Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
[Author_Pov] Bab 38 : Terbongkar Kepalsuan Sherly.


__ADS_3

Hati Ayu semakin Terenyuh melihat Anak & menantunya semakin Romantis, Kini hatinya berdamai dengan Waktu, Namun iya tidak pernah bisa terima Atas kematian suaminya Yang disebabkan oleh Sherly, Mantan kekasih Dari menantunya.


Pagi itu Ayu menyerahkan Bukti bahwa sherly bersalah atas kematian suaminya.


Wanita setengah baya itu Masih terlihat cantik dengan stelan jas hitam dan Rok senada dengan mengenakan high heels dia terlihat Fashionable untuk ukuran wanita seusianya.


Saat iya secara diam-diam pergi dari Rumahnya, Adrian melihat ibu mertuanya itu yang hendak pergi.


"Mama mau kemana, sepagi ini,? Tanya Adrian yang berdiri sambil membawa sarapan untuk karina. Langkah ayu pun terhenti saat menantunya bertanya.


"Eh kamu Adrian, Mama ada urusan sebentar" seru Ayu terhadap Adrian menantunya.


"Mau aku antar ma"


"Tidak usah Adrian, Mama pergi sendiri aja. Lagian mama perginya sedikit lama.


Namun Adrian enggan bertanya lagi karena iya Takut ibu mertuanya marah karena ditanya-tanya terus olehnya.


"O yasudah kalau gitu ma, Hati-hati dijalan nya" Balas Adrian Ramah. ,, Kemudian ayu Berlalu pergi melangkah keluar dari Rumah.


Sementara Adrian Menuju kamarnya, sambil membawa Sarapan di Nampannya. Karina Tampak masih terlelap dibalik selimut nya Iya seperti enggan untuk bangun pagi, Iya masih dikuasai kantuknya Akibat aktivitas malamnya dengan Adrian.


Kemudian Adrian meletakan makanannya Di meja yang tak jauh dari Ranjangnya, Kemudian iya mengguncang kan Pipi cantik karina istrinya."Sayang Bangun ini sudah pagi loh, Ini aku bawakan sarapan di makan ya. "


Namun Karina tampak Tidak mau membuka matanya, Iya malah menguap. sesaat kemudian iya malah tertidur lagi.


"Sayang Ayo bangun " Apa kamu mau lagi seperti semalam" seringai Adrian. Dengan sigap Karina Bangun karena Takut Adrian melakukan nya lagi.


"Tara aku sudah bangun sayang, Kamu buat sendiri itu" ucap karina sambil menunjuk Mangkok di nampan.


"Owh jadi dari tadi kamu pura-pura Tidur ya, Awas nih, Awas nih" Adrian mengelitiki tubuh mungil Karina.


"Geli sayang hahah...Geli... ampun hahaa. Ampun sayang" Ucap karina yang merasa geli.


"Yasudah maka nya ayo bangun, Ini udah pagi " ucap Adrian manja.


"Iya ... iya.." Yasudah aku mandi dulu ya. muachhh" Balas karina mencium pipi Tampan suaminya kemudian iya berlari kecil ke kamar mandi.


Sementara Adrian Masih tercengang memegangi pipinya Karena di cium oleh istrinya.


Sementara Rama dan Aquila sibuk dengan Keseharian mereka Yang Romantis secara tiba-tiba , setelah menikah.


"Rama sayang , sarapan sudah siap. Ayo cepet mandinya" teriak Quilla dari balik pintu kamar mandi.


"Iya sebentar Quilla sayang, Aku masih ngebersihin badan nih" Teriak Rama membalas Quilla.


"Iya sayang cepetan ya, Nanti teh nya keburu dingin" Balas Quilla lagi.

__ADS_1


"Iya, Kamu tunggu aja di meja makan sayang"


Namun Aquila sudah berlalu menuju Meja makan, sebelum Rama suruh.


"Sayang kamu masih disitu kan, Kalau masih disitu Tolong ambilkan handuk dong" Namun Rama tak kunjung disahuti oleh istrinya.


"Sayang, Jangan bercanda dong. Aku keluar tanpa pake handuk nih, Aku keluar ya" Teriak Rama. "Yasudah aku keluar nih".


Aquila Takut teh untuk Suaminya keburu dingin Akhirnya iya memutuskan, Untuk membawakan nya ke kamar. Dan sesuatu yang tak terduga pun terjadi disana.


"Rama,, " Aquila berteriak lantaran kaget melihat suaminya Toples di depan matanya.


"Ikh kamu cepetan tutup itunya, Sayang ikh cepetan" ucap Quilla.


Rama malah bangga memperlihatkan tubuhnya yang Terekpose di hadapan Quilla, iya malah berjalan mendekati istrinya.


"Prayyy" cangkir yang berisi teh panas itu terjatuh lantaran Quilla gugup saat Rama memeluknya Dengan keadaan Rama tanpa memakai pakaian.


"Adu adu adu aduh ,Panas " keluh Rama kesakitan karena si Joni nya kena tumpahan Air teh panas.


Aquila Tampak merasa bersalah saat itu wajahnya terlihat memelas, karena takut Rama marah padanya. "Maaf sayang aku tidak sengaja, Lagian kamu sih. Ngapain coba telanjang bulat kaya gini sih"


"Aduh sakit sayang, Aduh." Keluh Rama terus menerus padahal sebenarnya Iya juga ingin sekalian mengerjai istrinya.


"Hem ide bagus nih, Kalau aku kerjain sekalian" Gumam rama berseringai.


"Iya sayang, Aduh sakit" Ucap Rama berpura-Pura.


"He he emak enak, Aku kerjain" seringai Rama.


Kemudian Quila datang dengan membawakan salep di tangannya" Nih kamu olesi salep biar gak memar Tuh si joni" ucap Quilla, Padahal Rama sudah berfantasi lebih karena iya pikir istrinya sendiri Yang akan mengoleskan nya.


"Jadi aku nih yang harus Ngolesin nya" seru Rama.


"Iya lah masa aku sih, kan itu punya kamu" ucap Quilla.


"tapikan ini ulah kamu sayang, Ayo dong oleskan ke bagian yang tersiramnya "Pinta Rama kekeh pada quila.


"Iya aku minta maaf, Tapi kan aku engga sengaja. Ikh aku gak mau ikh. geli tau Ngolesin nya"


"enggak sayang coba deh, Enggak geli kok"


Dan pada Akhirnya Quilla mau mengoleskan salep ke bagian Dari suaminya itu.


sesekali quila bergidik karena saat iya mengoleskan salep Si joni menegang.


* * *

__ADS_1


Sementara Ayu kini sedang berada di kantor pengacara Almarhum suaminya , Untuk memproses data bukti bahwa sherly dengan sengaja membuat suaminya meninggal.


"Pak Morga pokok nya saya ingin sherly segera mendapatkan hukuman yang setimpal pak" Tegas Ayu pada morgan pengacara suaminya.


"Iya ibu Saya akan pastikan, Kalau sherly akan mendapatkan hukumannya.


"Baiklah kalau begitu pak, Saya mohon pamit ya" Balas ayu.


"Baik ibu silahkan, Apa mau saya antar kan ke depan" ucap Pak Morgan dengan Ramah.


Kemudian Ayu dan morgan keluar dari Ruangan kerja sang pengacara, Iya berbincang seputar, Pengembangan kasus kejanggalan atas kematian suaminya.


Namun saat Ayu memasuki Taksi online, Dengan Tidak sengaja sherly melihat Ayu keluar dari kantor pengacara Kondang tersebut."Habis ngapain Nenek tua itu dari kantor pengacara" Gumam Sherly yang sedang di dalam mobilnya.


"Sial pasti dia Menyetorkan bukti baru, Yang nantinya akan memberatkan aku, Ini tidak bisa dibiarkan, Awas saja kamu tante Ayu" Ucap Sherly murka.


Sementara Adrian sedang mengantar Karina untuk berbelanja kebutuhan nya untuk anaknya kelak, Ketika sudah lahir. Dan sherly pun ada disana membuntuti ayu Ibunya karina. Karena ayu pergi ke mall tersebut.


" Tante," teriak Sherly memanggil Ayu,. Ayu yang sedang berjalan memasuki lobby mall menengok mencari sumber suara yang memanggil Namanya.


"kamu, Ada apa kamu manggil saya. dengan berteriak lagi. Tidak sopan kamu" Ucap Ayu menimpali Sherly.


"Tante mau ngapain tadi ke kantor pengacara, Jangan bilang tante menyerahkan bukti itu'' Sherly sangat murka saat itu.


Ayu pun terpancing oleh perkataan kurang ajar Sherly terhadapnya" Sok tau kamu ya, Kenapa memangnya kamu takut ya. Tunggu saja saya pasti berhasil menyeret kamu ke penjara kali ini.


"Tante jangan coba bermain api dengan saya yah, Atau nyawa karina taruhannya. Tante harus ingat itu, Kalau sampai saya dipenjara saya pastikan karina tidak akan pernah hidup tenang.


"Sudah cukup ancaman kamu, Saya tidak bisa mentolerir sikap kamu yang semakin dibiarkan malah semakin menjadi Sherly.


Karina berjalan dengan Adrian iya sangat tercengang, melihat sherly sedang bertengkar dengan ibunya, Kini matanya terbuka bahwa sherly tidak benar-benar. berubah menjadi lebih baik. saat Sherly mau mendorong Ayu Dari eskalator, Tiba-tiba saja karina berlari untuk menghadangnya.


Adrian sangat kaget Ketika melihat istri nya Yang berlari secara Tiba-tiba." Akhhhh Pekik karina,' Sherly pun dikagetkan dengan kedatangan Karina yang secara tiba-tiba.


Karina terjatuh dari eskalator Dia terguling sampai ke lantai bawah.


"Karinaaaaaa" Teriak Adrian panik melihat istri yang sangat iya cintai terjatuh dari Eskalator.


Begitu juga dengan Ayu yang berteriak histeris melihat anaknya Terjatuh dan bersimbah Darah. sementara Sherly langsung di amankan Security karena terbukti melakukan Tindak kejahatan.


Begitu banyak orang berkerubun Menyaksikan kejadian memilukan itu.


**To be a Continued....


Next part ya...


jangan lupa Follow me**...

__ADS_1


__ADS_2