
Aku "Adrian" sangat bingung Harus berbuat Apa lagi Untuk mencari siapa orang Yang telah membunuh ibu mertuaku. Sementara Kondisi istriku "Karina " semakin memburuk seiring berjalannya Waktu Tetap saja Tidak bisa menghilangkan kesedihan yang begitu dalam Dari Karina. Andaikan saja Rasa sakit itu bisa ditukar Aku siap menggantikan posisi nya.
"Adrian" Kamu kenapa Malah melamun nak' Kamu Jangan lupa Makan Ya sayang"
"Iya ma" Adrian Gak melamun Kok, nanti Adrian Makan. sekarang Adrian belum lapar ma"
"Eh ini anak" Malah nolak untuk makan. enggak bisa sayang, kamu harus makan sekarang. ini mamah bawain makanannya" ucap Ibuku sambil membuka makanan di Tupperware Yang di bawanya." Satu suap saja Yah"
"Iya ... Ma " ini aku makan sekarang" sambil menyuap Nasi dan lauk yang di bawakan oleh ibuku.
"Nah gitu dong, Kalau gini kan Baru ini Adrian Anak mama" kamu jangan lupa Yah, Kamu harus tetap kuat dan tegar' Supaya Istri Kamu tidak sedih lagi Ya"
"Iya.. ma." tenang saja Yah, Anak mamah ini pasti Jadi laki-laki kuat. Seperti Yang mamah Harapkan.!
Drt...Drt... "Dering ponsel" Tiba-tiba saja Satu panggilan Masuk dengan nomor baru Yang tidak aku ketahui.
"Siapa Tuh Yang nelpon Dri" Kok enggak Di angkat"
"Enggak tau mah, Nomor baru. Paling orang iseng" sambil Melihat layar ponsel.
"Angkat saja siapa tau itu penting " Seru ibuku.
Tapi aku tetap menghiraukan nya, dan tidak mengangkat Telepon dari orang Yang tidak kukenal. "Drt...Drt..." Tuh Dering lagi ponsel kamu' Yasudah angkat saja dulu Dri "
"Yasudah Adrian Angkat telponnya" Nih Aku sudah makannya mah"
"Yasudah sini mamah beresin Makanannya, Kamu angkat saja telponnya. setelah itu kita lihat lagi keadaan Karina Yah" ucap Ibuku Sambil membereskan Tupperware tempat makanan.
Saat Aku mengambil Handphone Tiba-tiba saja satu Panggilan dari orang tak dikenal terputus" Nomor siapa sebenarnya Ini, Ko dia mematikan Panggilan nya"
"telpon dari siapa sayang.?" Tanya ibuku.
"Enggak Tau nih ' tiba-tiba di matiin"
"Yasudah kamu coba telpon balik sayang, siapa tau itu dari orang kantor kamu"
"Iya juga yah" Gumam ku," Aku tidak kefikiran sampe situ mah, Yasudah mamah duluan saja Yah ke kamar Karina"
"Yasudah kalau begitu, Mamah tinggal Ya. bye Anak mamah"
Setelah ibuku pergi Aku kembali Menelpon Orang dengan nomor baru ini.
"Tut...Tut.." Nada panggilan.
"Halo"Adrian, Akhirnya kamu menelpon Aku. Sudah lama Aku ingin menghubungi mu" Ucap seseorang Diseberang sana.
__ADS_1
"Ya" dengan siapa Ya,!
"Kamu siap-siap saja, Setelah kematian mertua kamu. Kamu akan Kehilangan orang-orang yang sangat berarti bagi kamu" Ancam seorang Lelaki Yang tidak aku ketahui itu.
"Hey siapa kamu sebenarnya" Temui saya dasar pengecut" Jangan pernah bersembunyi dari saya"
"Siapa pun saya" Anda Tidak akan pernah Tau Pak Adrian, Yang jelas saya Adalah orang Yang sangat membenci Anda jika Anda hidup bahagia."
"Kurang ajar" Saya Tidak akan pernah membiarkan Anda ,menghancurkan hidup saya" Dengar" siapapun Anda, Saya akan pastikan anda menyesal telah Bermain api dengan saya"
"Hahaha... oke baiklah Bapak Adrian Yang terhormat" Saya Akan menunggu Waktunya Kapan Anda bisa menemukan dan memenjarakan Saya" Tut... Tut... Tut..." sambungan Terputus.
"Halo...Halo... Pengecut siapa anda sebenarnya" ucapku geram.
Aku sangat marah Saat orang Yang tidak aku ketahui , Tiba-tiba saja berusaha Mengancam ku. terlebih lagi Dia Berniat Menghancurkan Orang-orang terdekatku. Aku tidak Akan pernah membiarkan tujuan Orang itu tercapai.
Hatiku terus bertanya-tanya Siapa orang dibalik semua ini" Karina Pasti kamu dalam Bahaya saat ini" gumam ku.
Aku sangat panik dengan tergesa-gesa, Aku berlari Menuju kamar Karina.
Setelah Aku sampai di Kamar nya betapa leganya Hatiku saat Mama & karina Baik-baik saja. "Syukurlah" Ucapku menarik Nafas panjang.
"Kamu kenapa Adrian" ucap ibuku Yang menatapku Aneh.
"Kamu kenapa Mas" Ucap suara Yang sangat aku Rindukan , Yaitu istriku Yang ternyata sudah siuman.
"Kita baik-baik saja mas, memangnya Ada apa.?"
"Enggak ada apa-apa sayang, Aku hanya khawatir saja" ucapku gugup.
"O yah Adrian siapa Yang nelpon kamu tadi Nak.?..."Tanya ibuku.
Deg...
Aku bingung harus mencari Alasan Apa lantaran Aku tidak ingin membuat Dua wanita yang sangat berarti bagiku merasa ketakutan. Jika ada Yang mengancam kehidupan nya.
"Bukan siapa-siapa Ma, Itu hanya orang kantor Nanya Tender Baru" Dusta ku Berusaha menyembunyikan Apa Yang sebenarnya Telah terjadi.
"Aneh Kamu mas, Katanya bukan siapa-siapa. kok bilang dari orang kantor. Yaitu berarti orang Kamu mas" Sahut karina.
"I iya ... Maksud Mas, maksud Aku terima telpon dari orang kantor Tadi. Ya orang kantor" Ucapku gugup Dan bicara Tidak beraturan.
"Hemmm Mama kira dari siapa" syukurlah kalau itu dari orang kantor. Yang mama Takutkan Itu benar-benar orang Yang tidak kamu kenal Sayang" Balas ibuku...
"Enggak kok ma, Tadi Eci Yang menelpon. salah satu karyawan di kantor aku"
__ADS_1
"O yah" Setahu mamah Karyawan kamu tidak Ada yang bernama Eci Ya.
"O yah Echa Maksud Adrian ma"
"Huh"Untung saja Mereka berdua Tidak curiga Terhadap ku" Aku mendekat ke Arah Karina Yang masih terbaring Lantaran bekas luka nya Yang bedah kembali Akibat dia mengamuk di pemakaman.
"Sayang Gimana ke adaan Kamu," Apa kata Dokter tadi,?" Tanyaku terhadap istriku.
"Aku baik-baik saja mas, Kata dokter kondisi aku baik-baik saja kok."
O yah Mas Bagaimana perkembangan Kasus pembunuhan mama"
Deg...
"Aku harus Jawab apa sama karina" kenapa Tiba-tiba saja karina bertanya seperti ini,?"
"Mas"
"O iya ...Sayang kenapa "
"Bagaimana perkembangan Kasus pembunuhan mama,!"
O Yah Gak papa kok, Kalau belum Ada titik terang. Aku yakin semuanya Akan terbuka jalannya jika memang sudah Takdirnya.
"Maaf Ya mas Aku selalu membebani kamu"
"Enggak Sayang, Kamu itu bukan beban bagi mas. Kamu adalah Anugerah untuk mas, Maaf ya sampai detik ini. Aku belum bisa menemukan siapa pembunuh mama kamu"
"Aku tidak apa-apa mas, Aku sudah ikhlaskan kepergian mama mas. " lirih karina.
Ya tuhan Aku harus bagaimana Apa Yang harus aku lakukan Dalam mengungkap Kasus ini, Sementara Sherly Yang aku awasi dia Sama sekali tidak menunjukkan Kecurigaan ku selama ini soal Penyakit kejiwaan nya. berpura-pura atau benar-benar gila.
" Apakah Orang yang menelpon tadi adalah suruhan Dari Sherly, Ataukah Orang lain Yang dendam terhadap ku . Ya tuhan berikan hamba petunjuk mu" ucapku dalam Hati .
"Mas" Kenapa Kamu diam, Apa aku salah bicara Sama kamu mas" ucap karina menyadarkan ku.
"Enggak sayang tidak ada perkataan Yang salah dari kamu, Hanya saja mas merasa mas, gagal melindungi kamu dan mamah kamu" maafkan mas Ya.
"Tidak mas ini semua bukan salah kamu, Ini semuanya sudah takdir mas. mungkin tuhan punya rencana lain untuk ku" ucap karina Yang berusaha menghibur dirinya.
Next part...
Happy reading Gaes.
Selamat membaca Ya.
__ADS_1
silahkan komentar dan like terus masukan ke favorit kalian. salah satu Novelku ini....