
Diperjalanan pulangnya Karina Tak sengaja melihat Sasha Dengan Satu pria berkepala plontos, Namun samar di ingatan nya karena insiden penembakan itu begitu singkat dan membuatnya Shock.
Karina Mengitarkan pandangan nya ke sekeliling Jalan, Sementara Adrian terus terfokus menyetir mobilnya. Karina Melihat Sasha sedang duduk di cafetaria bersama seseorang dan melihat mobil jip hitam Yang di gunakan oleh penembak yang hampir mencelakai nya.
"Apakah yang melakukan penembakan tadi itu Atas perintah Sasha yah,,? " Gumam karina dalam Hati Kemudian ia menampik praduga nya itu. " Akhhhh..., Rasanya tidak mungkin Kalau orang yang tadi itu Sasha."
Namun hati kecilnya terus berkata bahwa orang yang hampir mencelakai nya itu adalah Sasha.
"Sayang..., Kamu kenapa kok bengong. Lagi mikirin Apa sayang,,?" Tanya Adrian menyadarkan Lamunannya.
"Tidak, siapa juga yang bengong. Aku tidak sedang memikirkan apa-apa sayang." Timpal Karina menyenderkan kepalanya ke bahu Adrian.
"Aku kira kamu sedang memikirkan hal yang terjadi Tadi, Baguslah kalau kamu tidak memikirkan itu." Ucap Adrian sambil menyetir mobilnya.
Kurang lebih memakan Perjalanan dua jam, Adrian dan Karina Akhirnya telah sampai di rumahnya, di sambut oleh Mama Icha & papa Syafiq. Dengan Raut wajahnya yang cemas Icha dan Syafiq Bertanya pada keduanya, lantaran mereka melihat peristiwa penembakan itu melalu saluran televisi.
"Syukurlah kalian berdua pulang dengan selamat, Mama sangat khawatir pada kalian Nak." Ucap Icha.
"Siapa orang yang hampir mencelakai istri kamu Adrian,,? Apa kamu sudah mengetahuinya." Tanya Syafiq Terhadap putranya.
"Kejadian itu sangat singkat pa, Aku tak sempat mengejar orang itu. Tapi aku yakin orang itu pasti ada dendam pada keluarga kita." Timpal Adrian.
"Sudah-sudah Jangan di bahas lagi, Yang terpenting aku tidak kenapa-kenapa kan. Papa dan mama jangan terlalu khawatir yah. Selama ada Adrian InsyaAllah karina akan baik-baik saja." Balas Karina berusaha menenangkan semuanya.
"Yasudah kalau Begitu kita masuk, Mari kita makan bersama Mama sudah masak makanan yang Enak-enak buat kalian." Ajak Mama Icha kepada Anak dan menantunya.
Kemudian mereka makan bersama dengan sangat lahap dan Nikmat nya.
"Oh...Ya Dri, Nanti kamu dengan Karina Tolong pergi ke Acara event tahunan penghargaan para pengusaha yah. Papa ingin kamu pergi mewakili perusahaan kita." Ucap Syafiq disela menyuap nasi.
"Oke Pa...,Itu juga kalau karina nya mau." Sahut Adrian.
"Mau kan Sayang..., Temenin suami kamu ke acara Tahunan itu,,?" Timpal Icha yang ikut menimrung.
"I...Iya,Aku mau !!! " Ucap Karina Ragu.
"Oke kalau istriku yang cantik ini mau ikut, Berarti kita harus sewa MUA yang sangat terkenal." Ucap Adrian tak segan memamerkan kemesraan di hadapan kedua orang tuanya.
"Tanpa makeup saja istri kamu sudah cantik seperti bidadari Dri." Puji Icha terhadap karina menantunya.
"Ahhh mama.., Karin jadi malu nih." Rengek karina Terhadap mertuanya.
"Hahahaha...Iya bener banget kata mama. Karina itu lebih cantik dari pada mama." Canda Syafiq Terhadap istri dan menantunya.
__ADS_1
"Hem... Ekhem.." Maksud papa apa yah !!! Dulu siapa yang ngejar-ngejar mama, Hayo ngaku." Timpal Icha gemas terhadap suaminya.
"Iya maa...,papa ngaku dulu itu mama paling cantik. Tapi sekarang Enggak.heheh..." Balas Syafiq.
"Papa Awas yah...,Nanti malem kalau minta di pijitin sama mamah." Timpal Icha.
"Iya deh...,Iya. maafkan Papa." sahut Syafiq sambil mencium tangan Istrinya.
Adrian dan karina yang menyaksikan kemesraan kedua orang tuanya hanya senyum-senyum saja lantaran bahagia melihat Keluarganya yang rukun.
"Mama sama papa ini malu-malu in Ikhhh, Kayak anak muda aja. Bucin banget." ledek Adrian pada kedua orangtuanya.
"Mama sama papa juga enggk bakal kalah dong sama kalian, Yang katanya generasi kekinian." Sahut Icha menimpali ledekan Adrian.
"Ya deh terserah mama dan papa Aja."Ujar Adrian sambil meminum Air putih yang tersedia di hadapan nya.
Setelah mereka selesai makan bersama, Karina dan Adrian segera bergegas ke kamarnya. Kemudian Icha menyuruh pembantunya membereskan meja makan.
Karina Berjalan gontai menuju kamarnya menggantikan baju nya dengan pakaian Rumahan yaitu Daster. Kemudian berbaring di ranjang lantaran hari ini masih Weekand. Adrian menghabiskan hari libur nya penuh cinta dengan sang istri.
"Sayang..." Sahut Karina.
"Iya sayang ada apa." Timpal Adrian.
"Kira-kira make up Yang seperti apa yah, Yang cocok untuk Acara nanti malam." Ucap Karina meminta pendapat Adrian.
"Ikhhh...,kamu ini gombal banget. Minggir berat banget badan kamu." Protes karina.
"Hem...Gak mau, Aku maunya tetap meluk kamu seperti ini." Timpal Adrian malah mengencangkan pelukannya.
"Sayang...,Aku marah nih." Ucap Karina.
Kemudian Karina berontak dan menggelitiki Adrian, Sehingga mereka saling menggelitiki hingga saling melempar bantal. Hingga Bantal yang berisi bulu angsa itu sobek dan bulu-bulu angsa itu berterbangan.
"Jangan-jangan Sayang geli, Ha-ha-ha."...Karina berlarian di kejar-kejar oleh suaminya.
"Kena kamu.." Ucap Adrian berhasil menangkapnya, Memeluk serta menciumi leher mulus Istrinya.
"Ikhhh..., Kamu mesum banget yah." Ujar karina Sambil Menangkup wajah tampan suaminya.
Sang Surya pun tenggelam di gantikan oleh kesunyian malam, Yang hanya berhias kan bintang dan bulan.
Karina Terduduk di depan meja Rias sedang di Make Over oleh MUA ternama di kota Jakarta ini. Lantaran Akan Menghadiri pesta penghargaan Perusahaan, Yaitu even tahunan Apresiasi Terhadap para pengusaha di negara ini. Dengan setia Adrian Menunggu di samping meja Rias Istrinya, Sambil memandangi Anugerah terindah yang di ciptakan Penguasa Alam ini.
__ADS_1
"Kamu memang Cantik Istriku, Pantas Saja Dahulu Rama tergila-gila kepadamu. Maafkan aku baru menyadari keindahan ini." Gumam Adrian dalam hatinya. Sambil senyum-senyum. Sekilas Karina menoleh.
"Kamu senyum-senyum seperti itu kenapa sayang." Ucap Karina menyadarkan Lamunan Adrian.
"Ti..dakk." Siapa Yang senyum-senyum." Balas Adrian sambil memalingkan wajahnya.
"Tuan Adrian sepertinya kagum pada kecantikan Nona Karina, Bukankah seperti itu Tuan." Ucap MUA itu sambil menoleh pada Adrian.
"Sudah kamu fokus saja Rias istri saya, Tidak usah ikut berbicara Nggak sopan banget." Ucap Adrian Dingin dan Kaku.
"Maafkan Saya Tuan." Balas Mbak perias menundukkan kepalanya.
"Sayang...,Jangan galak-galak dong. Si mbaknya kan Jadi takut nantinya." Sahut Karina.
"Iya sayang...,Aku cuma bercanda. Si mbak nya saja Yang baperan." Ucap Adrian lagi.
Sementara Rama dan Aquilla telah datang ke malam pesta penghargaan insan pengusaha itu. Terlihat dari Arah lain Datang Wanita Cantik dengan Gaun malam Yang sangat seksi, Yaitu Sasha dan Juga putrinya yang masih berumur Dua setengah tahun.
Tidak Berapa lama Datang Juga Devano sang Billioner Asal German, terlihat menuruni mobil mewah nya.
Ratu Sangat Antusias melihat kedatangan Om baiknya, Padahal itu adalah Ayah kandungnya.
"Om Baik." Teriak Ratu Antusias.
Devano Menoleh ke sumber suara yang sangat ia Rindukan yaitu Putri nya.
"Ratu Ikut mommy." Tegas Sasha sambil menarik Ratu.
"Enggak mau, Ratu maunya sama Om Baik." Rengek Ratu terhadap Sasha ibunya.
•
•
•
**Next part...
Halo Readers...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah.
Vote like komen share...
__ADS_1
Kasih Aku bunga yah...
Terimakasih sampai bertemu di bab berikutnya**...