
Dalam perjalanan pulang Devano dan Sasha saling mendiamkan, Keheningan terjadi dalam Satu mobil. Sasha Hanya menatap jalanan Sementara Devano Terfokus dengan kemudinya.
Terbesit dalam benaknya, Sasha memilliki Rencana Agar Devano dengan Adrian Tak lagi bertegur Sapa.
"Harus dengan Rencana Apalagi Aku membuat Devano dan Adrian Tidak Akur lagi. Kenapa Semuanya Jadi serba Susah begini, Adrian menjadi lebih hati-hati sekarang Kepadaku. Apa aku Ajak Devano pindah lagi ke German yah." Gumam Sasha dalam Hatinya.
"Huhhhh" Sasha menghela Nafas sambil menyandarkan kepalanya di jendela mobil.
"Kamu kenapa,,?" Tanya Devano membuka Obrolan, Meski di hatinya masih mencurigai kedekatan Sasha dan Adrian.
"Tidak kenapa-kenapa, Memangnya Ada apa! " Timpal Sasha.
"Tidak...,Aku hanya tanya saja." Ucap Devano Kembali terfokus.
Namun Sasha Terdiam tanpa menimpali Ucapan Devano, Calon Suaminya.
Kini Mobil Devano telah memasuki Kawasan Mansion Mewah, Ia memarkirkan Mobilnya di Halaman Mansion.
Devano berlari mengitari Mobilnya, Untuk Membukakan pintu Untuk Sasha.
"Terimakasih,Sayang." Ucap Sasha menuruni Mobil, Ia segera bergegas Menuju Pintu Mansionnya, Sementara Devano mengekor di belakangnya.
"Mommy..., Daddy!" Sapa "Ratu" putri mereka Sambil Berdiri di Ambang Pintu, Bersama Babbysiter nya.
"Hallo...,Sayang." Balas Devano Terhadap Putrinya.
"Suster, Kenapa Jam segini "Ratu" Belum kamu Ajak tidur!" Ucap Sasha Datar pada pengasuh Ratu.
"Maafkan Saya Bu, Nona Ratu tadi menanyakan Ibu dan Bapak terus menerus, Katanya dia gak mau tidur kalau Ibu sama bapak belum Pulang." balas Sang pengasuh Ratu.
Sasha menoleh ke Arah Ratu yang sedang di gendong Oleh Devano.
" Benar Kata suster begitu sayang,,?" Tanya Sasha sambil mengelus puncak kepala Putrinya.
Kemudian Ratu mengangguk mengiyakan, Perkataan Suster yang mengasuhnya.
"Sudahlah Sayang...,kita yang salah, karena terlalu sibuk dengan urusan kita masing-masing." Sahut Devano berusaha menenangkan Sasha Yang Terlihat marah pada Suster pengasuh Anaknya.
"Kamu jangan terlalu membela Orang yang jauh derajatnya di bawah kita Dev, Nantinya dia besar kepala, Karena selalu merasa di belain." Sudah Suster Kamu pergi ke kamar kamu, Saya muak melihat muka kamu." Ucap Sasha dingin.
"Baik buk, Pak! Sekali lagi Maafkan saya." Balas Suster sambil berjalan menuju Kamarnya.
"Sayang...,Ratu ngantuk yah! Kita bobo yuuuk." Ajak Devano kepada Anaknya yang sedang di gendongnya.
"Aku Mau tidur sama Daddy dan Mommy, Apakah boleh dad." Ratu memohon kepada kedua orangtuanya.
Devano dan Sasha Saling bertatapan, Lantaran Permintaan Ratu yang Tak mungkin mereka kabulkan. Karena meskipun mereka Adalah Orang tua kandung dari Ratu, Namun mereka Masih belum Mempunyai ikatan yang Syah.
"Daddy..., Bolehkan! " Tanya Ratu lagi.
__ADS_1
"Eummm...,Sayang permintaan kamu tidak mungkin, Mommy kabulkan sayang." Ucap Ratu berusaha menjelaskan terhadap putrinya. Sambil menggaruk Kepalanya yang Tak gatal.
"Enggak' Mau...,Ratu maunya tidur sama Mommy & Daddy! " Rengek Ratu Manja.
"Iya...,Iya...,Sayang! Untuk malam ini kita tidur bertiga Yah." Ucap Devano Berusaha menenangkan putrinya Yang merengek.
Saat mendengar Ucapan Devano, Senyum mengembang terukir dari Wajah Ratu Putrinya.
"Muachhh"... Muachhh." Ratu mencium pipi kanan dan pipi kiri Daddy-nya.
Sementara Mata Sasha membulat sempurna dengan mulutnya yang menganga, Lantaran Tak percaya dengan persetujuan Devano terhadap putrinya.
"Kamu Yakin Dev, Kita akan tidur bersama,,?" Tanya Sasha Gugup.
"Hemmm...,Yakin dong. Kan Cuman sampai Ratu tidur saja Sayang." Balas Devano singkat.
"Oh..., Baiklah." Ucap Sasha gugup.
"Memangnya kamu, Memikirkan hal apa setelah Ratu tertidur." Ledek Devano.
"Ti...,dak. Ada..," Sahut Sasha Dengan wajah memerah berusaha menyembunyikan Rasa malunya.
Kemudian Devano berjalan Gontai ke kamar Sasha, Sambil menggendong Putrinya Yang Mulai mengantuk.
•
•
•
"Bagaimana Dokter keadaan Karina Sekarang,,? " lirih Icha.
kemudian Adrian menoleh dan bertanya kepada Dokter Rudy. " Ke a-da-an. Istri saya Gimana Dok...,Ter." Ucap Adrian terbata-bata.
"Tolong jawab pertanyaan kami Dokter." Ucap Syafiq Datar.
"Tolong Tenangkan Fikiran kalian," Ke adaan Nona Karina Semakin membaik, Kini dia Sudah Siuman." Ucap Dokter Rudy Memberikan Angin segar bagi kehidupan Adrian.
Adrian menangis bahagia, Ia sangat Antusias bahkan Sampai memeluk Dokter Rudy.
"Benarkah Dokter...,Istri saya Sudah siuman. Terimakasih Dokter, Terimakasih atas semuanya." Ucap Adrian Antusias sambil memeluk Dokter Rudy.
"Sama-sama Tuan Adrian...,Saya juga sangat senang bisa membantu keluarga Anda." Balas Dokter Rudy yang ikut berbahagia.
"Bolehkah saya menemui menantu Saya Dokter." Pinta Icha dengan Raut wajah bahagia.
"Sayang...,Bunda kamu sudah siuman Sayang. Nanti kita bisa bermain sama-sama Lagi Sayang." Lirih Adrian sambil mengambil Putranya dari pangkuan Icha.
Syafiq Tersenyum melihat kebahagiaan terpancar dari Raut wajah, Orang-orang tercintanya.
__ADS_1
"Yasudah Ayo cepat kita lihat keadaan Karina, Sayang." Ucap Syafiq mengajak Anak dan Istrinya.
Karina Mengitarkan Pandangannya kesekeliling Ruang Kamar Rawat nya, Karina Tahu ia sedang berada di Rumahnya.
"Adria..a..an..," Ucap Karina terbata-bata dengan suara Yang masih tak jelas Lantaran baru siuman dari tidur panjangnya.
"Iya sayang...,Aku Disini." Ucap Adrian sambil mengelus pipi istrinya.
"Maafkan Aku selalu Ngerepotin kamu." Lirih Karina sambil Menangkup pipi Tampan Suaminya.
"Kamu Sama sekali tidak merepotkan aku Sayang...,Kamu perbanyak Istirahat yah." Ucap Adrian.
"Nak...,Mamah dan Papa, Khawatir padamu. Kamu Jangan buat kita khawatir lagi yah." lirih Icha Sambil Menangkup tangan Menantunya.
kemudian Bintang menangis di pangkuan Ayahnya, Yaitu Adrian. "Owaa...Owaa..." Suara Tangisan Baby Bintang.
"Cup..., cup..., cup." Sayang...,jangan Nangis. Bintang Kangen Yah sama Bunda." Ucap Adrian Sambil menciumi Pipi Tampan putranya dalam gendongan nya.
Kemudian Adrian Menengkurapkan Bintang di atas Tubuh Karina, Tiba-tiba saja tangisan Bintang terhenti seketika, memang Tak bisa di pungkiri Ikatan Cinta diantara Anak dan Ibu takkan pernah bisa di bohongi.
"Sayangnya...,Bunda! Maafkan Bunda Yah, Karena Tak bisa merawat kamu Selama Bunda di Rawat." Lirih Karina Sambil mengelus Bintang Yang terlihat tenang di atas perut Bunda nya.
Tak terasa buliran putih mengalir dari pipi karina, Kemudian Adrian menyeka Air mata Istrinya." Sudah Sayang...,Tak perlu bersedih lagi! Yang penting sekarang kita, Sudah berkumpul lagi." Ucap Adrian menggenggam Tangan Karina.
"Iya...Nak! Kamu tak perlu menangis lagi, Benar kata Suami kamu." Timpal Syafiq Terhadap menantunya.
Senyum Nampak di wajah mereka Yang telah bersabar merawat Karina, Selama koma. Kini Dokter Rudy dan Asisten nya pamit kepada keluarga Adrian. kemudian Adrian mengantarkan Dokter Rudy Hingga ke mobilnya.
"Terimakasih Dokter, Berkat Anda Istri saya sudah kembali." Ucap Adrian berterimakasih terhadap Dokter Rudy.
"Sama-sama pak..., Saya ikut senang jika saya berhasil membantu keluarga Anda." Timpal Dokter Rudy sambil memasuki Mobilnya, Dan pergi dari Halaman Mansion mewah Milik Adrian.
•
•
•
Happy Reading...
ikuti terus kisah Novel ku yah...
Jangan lupa tambah ke kolom favorit kalian...
Tap bunga mawar dan Vote...
like,Komen,Share...
Jangan lupa di bantu...
__ADS_1
Terimakasih....