Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
[Author POV] Bab 31 : TERROR


__ADS_3

Adrian Terkekeh geli di gelitiki oleh Karina,Karena berhasil menipunya saat dia berpura-pura Akan menciumnya,Namun semua itu hanyalah tipuan belaka.


"Auwahahaha." geli Yank ampun yang,." hahah.


Adrian berteriak kegelian,Di gelitiki terus menerus oleh Karina dengan menaiki badan Adrian.


"Bodo amat salah siapa kamu ngebohongin aku dengan cara seperti itu." ucap Karina Sambil terus menggelitik tubuh suaminya.


"Iya...iya" Ampun cantik ku, sayangku,Manis ku. Maafkan kakang prabu ya" ucap Adrian memelas.


Kemudian Karina pun , menghentikan aksinya Karena kasihan melihat suaminya. Yang sudah kelelahan oleh ulahnya.


"Yaudah Ayo bangun,Awas ya kalau kamu jahil seperti tadi lagi"


"I ya sayang enggak, Kamu sih jadi orang terlalu polos" Sahut Adrian Yang tak bisa menahan Tawanya.


"Apa" ucap Karina cemberut.


"Udah dong jangan ngambek lagi, Kan udahan aku ketawanya." Ucap Adrian menahan Tawa.


"Tuh kan kamu mah ketawa lagi" Ucap Karina manja terhadap Adrian.


"I ya sayang enggak, Nih kamu lihat kan. Aku udah gak ketawa lagi" jawab Adrian.


Kemudian Karina terbangun Dan duduk lagi di sopa Yang berada di Ruangan Adrian.


saat Adrian Membaringkan dirinya lagi di lahunan Karina Tiba-tiba saja, Ada yang mengetuk pintu.


"Tok...tok...tok..."


"Masuk" Adrian menyahuti seseorang Yang berada di balik pintu Ruangan nya.


saat Pintu itu terbuka,Dan ternyata yang berada di Ambang pintu itu adalah Icha mamahnya, Adrian.

__ADS_1


"Mommy" kenapa Mommy gak bilang dulu, Kalau mommy mau kesini, Memangnya mommy sudah sehat" ucap Adrian Yang mengkhawatirkan mamah nya.& Karina pun ikut berbicara Kepada mertuanya.


"Iya ma kenapa! Mama gak bilang kalau mau kesini Kan bisa bareng tadi sama Karin," Jangan bilang mama Kesini gara-gara berselisih lagi sama mommy" ucap Karina Yang mengkhawatirkan mertuanya.


"Enggak kok, Sayang mamah enggak berselisih sama mamah kamu, Mamah kesini karena murni keinginan mama. Soalnya mama khawatir sama kamu"


Adrian mendekat ke Arah ibunya setelah mendengar penuturan, ibunya yang mengkhawatirkan istrinya.


"Memangnya Ada apa mom,?" ucap Adrian dengan serius.


"Emmm" Gimana ya mommy. Bingung harus menyampaikan ke kalian. Pokoknya kalian Harus berhati-hati lagi, soanya Tadi di rumah mommy melihat orang Yang mengintai Rumah"


"Akhh mungkin itu hanya tetangga Yang kebetulan lewat ,Mah." sahut Karina Yang berusaha menenangkan mertuanya ,Yang terlihat gelisah.


"Masa iya sih,"perasaan Gak harus masuk kepekarangan Rumah juga kan" Timpal Icha Terhadap Anak dan menantunya.


* * *


Ayu yang Berada di Rumah sendirian,Iya melihat sosok Orang yang mengintai Rumahnya dari luar.


"Prayyy" Jendela kaca itu pun pecah & ayu memungut Batu yang terbungkus kertas itu.


"Jangan lari kamu hey" Dia, Ayu mengejar orang itu Namun nihil orang itu tidak terkejar olehnya. Dia membuka kertas Yang berisi Ancaman.


"hati hati jika kamu ingin selamat,Jangan pernah ikut campur urusan saya. Jika kamu masih ingin melihat anakmu bahagia"


Ayu terduduk lemas setelah membuka kertas itu,Lambat laun pandangan nya memudar Hingga iya Akan terjatuh.


Bersyukur Adrian ,Karina & juga icha. Sampai dengan tepat waktu.


Karina terkejut melihat Mama nya yang akan terjatuh.


"Mommy" Teriak Karina Panik dia berlari,Untuk merangkul Mamahnya. Namun Adrian lah yang berhasil merangkul Tubuh mertuanya itu.

__ADS_1


"Ma_mamah" Mah bangun mah" ucap Adrian sambil menggoyangkan pipi mertuanya.


"Ayo sayang bawa mommy ke dalam" ucap Karina lirih.sambil membaringkan Mommy nya di sopa.


sementara Icha mengambil kertas Yang bertuliskan Ancaman itu" Adrian lihat ini" Ucap Icha menyerahkan kertas yang bertuliskan Ancaman itu.


Adrian sangat marah setelah membaca pesan Ancaman itu " Kurang ajar siapa Yang berani-beraninya,mengancam Mamah seperti ini" Geram Adrian terhadap pelaku Terror itu.


Kemudian Iya bergegas Menuju pos satpam Yang bertugas menjaga ke amanan Rumah.


"Astaghfirullah" Pak Sukri" Bentak Adrian terhadap satpam Yang malah tertidur itu.


Dengan terkaget-kaget,Satpam bernama Sukri itu pun,terbangun" I iya den, Ada apa" ucap Pak Sukri.


"Kamu ini gimana sih. Kerjanya kok malah Tidur, kamu tau tadi ada orang yang masuk kerumah kita" Adrian mengomeli sekuriti yang sedang bertugas itu.


"I_ iya Den, Maafkan saya"


"Yasudah lain kali jangan lalai, Apa kamu mau saya pecat" Tegas Adrian.


"Ja_Jangan Den, Jangan pecat saya" sahut Sukri dengan gugup.


Adrian Beranjak memasuki Rumah lagi setelah memarahi sekuriti nya. " Gimana si Tuh orang kerjanya malah tidur, Bukannya jaga keamanan, percuma dong Di gajih juga"


Icha membalurkan Minyak kayu putih ke Tubuh sahabatnya itu, Sementara Karina terus menangis di samping ibunya.


"Sayang sudah sayang jangan menangis lagi" Adrian menenangkan istrinya.


Adrian menggenggam Tangan Karina membuatnya Tenang,Karena Tercekat jelas kepanikan Di Wajah cantik istrinya.


"Aku takut orang itu datang lagi ,Adrian. Aku takut dia ngapa-ngapain mommy, Drian" lirih Karina.


"Enggak sayang orang itu tidak akan datang lagi,Aku sudah menghubungi pihak yang berwajib. Agar menangkap orang yang berani meneror mama"

__ADS_1


Adrian menangkup pipi Karina & menyeka Air mata yang mengalir Di pipi istrinya." sudah ya jangan nangis lagi" ucap Adrian sambil menyandarkan kepala Karina ke bahunya, Dan mengelus-elus kepala nya.


__ADS_2