
Aku mempercepat Laju kendaraan ku, dan berusaha Terus mengejar Karina Istriku.
Aku Mendahului setiap mobil Yang sedang melaju di samping mobilku.
Setelah itu akhirnya aku melihat mobil Lamborghini berwarna merah, Yaitu mobil yang di kendarai istriku. Namun kulihat dia kembali memutar Arah, Entah akan kemana dia pergi Yang jelas Jalan itu bukan menuju ke Rumah. "Tiiiiit" Bunyi Klakson Mobil Yang tiba-tiba saja mengagetkan ku, Dari arah samping kiri, Lalu Aku menginjak pedal gas, Dan ku banting stir ke kanan lalu meleok ke kanan dan kiri" Dukk...Dukk.." Bunyi mobilku menghantam trotoar. " Duarrrr.... Plakk... Plakk" Akhhhh" sial Hampir saja mobil yang ku kendarai bertabrakan dengan mobil Lainnya. "Kickkkk" Aku mengerem dan Akhirnya Aku kehilangan jejak istriku. Berhenti sejenak untuk menarik Nafas, hingga Akhirnya Aku memutuskan Untuk pulang.
Namun di tengah perjalanan Aku ditelpon Oleh " Billy" Seorang inspektur Yang bertugas mencari keberadaan Sherly.
"Drttt...Drttt..."ponselku bergetar.
"Halo Bill, Ada apa.?" Tanyaku padanya.
"Halo Pak Adrian, Bisakah Anda sekarang ke Tanah pemakaman umum,"
"Untuk Apa saya kesana, Apa Ada hal Yang sangat penting.
"Tentu saja ini penting pak, Saya melihat Nona sherly Dan juga Teman lelakinya. Membawa Istri Anda Pergi menggunakan mobil.
" Apa..." Kenapa Kamu tidak Menghalanginya, Dasar payah." ucapku geram pada kebodohan Billy.
"Maafkan saya pak, Saya sudah berusaha mencegahnya. Namun mereka mengancam Akan membunuh Nona Karina.
"Baiklah saya akan segera kesana," Ucapku sambil menutup Panggilan dari Billy.
Kemudian Aku menyusul ke pemakaman, kali ini Aku sangat marah pada Sherly. Dia sudah sangat keterlaluan, Terbesit di pikiranku. Untuk meminta bantuan kepada Rama Sahabat dari istriku.
"Calling Rama"
"Drt...Drt..."Dering ponsel.
Rama melihat ke ponselnya yang di letakan nya di meja. Kemudian iya mengambilnya Untuk memastikan siapa yang telah menelponnya , Dan ternyata iyalah Adrian.
"Halo Ada apa Dri,?" Tanya Rama terhadap Adrian di seberang sana. Kemudian Adrian Langsung berbicara ke intinya bahwa dia sedang membutuhkan bantuan dari Rama.
"Gw butuh bantuan lho sekarang, Apa lho bersedia Bantu gw.
"Iya gw bisa bantu apa Dri.
"Karina diculik oleh sherly Ram, Gw mohon Bantuan dari lho, Gw enggak tau harus minta tolong Ke siapa lagi selain lho.
"Beraninya Sherlly, Ok baiklah gw bakal segera nyusul lho, Share lokasi lho sekarang."Ucap Rama yang merasa kaget setelah mendengar Kalau sahabatnya itu di culik.
"Sudah gw kirim lokasi gw saat ini, Tolong secepatnya susul gw" Ucap Adrian sambil menyetir.
Kemudian Rama bergegas menyusul, setelah mendapat lokasi Yang di berikan oleh Adrian.
__ADS_1
"Emang tidak ada kapoknya si Sherlly" umpat Rama, Sambil menyalakan mobilnya & bergegas pergi.
kurang lebih Memakan perjalanan Satu jam Rama sampai di lokasi, Di sana sudah terlihat Adrian dan juga Beberapa Polisi.
"Dimana Karina, Kemana mereka membawanya" ucap Rama yang terlihat mengkhawatirkan Karina.
"Kita terlambat Ram," lirih Adrian Yang menyesal Karena dia tidak bisa menjaga Istri nya dengan baik.
"Maafkan mas, Karina. mas sudah lalai dalam melindungi kamu" Ucap Adrian Terduduk lemah.
"Tidak Ada gunanya kamu Meratapi semua ini, Kita harus kuat Dri. kita harus cari Karina di bawa kemana, oleh wanita jahat itu.
Ucapan Rama merupakan Tamparan keras bagi Adrian, Sehingga membangkitkan kembali semangat nya Yang hampir hilang.
Kemudian Adrian Bangkit.
"Benar Apa yang lho bilang Ram, Gw tidak boleh lemah saat ini, Gw harus cari karina bahkan kalau perlu sampai ke ujung dunia sekalipun.
"Inilah Adrian yang gw kenal, Inilah diri kamu yang sebenarnya Dri. lho harus jadikan karina sebagai kekuatan lho, Bukan kelemahan lho" Ucap Rama mensupport sahabatnya itu.
Kemudian Billy Menghampiri Adrian Yang sedang bersama Rama.
"Pak bolehkah saya menanyakan sesuatu kepada bapak, Apakah Nona karina Punya benda Yang bisa di deteksi pak. Agar mudah kita mencari keberadaan nya.
Adrian teringat pada Kalung yang di berikan kepada Karina Yang sengaja iya pasangi Gps.
Kemudian Adrian membuka map di ponselnya Dan mencari Titik karina, " Kalian lihat ini lokasi Karina saat ini," ucap Adrian yang terlihat Antusias karena telah menemukan Lokasi istrinya.
"Tunggu" Bukankah ini Perjalanan menuju Bandara, Apa yang akan Sherlly Rencanakan sebenarnya" Ucap Rama cemas.
"Kalau begitu Tunggu apalagi kita susul mereka" Ucap Billy sambil menaiki Mobilnya.
"Yasudah lebih baik kita ikut Bareng mobilnya Billy saja Ram, Biar mudah melihat lokasinya."
Kemudian Rama menaiki mobil Billy begitu juga Adrian, Sementara Anak buah Billy mengikuti dari belakang.
Raungan suara sirine mobil polisi Itu memekakkan Telinga Para pejiarah di pemakaman umum, Tempat dimana karina di culik oleh Sherlly dan Devano. Orang-orang disana Menyaksikan begitu Ramainya para polisi Yang berdatangan ke TPU sore hari itu.
"Bisakah sedikit lebih cepat kau mengendarakan mobilnya Billy" Ucap Adrian Yang panik dan takut kehilangan Istrinya.
"Ini sudah sangat cepat pak, Saya mengendarai nya." Balas Billy pada tuannya.
"Dasar payah kau, Mobil tua masih saja kau pake heuhhh" umpat Adrian.
"Ini mobil Dinas pak, Gimana sih bapak" Balas Billy yang kesal Karena Tuannya terus mengomelinya.
__ADS_1
"Tidak bisakah Kalian diam," Umpat Rama kepada keduanya.
Seketika Billy dan Rama Terdiam Tidak saling mempermasalahkan lagi Tentang Kecepatan mobil Dinas milik Billy.
"Coba kamu lihat lagi Dimana lokasi " Karina " Sekarang" Ucap Rama Menyuruh Adrian melihat titik lokasi dari karina.
"Mereka Masih berada di Bandara," Ayo kita harus sedikit lebih cepat Bill,"
Saat Billy lengah Tiba-tiba saja mobil di seberang Membuka kaca nya, dan menembak ke Arah mobil Yang kami tumpangi.
"Duarrrr" Ledakan Tebakan.
"Merunduk Teriak Adrian," Cessss" Suara Ban yang tertembak Dan mobil kami Oleng Meleak-leok ke kiri dan kanan,"Duk...Duk..." Mobil menghantam Pengendara lain .
"Kendalikan stir nya, Awas di depan Ada pembatas Jalan" Teriak Rama Memberitahu Billy. Kemudian Billy membanting stir ke kanan Namun Nahas di kanan Ada mobil bus yang melaju, Sehingga terjadi gesekan.
"Seeeettttt" Duk...Duk...Duk..."
"Banting lagi ke kiri stirnya," Perintah Adrian Terhadap Billy, Kemudian Billy menurutinya .Setelah itu Mobil Yang mereka tumpangi Melompat Ke seberang Jalan.
"Aaaakhhhh" Bruk... Brukkkk"
Kemudian Billy menepikan mobilnya dan mereka turun dari mobil." Sial " Siapa orang yang telah berani menembak mobil kita" Ucap Adrian Yang terlihat geram.
"Entahlah"....
Yang jelas orang itu Pasti suruhan Sherlly, " Balas Rama.
"Ayolah Kita Harus segera sampai Bandara, Tidak bisakah Kita bergerak sedikit lebih cepat" Teriak Adrian panik.
Kemudian Billy kembali menaiki Mobil dan berusaha Menyalakan nya, Namun sayangnya mobil itu tidak menyala Lagi.
"Akhhh" Sial " Umpat Billy.
" Apa Kalian butuh Bantuan" Ucap Seorang pengendara Yang menawarkan Tumpangan pada Mereka.
Kemudian Rama & Adrian menoleh Dan ternyata Orang itu adalah Aquilla.
"Sayang," Kamu tau kami disini dari siapa,?" Tanya Rama pada istrinya.
"Itu tidak penting sayang, Yang penting sekarang Ayo cepat kalian semua Naik" ucap Aquilla dari dalam mobil nya.
Next Part....
Happy Reading...
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Jika ingin di lanjut ceritanya.....