
Sherlly Akhirnya mau mengakui Ryan sebagai Ayahnya, Namun Sherlly meminta syarat Agar Ryan mau membantu Membiayai Operasi wajahnya serta membantu iya Agar dekat dengan Billy asisten pribadi dari Adrian.
"Baik Saya akan akui kalau Om adalah ayah saya !!! Tapi dengan satu syarat." Ucap Sherlly terlihat serius. Sementara Rama malah jijik dengan sikap Ayahnya yang menuruti Sherlly.
"Baik Apa itu syarat nya." Balas Ryan terdengar menyanggupi.
"Biayai Operasi Wajah saya dan Dekatkan saya kepada Billy." Ucap Sherlly singkat.
"Baik Ayah akan turuti semua keinginan kamu, Tapi kamu harus bisa merebut hak asuh Anak kamu !!! Cucu papa Yang kini berada dengan keluarga Adrian." Balas Tegas Ryan.
"Papa sudah gila, Operasi Wajah itu bukan biaya yang sedikit pa !!! Aku mohon pertimbangkan lagi keputusan papa Ya." Tegas Rama Pada ayahnya.
"Cukup Rama papa tidak akan menuruti apa kata kamu lagi sekarang, Kamu itu anak yang tidak pernah nurut. Apa untungnya papa selama ini mendukung kamu." Bentak Ryan Tegas terhadap sikap Rama Yang menentang nya.
Kemudian Ryan pergi meninggalkan Rama Yang terus berusaha menghalang-halangi niatnya untuk dekat dengan Sherlly.
Sementara Aquilla Akhirnya melihat keberadaan Suaminya yaitu Rama Ia menghampiri Rama Yang berdiri menatap kepergian Ryan dan Sherlly dengan menggunakan Mobil Ferrari Berwarna kuning.
"Ram, Kamu sedang ngapain berdiri di pinggir jalan !!! Memangnya siapa yang menggunakan mobil itu,,? " Tanya Aquilla Terhadap Rama.
"Bukan siapa-siapa, Kamu sudah belanja nya." Ucap Rama sekilas sambil menoleh.
"Sudah Ayo kita pulang !!! " Ajak Aquilla sambil menggandeng tangan kekar suaminya.
"Baiklah" Balas Rama melangkahkan kakinya, Mereka menyebrangi jalan untuk menuju ke mobilnya Yang terparkir di halaman Toko kue.
Sementara Adrian Yang kini Berada di kantornya Ia terduduk di kursi kebesaran nya. Sambil melihat Harga saham perusahaan nya yang terus merosot Drastis entah apa akibatnya dia sangat heran dengan penurunan harga sahamnya yang begitu drastis.
"Sial" Ada apa ini, Kenapa saham ku terus menurun, Sementara Saham nya Devano malah melonjak hebat." Ucap Adrian Marah.
Namun tiba-tiba saja ada orang yang mengetuk pintu ruangannya." Tok...tok..tok.."
"Ya Silahkan Masuk." Ucap Adrian berteriak.
Kemudian orang Yang berada di balik pintu itu menampakkan dirinya, dan ternyata orang itu adalah Tiwi.
"Ada Apa kamu datang ke Ruang saya,,?" Tanya Adrian Datar.
"Sebelumnya saya mohon maaf karena telah mengganggu waktu bapak, Tapi ada sesuatu yang sangat penting yang harus segera saya sampaikan ke Bapak." Ucap Tiwi Ragu.
"Ya sudah jangan bertele-tele kamu tahu kan saya tipe orang yang tidak suka bertele-tele." Ucap Adrian Sarkas dengan nada meninggi.
__ADS_1
"Klien kita satu persatu membatalkan kontrak kerjanya Pak." Balas Tiwi terbata-bata lantaran takut melihat sikap Kaku dari bos nya itu.
"Apaaaa !!! Kenapa,,? Kok bisa." Ucap Adrian terkejut.
"Saya Kurang paham pak mengenai hal itu, mereka baru saja menelpon dan membatalkan beberapa kontrak, Termasuk proyek yang sudah berjalan." Balas Tiwi yang merasa jantungnya seakan mau copot karena melihat sikap Adrian yang berubah Drastis.
"Pasti ada yang tidak beres ini, Yasudah kamu pergi dari Ruangan saya sekarang. Jangan lupa Suruh Billy segera menghadap ke pada saya." Bentak Adrian Dingin dengan tatapan mendominasi.
"Ba ba baik pak !!!" Balas Tiwi terbata-bata dan setengah kaget melihat sikap Adrian yang begitu marah besar.
Kemudian Tiwi Segera bergegas mencari Billy Asisten pribadi Adrian, Saat Tiwi berjalan melalui koridor Kantor terlihat Pria berbadan tegap nan gagah yaitu Billy sang mantan inspektur yang kini bekerja sebagai asisten Adrian. Ia berjalan di antara kerumunan karyawan yang lainnya , terdengar suara namun sedikit samar di telinga Tiwi. Para karyawan itu bergosip lantaran berita mengenai Adrian yang mempunyai anak haram hasil hubungan gelap dengan Isabella itu tersebar luas di berbagai media.
"Pak Billy Anda di tunggu pak Adrian di ruangannya mohon segera menemuinya pak." Seru Tiwi menyampaikan titah dari Adrian bos nya.
"Oke terimakasih. Kebetulan saya juga akan keruangan nya ada sesuatu yang sangat urgent yang harus saya sampaikan." Balas Billy sekilas pergi menuju Ruangan Adrian.
Namun Tiwi bergumam sesaat Billy bergegas pergi," Hal Urgen apa yang sebenarnya akan Billy sampaikan, Pada Pak Adrian !!! Apakah ini kabar buruk, Akhhhh semoga saja bukan kabar buruk." Ucap Tiwi dalam hati sambil menepis hal yang tak baik yang melintas di otaknya.
Kemudian Tiwi melihat para karyawan yang masih asik bergosip menggunjing bos besar nya, Sementara jam kerja sedang berlangsung dengan tidak tahu malunya para karyawan yang membandel itu Akhirnya Tiwi ceramahi.
"Hey... Jam berapa ini Bukannya sibuk bekerja kalian malah Asik bergosip disini, terlebih lagi yang menjadi bahan gosipan kalian adalah Pak Adrian yang menggaji kalian. Sungguh tidak punya malu ya kalian, Ayo cepat bubar dan kembali ke tempat kerja kalian masing-masing." ucap Tegas Sang HRD bernama Tiwi itu kepada seluruh karyawan.
Seketika para karyawan itu bubar perlahan berjalan kembali ke Tempat nya masing-masing.
"Brakkk" Adrian menggebrak meja di dalam Ruangan nya, Ia sangat marah kepada orang yang telah melakukan fitnah keji terhadap nya.
"Cari tahu siapa pembuat berita bohong ini dan Jangan lupa tuntut balik orang itu." Umpat Adrian marah sambil meremas kertas yang ada di hadapannya.
"Baik pak." Akan saya cari siapa penyebar berita bohong ini ke berbagai media." Balas Billy bangkit meninggalkan ruangan Adrian, Billy bertindak sesegera mungkin Agar pelaku penyebar berita itu segera terkuak.
Sementara Sasha Kini sedang berada di halaman gedung perkantoran milik keluarga Adrian."Pasti di dalam sana sedang terjadi kericuhan, Rasakan kamu Adrian ini baru permulaan kita lihat sejauh mana perusahaan kamu bisa bertahan." Seringai Jahat sasaha yang sedang berada di dalam mobil Alphard sengaja parkir di halaman gedung Adrian.
Sementara dari arah lain terlihat Karina sambil mendorong kreta bayi dan menenteng bungkus makanan yang pasti untuk Adrian, Ia berjalan menuju masuk ke Area gedung.
"Pucuk di cinta Ulam pun tiba !!! Sekali tepuk dapat dua lalat." Ucap Sasha sambil menyuruh sopirnya untuk menabrak Karina Yang sedang berjalan.
"Tabrak wanita yang berjalan sambil mendorong kreta bayinya." Tegas Sasha terhadap Sang sopir.
"Tapi bu," Balas sopir yang merasa takut.
"Tabrak dia bodoh," Bentak Sasha.
__ADS_1
kemudian Sopir itu menarik pedal gas mengemudi dengan sangat cepat."Kricckkkkkk" Bunyi ban yang membelah jalanan Aspal itu melaju bebas ke Arah karina.
"Karina Awassss." Teriak Devano yang kebetulan sedang berada tak jauh dari kantor Adrian. Devano Berlari dengan sangat kencang.
"Akhhhh" Teriak karina Terkesima melihat mobil yang melaju cepat ke Arahnya.
"Brukkkk" Devano berhasil mendorong karina dan Bayi itu, Karina tidak senagaja Berpelukan dengan Devano yang kini ia anggap hanya sebagai sahabat.
"Bodoh," Kenapa bisa sampe gagal sih pak, Kamu itu di suruh hal kecil seperti itu saja tidak bisa." Maki Sasha terhadap sopirnya.
Kemudian Sasha memerintahkan pada sopirnya agar secepatnya pergi dari Halaman gedung itu." Ayo jalan nanti mereka mencurigai kita." Bentak Sasha.
"Kamu tidak Apa-apa karina !!! Apa ada yang Terluka,,? Coba saya lihat tangan kamu, kaki kamu." Ucap Devano Panik.
"Tidak Dev, Terimakasih ya kamu sudah menyelamatkan Aku dan bayiku." Balas Karina sambil menyunggingkan senyum.
"Uuuuh sayang maafkan mama ya, Mama tidak berhati-hati jalannya. Kamu kaget ya sayang Uuuuh kasihan anak mama." Ucap Karina Menenangkan Babby Riana yang menangis lantaran kaget dengan kejadian yang hampir merenggut nyawa nya.
Adrian terlihat berjalan menghampiri Karina yang sedang berada dekat dengan Devano, Ia merasa cemburu lantaran Devano memeluk istrinya meskipun itu ketidaksengajaan .
"Ekhem," Tolong jauh-jauh dari istri saya." Ucap Adrian Dingin terhadap Devano.
"Sayang jangan bersikap seperti itu Devano hanya menolong aku saja." Jelas Karina pada suaminya.
"Ya saya juga tahu," Tapi apakah harus ya dengan cara memeluk seperti tadi." Ucap Adrian Kaku menatap dingin Devano.
"Huhhhh," Dasar gila Kamu ya Dri, Selalu berprasangka buruk pada gw." Balas Devano sambil berjalan meninggalkan Adrian.
"Tentu saja aku selalu berprasangka buruk pada kamu, Kamu menginginkan istriku kan " Ucap Tegas Adrian.
"Haahhhh sudahlah tidak akan ada gunanya berdebat dengan orang yang keras kepala seperti kamu Dri. lebih baik gw pergi dari sini," balas Devano kesal terhadap Adrian.
"Bagus itu," Sudah sana cepat pergi," ucap Adrian sekilas, Sambil mengajak istrinya menuju kantor nya.
Sementara Devano bergegas meninggalkan kantor Adrian ia melupakan hal yang akan ia sampaikan terhadap Adrian sahabat nya itu.
"Sial kenapa bisa lupa, Padahal Aku kesini untuk memberikan bukti ini, Bukti kalau aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan kematian tante Ayu." Ucap Devano setelah berada di dalam mobilnya, Sambil menatap Dokumen dan bukti berupa Kaset DVD.
**Next part...
Hallo Readers jangan lupa ikuti terus kelanjutan nya.
__ADS_1
jangan lupa like,vote,koment dan share yah.
Terimakasih teruntuk seluruh Viewers ku**.