Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Kharma untuk Sasha


__ADS_3

"Duarrrr..., Duarrrr..., Duarrrr" Suara Tembakan Terlepas begitu saja.


"Hening"....


Sesaat Kemudian Terdengar Bunyi sirine dari Mobil Police yang berdatangan, Ke lokasi Terjadinya kericuhan itu.


"Angkat Tangan Anda." Ucap Salah seorang Polisi Menodongkan Pistolnya Ke Arah Davin, Karena dengan Reflek menembak "Jack" Yang Akan menembak Bos nya.


"Dia Hanya melindungi saya Pak, Tak Seharusnya Anda membawanya! " Ucap Adrian Membela Davin.


Seketika Jack Ambruk, Mengembuskan Nafas Terakhirnya. Mata Nya melotot, Mulutnya mengeluarkan Darah segar.


"Kau Memang Pantas Mati Keparat," Umpat Adrian Meludahi Jasad Bule bernama Jack.


Kini Davin Harus Rela di Bawa Oleh police Tangannya Segera di Borgol, Dan di Masukan ke Mobil polisi.


"Kau Tenang Saja Davin, Saya Akan segera Membebaskan mu." Ucap Adrian Meyakinkan Davin, Setelah Membawa Karina Ke dalam Mobilnya.


Raungan Sirine Mobil polisi dan Ambulance, Saling bersahutan setelah mengambil Jasad "Jack" dan Membawa Davin.


"Kau Tidak kenapa-kenapa kan Sayang,,?" Ucap Adrian Menyelipkan Rambut Istrinya ke telinga.


"Seperti Yang Kau lihat, Aku baik-baik Saja Dri." Balas Karina Gemetar, Lantaran Ia Masih Shock Atas kejadian yang menimpanya.


Kemudian Adrian Menutup pintu mobilnya, Lalu berlari mengitari Mobilnya, Memasuki Pintu kemudi Untuk Segera menyusul Davin Yang di bawa Ke kantor Polisi. Wilayah Distrik A di Kota Berlin tersebut.


Kini Davin Berada di Ruangan sedang Di Interograsi Oleh Dua Orang Polisi berbadan Gemuk berperut Buncit.


Adrian pun Menyusul dan membeberkan Kejadian Yang Sebenarnya, Serta menyuap Para polisi itu Untuk menutup Kasusnya.


"Terimakasih Atas Bantuannya Tuan." Ucap Davin Berterimakasih terhadap Adrian.


"Seharusnya Saya yang Bilang seperti itu Pada kamu Dav," Balas Adrian Menepuk pundak Davin, Seraya melangkah kan Kakinya.


"Itu Sudah Menjadi kewajiban Saya, Untuk melindungi Anda Tuan." Seru Davin.


"Baiklah Kalau begitu Mari kita Pulang," Ajak Adrian Terhadap Davin Memasuki Mobilnya.


"Biarkan Saya yang mengemudikannya Tuan." Tawar Davin Yang Masih Tak enak hati, Akibat pertolongan Adrian.


"Baiklah..., Silahkan. Lagi pula Saya sedang Lelah." Ucap Adrian Menimpalinya.


Kemudian Mereka memasuki Mobil secara bersamaan, dan Pergi menuju Rumah Sakit untuk melakukan Perawatan Untuk Badannya Masing-masing Yang Memar, Dan luka-luka di bagian Tangannya. Termasuk Karina yang mendapatkan penganiayaan.


__ADS_1




Sementara di Tanah Air ada Wanita yang begitu membenci Adrian, Ia merasa telah di kalahkan. Karena Jack Terbunuh begitu saja.


"Kau...,Memang bedebah Adrian! Aku akan membalas untuk kematian Jack, Aku bersumpah Akan menghancurkan mu." Geram Trisha Mengutuk Adrian.


Drt...Drt...Drt...


"Calling Sasha"


Trisha menoleh ke ponsel yang terletak di atas meja, Ia mengangkatnya Setelah mengetahui Sahabatnya yang menghubungi.


"Ada Apa Kau menghubungi ku, Sha,,?" Tanya Trisha mulai menurunkan Emosinya.


"Aku perlu bicara dengan Kamu Trisha." Ucap Sasha dengan Nada yang menekan.


"Baiklah...,Dimana Kita akan bertemu." Balas Trisha berbicara terhadap Sasha.


"Muray Cafe, Saya Tunggu Kamu secepatnya Tris." Ucap Sasha di seberang Sana Sambil mengakhiri panggilan.


Trisha Terbingung dengan Suara Sasha Yang terdengar sedikit Arogant,Dan terkesan Ingin memarahinya. Tanpa Berfikir lama Trisha meluncur dengan Mobilnya, Menuju Muray Cafe. Tempat dimana Sasha menunggu.


"Trisha...,Trisha...,Ternyata kau tak lebih dari Sang Rubah betina. Jangan mimpi kau akan merebut Devano dariku." Gumam Sasha Memutar Video yang tengah Viral di Sosial media.


"Laki-laki itu lagi...,Tuhan Sepertinya mengirimkan dia Untuk jadi milikku," Seketika Ia Terhenti Mengingat tujuannya ke Muray Cafe Untuk Apa. "Akhhhhh...,Masa bodoh pertemuan dengan Sasha, Itu tidak penting." Ucap Trisha menghampiri Devano Yang sedang Terfokus menatap Laptop nya, sesekali Devano menyeruput Kopi di gelasnya.


Satu Jam berlalu Sasha menunggu, Namun Trisha Tak kunjung datang menampakan Batang Hidungnya, Sasha Bangkit dan menghela Nafasnya, Kesal Yang ia Rasakan Saat ini.


"Hahhh...,Kemana Sebenarnya Si Rubah Ini." Ucap Sasha mengucapkan Julukan baru Untuk Trisha.


Sasha Mengitarkan pandangannya, Sehingga Tatapannya terjatuh pada Dua Orang yang Sangat dia Kenal, Yaitu Trisha sahabatnya, Dan Devano Ayah dari Putrinya.


"Trisha...,Kau menjijikan." Umpat Sasha dengan marah menghampiri keduanya.


"Plakkkk...,"


Satu Tamparan lepas landas di pipi Cantik Trisha, Kemudian Ia menoleh serta memekik Kaget. Melihat Sahabatnya menamparnya Begitu saja.


"Berani sekali Kau menamparku Sha...,Apa Salahnya Aku." Bentak Trisha.


"Kau Masih mempertanyakan Apa Salahnya dirimu...,Kau lihat Video ini baik-baik. Yang kau peluk dan kau Goda ini siapa,,?" Maki Sasha Terhadap Trisha Sambil menunjukkan Video Yang Tengah Viral.


"Itu bukan Salahku...,Itu Takdir Sha. memangnya Salahnya aku apa, Tak ada hukum yang melarang Aku menggoda Siapapun, Lagi pula laki-laki ini Siapa nya kamu Sih." Balas Trisha Dengan percaya dirinya.

__ADS_1


Betapa Bodohnya Trisha Tak sedikitpun mencerna Maksud kemarahan dari Sasha, Devano Hanya Menatap bingung dengan Keributan Calon istrinya, Dan Wanita Yang selalu menggodanya.


"Hey...,Tak bisakah Kalian berhenti mempermalukan ku." Bentak Devano Seketika Sasha Menoleh.


"Apa kau Bilang Dev, Mempermalukan mu! Jelas-jelas Aku Yang di permalukan disini." Dasar Buaya Darat seharusnya aku Tak mempercayai mu Dev, Bajingan Kamu." Sasha memukul-mukul Devano.


"Sha Maksud Aku tidak seperti itu, Kamu Salah paham Sayang." Balas Devano menenangkan Sasha.


Deg...,Lidah Trisha mendadak Kelu, Hatinya berdesir Mendengar Pria tampan nya memanggil Sasha dengan Sebutan Sayang.


"Say-yang...,Apa aku Tak salah mendengar." Gumam Trisha Yang pada Akhirnya mengetahui Siapa sebenarnya laki-laki yang Saat ini Ia kejar.


"Ini sudah kepalang Tanggung, Aku sudah terlanjur malu di hadapan Umum. Aku tak peduli Milik siapa laki-laki ini." Ucap Trisha Mengitarkan pandangan nya, Ia menyadari kini mereka menjadi Pusat perhatian di Muray Cafe.


"Aku harus lakukan Sesuatu...,Agar Sasha Memutuskan Laki-laki ini." Seringai Trisha dengan Rencana buruknya.


"Sasha..., Tolong dengar penjelasan Aku yah! Aku sama sekali tak mengenal dia Sha." Tunjuk Devano Terhadap Trisha.


Namun Trisha malah menangis, Ia memainkan Sandiwara nya Seolah dialah Yang dirugikan disini.


"Hiks...,hiks...,hiks." kenapa Kamu tidak jujur dari Awal, Kalau kamu adalah Calon suami sahabat ku Dev. Kenapa Setelah mendapatkan kenikmatan dariku Kau berpura-pura tak mengenaliku." Dusta Trisha Menangis sesegukan.


"Jangan Berbohong kau ...,Wanita Licik! Siapa...,Kau. Bahkan Aku tak mengenalmu." Bentak Devano Terhadap Trisha.


Sasha Sangat Marah kepada Devano, Begitupun kepada Trisha. "Kalian berdua memang Pasangan Yang Cocok yah, Kalian Tak punya Hati. Aku benci Kamu Devano..., Jangan pernah berharap Kamu bisa bertemu lagi dengan Ratu." Ancam Sasha Terhadap Devano.


Sasha Dengan Amat hancur perasaan nya, Pergi meninggalkan Muray Cafe. Sementara Trisha tertawa penuh kemenangan.


"Maafkan Aku Sha...,Aku tidak Tahu kalau pria tampan ini adalah Calon suamimu." Seringai Trisha.





Next part...


Ikuti terus kisahnya yah Readers...


Jangan lupa Tinggalkan jejak kalian...


Like,komen, Tap bunga mawar.


Terimakasih Sudah mendukung sampai sejauh ini.

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2