Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Bab 50 : Memulai sebuah Rencana


__ADS_3

Hari itu setelah Aku pulang dari kantor Aku segera bergegas Menuju rumah sakit jiwa tempat Sherly di Rawat.


Aku Sangat Berharap pada Billy seorang polisi Yang sengaja aku sewa untuk mengawasi Sherly.


Disaat Harapan mulai hilang di situlah Aku mulai menemukan Titik terang Siapa sebenarnya Orang Yang mengancam ku dan berusaha Menekan ku.


Dari kejauhan Aku menatap Billy yang sepertinya sedang mengamati Gerak gerik Dari Sherly.


"Billy" Apa sebenarnya Yang ingin kamu sampaikan pada saya," Seru ku terhadap Billy.


"Syukurlah Bapak segera datang kesini, Mari kita bicarakan hal ini. ditempat Yang aman." Balas Billy sambil Mengitarkan Pandangan nya.


Dari caranya berbicara seperti nya Ada Yang berusaha Mengetahui isi percakapan kami.


"Baiklah, Mari kita bicara Di kantin." Ajak ku terhadap Billy.


Setelah kami berdua Sampai di kantin Billy mulai menceritakan Kejadian Yang di alaminya Pagi tadi.


"Sebelumnya saya ingin bertanya Pada Anda pak"


"Ya silahkan Apa itu,!


"Begini pak saya sarankan lebih baik Secepatnya kita pindahkan Nona sherly dari Rumah sakit ini, Saya Rasa jika nona sherly terus berada di Rumah sakit ini. Saya khawatir Terhadap Orang Yang berusaha mengeluarkan nona sherly dari Rumah sakit ini"


"Kalau menurut kamu ini Yang terbaik kenapa Tidak,! Kalau begitu Kita bahas nanti Ya koordinasikan lagi saja dengan pihak Rumah sakit Ya Bill, Karena saya Yakin si sherly ini Hanya pura-pura gila.


"Sip Kalau sudah ada persetujuan dari bapak., saya Tinggal Mengatur jadwal kepindahan nya dari Sini".


"O yah Kira kira menurut Kamu Orang Yang menyambangi Sherly itu Apakah ada kaitannya dengan kematian Ibu mertua saya.


"Untuk sejauh ini Tim saya Belum Menemukan Barang bukti di TKP, Jadi semuanya sangat sulit untuk mengungkap siapa orang yang telah membunuh ibu Ayu pak.


"Ok Baiklah Teruskan penyelidikan nya, saya Tidak ingin Membiarkan orang yang telah membuat istri saya menderita menghirup udara bebas Untuk waktu yang lama" Tegas ku Terhadap Billy polisi Yang sengaja aku Bayar


"Siap Pak Akan saya usahakan sampai berhasil, kalau begitu Saya mohon Pamit"


"Pergilah" Ujar ku sambil mengibaskan tangan menyuruhnya Pergi.


kemudian Aku berjalan Ke arah Kamar Sherly Untuk memastikan, Kalau dia memang benar-benar Gila. "Hey Bangun Apa kau tidak mendengar ku, Lihat Aku Sherly. "


Tidak Terduga Sherly Bangkit Menghampiriku Iya menatap padaku Tapi anehnya dia seolah Tidak mengenaliku. " Apakah ini kamu Adrian, Apakah Kamu datang untuk Membawa aku pulang."


Sesaat kemudian sherly mengamuk dia ingin membuka pintu kamar Yang dikunci oleh Petugas Rumah sakit Yang menanganinya.


"Buka...cepat buka... Adrian ku mau masuk. Tunggu... Tunggu ... Adrian sayang yah, pintunya akan di bukakan" breg...breg...breg...


"sial kenapa Dia malah membuat keributan,.


Suster" Teriakku memanggil suster Yang menangani Sherly.


Tak lama suster Menghampiri ku.


"Ada apa pak, Apa Yang bisa saya bantu..?" Kata suster bertanya padaku.


" pake Tanya lagi lihat Pasien ini histeris dan berniat Keluar dari kamarnya, Gimana sih Anda ini" Bentak ku terhadap suster Yang sudah Tau Alasan aku memanggilnya malah Bertanya Lagi dan lagi.


"Iya ...Iya... Pak mohon maafkan saya" ucap suster Yang terkesima Melihatku memarahi nya.


"Tolong Tangani dia ... Saya tidak bisa berlama-lama dengan wanita gila ini" Umpatku sarkas.


"Baik pak mohon maaf atas kelalaian Kami'" Ucap suster itu sambil menyuntikan obat penenang Terhadap Sherly.


Author-pov




sore itu Adrian menyambangi Rumah sakit Tempat sherly di Rawat, Dia bertemu dengan Seorang polisi Yang bernama Billy.


Namun Dari arah Lain Terlihat Orang Yang terus mengawasi gerak-gerik nya.



"Adrian Kamu Tidak akan bisa menghancurkan Sherly dengan begitu saja, Selama masih ada aku. Aku akan tetap melindungi Sherly meskipun dia salah sekalipun" Ucap Pria misterius Yang selalu membela Sherly.



Billy sadar ketika Pertemuan nya dengan Adrian Ada Yang mengawasi, Akhirnya dia mengajak Adrian pindah ke suatu tempat Untuk Mengobrol Yaitu di Kantin Rumah sakit Tersebut.


__ADS_1


Billy meng-itarkan Pandangan, seketika pria Misterius itu bersembunyi ke balik Tembok Yang berada tepat di depan nya." Sial Hampir saja Aku ketahuan Oleh polisi sialan itu" Umpat Pria misterius Yang menaruh dendam Pada Adrian.



"Kemana Adrian dan polisi itu pergi, Sial Aku kehilangan jejaknya" Pokok nya aku harus bisa mengetahui Apa Sebenarnya Yang di Rencanakan oleh Adrian Dan polisi itu"



Sementara " Karina" Yang Berada di Rumah Bersama mertuanya Tidak mengetahui Kalau Adrian berniat memindahkan Sherly Dari Rumah sakit Yang sekarang. Karina Memasak bersama Mertuanya Menyambut Kedatangan Adrian Pulang, Karena Semenjak Karina di Rawat Adrian Sangat jarang sekali makan di Rumah.



"Duhh" Masakan Menantu mama Wangi banget, Enggak sabar nih Pengen cepet Makan. O Ya sayang Kamu sudah hubungi suami kamu belum,?" Tanya Icha Terhadap Menantunya.



"Mamah bisa saja, Karin sudah hubungi Sih ma, Mungkin macet kali ya Di jalannya.



"Yasudah Daripada kamu nungguin Suami kamu, Yang masih lama kedatangan nya. mendingan kamu mandi dulu sayang,"



"Oke ma, Kalau gitu Karin mandi aja deh" Ucap Karina seraya berjalan ke kamarnya.



\* \* \*



**Kediaman Rama & Aquila**



"Yank kita main Yu ke rumah Karina, Aku kangen banget nih sama Dia" Sambil menyuap Makanan di meja.



"Hemmm..." perasaan Baru kemaren deh Yank . kita dari Rumah mereka"




"Iya ... Iya... Aku antarkan kamu kesana. Tapi Habisin dulu Makanannya.



"Siap Suamiku Tercintaaaah.."



"Kalau ada maunya Aja kamu ini baik banget. merayu-rayu, Hukhhh ... Wanita memang Racun cinta."



"Racun Dunia sayang bukan Racun cinta" Sahut Aquilla Seraya Tersenyum.



"Duhhhh Emesss" banget sih pipi kamu Sayang" Balas Rama sambil mencubit pipi Aquilla.



"Aww" Sakit tau"



"Salah siapa gemesin" Kekeh Rama.



"Ting nong...Ting nong..." Bunyi Bell. Rama Dan Istrinya pun saling menoleh.



"Siapa Ya sayang,.?" Tanya Rama.


__ADS_1


"Enggak Tau, Yasudah Sana Kamu bukain Pintu nya sayang" Timpal Aquilla.



Rama Bangkit dari tempat duduknya Dia Menghampiri Pintu depan Untuk menyambut Tamu, Yang datang Tanpa di undang.


Saat Rama membuka pintu dan ternyata iyalah Devano Teman Masa kuliahnya.



"Kamu" Terkejut....


Silahkan masuk" Ajak Rama terhadap Devano.



"Siapa Sayang" Teriak Aquilla.



"Kamu lihat saja sendiri" Balas Rama.



Aquilla Juga terkejut Sama terkejut nya saat Rama menyambut nya, Karena Devano sangat jarang bahkan tidak perah sama sekali menyambangi kediaman mereka selama ini.



"Banyak Banget lho Bawa belanjaan Dev" Buat siapa..?" Tanya Aquilla.



"Ya buat kalian Lah, Ini gw sengaja belikan Keperluan Buat calon Anak kalian"



"Sebelumnya Terimakasih Dev, Tapi saya Tidak bisa menerima pemberian dari kamu." Ucap Rama menolak pemberian dari Devano.



"Kalian ini kenapa Sih, Aku cuman ikut seneng aja Denger kalian Yang sebentar lagi punya anak, karena Aku belum juga mempunyai keturunan" Sahut Devano.



Aquila kembali Terkaget-kaget Saat Devano memberi pernyataan Yang mengisyaratkan Kalau dia sebenarnya sudah menikah.



"What Keturunan dari Mana, dari wanita mana Dev, Lho aja belum nikah sampe Sekarang"



Tidak berapa Lama wanita cantik Tinggi putih Mengekor di belakang Devano, Seketika Mata Rama Dan Aquila terbelalak kaget. Karena Yang mereka tahu Devano belum menikah semenjak di tolak oleh Sherly.



"Sayang Ini mereka temen-temen Kamu waktu kuliah" Kata Wanita cantik Yang diakui sebagai istri dari sang Devano.



"Iya sayang mereka ini temen Aku" O Yah Ram kenalin Ini Adalah Sasha, Istri aku"



Kemudian Rama dan Aquilla Menyalami Wanita Yang bernama Sasha Dan mempersilahkan Devano Masuk ke Rumahnya, meski di dalam hati mereka berdua berkecamuk Sebuah Tanda tanya besar. Karena Tidak ada angin Tidak ada Hujan seorang Devano Yang tidak dekat sama sekali dengan mereka Tiba-tiba saja Datang bertamu ke rumahnya. Malah sebaliknya Devano Tidak pernah bertamu ke Rumah sahabat nya Yaitu Adrian.



**Next part ...


Happy Reading Kawan...


Jangan lupa bantu Vote ...


dan Silahkan menikmati...


Apa kabar Para pecinta Novelku...


Semoga Kalian selalu di berikan kesehatan..


Dan semoga di beri keberkahan dan Rijky yang melimpah "Amin**"...

__ADS_1


__ADS_2