Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
season 2 : Sedihnya Kehilangan


__ADS_3

Malam itu terlihat Wajah masam dari seorang Adrian yang sedang merasa frustasi atas kehilangan putrinya. Ia juga mengkhawatirkan keadaan mental dari sang istri yaitu karina pasca terjadinya penculikan Riana Bayi yang baru berumur 2 bulan tersebut harus berpisah dari kedua orang tuanya.


Adrian Terduduk sedang menunggu kabar dari sang dokter yang sedang mengobati Karina istrinya, Yang terluka akibat di seret mobil penculik anaknya. Sementara dari arah lain terlihat kedua orangtuanya Yaitu Syafiq & Icha. Mereka menjenguk menantu kesayangan nya.


"Bagaimana Keadaan Istri kamu Nak,,?" Ucap Icha terhadap Adrian putra semata wayangnya.


"Karina masih di obati oleh Dokter mam !!!" Jawab Adrian sekilas Ia kembali terdiam sambil Menangkup wajahnya dengan Tangan.


"Lalu bagaimana soal penculikan anak kamu,,? Apa kamu sudah melaporkannya ke pihak berwajib." Tanya Syafiq.


"Aku akan menyuruh Billy untuk mencari siapa penculik dari Riana pah, Untuk saat ini aku belum mau melapor ke polisi." Timpal Adrian yang begitu mengkhawatirkan Riana putrinya.


"Kenapa,,? Harusnya kamu secepatnya melaporkan para penculik itu. Ini kasus besar Adrian, Kamu jangan main-main dengan keselamatan anak kamu." Tegas Syafiq.


"Papah tenang saja yah, Riana akan baik-baik saja. Saya yakin para penculik itu tidak akan menyakiti Riana." Ucap Adrian meyakinkan Kedua orang Tuanya.


Tidak berapa lama Dokter yang merawat karina keluar dari Ruangan nya. Sekilas Adrian langsung menghampiri dokter itu dan menanyakan keadaan istrinya.


"Bagaimana,,? keadaan istri saya Dokter." Ucap Adrian yang sangat mengkhawatirkan Karina istrinya.


"Beliau hanya perlu istirahat, Tidak ada luka yang cukup serius. Mungkin sekarang beliau hanya shock saja, Kalau bapak mau menemani istrinya silahkan pak. Mungkin beliau bisa jauh lebih tenang jika di temani oleh orang terdekatnya." kata Dokter terhadap Adrian, Sambil melangkah pergi meninggalkan Keberadaan Adrian dan keluarganya.


Karina menangis dan terus-menerus menangis ia merasa dirinya tak berguna sama sekali menjadi seorang ibu, lantaran ia tak bisa melindungi putrinya sendiri.


"hiks...hiks..hiks..." Lirih karina menangis terisak-isak.


Adrian, Icha dan Syafiq memasuki Kamar tempat Karina di Rawat, Mereka melihat karina yang sangat rapuh dan menangis meratapi kesedihan nya. Seketika Adrian menghambur memeluk istrinya mengecup kening istrinya ia berusaha menenangkan Istrinya yang sedang bersedih.


"Sayang, cup...cup...cup." Sudah sayang jangan menangis lagi yah, Kita pasti akan menemukan Riana lagi sayang, kamu tenang saja !!! Mas, janji Akan segera menemukan putri kita." Ucap Adrian sambil memeluk Karina.


"Hiks...hiks...hiks.." Maafkan Aku mas, Aku yang salah Aku seorang ibu yang tidak berguna untuk Riana." Hiks...hiks..hiks." Lirih karina Menyalahkan dirinya sendiri atas diculiknya Riana.


kemudian Icha duduk di atas ranjang karina. sementara syafik hanya berdiri." Nak mamah ikut prihatin yah dengan kejadian ini, mamah yakin Putri kamu akan baik-baik saja sayang !!! Yang terpenting untuk saat ini kamu harus sehat dulu ya sayang." Ucap Icha sambil menyeka Air mata yang membasahi pipi cantik menantunya.

__ADS_1


"Iya karina papah berdoa agar kamu termasuk kita semua bisa secepatnya menemukan Riana & memenjarakan Para pelaku penculikan itu Yah. Karina jangan sedih, Kamu harus kuat sayang." Ucap Syafiq yang ikut menenangkan Menantunya.


"Terimakasih" Ya mah... Pah. Karina beruntung mempunyai keluarga sebaik kalian, Yang selalu ada di saat keadaan Karina sedang Terpuruk." Balas Karina terhadap kedua mertuanya.


"Sssst" ... Sayang. Kamu ngomong apa sih !!! Kita kan keluarga Tentunya kita akan selalu saling menguatkan. Iya kan Mah, Iya kan pah." Ucap Adrian.


"Iya sayang benar kata suami kamu. O iya lebih baik kamu istirahat saja dulu yah. Ini sudah larut malam nanti besok kita cari Riana." Ucap Icha Kemudian Karina mengangguk.


Setelah Karina Tertidur Adrian bergegas keluar dari kamar itu dan menelpon Billy, sementara Icha dan juga Suaminya pulang kembali ke rumahnya.


" Calling Billy"


"Ya Hallo pak" Ucap Billy di seberang sana menerima telpon dari Adrian.


"Saya punya tugas untuk kamu, Tolong cari tahu siapa yang telah berani menculik Riana putri saya. Hidup atau mati kamu harus mendapatkan orang itu." ucap Adrian memberi perintah terhadap Billy asisten pribadinya.


"Baik pak" Saya akan segera mencari tahu keberadaan Putri bapak, dan penculik itu" Sahut Billy menyanggupi Perintah dari Bosnya.


Sementara Devano melihat Adrian yang berada di dalam kamar Karina yang sedang berbaring tidur di ranjangnya.


"Aku pasti akan membantu mu Dri, Aku yakin orang yang menculik Riana bukanlah orang jauh. ini pasti ada kaitannya dengan Om Ryan ataupun Sherlly" gumam Devano dalam hatinya sambil menatap Keberadaan Adrian yang sedang menemani karina yang tertidur.


ke Esokan Harinya


-----------------------------


Pagi sekali Sasha menyambangi Rutan Tempat Sherlly menjalani hukumannya. Ia sangat merasa Kasihan terhadap kakaknya meskipun kini dia mengetahui bahwa Sherlly bukanlah kakak kandungnya. tapi mereka di besarkan dengan ibu yang sama.


"Nona Sherlly ada yang mengunjungi anda" Ucap Petugas yang menjaga Rumah tahanan.


"Siapa yang mengunjungi saya pak." Balas Sherlly terhadap petugas itu.


"Lebih baik anda lihat saja siapa orang nya, karena saya tidak tahu persis siapa orang itu. yang jelas beliau adalah perempuan." Timpal petugas itu terhadap Sherlly.

__ADS_1


Kemudian Sherlly berjalan keluar dari balik jeruji besi itu setelah di bukakan oleh petugas yang menjaganya. Sementara Sasha telah terduduk di Ruang tamu Menunggu Sherlly kakaknya.


"Ternyata kamu dek, Kaka fikir siapa ." Seru Sherlly yang berdiri di hadapan Sasha dengan tangan terborgol.


"Kak" kamu harus kuat yah !!! menjalani hukuman ini karena masih sangat lama Masa hukuman kamu berakhir." Balas Sasha yang prihatin terhadap kondisi Sherlly di penjara.


"Kamu tenang saja jangan terlalu mengkhawatirkan kaka, Karena Kaka baik saja Disini. Tapi tolong kamu terus Awasi terus kegiatan Riana anak kaka yang kini di asuh oleh karina." Kata Sherlly penuh penekanan.


"Kakak tenang saja aku akan pastikan karina tidak akan pernah hidup tenang, Karena telah berani membuat hidup kaka menderita seperti ini." Balas Sasha Datar.


"Oke baguslah" Lalu langkah apa yang akan kamu ambil,,?" Tanya Sherlly terhadap Sasha.


seketika Sasha terdiam memikirkan "Babby R" telah di culik oleh sekelompok preman suruhannya. " Tidak mungkin aku memberitahukan masalah ini kepada Sherlly kan. Bisa-bisa dia marah besar padaku." Gumam Sasha dalam hatinya.


"Untuk sekarang aku belum ada rencana, Makannya aku datang kesini, Barangkali kamu punya saran untukku" Ucap Sasha terhadap Sherlly.


"Oke Kalau begitu kamu bantu Om Ryan. Bebaskan dia dari Kasus hukumnya Maka dia akan membantu kamu untuk menghancurkan Karina dan Adrian." Ucap Sherlly berseringai.


"Kenapa aku harus membantu tua bangka itu." gumam Sasha dalam hati.


"Baiklah kalau begitu aku akan berusaha membantunya, Yasudah yah aku pamit. Lagi banyak meeting penting soalnya di kantor." Balas Sasha Bangkit dan beranjak pergi dari Tempat itu.


"Baiklah" Semoga berhasil." Balas Sherlly sambil berjalan kembali Ke dalam Jeruji besi tempat ia tinggal sekarang.


**Next part...


Halo Readers ikuti terus kisahnya yah...


Bantu vote,like dan Komentar yah...


Jangan lupa kasih aku bunga Mawar sebanyak-banyaknya...


Terimakasih Readers... semoga kalian sehat selalu**...

__ADS_1


__ADS_2