
Aku berjalan dengan Menegakan Badanku diantara Tatapan kebencian Para karyawan Yang memuja Nyonya nya yaitu Karina,
Padahal sebenarnya Akulah yang mereka puja Jauh sebelum Wanita Jahat itu mengubah wajahnya Menyerupai Wajahku dan membuangku ke German Kala itu.
"Kamu Yang memulainya Sherlly Maka kamu Yang Harus mengakhiri nya! Aku tidak akan berdiam diri lagi seperti dulu. Karena aku Yang sekarang Bukanlah Karina Yang lemah," Ucapku Dalam Hati sambil berjalan Dengan kesan Tegas diantara kerumunan Orang Yang membenciku Saat ini.
Aku Menatap Dari kejauhan Sherlly, atau karina Palsu memasuki mobil Meninggalkan Adrian Yang berusaha Mengejar nya.
"Hey siapa Sebenarnya kamu! Sebegitu Bencinya kah kamu Terhadap nya. Memangnya Apa Yang telah dia lakukan terhadap kamu." Ucap Seorang Wanita Yang kini berada sedikit jauh dari Arah samping ku.
Aku melirik ke Arahnya dan Ternyata dialah Aquilla sahabat ku, Kemudian Aku menghampirinya dan memberikan Nya kata-kata Yang akan dia pahami jika memang Masih mengenalku.
"Saya membencinya! Sejauh dia membenci saya, O yah! Perkenalkan, Nama saya Isabella Nona," Ucapku sambil mengulurkan tanganku terhadap Aquilla. Namun dia Terdiam Mungkin sedang mencerna Kata-kata ku Yang begitu Ambigu baginya.
Kemudian Aku meninggalkan Nya sendiri Yang terdiam keheranan menatapku, Tak berapa lama Suaminya Yaitu Rama sahabatku menghampiri Aquilla istrinya.
"Qilla sayang Sedang apa kamu di sini, Lagian ngapain sih kita ikut campur Urusan mereka. ingat sayang perlakuan Karina sama kamu seperti apa," ucap Rama yang terdengar begitu membenci ku Karena ulah Sherlly.
"Sherlly Awas Kamu" Gumamku " Gara gara kamu Semua orang Yang menyayangi ku kini membenciku! Aku sangat marah Karena ulah wanita Yang sangat jahat itu.
"Isabella!"Teriak Adrian Sambil menatap dingin ke Arahku.
"Apa Yang kamu katakan pada istri saya! Sehingga dia marah sama kamu dan mau menampar kamu." Bentak Adrian Terhadap ku.
" Saya tidak tahu, Tiba-tiba saja ibu karina datang keruangan Saya dan mau menampar saya. Maafkan saya jika saya biang keladi dari Keributan Kalian berdua pak," Lirih ku berdusta seolah-olah Akulah Yang di sakiti disini. Aku mendunduk di hadapan Adrian berpura-pura menangis.
"Ahhh sudahlah Maafkan saya, Sudah menuduh kamu Macam-macam," Balas Adrian Sambil berusaha menyeka Air mataku.
Entahlah Saat itu Adrian tiba-tiba Tangannya bergerak begitu saja, Menyeka Airmataku Apakah ini yang dikatakan Sebuah ikatan sehingga Hanya bahasa tubuhlah Yang mengenali nya. Kemudian Adrian tersadar dan melepaskan Tangannya Yang Menangkup pipiku.
"Apa Yang sedang aku lakukan, Ya Tuhan ada apa dengan diriku ini," Ucap Adrian sambil menatap kepada orang-orang Yang sedang menyaksikan kami berdua. Kemudian Adrian pergi meninggalkan Aku Yang masih berdiri menatap Kepergian Sherlly Yang marah terhadap Adrian.
Setelah Adrian pergi Ke Ruangannya, Aku Segera Bergegas Menuju Ruangan ibu Tiwi HRD Yaitu orang Suruhan Devano untuk memata-matai Kegiatan Sherlly selama ini.
Aku mengetuk pintu kemudian Masuk ke dalam Ruangannya.
"Ada Apa?" Tanya Tiwi menyambut kedatangan ku.
"Ada Yang ingin saya Tanyakan sama kamu,?" Balasku terhadap Tiwi.
__ADS_1
"Nona Mau tanya apalagi, Bukankah saya sudah jelaskan semua sebelumya." Ucap Tiwi Yang sedang terduduk di bangku kebesaran nya.
"Saya mau Tanya Apa Yang pernah di lakukan Sherlly selain mencelakakan Aquilla, Saat saya belum disini," Ucapku tegas terhadap Tiwi sang HRD.
"Beliau juga pernah mau mencelakakan Nyonya Icha Dengan cara Meracuninya, Namun usahanya gagal karena Saya & Pak Rama sempat memergokinya semenjak saat itulah Pak Rama membencinya Karena dia kira Nona karina Yang sekarang adalah Bukan karina Yang dulu," Balas Tiwi terhadapku iya berusaha menjelaskan dengan lebih Detail.
"Baiklah Terimakasih Saya harus segera pergi dari sini, Tolong beri ijin saya Agar masuk setengah hari kerja." Ucapku Tegas seraya meninggalkan Ruangan HRD.
"Baik bu nanti saya bikinkan surat ijinnya," Balas HRD Tiwi Terhadapku.
Kemudian Aku bergegas pergi menuju Rumah Adrian, Aku mengkhawatirkan Ibu mertuaku kena imbas dari masalah ini, karena bisa saja Sherlly melampiaskan kemarahannya kepada orang terdekat Adrian.
Beberapa Jam berikutnya Aku telah Sampai di Rumah Adrian, Aku melihat mobil yang di gunakan Sherlly terparkir di halaman Rumah.
Aku Berjalan memasuki Rumah itu Namun di hadang oleh pak satpam,.
"Maaf ibu dilarang masuk, jika tidak berkepentingan disini" Ucap Satpam Yang menghentikan Langkahku.
Kemudian Aku memutar otak Mencari Alasan Agar satpam ini mengijinkan aku untuk masuk ke Rumah Adrian.
"Saya Sekertaris nya Pak Adrian dan saya di suruh langsung Pak Adrian untuk mengantarkan berkas kepada ibu Karina! Apakah Beliau Ada,?" Dustaku pada satpam itu.
Aku menggapai pintu depan Yang tidak dikunci Keadaan Rumah itu sangat sepi, lantaran Yang tinggal disini cuman berempat. Aku mencari keberadaan Sherlly dan Mamah Icha, Namun Tak ada seorang pun Disana.
Kemudian aku memberanikan diri melangkah Masuk untuk melihat kamar Mamah mertuaku Terdengar Suara Yang begitu familiar yaitu suara Sherlly yang sedang marah kepada mertuaku.
"Ini semua Gara-gara Mamah Kenapa mamah tidak becus mendidik Adrian, Agar tidak menjadi seorang playboy Mamah harus terima hukuman dari saya!" Umpat Sherlly memaki sambil menampar wajah Ibu mertuaku.
Aku sangat kaget melihat Mamah Icha Terbaring lemah di Atas king bed Kamarnya, Aku tidak menyangka Ternyata Mamah Icha Sedang Sakit selama ini Pantas saja aku tidak pernah melihatnya keluar Rumah.
" Mamah ini sudah tidak berguna, Lumpuh Hanya menyusahkan saya Saja mah, Lebih baik mamah ini saya kirimkan ke Panti jompo!" Maki Sherlly terhadap ibu mertuaku.
"Cukup Karina! Mamah sudah tidak tahan dengan kelakuan Kamu, Yang sangat keterlaluan ini, Apa salah mamah sama kamu," Ucap Icha Menekan Suaranya.
"Hahaha Baiklah Saya akan kasih tau Yang Sebenarnya Terjadi saat ini juga, mamah mertuaku Yang Malang. Tapi jika sudah Tahu kebenaran nya mamah Harus sudah siap saya kirimkan Ke surga Yah!" Balas Sherlly dengan seringaiannya.
"Maksud Kamu Apa karina! Kamu mengancam Mamah." Ucap Icha Yang kini tengah mengalami Kelumpuhan.
"Saya Bukan Karina, Saya Adalah Sherlly! Saya sengaja Mengubah wajah saya untuk kembali mendapatkan Cinta saya Yang selama ini mamah halangi." Ucap Sherlly Sarkas Terhadap ibu mertuaku.
__ADS_1
Deg...Deg...Deg....
Aku menyaksikan Mamah mertuaku Terkejut dengan pengakuan Sherlly dan mungkin ingin menampar nya jika saja dia tidak Lumpuh.
"Kurrrangajarrr" Ucap Icha sambil mengeratkan Rahang nya.
Jadi selama ini Kamu hanya Menyamar jadi menantu saya, Dasar iblis kamu Sherlly," Bentak Icha Terhadap Sherlly.
"Saya Tidak peduli Apapun Mau saya disebut iblis atau setan, Dan binatang sekalipun Saya tidak peduli. Yang Terpenting Karena Tante sudah Tau Rahasia saya maka tante harus Matiiiiiiii," Ucap Sherlly sambil mencekik Leher ibu mertuaku.
"Uhukkk... uhukkk...uhukkk." Mamah mertuaku Tersedak karena ulah Sherlly.
Aku Tidak bisa membiarkan semua ini terjadi Aku Harus menolong ibu mertuaku Yang kini dalam Bahaya, kemudian Aku masuk dan membentak Sherlly.
"Hentikan Nona Karina Anda akan membuat nya Kehilangan Nafas, Apa Yang anda lakukan Anda bisa kena pidana Atas apa yang anda lakukan," Ucapku menghentikan Karina Palsu Yaitu Sherlly.
Kemudian Sherlly menoleh ke Arahku, Dan berusaha Menyakitiku.
"Owh Rupanya Kamu Isabella, Siapa yang menginginkan kamu masuk ke Rumah ini," Bentak Sherlly menatap penuh kemarahan, sambil melangkah ke Arahku.
Deg...Deg...Deg...
"Hentikan Langkah Anda Atau saya panggil pak Adrian sekarang juga, Kebetulan saya sedang bersama Pak Adrian," Dustaku menakuti Sherlly.
"Beraninya Kamu mengancam saya, Lihat saja lain kali saya akan buat perhitungan sama kamu," Ucap Sherlly SarkaS.
Kemudian Sherlly pergi meninggalkan kami berdua di dalam Kamar , untuk menemui Adrian . Padahal itu cuma akal-akalan Aku saja.
Kemudian Aku Membawa ibu mertuaku menggunakan Kursi Roda lewat pintu belakang, Kebetulan disana Orang suruhan Devano Yaitu Tiwi datang tepat pada waktunya setelah ku hubungi.
**Next part...
Hallo Readers
selamat membaca Yah semoga kalian suka dengan jalan ceritanya, Kisah yang penuh intrik Rumit sekaligus menegangkan.
Selamat membaca jangan lupa kasih vote ya
tinggalkan jejak Ya like,komen dan share.
__ADS_1
Terimakasih pembaca setiaku**.