
Trisha Sangat tak sabar melihat Karina Jatuh Terkapar bersama Anaknya Ke Lantai. Namun Rencana Jahatnya Harus Gagal, Karena Tiba-tiba Saja Ponsel Karina berdering dari dalam Kamar, Pada Akhirnya Karina kembali memasuki Kamarnya.
"Ya Ampun Siapa sih, Yang menelpon Mana Handphone ketinggalan lagi di Kamar." Ucap Karina Kembali ke dalam Kamarnya untuk mengambil Ponselnya.
"Sial..., Siapa sebenarnya Yang menelpon Karina. Berantakan Semua Rencana." Gumam Trisha kesal.
Tidak berapa Lama Si mbok menaiki Tangga dan melihat Ada ke Anehan di Anak tangganya.
"Loh...,Loh." Apa ini,,? kenapa Minyak goreng berceceran di lantai seperti ini." Ucap Si mbok, Kemudian Karina keluar lagi dari Kamarnya.
Karina bingung melihat Si mbok yang sedang mengepel lantai nya kembali. " Mbok...,Kenapa di pel lagi,,? Bukannya Sudah di pel yah." Ucap karina.
"Anu..., Nona Ada Tumpahan minyak di Tangga, Sepertinya ada Tikus Nona." Sahut Si Mbok.
"Tikus...,Ah Masa sih mbok." Balas Karina Heran, Kemudian Karina menuruni tangga dengan Sangat hati-hati.
"Heuhhhh...,Kenapa harus ada pembantu sialan itu sih." Gumam Trisha Geram.
Kemudian Tersadarkan oleh kedatangan Karina. " Mbak Trisha..,Maaf yah menunggu Lama. Soalnya Anak saya lagi Rewel." Ucap Karina Sama sekali tak mencurigai Makhluk jahat yang kini sedang mengancam jiwanya.
"Owh, Iya. Tidak Apa-apa!!! kebetulan Saya harus Pamit yah. Masih banyak pekerjaan Soalnya." Balas Trisha dengan penuh kekecewaan, Karena Telah gagal mencelakai Karina.
"Owh...,Iya Silahkan. Mari Saya Antar sampai depan." Sahut Karina Ramah.
Kemudian Trisha berjalan gontai, Menggenggam Tas nya dan menuju mobilnya yang terparkir di Halaman Mansion megah itu.
Setelah itu Trisha pergi dari Rumah Adrian, Dengan Rasa kesalnya.
......................
Sementara Adrian Yang sedang Meeting di Kantor nya, Ia Terkejut Saat membuka ponselnya, Melihat photo Trisha Yang sedang berada di Rumahnya.
"Sial..., Wanita ini Semakin di diamkan Semakin menjadi-jadi. Aku harus buat perhitungan dengan nya Saat ini juga." Gumam Adrian, Seketika Ia Bangkit dan segera mengakhiri meeting itu.
"Baiklah Meeting hari ini Cukup sampai disini, Jika Ada yang ingin di Tanyakan lagi, Langsung Saja Hubungi Tiwik Sekretaris saya." Ucap Adrian Bangkit dan meningalkan Ruang Rapat tersebut.
Adrian berjalan Gontai menuju Lobby, Gedung kantor nya. Disana dia bertemu dengan Ryan Ayahnya Rama. Namun Adrian tak melihatnya, Hanya Saja Ryan yang melihat dan menyapa Adrian lebih dulu.
"Adrian." Ucap Ryan memanggil Adrian.
"Kenapa Om, Maaf Saya tidak punya Waktu untuk Berbasa-basi dengan Orang Seperti Om. Maaf Saya harus pergi." Timpal Adrian Cuek terhadap Ryan, Yang hampir saja Menyingkirkan Karina Dari hidupnya.
"Anak itu Rupanya Tak pernah berubah, Selalu bersikap dingin. Jika tidak menyukai seseorang." Gumam Ryan.
__ADS_1
Kini Adrian dalam perjalanan nya , menuju perusahaan Trisha dan akan membuat perhitungan dengan Trisha. Karena telah berani mengusik hidupnya.
Tak membutuhkan waktu lama, Adrian telah Sampai di kantor Yang tak lebih besar dari Perkantoran Miliknya.
Adrian berjalan gontai memasuki Gedung perkantoran, Milik perusahaan Trisha.
"Maaf Anda dilarang Masuk." Ucap Sekuriti yang Menghalangi Adrian.
"Oh my Got." Kantor sekecil ini, Masih saja Sok Ketat." Ucap Adrian berterus terang di hadapan Sekuriti gedung itu.
Sementara Sekuriti itu Tercengang dengan perkataan Yang terlontar dari Mulut Adrian.
"Saya mau bertemu Berliana Trisha, Apakah Bos kamu itu Ada." Tanya Adrian dengan sangat Kaku.
"Se-sepertinya, beliau baru memasuki Ruangannya Tuan." Ucap Sekuriti itu gugup.
"Yasudah Tunggu Apalagi Panggilkan dia," Ucap Adrian dingin.
Sekuriti itu bergidik ngeri melihat Raut wajah Adrian Yang sedang tidak bersahabat.
"Ba-Baik, Tuan Saya akan segera memanggil nya." Sahut Sekuriti itu terbata-bata.
kemudian sekuriti itu segera menuju meja Resepsionis, Agar pihak Resepsionis menghubungi Majikannya.
"Wah...,Wah...,Wah. Rupanya Saya kedatangan Tamu Istimewa. Halo Adrian senang bertemu kamu kembali." Ucap Trisha Berbasa-basi.
"Cih..., Rupanya Kau..., Masih saja Mengganggu kehidupan Aku. Ingat Trisha..., Sekali kamu mengusik Ketenangan keluarga ku. Maka Saya tak segan menghancurkan perusahaan kamu ini." Ucap Adrian Mengancam Trisha.
"Wah..., Kamu ini lucu sekali yah. Bahkan Aku baru bertamu memperkenalkan diriku ke Istri mu. Kamu Sudah kelabakan seperti ini. Ingat Adrian, Suatu saat kamu pasti berada di bawah. dan di Saat itu Kamu akan menyadari betapa Ruginya kamu memutus kontrak kerjasama dengan perusahaan ku." Ucap Trisha penuh penekanan.
"Hah..., Bagiku tidak Ada Ruginya Meski tidak bekerjasama dengan perusahaan kamu. Apa pentingnya perusahaan kamu di dalam dunia bisnis. Mimpimu terlalu tinggi Nona, Bangunlah sebelum kesombongan kamu menjatuhkan dirimu sendiri." Ucap Adrian tak kalah menohok.
Seketika emosi Trisha terpancing, Dan mengusir Adrian dari Kantor nya.
"Security." Teriak Trisha.
"Iya Nona...,Ada Apa,?" Tanya Sekuriti itu Polos.
"Usir Orang ini, Dan ingatkan wajahnya jika Orang ini datang lagi langsung Saja usir dia." Geram Trisha yang selalu kalah dari Adrian.
"Tanpa Kau usir pun. Aku akan pergi dari Kantor Kamu Yang kumuh Ini Nona." Ledek Adrian terhadap Trisha.
"Adriannn..., Beraninya kau menghinaku dan perusahaan ku." Teriak Trisha menatap Tajam pada Adrian.
__ADS_1
Kemudian Adrian pergi meninggalkan kantornya Trisha yang di Anggapnya kumuh, Bagi pengusaha kaya sekelas Adrian.
......................
Sementara Devano Kini baru terbangun dari tidurnya Setelah, Semalam pulang dari Ballroom Cafe.
"Akhhhhh...,Kenapa kepalaku sakit seperti ini." Ucap Devano Dengan kekusutan nya.
Kemudian Ia Berjalan Gontai Menuju Wastafel, Yang tak jauh letaknya dengan Ranjang.
Devano menatap dirinya sendiri di Cermin, Ia Masih sangat kehilangan Sosok Sasha. Yang menghilang Bak di telan bumi. Bahkan ia sudah kembali menemui Sherlly di Rumahnya, Sherlly pun Kini Tak tahu kemana perginya.
"Akhhhhh...,Kenapa hidup ku Jadi seperti ini. Apa ini Karmaku Karena telah mengabaikan Sasha." Gumam Devano menatap Bayangan nya di Cermin.
Setelah itu Devano memutuskan Untuk segera berangkat ke Kantor nya, Dan segera menemui Sahabatnya, Yang baru saja pulang dari German. Saat Devano Keluar dari Kamarnya, Kedua Orang Devano Membrondong pertanyaan terhadap Devano.
"Devano...,Deddy dan Mommy perlu bicara Sama kamu." Ucap ayahnya Devano.
"Sebenarnya Kamu ini Akan Menikahi Sasha Atau tidak sih, Kenapa Kok belum Ada persiapan Apa-apa. Kamu ini banyak membuang Waktu Dev. Mommy jauh-jauh Dari German hanya untuk menikah kan kamu, Ehh...,Kamu nya malah masih hura-hura Tak jelas seperti semalam." Ucap Ibunya Devano.
"Plish Mom's Kasih aku Waktu Oke...,Aku pasti Akan menikahi Sasha." Pasti dad." Balas Devano Terhadap Ibu dan Ayahnya.
"Daddy pegang kata-kata kamu Devano,"
"Ya Dad...,Silahkan !!! Aku pamit ke Kantor Okey."
Kemudian Devano keluar dari Rumahnya dengan Raut wajah Masam nya....
...****************...
Nextpart...
Halo Readers...
Ikuti terus Kisah Novel ini Yah...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian...
Happy Reading...
Jangan lupa Mampir ke Novel Baru Othor Yah "Kekasih Untuk Yoona " Sudah Rilis.
__ADS_1