
Gemercik Air shower Terjatuh membasuh diriku, Dengan santai aku bermain busa , Sangat bahagia Rasanya Andaikan saat ini aku bersama suamiku, Pasti lengkap sudah kebahagiaan ku" Adrian Aku merindukan mu" gumam ku. Setelah selesai Aku mengambil Handuk Yang tersedia di dalam kamar mandi hotel , Saat aku keluar Betapa kagetnya disana sudah Ada pria jahat itu terbaring , di tempat tidur dan menatapku sambil Tersenyum.
"Kamu" Teriakku...
Mau ngapain kamu ada disini, Cepat keluar Atau aku berteriak" Umpatku memaki Devano.
"Untuk apa aku keluar, Ini hotel ku & kamu jangan pernah berharap, bisa lari dari aku." Balas Devano dengan sedikit membentak.
"Sial," Kenapa Aku malah bersembunyi di kandang Macan Ini" gumam ku Memaki diriku yang merasa sangat bodoh.
"Aku bilang keluar Dev, Kamu tidak lihat aku mau mengganti baju." Bentak ku terhadap laki-laki kurang ajar ini.
"Ganti saja dihadapan ku, Kan kamu calon istriku"
" Jangan gila Devano, Aku sudah bersuami Tolong pulangkan Aku ke Indonesia.
"Kalau aku tidak mau kamu mau apa, Membunuhku.
"Dev, Jangan sampai kesabaran ku habis ya" Teriakku.
"Owh Cantiknya Kamu, Kalau lagi marah seperti ini sayang. Ayolah pulang bersama ku" ucap Devano, Melangkah mendekat ke Arah ku.
"Berhenti disitu Dev, Jang coba-coba kamu sentuh aku dengan Tangan kotor mu itu.
Kemudian Devano Mengalah dan menghentikan langkahnya , " Aku harap ini kali Terakhir kamu berusaha kabur dari aku, Apa kamu tidak capek lari-lari terus tapi pada Akhirnya kita bertemu lagi," ucap Devano meledek.
Rasanya ingin ku Remas wajah tampan nya itu, Aku merasa sangat jengkel dibuatnya.
" Aku katakan sekali lagi , keluar dari sini Dev," maki ku terhadap Devano.
"Oke Yasudah aku keluar, Tapi awas ya kalau kamu coba-coba lari dari aku lagi" Ucap Devano sambil berjalan pergi menungguku diluar kamar.
"Dasar laki-laki Bodoh, Bagaimana aku bisa lari Sementara aku berada di ketinggian seperti ini," Umpatku Sambil Memakai gaun malam.
Setelah aku selesai memakai pakaian, Aku duduk di King bed memikirkan Rencana Agar aku bisa kabur dari tempat ini." Kamu lagi karina kenapa sih bodoh sekali, kenapa coba malah memilih hotel ini untuk bersembunyi," umpat ku Merutukki diriku sendiri.
"Karina Apa kamu sudah selesai,karina kenapa Kamu tidak menjawab ku," Teriak Devano dari balik pintu kamar hotel ini.
__ADS_1
Namun Aku terdiam sangat malas aku meladeninya. " Brukkkk" Suara pintu di Dobrak oleh Devano.
"Syukurlah kamu masih ada disini, Aku kira kamu sudah pergi dari sini, Ayo ikut aku pulang" Ucap Dev menarik tanganku.
"Lepaskan," Aku tidak mau kembali ke Apartemen kamu. Biarkan aku disini Dev.
"Tidak bisa kamu harus pulang ikut denganku, " Kekeuh Devano memaksa ku.
"Sudah ku bilang aku tidak mau pulang sama kamu, Atau kembali ke Apartemen kamu," Nada suaraku meninggi lantaran marah terhadap Devano Yang semakin kurang ajar.
"Jangan pernah bersikap Dingin padaku, Atau kamu Akan tau akibatnya. pulang denganku Atau kita tidur bersama di hotel ini," Ancam Devano padaku.
Deg...
Hatiku berdesir Lantaran takut akan ancaman Devano, Yang berniat meniduri ku dengan cara paksa." Oh tuhan Kenapa kau pertemukan aku dengan pria iblis ini," gumam ku.
"Ayo cepat jalan, Apa mau ku gendong kamu," Ucap Devano dingin terhadapku.
Kemudian Aku berpikir keras Menurutinya atau Menyerahkan kehormatan ku, sebagai seorang istri pada pria kejam ini. Setelah aku memikirkan Akhirnya aku berusaha Melunak terhadap Dev dan mau di ajak dengannya lagi.
" Baiklah " ucapku cemberut Sambil melangkah kan Kaki ku, Mendekat ke Arah Dev yang sedang berdiri di ambang pintu.
"Jangan Ge'er kamu Dev, ingat ya jangan pernah macam-macam Pada ku. Aku wanita baik-baik bukan wanita murahan, Yang sering kamu temui di luaran sana" ucapku sarkas Terhadap Dev yang sangat kejam Terhadap ku.
Seketika Devano terdiam, mematung Setelah mendengar Umpatan demi umpatan Yang aku lontarkan dari mulutku Untuk nya.
Andai aku bisa mendengar kan isi hatinya, Apa sebenarnya ucapan dalam hatinya itu.
"Bisakah kamu tarik kembali Kata-kata Ambigu mu itu, Atau memang kau mulai suka padaku" kata Dev dengan percaya dirinya.
"Hahaha... mana mungkin Aku suka pada pria Yang sudah menculik ku, Dan memisahkan aku dari pria Yang amat aku sayangi Yaitu Adrian." Tegas ku terhadap Devano, Seorang crazy Rich Yang miskin Akan cinta.
"Dasar pria bodoh" Gumam ku.
"Sudah cepat jalan jangan membuat kesabaran ku habis Nona," seringai Dev terhadapku.
"Yasudah dimana mobil kamu," Seraya berjalan menuju lobby Hotel Milik Devano laki-laki kejam ini.
__ADS_1
Kemudian Kami berdua telah sampai di Lobby dan berjalan Mendekati mobil Audy berwarna Hitam milik Devano, Namun aku hanya berdiri dan Tidak Mau masuk.
"Kenapa Kamu masih berdiri Ayo masuk," Perintah Dev dari balik pintu kemudi.
"Bukain dong Masa wanita secantik aku harus membuka mobil sendiri sih," Pintaku terhadapnya Ku kejain sekalian.
Kemudian Iya berjalan lagi ke Arah pintu Mobil Yang berada di depanku." Ya ampun Manja banget sih, Calon istriku." Sahut Devano Yang berusaha Menyembunyikan kekesalannya.
"Silahkan Nona Muda Yang cantik jelita," Ucap Devano Mempersilahkan Aku memasuki mobil mewahnya.
"Tidak perlu Aku bisa membukanya sendiri, Kamu pikir aku mau duduk di depan bersama kamu, Jangan harap ya." Seraya ku buka pintu belakang.
"Karinnnaa" ...
Aku tertawa dalam hati, lantaran Aku berhasil membuat Devano Geram padaku, Pokoknya aku Tidak akan menyerah biar dia bosan dengan tingkah arogan ku, supaya dia mau melepaskan ku untuk kembali ke Indonesia, Kepada pelukan Suamiku Yaitu Adrian.
Dalam perjalanan pulang kami Saling terdiam, sungguh malas Rasanya mengobrol dengan orang Yang telah jahat terhadap ku. Saat aku tersadar kalau ini bukanlah jalanan menuju ke Apartemen miliknya, Aku bertanya Padanya karena Aku tidak mau dia bertindak semakin jauh kepadaku.
"Kita mau kemana ini Dev, Ini bukan jalanan biasanya ke Apartemen kan,?" Tanyaku bingung.
"Jelaslah ini bukan jalanan menuju Apartemen, ini jalanan menuju Rumah kediaman Kedua orang tuaku. Aku bermaksud mengenalkan kamu pada kedua orang tuaku, Bahwa kamu adalah calon istriku.
"Jangan gila kamu yah, siapa juga yang akan menikah dengan kamu. Aku tidak Sudi sedikit pun," Aku mengumpat mengomeli Devano.
"Berbalik Arah ke Apartemen Atau aku loncat sekarang Dev," Ancam ku padanya.
"Kamu jangan bodoh karina, Memangnya kamu tidak sayang pada nyawa kamu sendiri," Tegas Devano setengah Panik.
"Hah," Kenapa aku harus sayang pada nyawaku, Sementara hidupku sudah di Ambang kematian setiap Hari.
"Sudah berapa kali aku bilang sama kamu, Aku sayang dan cinta terhadap kamu Rin. tapi kamu tidak pernah menganggap itu semua." Tegas Dev dingin.
"Jangan mimpi Dev, Aku sudah milik Adrian. Aku ini sudah jadi istri orang lain Dev, Yaitu Adrian Sahabat kamu" Dengan marah aku membentak-bentak nya.
"Terserah Apa yang kamu katakan, Yang jelas Akan aku jadikan kamu istriku Apapun Rintangan nya," Balas Dev dengan Nada Tinggi.
Sepertinya Devano serius dengan kalimat yang di katakan nya, Bagaimana bisa perempuan Yang berstatus istri orang lain dia berniat menjadikannya Calon istri.
__ADS_1
**Next part...
Happy Reading kawan, Jangan lupa loh vote nya, Wajib banget Soalnya Itu adalah Salah satu Yang membangun semangat ku, Dalam menulis**.....