Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Salah paham


__ADS_3

Karina Menggendong "Babby R" memasuki Ruangan suaminya yaitu Adrian. Namun Adrian Terlihat masih kesal terhadap Devano lantaran Harga saham Devano yang semula berada di Deretan Ke tiga kini berada di puncak, sementara Harga saham perusahaan Adrian Terjun bebas ke urutan yang paling bawah.


"Kamu kenapa Sayang,,? Dari tadi terlihat kaku mulu. Ada apa,,? " Tanya karina yang terduduk di sopa yang tersedia di ruangan suaminya.


"Enggak sayang tidak ada apa-apa." Dusta Adrian Berusaha menyembunyikan Masalah nya.


"Tidak mungkin kamu bersikap seperti ini kalau tidak ada apa apa !!! Ayolah Katakan saja." Desak Karina lantaran khawatir melihat kegusaran yang tercekat jelas dari raut wajahnya Adrian.


"Beneran sayang tidak ada apa apa. Kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya." Balas Adrian Tersenyum meyakinkan. sambil melangkah mendekati Karina dan mengelus kepala istri cantiknya itu.


"Yasudah kalau tidak mau cerita ya Enggak apa apa, Aku akan tunggu sampai kamu mau bercerita dengan sendirinya." Gumam Karina dalam Hati.


Sementara Billy terlihat mendatangi setiap kantor media cetak maupun elektronik untuk mencaritahu siapa yang telah menyebar luaskan berita bohong yang menyangkut pautkan Bosnya itu.


"Sial ternyata Sasha dalang di balik semua ini," Gumam Billy mengumpat dalam hatinya.


kemudian Billy segera berpulang ke kantor untuk memberitahukan kabar buruk ini kepada Adrian Bosnya. Begitu juga Devano yang kembali memutuskan untuk pergi ke kantor Adrian untuk membuktikan kalau dia tidak ada sangkut-pautnya dengan kasus kematian Ayu ibu mertua dari Adrian.


Billy menuruni mobilnya Setelah tiba di kantor Adrian, Ia melanggkah kan kakinya memasuki gedung perkantoran itu.


"Tok...tok...tok..." Billy mengetuk pintu Ruang kerja Adrian.


"Silahkan masuk," Ujar Adrian meneriaki Billy yang sedang berada di balik pintu.


Billy melanggkah masuk ke dalam dan memberitahukan kalau Sasha lah dalang di balik berita palsu itu." Saya sudah mendapatkan informasi itu pak." Ucap Billy.


"Lalu siapa orangnya !!!" Balas Adrian Datar.


"Nona Sasha." Ucap Billy singkat.


"Kurang ajar beraninya dia mengusik ku, lantas apa motif nya dengan semua ini. kita kan tidak pernah bermasalah dengan perusahaan dia." Ucap Adrian kesal sambil meremas kertas yang ada di atas mejanya.


Karina sangat Tercengang mendengar semua masalah yang kini di hadapi suaminya, Ia menguping dari balik pintu toilet yang terletak di dalam ruangan Suaminya itu. seketika Babby R menangis yang sejak tadi tertidur di sopa depan meja kerja Ayahnya yaitu Adrian.


Adrian menoleh ke sisi buah hatinya dan menggendong Putrinya itu." Cup...cup...cup" Sayang jangan nangis dong, Kamu takut ya mendengar Ayah marah-marah Maafkan ayah ya nak." Ucap Adrian sekilas menoleh kepada Billy dan meminta Billy untuk pergi meninggalkan nya.


"Silahkan kamu tinggalkan ruangan saya, Untuk masalah ini nanti saja kita bahas lagi." Perintah Adrian pada Billy.

__ADS_1


"Baik pak." Balas Billy sambil melangkah pergi meninggalkan Ruangan Adrian.


Tidak berapa lama Karina keluar dari toilet, ia berpura-pura tidak mendengar Apapun obrolan Antara suaminya dan Asisten pribadi suaminya itu.


"Ekhem" Karina berdehem.


Riana sudah bangun sayanggggg,,? Sini Riana sama mama yah. papa lagi sibuk kerja sayang." Ucap Karina sambil mengambil putrinya dari Adrian yang sedang menimang putrinya.


Kemudian Adrian menyerahkan putrinya kepada Karina." Riana sama mama dulu ya, Cup...cup...cup..." ucap Adrian menyerahkan putrinya sekilas Karina mengambil Riana dari tangan Adrian.


"Duhhhh Riana haus ya sayang, Sebentar ya kita ke Pantry untuk menyeduh susu nya." Ucap Karina yang begitu menyayangi Riana meski bukan putri kandungnya.


Adrian yang mendengar Bahwa karina akan membuatkan susu untuk anaknya, Seketika Adrian Menghentikan karina dan menelpon bagian Pantry meminta membawakan Air panas untuk menyeduh susu untuk "Babby R" Putrinya, Adrian begitu perhatian terhadap karina dan Anaknya sehingga bisa dibilang overprotektif.


"Tidak sayang kamu tunggu disini saja yah, Biar nanti aku minta OB membawakan air panasnya." Balas Adrian sekilas sambil menelpon ke Pantry.


"Halo Cepat kamu bawakan Satu gelas Air panas ke ruangan saya secepatnya, Saya tidak mau menunggu lama !!! " Tegas Adrian kepada Salah satu OB yang sedang berada di pantry.


"Adrian sayang kamu jangan galak-galak gitu ah, Kasihan orang itu nanti takut loh sama kamu." Balas Karina Mengingatkan suaminya.


"Ya bagus dong sayang kalau orang itu takut, Itu Artinya mereka mematuhi semua perintah aku sebagai Bos mereka disini. Lagian aku yang menggaji mereka." Ucap Adrian yang Ngeyel.


"Itu kamu tahu." Ucap Adrian Singkat.


Tidak berapa Lama OB Memasuki Ruangan Adrian membawa segelas Air panas & meletakan di atas meja Ruang tamu yang terletak di Ruangan Ceo Kaku yaitu Adrian.


"Terimakasih Ya !!! " Seru Karina Tersenyum Ramah.


kemudian OB itu Menimpali ucapan terimakasih dari Istri bosnya, Namun OB itu salah mengenali Karina Dia mengira kalau yang sedang berada bersama Adrian itu adalah Isabella sang pelakor." Sama-sama ibu Isabella." Balas OB yang membawakan segelas air panas itu.


Seketika Adrian bangkit dari tempat duduknya dan Memarahi OB yang tidak tahu menahu masalah mereka." Sembarangan Kamu kalau bicara, Kamu Tidak melihat dia istri saya karina Nyonya besar kalian. Saya beritahukan pada kamu tarik kata-kata kamu dan meminta maaf pada istri saya." Bentak Adrian Yang begitu marah pada OB di kantor nya.


Kemudian Karina bangkit meredam emosi Suaminya." Sayang Adrian cukup sayang, Dia tidak Tahu Apa-apa. Jadi kamu maafkan dia yah Aku tidak apa-apa kok." Balas Karina sambil menggenggam Tangan suaminya yang sedang marah.


"Yasudah kamu pergi ya, Tidak apa-apa kok ini cuma salah paham. Maafkan suami saya !!! " Perintah karina Terhadap OB itu.


Sang OB terlihat gemetar lantaran takut kepada Adrian yang memarahinya." Maafkan saya bu atas ketidak Tahuan saya." lirih Office boy itu dan bergegas pergi meninggalkan Ruangan Adrian.

__ADS_1


Akhirnya emosi Adrian pun mereda ia kembali Terduduk dan melanjutkan pekerjaannya, Sementara Karina menyeduh susu untuk Putrinya.


Saat Adrian terfokus Ke dalam pekerjaannya tiba-tiba saja Ada orang yang mengetuk pintu ruangannya Kembali.


"Tok...Tok...Tok..."


"Masuk." Ucap Adrian berteriak.


Setelah pintu ruangannya terbuka ia terkejut lantaran yang datang ke Ruangan nya adalah Devano Bos besar dari sebuah perusahaan yang sedang bersaing dengan perusahaan nya.


"Kamu !" Ucap Adrian dengan tatapan Dingin.


Mau apa kamu kesini,,?" Tanya Adrian pada Devano yang berdiri di ambang pintu.


Kemudian Devano melangkah berjalan mendekati meja Adrian ia menyerahkan bukti jika pelaku pembunuh Ibunya karina adalah Ryan Orang tua dari Rama yaitu ayah sahabat karib dari karina. Bukti itu berupa kaset DVD.


"Kamu putarkan DVD ini dan kamu akan tahu Siapa sebenarnya Om Ryan, Dan kamu juga akan Tahu kalau aku tidak terlibat sama sekali dengan pembunuhan Tante ayu." Balas Devano Datar.


Kemudian Karina Dengan sangat marah bangkit dari tempat duduknya dan memaki Devano serta menamparnya.


"Plakkkk," Jadi selama ini kamu yang membunuh ibu aku." Geram karina.


Kenapa Dev, Kamu tega sekali !!!" Lirih Karina.


"Karina aku bersumpah bukan aku yang membunuh tante ayu !!!" Ucap Devano membela dirinya.


Namun Adrian juga ikut memarahi Devano dan mengusir mantan sahabat nya itu." Cukup Devano lebih baik kamu pergi dari sini, Dan jangan pernah kamu menuduh Om Ryan yang tidak mungkin melakukan semua ini. Asal kamu tahu Om Ryan itu adalah sahabat orang tua kami." Geram Adrian.


"Lebih baik kamu pergi dari sini !!!" Tegas Adrian sambil menunjuk ke arah pintu mempersilahkan Devano pergi meninggalkan kantornya.


**Next part...


Hallo Readers Maaf ya Thor jadi slow update nih.


lagi banyak kerjaan tapi kalian ikuti terus kisahnya ya.


jangan lupa hayo yang belum like silahkan di like di scroll dari atas sampai bawah, Jangan lupa tinggalkan jejaknya dengan cara berkomentar.

__ADS_1


Terimakasih**.


__ADS_2