasak makanan kesukaan Adrian. Karina berniat menebus kesalahan Karina pada Adrian, Karena Karina dengan sangat bodohnya telah percaya pada orang lain dibanding pada suami sendiri." Ucap Karina dengan penuh penyesalan.
"Kalau begitu mama bantu yah...,Mama sangat bersyukur sayang. Akhirnya kebohongan Trisha telah terbongkar, Pantas saja dari awal Adrian selalu bersikap kurang baik pada Trisha, Ternyata aslinya Trisha ini orang yang berbahaya untuk kehidupan kalian." Sahut Icha.
"Terimakasih ma, Mamah memang selalu yang terbaik. Padahal selama ini Karina telah menyakiti perasaan anak mama." lirih Karina memeluk ibu mertuanya.
"Sudah sayang, Yang lalu biarlah berlalu. Yang terpenting kamu telah menyadari kesalahan kamu. Mama juga pasti akan melakukan hal seperti itu, jika berada di posisi kamu." Timpal Icha sambil mengelus punggung menantunya.
__ADS_1
"Sekali lagi Karina mohon maaf atas kebodohan yang telah karin lakukan mah." lirih Karina.
Kemudian mertua dan menantu itu melanjutkan memasak, Bersyukur Karina memiliki ibu mertua yang baik hati seperti Icha.
Dua jam berlalu, Kini karina telah menyelesaikan aktifitas memasaknya dan mengemas makanan yang siap untuk di antarkan nya ke kantor suaminya.
"Ma...,Karina pergi ke kantor dulu yah." Ucap Karina meminta ijin pada ibu mertuanya.
"Iya sayang, Hati-hati di jalannya yah." Balas Icha menimpali Karina.
Kemudian Karina melangkah pergi meninggalkan Mansionnya, Tak lupa pengasuh Bintang juga ikut bersamanya, Lantaran Karina kerepotan jika harus mengurus Bintang sendirian.
Kurang lebih memakan waktu perjalanan setengah Jam, Kini karina dan Bintang putranya. Telah sampai di Area gedung perkantoran milik suaminya yaitu Adrian.
Sedangkan dari arah lain terlihat Aquila, Rama dan juga Ryan. Mereka juga barusaja datang ke kantor nya, Lantaran perusahaan mereka satu gedung dengan perusahaan milik Adrian.
"Ram ..., Bukannya itu Karina yah." Ucap Aquilla terhadap Rama suaminya. Lalu Rama pun menoleh dan melihat Karina yang telah ia anggap seperti adiknya sendiri.
"Iya sayang...,Itu Karina. Kamu mau menyapanya." Sahut Rama pada Aquilla istrinya.
"Jika kita menyapanya apa Karina sudah memaafkan kita Ram." Ucap Aquilla ragu, Lantaran ia masih takut karina marah kepadanya.
"Kamu sapa saja sahabat kamu itu, Papa yakin Karina telah memaafkan kalian. Terkecuali papa, Sebenarnya papa juga ingin memperbaiki hubungan papa dengan Karina." Papa merasa bersalah atas kejahatan yang telah papa perbuat padanya." Ucap Ryan dengan penuh penyesalan.
Hening...
Aquilla dan Rama sejenak terdiam, Ia tak menyangka perkataan itu akan terlontar dari mulut Ryan, Yang amat membenci Keluarga Karina.
"Papa yakin ingin meminta maaf pada karina pa,,?" Tanya Rama terhadap ayahnya untuk memastikan.
Sejenak Ryan memejamkan mata, Ia berusaha membuang semua ego nya. Ia ingin memperbaiki semua kesalahannya di masalalu.
"Huhhhh." Suara Nafas.
"Ya papa sangat yakin." Ucap Ryan sambil menghela nafasnya.
kemudian mereka menuruni mobilnya, Dan memanggil karina, Lalu menghampiri nya.
"Karina." Panggil Aquilla pada sahabat yang begitu dirindukan nya.
__ADS_1
Kemudian Karina menoleh ke sumber suara yang Sangat familiar di telinganya.
"Aquilla...,Rama...,Om Ryan. Mau apa mereka memanggil ku."Batin Karina, Berdiri menatap pada mereka bertiga.
Perlahan Aquilla melangkah secara bersamaan menghampiri Karina.
"Rin ..., Apa kabar." Tanya Aquilla terhadap Sahabat karibnya, Yaitu Karina.
"Alhamdulillah quill, Kabar baik.! Halo Ram...,Halo Om." sahut Karina ramah, Kemudian tanpa di duga Ryan memohon maaf pada karina atas perbuatannya selama ini.
"Karina...,Sayang. Maafkan kesalahan om sama kamu selama ini. Om sudah jahat pada kamu nak." Lirih Ryan mengiba.
"Iya Rin...,Tolong maafkan semua kesalahanku, Kesalahan papaku begitu juga kesalahan yang tak kami sengaja, Padamu." Ucap Rama dengan mata berkaca-kaca.
Karina sangat terharu melihat sosok Ryan, Ia mengingat almarhum pappy nya, Pada diri Ryan yang telah ia anggap sebagai pengganti pappy nya. Karina merindukan sosok Ryan yang baik seperti ini, Yang selalu menyayangi nya. Setelah kedua orangtuanya meninggal.
Karina langsung memeluk Ryan, Ia menangis sejadi-jadinya. Karena selama ini sebenarnya Karina telah memaafkan semua kesalahan yang telah Ryan perbuat pada keluarganya.
"Hiks...,Hiks...,Hiks." Om ..., Karina sudah memaafkan Om. Jauh sebelum om meminta maaf seperti ini." Karina mohon jadilah Om Ryan yang selalu baik pada Karina." Lirih Karina menangis sambil memeluk Ryan ayah dari Rama sahabatnya, Mertua dari Aquilla dan sahabat dari Almarhum kedua orangtuanya.
"Kamu memang anak yang baik nak. Om merasa bersalah karena selalu berusaha menyakitimu.Hiks...,hiks...,hiks." Lirih Ryan mengelus punggung Karina putri dari Almarhum Sahabatnya.
Sedangkan Aquilla dan Rama terlihat sangat bahagia, Karena kini sahabatnya telah memaafkan ayahnya . Karena sebelumnya sudah ratusan kali meminta maaf pada sahabat baiknya itu, Namun kesalahannya tak termaafkan.
"Karina sayang...,Kamu jangan tertipu dengan kebaikan Om Ryan. Kamu jangan gampang percaya pada mereka ." Ucap Adrian kaku. Berdiri di depan lobby gedung sambil bersedekap tangan, Menatap tajam pada keberadaan mereka.
Lalu mereka menoleh begitu juga dengan Karina, Tak mudah bagi Adrian untuk percaya lagi pada Ryan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Halo Readers...
Jangan lupa ikuti terus kisah mereka yah...
Tambahkan ke kolom Favorit kalian.
Jangan lupa tinggalkan jejak, Like, komen dan Vote...
Happy reading...
__ADS_1
🙏🙏🙏**