Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Awal Kesedihan


__ADS_3

Jalanan Ibu kota Terlihat Ramai lancar Pada Hari itu, Tidak Seperti Hari biasanya Yang Sangat Macet. Sementara Adrian terfokus menyetir Mobilnya, Karina Yang duduk si sampingnya Tampak Enggan bertanya pada Suaminya Yang Masih terlihat Masih Cemburu padanya.


Aksi Saling mendiamkan pun Terjadi Hingga Sampai Ke kantor Karina Baru tersadar, Bahwa selama perjalanannya Bukanlah Menuju Rumah.


"Kenapa Kita ke Kantor? Bukankah Tadi kamu bilang Akan Mengantar Aku pulang.'' Ucap Karina Yang Membuka Obrolan.


"Siapa bilang Kita pulang Ke Rumah, Aku kan Bilangnya Cuma mau mengantarkan pulang. Bisa Saja Pulang ke kantor, Sama saja kan Judulnya pulang." Timpal Adrian Yang berpura-pura Cuek pada Istrinya.


"Iya...,Iya. Terserah Kamu." Balas Karina Sambil Membuka Pintu mobil.


Kemudian Adrian Berlari mengitari mobilnya, Menggandeng Istrinya. Berjalan Masuk ke Gedung perkantoran.


Tampak Semua Karyawannya, Menyambut kedatangan Mereka. Para Karyawan itu Membungkukkan Badannya Tanda menghormati Atasannya.


"Selamat Datang Tuan Adrian, Nona Karina." Ucap Para Karyawannya secara bersamaan.


Adrian Bersikap dingin seperti biasanya, Pada semua Karyawannya. Namun Karina membalas Sambutan mereka dengan Senyum Ramahnya.


"Aku tidak mau loh...,Kalau kamu di periksa Sama Dokter laki-laki Yang kurang ajar Tadi itu, Aku Akan menghubungi Dokter Cantika Untuk memecat Dokter Yang tadi itu loh." Ucap Adrian.


"Kamu tidak usah seperti itu loh, Sayang. Rasanya Semua itu terlalu berlebihan." Balas Karina.


"Tidak berlebihan Bagaimana, Dia berani pegang-pegang Tangan kamu seperti tadi ! Wajar Saja kan, Kalau aku Marah." Sahut Adrian.


"Kamu ini kenapa sih...,Kemaren waktu Aku pingsan, Yang memeriksaku Dokter Rudy. Beliau Juga kan Laki-laki." Ucap Karina.


"Beda Sayang kalau Dokter Rudy kan, Sudah Tua sementara Yang tadi itu Dokternya Masih muda." Seumuran loh Sama aku !'' Ucap Adrian Sambil berjalan di samping Karina.


"Hemmm..., Kamu Cemburu Yah." Sahut Karina Spontan.


"Enggak, Siapa Yang cemburu." Dusta Adrian, Menyembunyikan Rasa cemburu nya.


"Kalau bukan cemburu, Terus Apa Namanya." Ucap Karina.


"Aku khawatir, Takut kamu di Apa-apa in, Sama Dokter itu. Kayaknya dia punya maksud tertentu itu Sama kamu." Timpal Adrian sambil menggenggam erat Tangan Karina.


"Sayang..., Berhenti operthinking Sama Orang !Buang jauh-jauh, itu tidak bagus buat kesehatan kamu. Lagian apa yang kamu khawatirkan, Lihat aku ! Dimata ku cuma Ada kamu seorang. Aku tidak akan berpaling selama kamu masih mencintaiku. Berhentilah Bersikap Seperti ini Aku hanya milikmu." Ucap Karina bertatapan dengan wajah Adrian.


"Bagaimana Aku bisa berpaling dari Wajah yang selalu Aku Rindukan Adrian..., Bagaimana jika suatu hari kita berdua tiba di ujung jalan perpisahan. Di umurku yang sudah tidak lama lagi ini, Aku hanya ingin bersamamu." Gumam Karina Dalam hatinya.

__ADS_1


Kemudian Karina memeluk Adrian, Menangis sejadi-jadinya.


"Ijinkan Aku memelukmu...,Hiks...hiks...hiks..." Lirih karina menangis terisak-isak. Di pelukan Suamina.


"Heyyy..., Kenapa kamu menangis! Maafkan aku Jika aku membuat kamu sampai se sedih ini." Ucap Adrian menyeka Air Mata istrinya, menggunakan kedua tangannya.


"Aku janji Aku tidak akan bersikap Ke kanak-kanakan Lagi, Sudah kamu jangan menangis lagi Yah...Cup...Cup...Cup." Ucap Adrian Sambil mencium kening istrinya.


Karina Memejamkan matanya, Saat Adrian mencium keningnya.


"Andaikan Saja Kamu tahu Adrian,Kalau Aku bersedih bukan karena kamu cemburu!


Melainkan karena penyakit yang aku derita saat ini, Hanya saja aku tidak ingin melihat mata biru mu mengeluarkan Air mata. Aku Rela menahan Rasa sakit ini Selama bibir kamu masih bisa tersenyum." Gumam karina dalam hatinya.


Beberapa Saat Kemudian lift Terbuka, Karina dan Adrian melangkah memasuki lift Yang langsung terhubung ke Ruangan "Chef Excekuttip Officer" Yaitu Ruangan Adrian bekerja sebagai pimpinan tertinggi.


Setelah di Dalam Ruangan Suaminya Karina langsung menuju ke Room Private, Untuk Segera beristirahat karena Tiba-tiba saja perutnya terasa nyeri.


"Akhhhh...,"Pekik Karina merasakan sakitnya, Ia Berjalan Gontai sambil memegang perutnya.


"Kamu kenapa,,?" Tanya Suaminya.


"Kamu Yakin kalau kamu sedang baik-baik Saja,,?" Tanya Adrian yang terlihat khawatir.


"Iya...,Aku baik-baik Saja. Kamu tidak usah mengkhawatirkan Aku, Lebih baik kamu selesaikan saja pekerjaan kamu." Ucap Karina Sambil berjalan Ke arah Room private.


"Yasudah Kamu istirahat...,Aku akan selesaikan pekerjaan ku dengan cepat. setelah itu kita pulang ke rumah Yah ! " Ucap Adrian mencium lagi kening istrinya.


kemudian Karina berjalan lagi, Tiba-tiba Saja pandangan nya buram, Badannya terasa gemetaran keringat dingin bercucuran ke sekujur tubuhnya.


"Brukkkk." Karina Terjatuh, Tergeletak ke lantai.


Adrian Sangat panik ketika melihat istrinya yang tiba-tiba saja jatuh pingsan.


"Karina bangun Sayang...,Kenapa sebenarnya kamu ini." Ucap Adrian Panik sambil menggoyangkan pipi cantik Istrinya.


kemudian Adrian menelpon Billy Asisten pribadinya, Untuk segera menyiapkan mobil.


"Halo Bill, cepat siapkan Mobil dan tunggu di Lobby. Saya akan membawa istri saya ke rumah sakit." Ucap Adrian dengan sedikit membentak.

__ADS_1


"Iya Pak, Saya akan segera ke lobby." Balas Billy di seberang Sana.


kemudian Adrian segera menggendong Karina yang sudah Tak sadarkan.


"Sial kenapa lift nya sangat lama sekali." Ucap Adrian Panik karena lift nya, Sangat lama. Akhirnya Adrian menuju Tangga Darurat, lantai demi lantai ia singgahi Namun lift masih saja banyak yang menggunakan.


Kini Adrian telah sampai di lobby gedung, Segera Memasuki Mobilnya dan Menuju ke Rumah Sakit.


"Cepat Jalan bill, Saya tidak bisa Membiarkan istri Saya seperti ini." Ucap Adrian Dingin.


Tanpa menjawab perkataan Tuannya Billy langsung menstarter Mobilnya." Karina kamu bertahan ya sayang...,Mas akan segera membawa kamu ke Rumah Sakit." Ucap Adrian panik Sambil menatap lekat Wajah Istrinya yang pucat Pasi.


"Cepat Billy kamu lama sekali nyetir nya." Adrian membentak Billy.


"Tapi jalanan Macet pak." Balas Billy Merasa tak enak Hati pada bos nya.


"Sial...,Kenapa di saat genting seperti ini jalanan malah Macet. Arghhhhh." Adrian Kesal lantaran Semesta tak mendukung nya.


"Apa kita cari jalan lain yang tidak macet pak," Sahut Billy.


"Yasudah cepat putar Arah, Disaat seperti ini kamu Tidak Usah bertanya pendapat saya, Lakukan Saja kalau itu yang terbaik." Bentak Adrian Terhadap Billy.


Kemudian Adrian menatap Nanar pada Istrinya yang sudah terkulai lemah tak berdaya.


"Karina..., Bangun Sayang. Kenapa kamu selalu membuat mas Cemas Sayang. Ayo bangun sayang..., Ceritakan pada mas..., Sebenarnya Apa yang membuat kamu sering jatuh pingsan seperti ini." Lirih Adrian Menangkup tangan karina Yang sudah terasa dingin, Adrian terus menggenggam Tangan istrinya dan tak henti-hentinya Adrian berdoa Agar istrinya baik-baik saja.





**Next part...


Hallo ikuti terus kisahnya yah...


Jangan lupa Like,Vote,Dan komen.


Tambahkan ke kolom favorit kalian.

__ADS_1


Happy Reading...🙏🙏🙏**


__ADS_2