Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 3 : Chapter L


__ADS_3

"Kamu yang sabar ya Rin ... aku ikut bersedih melihat keadaan suamimu," ucap Aquilla memeluk sahabatnya.


"Bintang ... lho harus sabar yah, gw yakin ayah lo akan baik-baik saja, lebih baik kamu doakan saja ayahmu," ucap Malam, berusaha menghibur Bintang.


"Terimakasih Malam ...," balas Bintang yang masih terlihat canggung.


Kemudian Rama ikut berbicara, ia berusaha menenangkan Karina yang masih dalam keadaan menangis.


"kamu yang sabar, aku tahu kamu pasti kuat menjalani semua ini," ujar Rama yang menatap Adrian.


"Terimakasih atas suport kalian, aku benar-benar bersyukur memiliki sahabat seperti kalian."Ujar Karina.


Saat Karina menggenggam tangan Adrian, tiba-tiba Adrian menggerakkan jemarinya. Tidak ada kata yang mampu karina ucapkan selain mengucap syukur dalam hatinya.


'Ya tuhan terimakasih ... kau telah mendengarkan doa ku,' batin Karina memeluk Adrian.


Perlahan Adrian mengitarkan pandangannya kesekeliling, ia tahu bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit.


"hey ...," ucap Adrian dengan suara paraunya." Kenapa kamu menangis?" katanya.


Tidak ada kata yang mampu Karina ucapkan saat itu, ia hanya menangis dan tersenyum sambil memeluk suaminya.


Sedangkan Aqueela dan Rama hanya menatap mereka, sesekali Aqueela tersenyum begitu juga Rama.


Malam terlihat sangat bahagia, menyaksikan adegan mengharukan itu. lalu Bintang ikut menangis memeluk Adrian.


"Ayah ... jangan tinggalin Bintang lagi yah. Bintang janji, Bintang akan nurut pada ayah ...,"lirih Bintang sambil memeluk ayahnya.


Adrian tersenyum sambil mengelus puncak kepala putranya, dan juga istrinya.


"Iya nak ... maafkan ayah juga yah. Ayah terlalu mengekang kamu," ucap Adrian mengelus kepala putranya.


"Enggak ayah enggak usah minta maaf yah! Bintang yang seharusnya jadi anak penurut seperti ayah menurut pada oma ...," sahut Bintang.


Sekilas Karina terkekeh meski dalam suasana haru. Lantaran Adrian muda lebih-lebih pembangkang daripada putranya.


Sementara Aqueela dan Rama hanya ikut tersenyum, tetapi Adrian hanya nyengir kuda menggaruk kepalanya yang tak gatal.


'huhh ... jangan sampai Bintang tahu nih kelakuan aku di masalalu,' batin Adrian.


kemudian Karina menenangkan putranya, menepuk-nepuk pundak Bintang.


"Sudah-sudah, mulai sekarang Bintang jadi anak yang penurut yah ... sayang! Bunda tahu kamu itu sebenarnya anak yang baik, seperti ayah kamu. kamu gak jauh beda banget sama ayah kamu sewaktu masih muda, baik penurut dan tidak pernah membangkang!" ucap Karina menepuk-nepuk pundak putranya, sambil menoleh ke arah Adrian dengan senyum yang meledek.

__ADS_1


'Cihh ... dasar wanita, beraninya dia meledekku! Hemmm ... awas ya istriku, kalau aku sudah sembuh akan aku kasih hukuman, peregangan otot-otot,' batin Adrian sembari menyengir.


Kemudian Aqueela dan Rama turut bahagia, dengan membaiknya Adrian. Dan hubungan persahabatan mereka kembali terjalin meski sempat merenggang gara-gara masalah perjodohan anak mereka.


"Rin ... kita pamit pulang yah! lagian ini sudah malam juha, besok Malam harus sekolah, kasihan kalau dia kesiangan." ujar Aqueela menggenggam tangan suaminya, dan mengajak Malam putrinya ...," Ayo sayang kita pulang!" seru Aqueela kepada malam.


"Iya mom's," sahut Malam.


"Terimakasih ya queela ... sudah repot-repot, datang kemari," ucap Karina sambil melempar senyuman.


"Tidak ada yang repot kok!" ... ujar Aqueela melambaikan tangan kepada Adrian berpamitan ...," Dri cepet sembuh ya ... aku sekeluarga mohon pamit." ujar Aqueela.


"Iya queel ... Ram ... terimakasih yah, kalian sudah ngejenguk gue!" balas Adrian yang hanya terduduk di ranjangnya.


Perlahan Aqueela melangkahkan kakinya, bersama suami dan anaknya. Meninggalkan kamar rawat Adrian.


"Mom's ... memangnya om Adrian sewaktu masih muda, penurut yah?" tanya Malam yang tiba-tiba bertanya soal Adrian.


Sontak saja Aqueela dan Rama tergelitik geli mendengar pertanyaan yang tak terduga dari putrinya.


"Kenapa memangnya kamu bertanya begitu!" jawab Rama singkat.


"Eng ... eng-gak ...," ujar Malam sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Sudah jangan malu-malu, pasti ada yang mau kamu ungkap, kan soal Bintang ...," balas Aqueela menimpali Malam.


"Asal kamu tahu yah ... om Adrian muda itu super duper, bandel plus nyebelin banget ya kan mas!" ungkap Aqueela bercerita pada malam.


"Iya om Adrian itu, sangat nyebelin ... hingga pada suatu hari bertemu dengan tante Karina, bahkan pertemuan pertama mereka di hiasi drama lempar sampah dari balik kaca mobil, yang dilakukan oleh om Adrian. Namun ..." seketika ucapan Rama terpotong oleh Aqueela.


"Namun ternyata tante Karina dan om Adrian adalah jodoh!"... bukan begitu ya mas." sela Aqueela terhadap suaminya.


"I ...iya mah. begitu!" sahut Rama.


"Owh ... jadi begitu ceritanya!" sahut Malam sambil geleng-geleng kepala.


"Yasudah." ... ayo kita pulang ... ini sudah malam," ajak Aqueela berjalan lebih cepat dibandingkan suami dan anaknya.


Aqueela memasuki mobilnya, di ikuti oleh Rama yang berlari kecil menuju pintu Kemudinya. Kemudian Malam juga ikut masuk dan duduk di kursi penumpang, setelah itu mereka pergi dari rumah sakit tersebut.


Sedangkan Karina terlihat sedang menyuapi Adrian, yang baru saja selesai di periksa oleh dokter.


"Aaaa ... am." Ucap Karina tersenyum ke arah wajah tampan itu.

__ADS_1


Adrian tersenyum sambil mengunyah makanannya, dan meminta karina kembali menyendok sup lalu menyuapinya.


"Lagi dong sayang ...," ujar Adrian sambil mengusap sisa sup yang menempel di bagian bibir seksinya.


"Oke ... makan yang banyak yah! biar cepet sembuh dan kita kembali berkumpul lagi di rumah!" seru Karina kembali menyendok makanan untuk Adrian.


Sementara Bintang, baru terlihat kembali dari kantin, ia hanya berdiri di balik pintu kaca. Menyaksikan keharmonisan kedua orangtuanya. Akhirnya Bintang memilih kembali ke kantin, dan membiarkan kedua orangtuanya memiliki waktu berduaan.


Malam berlalu begitu sangat cepat, sang fajar pun kembali menyapa, bumi. Sementara Bulan dan Sherlly di rumahnya, baru menyelesaikan sembahyang sholat subuh nya.


"Assalamualaikum warahmatullahi baraakatu." Ucap Bulan dan Sherlly secara bersamaan, mengulang kalimat yang sangat indah itu.


Kemudian Bulan sungkem kepada ibunya, dan Sherlly memeluk dan mencium putrinya.


Setelah itu Bulan segera bangkit, dan berniat akan membuat sarapan, sebelum melakukan aktivitasnya.


"Buk ... pagi ini mau dibuatkan sarapan apa sama Bulan?" tanya Bulan yang sudah lebih dulu bangkit.


kemudian Sherlly menoleh dan tersenyum, ia sangat bangga terhadap Bulan meskipun hanya anak angkatnya.


"Nak ... enggak usah masak dong! kan sekarang sudah ada si mbok ...," Sahut Sherlly tersenyum ke arah putrinya.


"Yah, ibu ... masa Bulan gak boleh masak sih, kan itu sudah jadi tugas Bulan. Membuatkan sarapan!" protes Bulan manja.


Kemudian Sherlly bangkit dan menggenggam kedua tangan putrinya.


"Nak ... dengerin ibu, yah! tugas kamu sekarang ... hanya belajar, dan tugas ibu bekerja mencari uang untuk keperluan hidup kita. Jadi kamu harus dengerin apa kata ibu yah! kalau hari biasa kamu gak boleh masak, karena kamu kan sekolah sayang ...," Ucap Sherlly memberikan pengertian pada putrinya.


"Kalau hari libur?" tanya Bulan lagi.


"Eummm ... yasudah deh boleh!" sahut Sherlly, dan di sambut oleh senyum yang merekah dari bibirnya Bulan.


Mereka berpelukan, setelah selesai menunaikan ibadah sholat subuh itu. Sungguh pemandangan yang sangat indah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo para pembaca setiaku, Apakabar?


jangan lupa di komen di like, dan di kasih bunga pastinya.


Maaf ya update nya lama, Othor nya sibuk RL.


Tapi di usahakan kok.

__ADS_1


selamat membaca sobat Noveltoon.


Yang belum like ayo di scroll like perbabnya. Buar Othor semangat lagi nulisnya.


__ADS_2