
"Ayo ikut Aku, Atau kamu tahu akibatnya," Ucap Adrian Sambil menarik, mencengkeram Memaksa Sherlly.
"Lepaskan, Aku! Kita mau kemana memangnya." Timpal Sherlly berusaha berontak. Namun Adrian tetap Menarik tangan Sherlly Tanpa memedulikan Sherlly Yang kesakitan akibat ulahnya.
Kini Adrian Bersama Sherlly berada di dalam Satu mobil, Adrian menatap Tajam pada Sherlly ia Sangat marah pada wanita Jahat itu.
"Kita mau kemana Adrian,,? Tolong jangan berbuat Macam-macam padaku. Atau kamu akan menyesal." Bentak Sherlly Terhadap Adrian.
Akan tetapi Adrian Hanya berseringai, Tanpa menjawab pertanyaan Sherlly.
"Inikan Jalanan menuju Rumah Sakit Khusus Oplas, Jangan-jangan Adrian berniat mengoperasi Wajahku." Sherlly mulai terlihat Cemas.,Lantaran Sherlly sudah Tahu pasti Maksud dan Tujuan Adrian, Untuk mengoperasi wajahnya lagi.
Tak berapa lama Adrian membelokan Mobilnya, Ke Rumah Sakit yang sangat terkenal dengan Operasi Wajah, Atau lebih di kenal dengan Operasi Plastik.
"Jangan Macam-macam padaku Dri " Ini Namanya pemaksaan!" Ucap Sherlly Yang mulai Gusar.
"Aku tidak pernah Macam-macam, Tenang Saja...,Aku hanya akan membantu kamu membayar Hutang perjanjian, Yang belum kamu Tepati." Ucap Adrian Sarkas.
"Beraninya Kamu Adriannnnn." Lepaskan Aku!" Teriak Sherlly sambil berusaha Turun dari mobil Adrian.
"Kamu tidak akan pernah ku biarkan lari lagi Sherlly, Lebih baik kamu terima kenyataan. Dan jangan pernah ganggu hidupku lagi." Setelah Kamu mengubah Wajahmu ke bentuk semula, Maka kamu akan Aku biarkan pergi."Bentak Adrian.
"Lepaskan Aku Adrian,Aku akan Operasi wajah ku tapi tidak dengan Cara paksa seperti ini." Timpal Sherlly sambil menghempaskan Tangannya, Namun cengkeraman Adrian terlalu kuat untuk dilepaskan nya.
"Sudah Aku bilang ikuti saja Aku. Atau kamu Tidak Akan melihat matahari terbit lagi! " Bentak Adrian.
Sherlly Berusaha melepaskan Dirinya, Namun Adrian terus membawanya Masuk ke dalam Salah Satu Ruangan Rumah Sakit, Dimana Disana Para Dokter sudah Siap Untuk mengoperasi Sherlly.
"Lepaskan Aku...,Aku tidak mau Adrian.!" Ucap Sherlly Sambil menatap pada tiga Orang Dokter dan Dua perawat.
"Nona Cepat berbaring, Anda Harus segera kami Oplas! " Ucap Tegas Seorang Dokter.
"Berani Kalian menyentuh Saya...,Kalian Akan berhadapan dengan Hukum." Gertak Sherlly Terhadap Para Dokter.
"Kalian Tidak usah Takut, Saya yang Akan bertanggung jawab!" Adrian Meyakinkan Dokter yang akan mengoperasi Wajah Sherlly.
"Dasar Bajingan kamu, Adrian...,Kamu akan membayar semua perlakuan mu." Teriak Sherlly Yang di pegangi Oleh Para perawat dan di baringkan Di Atas Ranjang Operasi.
"Cepat Kalian lakukan! Apa Yang Saya perintahkan, Setelah semuanya berhasil Uang yang saya janjikan. Akan segera Saya Transfer." Ucap Adrian dengan Tatapan mendominasi.
Perlahan Pandangan Sherlly buram Efek dari Obat bius Yang telah di suntikan Oleh Dokter.
"Bagus, Obatnya bekerja dengan baik. Cepat lakukan Sesuai yang Pak Adrian perintahkan." Perintah Salah satu Dokter Ahli kulit. Kepada Dokter Spesialis Wajah dan para perawat.
__ADS_1
"Maaf.., Sebaiknya Pak Adrian menunggu di luar Yah! " Ucap Perawat Terhadap Adrian.
"Baiklah..,Saya juga tidak mungkin berlama-lama disini. Kalau begitu Saya mohon pamit, Segera kabari saya jika Operasinya Sudah Selesai dan berhasil." Balas Adrian.
"Tentu Saja pak, itu semua Pasti akan berhasil." Timpal Perawat yang akan merawat Sherlly Usai Operasi.
Kemudian Adrian berjalan Gontai meninggalkan, Rumah Sakit tempat Sherlly di paksa Operasi.
Sementara Billy bersama dengan Tiwik, Kini Berada Di Kantor Perusahaan Berliana_Trisha, Untuk menyampaikan pembatalan Kontrak kerja Dengan perusahaan "Bharata_Group" Milik dari Adrian yaitu bos besar mereka.
Ruangan_Berliana
___________________
Berliana Sangat senang karena kedatangan Tamu Terhormat, Utusan dari Adrian. Yaitu Tangan kanan dan Tangan kirinya Adrian.
"Silahkan duduk," Ucap Ramah "Berliana_Trisha" Pada Tiwik & Billy.
"Terimakasih Nona Trisha, Tapi kedatangan Kami kemari Cuman untuk menginformasikan, Bahwa perusahaan Kami dan perusahaan Nona Trisha Tidak bisa lagi bekerjasama, Sebagaimana Yang tertulis dalam Buku perjanjian." Tegas Billy.
"Maksud Kalian Bagaimana,,?" Kalian bercanda kan. Bagaimana mungkin...,Proyek yang sudah berjalan, Tiba-tiba di hentikan Begitu saja." Ucap Trisha dengan Rahang menegang dan Mulut merekat.
"Maafkan Kami Nona..., Untuk lebih jelasnya. Silahkan Anda hubungi Pak Adrian sendiri, Karena kedatangan kami kesini Hanya untuk mengembalikan Berkas Perusahaan Anda." Ucap Tiwik ikut menginformasikan Terhadap Trisha.
"Ok..,Kalian cepat pergi dari Sini, Beraninya Bos Kalian berbuat demikian kepada Saya!" Ucap Trisha Yang mulai Naik pitam.
Berliana Trisha begitu Marah Pada Adrian, Karena Langkah nya Terhenti sebelum mencapai puncak nya, Dalam merebut perusahaan Adrian.
"Kurang Ajar..., Ternyata Adrian lebih pintar dari Yang ku kira." Umpat Trisha kesal. Sambil menggebrak Meja.
"Aku Harus susun Rencana Lain, Mungkin dengan Cara mendekati kedua orangtuanya. Ya cara itu sepertinya akan lebih baik." Seringai Trisha Dengan pemikiran Jahatnya.
Sementara Sasha sedang mencari keberadaan Anak buahnya, Yang mengurus Putri dari Kakak nya. Yaitu Anak Dari Sherlly.
Sasha menghentikan Mobilnya di depan Rumah Sewaannya, Agar ia Tahu lebih jelas kemana Mereka membuang "Babby Riana"
"Kenapa Rumah nya kosong yah,,?" Ucap Sasha bertanya-tanya.
kemudian Ia melangkahkan Kakinya, Mendekat ke Arah pintu dan Mengetuknya.
"Halo..., Apakah Ada orang di dalam Sana." Ucap Sasha sambil mengetuk pintu, Namun nihil orang suruhannya itu Sudah Tak Ada di sana.
"Sial...,Kemana mereka pergi!" Ucap Sasha kesal.
__ADS_1
Kemudian Ia menelpon dua anak buahnya itu, Akan Tetapi Nomor dua anak buahnya, Sudah Tidak Di pakai.
"Kurang Ajarrrr..., Bagaimana Ini! Kemana mereka Membawa Anak Haram itu." Ucap Sasha Marah.
Sasha menuju ke mobilnya kembali, Namun Saat Iya akan menaiki Mobilnya, Tiba-tiba saja Tangannya Di tahan Oleh seseorang, Tak lain Adalah Adrian.
"Sedang Apa kamu disini,,?" Tanya Adrian mengagetkan Sasha.
"Adrian." Ucap Sasha Gugup, Sambil menoleh.
"Rencana Apalagi yang akan kamu lakukan, Sha. Sudah cukup, Kamu dan kaka kamu berbuat jahat pada keluarga ku." Geram Adrian terhadap Sasha.
"Huhhhh." Menghela Nafas.
"Apa Maksud nya...,Saya tidak sedang merencanakan Apapun Dri." Timpal Sasha.
Namun Tak lama kemudian Devano Tak sengaja melihat Adrian yang sedang menggenggam Tangan Calon Istrinya.
"Sedang Apa mereka berdua di Rumah kosong ini,,?" Gumam Devano sambil menurunkan kaca Mobilnya, Sesat kemudian Ia menepi.
"Kalian Sedang Apa berduaan, Di Rumah kosong ini." Ucap Devano Setelah Menghampiri Keduanya.
Kemudian Adrian menjawab pertanyaan dari Devano Sahabatnya. " Untuk Hal itu Kamu Tanyakan Saja, Pada Wanita licik ini." Adrian berlalu meninggalkan Devano Yang kini berdiri berdampingan dengan Sasha.
"Maksud Kamu Apa Dri,,? Kenapa kamu berkata Seperti itu." Ucap Devano terhadap Adrian.
"Sudah Aku katakan, Tanyakan langsung pada Calon Istri kamu." Ucap Adrian Dingin, Dan berlalu Pergi.
•
•
•
**Nextpart...
Halo Reders ikuti terus Kisahnya yah...
Tambahkan ke kolom favorit kalian...
Jangan lupa kasih Vote hadiah...
Jangan lupa Kasih Vote mingguan...
__ADS_1
Jangan lupa juga like dan Komentar...
Happy Reading, semoga terhibur**...