
"Aku akan membuat perhitungan dengan Orang bodoh ini." Geram Adrian Mengepalkan Tangannya.
"Apakah Tuan mengenal Orang Yang bernama "Jack" Ini,,?" Ucap Davin Terlihat sangat serius.
"Saya tidak mengenal nya, Tapi Saya Tahu yang menyuruh nya. Mulai sekarang perketat Penjagaan Hotel Yang Saya tempati." Perintah Adrian Terhadap Davin.
"Tuan Tenang Saja, Sebelum Tuan memerintahkan semua itu. Saya Sudah melakukan nya." Balas Davin.
"Kerja Bagus Vin, Baiklah Saya Rasa sudah tak ada Yang harus Saya bahas dengan Kamu." Ucap Adrian menenggak Minumannya.
Kemudian Davin bangkit, Memohon pamit terhadap Pria kaku Yang kini duduk semeja dengannya.
"Kalau begitu Saya mohon pamit, Tuan." Pinta Davin Terhadap Adrian.
"Pergilah...,"... Ucap Adrian Sambil mengibaskan Jemarinya.
Akhirnya Davin pergi di ikuti dengan Para Anak buahnya, Yang mengekor di belakang nya.
Sementara Karina Kini masih dengan Setia menunggu kedatangan Suaminya, Ia Mengayuh Kursi Rodanya mendekati Jendela Kamar Hotel, Dengan Susah Payah Karina menyingkapkan Gorden, Ia menatap Pada Hamparan lampu Kota Berlin yang terlihat Sangat Indah.
"Bintang..., Gimana Kabarmu di sana Nak. Bunda Merindukanmu, Apa Kamu sehat-sehat saja disana, Kamu sudah bisa apa Sekarang Nak." Buliran putih tak sengaja menetes di pipi Cantik nya.
Iya Tahu Bathin nya sangat merindukan Putranya, Meski berada jauh sekalipun ibu mana Yang tega meninggalkan Anaknya.
Tidak berapa Lama Adrian memasuki Kamar Hotel nya, Dan melihat Istrinya yang sedang menatap Pada Hamparan kota Berlin dari balik jendela.
perlahan Adrian melangkah kan Kakinya, mendekati Istrinya yang sedang menangis. Tiba-tiba saja " Prayyyy" Kaca Jendela Hotel Kondominium di pecahkan Oleh Seseorang Yang tak di bisa dikenali Karena Orang itu memakai Tregos .
"Hey..., Lepaskan Istri ku." Teriak Adrian, Namun dengan Cepat Orang itu membawa Karina Turun Menggunakan Tali dari ketinggian lantai 17.
"Adrian...,Tolong aku." Teriak Karina Yang merasa ketakutan.
"Diam Kau...,Atau Aku jatuhkan Kau dari sini." Ancam Pria yang Menculiknya.
"Siapa Kau...,Ada Masalah apa kau denganku." Bentak Karina.
Adrian Sangat panik, Iya Segera menelpon Davin, Dan menghubungi polisi setempat.
"Saya membutuhkan bantuan mu sekarang, Istri saya Di culik Davin." Bentak Adrian Melalui Selulernya. Ia berlari segera menuju lift.
"Ba-bagaimana Bisa...,Apa yang terjadi." Ucap Davin diseberang Sana, Ia juga ikut Panik mendengar Penuturan Bos nya.
Davin segera bergegas menuju lokasi Terjadinya, Penculikan Istri Tuannya. Ia merasa bersalah Karena Anak buahnya kecolongan dalam Menjaga Istri dari Ceo Kaku itu.
Pria misterius itu kini telah Turun dari ketinggian, Membawa Karina menuju Mobilnya.
__ADS_1
Karina berusaha Berontak dan berhasil menarik Penutup Wajah Orang yang Menculiknya.
"Kamu Lagi...,Lepaskan Aku dasar Bule biadab. Mau kau apakan Aku." Bentak Karina memberontak.
"Plak...,Lebih baik kau diam Nona. kau harus menerima hukuman Atas perbuatan suamimu." Ucap Jack Menampar Karina.
"Bre**sek Kamu...,Lepaskan Aku." Ucap Karina mengamuk.
"Sekuat Apapun Kau mengamuk, Tetap Saja kau tak bisa lari dariku. Kau lumpuh jangan berani bertingkah Nona." Seringai Jack meremehkan.
Kini Adrian telah Sampai di lobby Hotel, Ia segera Mencari Istrinya, Begitu Juga dengan Anak buah Davin Yang menyebar secara teratur.
"Hey...,Jangan lari Kau." Teriak Adrian Yang akhirnya menemukan Karina Yang di masukan kedalam Mobil.
"Sial..., Cepat Masuk. Atau ku tembak kepala mu." Ancam Jack terhadap Karina.
Karina di berondong senpi, Akhirnya luluh dan Mengikuti apa kata Bule gila Yang bernama Jack itu.
"Kikkkk...," Jack Memutar Kemudinya Dan melenggang Bebas keluar dari Area parkiran Hotel.
Adrian Berlari berusaha mengejarnya, Namun Sialnya dia telat. " Awas...,Kau Jack. Aku tidak akan membiarkan mu hidup." Geram Adrian berlari kembali mengambil Mobil nya.
Sementara Davin Masih alam perjalanan Menuju Hotel, Tiba-tiba Saja Ponselnya berdering. Ia mengambil ponselnya dan segera mengangkat panggilan setelah Tahu itu dari Bosnya.
"Halo Tuan." Ucap Davin menerima panggilan dari Adrian.
"Sa-saya masih dalam perjalanan," Balas Davin Gugup.
"Cepat Hadang Mobil Lamborghini Milik Jack, Dia membawa Istriku. Kau tahu kan dengan Kendaraan yang dia tunggangi." Adrian membentak Davin di sela Menyetir.
"Iya Tuan Saya Tahu." Balas Davin memutar Arah Kendaraan nya. "Kikkkk..., Mummm."... Seketika Kendaraan yang melintas,Di lajur Yang Sama mengerem Karena tindakan Davin Yang memutar Arah sembarangan.
"Duk...,Duk...,Duk." Tabrakan Beruntun terjadi Sehingga membuat kemacetan Yang sangat parah Di kota Berlin Malam itu.
"Bagus Ini akan sedikit menghambat pergerakan kamu Jack," Seringai Davin.
Jack Kemudian memutar Arah, Setelah mengetahui kemacetan yang Sangat parah. Namun Nahas kini di Depan Mobilnya, Sudah Ada Adrian yang menghadangnya.
"Kau Kira bisa lari dari kejaran ku, Keparat! Cepat Turun, Aku punya Hadiah untuk mu." Ucap Adrian mengepalkan Tangannya, Menarik, Memaksa Jack untuk turun dari Mobilnya.
"Bughhhh." Satu bogem mentah menghantam pipi Tampan Bule kurang ajar itu.
"Kau bisa mengejarku dan memukulku, Tapi kau Tidak Bisa menyelamatkan Istrimu, Lihatlah Dia berada di Antara Rel kereta, Sebentar lagi kereta Itu Akan menabrak Istrimu." Ucap Jack berseringai.
"Bajingan kau Jack...,Sebelum kau membunuh istriku,Kau juga harus mati.!" Adrian amat Sangat marah terhadap Jack.
__ADS_1
"Bughhhh." Jack menyikut Adrian, Hingga terjatuh.Jack berusaha Lari Namun sialnya, Davin telah Sampai bersama dengan Anak buahnya.
"Kau Mau lari kemana Tuan Jack...,Belum puaskah Anda selama ini selalu membuat Masalah Dengan perusahaan kami." Geram Davin Terhadap Jack.
Adrian berusaha mencerna Ucapan Davin, Yang memperingatkan Jack," Maksud kamu Apa Dav, Jadi selama ini yang selalu membuat masalah dengan perusahaan kita, Adalah dia." Tunjuk Adrian terhadap Jack.
"Tot...,Tot...,tot" Klakson Kereta yang hendak lewat, Sementara Karina Masih Terjebak di dalam Mobil.
Adrian Terkesiap kaget, Melihat Istrinya di ambang Maut, Ia berlari dengan Sangat Cepat Untuk menyelamatkan karina.
"Tidak." Teriak Adrian sementara Kreta Terus melaju.
"Kalian Tunggu Apalagi, Cepat bantu Tuan Adrian." Bentak Davin memerintahkan Anak buahnya.
Jack Akhirnya memiliki Celah untuk Melarikan, Ia berusaha Memberontak Terhadap Davin.
"Bughhhh." Davin Terjatuh karena Di sikut Oleh Jack.
"Jangan Lari Kau." Ucap Davin.
"Toooot....,Toooot." Boooom...,Duarrrrr." Kereta Menabrak Mobil yang berisikan Karina.
"Tidak...,Tuan Adriannnnn." Teriak Davin.
Akan Tetapi Karina telah berhasil Adrian Selamat kan." Kini kau baik-baik saja Istriku...,Maafkan aku. Karena lengah dalam menjagamu." Adrian merengkuh Karina ke dalam pelukannya.
Davin Terlihat lega setelah ledakan, Kereta mereda. Namun Rupanya Jack masih berada di sekitarnya dan berusaha menembak Adrian.
"Kau harus mati Adrian, Jika kau mati mungkin Saja. Karina Akan menjadi milikku." Ucap Jack menodongkan Senjata api Ke Arah Adrian yang sedang Menggendong Istrinya.
"Duarrrr...,".. Duarrrr...,".. Duarrrr." Suara Tembakan sebanyak Tiga kali, Terlepas begitu Saja.
•
•
•
**Happy Reading...
Ikuti terus Kisahnya yah...
Jangan lupa bantu Like,Komen,dan Tap Mawar...
Tambahkan ke kolom favorit kalian...
__ADS_1
Semoga Terhibur**...