Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Keberangkatan Ke German


__ADS_3

"Sudahlah Mas...,Kamu tidak Usah menangis Nasibku. Mungkin semuanya sudah digariskan Untuk ku." Ucap Karina Ikut menangis, Mengusap-usap puncak kepala Suaminya.


"Ini semua Salahku...,Maafkan Aku yang selalu tidak Peka padamu, Sayang." Adrian menimpali perkataan Istrinya.


"Aku akan berusaha Menerima semua Cobaan Ini Mas, Terimakasih Untuk semuanya! Karena kamu Masih menyayangi aku." Hiksss...Hiksss." lirih Karina.


"Sampai kapanpun Aku Akan selalu menyayangi mu, Istriku. Aku sangat beruntung memiliki Istri sebaik kamu." Adrian menyeka Air matanya,Sesaat kemudian Ia bangkit dan memeluk Istrinya Yang masih berbaring di Atas Ranjang Perawatan.


"Hikss...Hiks.." Aku yang beruntung memiliki suami seperti kamu Adrian." gumam Karina Membalas pelukan Suaminya.


kemudian Adrian menyeka Air mata Karina,ia menyampaikan Bahwa Akan mengajaknya Berobat ke German.


"Sayang...,Kamu mau sembuhkan,,? " Tanya Adrian pada Istrinya.


Namun Karina Hanya membalasnya dengan Anggukan.


"Kalau kamu bersedia, Kita Melakukan pengobatan ke German Yah! Mudah-mudahan dengan dilakukannya pengobatan disana, Kamu Bisa sembuh total meski sangat kecil kemungkinannya." hiks...hiks.." Adrian kembali menangis sesegukan.


"Tapi "Bintang" Sama Siapa disini sayang...,Aku tidak tega kalau harus meninggalkan Anak kita." Balas Karina Terhadap Suaminya.


Tidak berapa Lama Icha & Syafiq memasuki Kamar Rawat Karina, Di ikuti Oleh suster pengasuh "Bintang"


"Kamu tidak usah Khawatirkan, "Bintang" Mama bersedia Kok merawat Anak kalian." Sahut Icha Berdiri di Samping Ranjang Karina.


"Iya Karina...,Kamu tidak usah Khawatirkan "Bintang" Nak. Papa Sama mamah Masih bisa kok merawat Cucu Kesayangan Kami." Timpal Syafiq Berusaha meyakinkan Karina Agar bersedia di Bawa ke German.


"Nona Karina Tidak Usah khawatirkan, Tuan Muda Bintang yah. Ada Saya yang akan membantu merawat Bintang di sini." Ucap Babby siter Pengasuh Bintang.


Karina Sangat berterimakasih Karena Ia berada di sekeliling Orang-orang, Yang selalu menyayangi nya.


"Terimakasih Untuk semuanya pah..., Mah! Suster Terimakasih Yah." Saya Tidak tahu dengan Cara apa harus membalas kebaikan Kalian." ucap Karina penuh Rasa terimakasih.


"Kamu Ngomong apa Sayang...,Sudah seharusnya kita saling membantu. Dulu juga Saat mamah Sakit bukannya kamu Yang merawat Mamah. Jadi sekarang biarkanlah mamah Untuk membalas semua kebaikanmu." Lirih Icha menubruk Kepelukan Menantunya.


Kini Malam telah berganti Pagi, Karina Sudah terduduk di Atas kursi Rodanya. Di Dorong Oleh Adrian menuju Mobilnya Yang terparkir di Halaman Mansion Mewahnya.


Terlihat disana Dokter Rudy dan Juga Dua Asisten nya, Membantu Karina memasuki Mobilnya.


"Hati-hati Sayang...,Kamu yang Tenang Yah! Lepaskan semua beban kamu, Kita akan menjemput Kebahagiaan kita di German." Ucap Adrian Sambil menutup pintu Mobilnya.


Karina Terduduk di Kursi Jok belakang, Kemudian Adrian mengucapkan Banyak terimakasih Pada Dokter Rudy, Karena telah membantu Proses Daftar ke Salah satu Rumah sakit terbaik di German.


"Dokter, Terimakasih Yah! Berkat Anda Akhirnya kami Akan berangkat Ke German." Ucap Adrian Sambil memeluk Dokter Rudy yang Sedang Berdiri.


"Sama-sama Tuan Adrian...,Saya Juga sangat berterimakasih Karena keluarga Anda telah mempercayakan Jasa pengobatan Pada Rumah Sakit saya. Maafkan Saya Tak bisa mengantarkan Anda Sampai ke Bandara," Timpal Dokter Rudy sambil menepuk-nepuk punggung Adrian.

__ADS_1


"Dokter Kami Pamit dulu Yah, Mau mengantarkan Adrian dan Karina ke Bandara." Ucap Icha pada Dokter Rudy.


"Iya Kak Icha, Hati-hati Di jalan. Mas Syafiq hati-hati yah." Seru Dokter Rudy.


Kemudian Icha Memasuki Mobil di ikuti Oleh Suaminya Yang menggendong "Bintang" Sementara Adrian telah lebih dulu duduk di kursi Depan bersama Billy.


"Ayo Bill, Jalan" perintah Adrian terhadap Billy.


"Baik pak," Billy mengiyakan perintah Adrian Bos nya.


Billy mengemudikan Mobilnya, Keluar dari Halaman Mansion mewah kediaman Keluarga Adrian, Sementara Dokter Rudy melambaikan Tangannya Melepas kepergian Keluarga Syafiq Sahabatnya.


Dalam Perjalanan Karina terus memeluk "Bintang" Lantaran Ia akan berpisah dengan putra semata Wayangnya ,Selama menjalani pengobatan nya di luar negeri.


"Sayangnya Bunda..., Sehat-sehat Yah Selama Bunda dan Ayah di German, Bunda tinggal sebentar Yah. Anak bunda Gak boleh Nakal pada Oma dan Oppa kamu yah." lirih Karina Sambil menciumi pipi Tampan Puteranya.


"Iya...,Bunda." Bintang Tidak Akan Nakal, Bunda Cepat sembuh yah. Semoga Bunda bisa Cepat jalan lagi, Nanti Bunda gendong Bintang teyus Yah." Timpal Icha Menghibur menantunya,Menirukan Suara Balita.


"Mama..., Terimakasih Ya mah!" Ucap Karina Terharu.


"Iya Sayang...,Mamah juga terimakasih kembali pada Kamu." Icha Menyahuti Karina, Memeluk dan Mencium kening Menantunya.


Karina Tersenyum lega, Meninggalkan Puteranya bersama Oma dan Oppa nya. Buliran putih terus mengalir membasahi Pipi cantik nya.


"Kamu Juga Jangan Nangis Sayang...,Aku juga Tak mau melihat kamu bersedih lagi." Ucap Karina dengan Mata berkaca-kaca.


Kurang lebih memakan waktu perjalanan satu jam Menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta Banten Indonesia.


Dengan Segera Billy membukakan Pintu Untuk Keluarga Bos nya itu," Silahkan Pak Adrian," Ucap Billy.


"Terimakasih Bill, Tolong kamu Ambilkan Kursi Roda Untuk Istri saya di bagasi." Perintah Adrian Terhadap Asistennya itu.


Billy membuka Bagasi mobil,Mengambil kursi Roda untuk Karina, Setelah Kursi Roda itu Billy serahkan Pada Adrian, Kemudian Ia membuka Pintu Mobil untuk Nyonya Nya.


"Hati-hati Sayang." Ucap Adrian membantu karina terduduk di kursi Rodanya.


Kemudian Adrian beserta Keluarganya Menuju Terminal Internasional.


"Bill, Selama Saya Di German Tolong Urus perusahaan saya. Papa juga akan membantu Kamu." Saya percayakan Seluruh nya pada Kamu." Ucap Adrian menyerahkan Tugas dan Tanggung Jawabannya kepada Asistennya.


"Bapak Tenang Saja, Saya akan jalankan dengan Sebaik-baiknya, Bapak dan Nona Hati-hati disana nya yah." Timpal Billy terhadap Adrian dan Karina.


"Terimakasih Bill, Doakan Saya Supaya cepat sembuh yah." Ucap Karina Tersenyum.


"Itu Pasti Nona." Balas Billy sekilas.

__ADS_1


"Jika Kalian Sudah Sampai di Sana, Cepat kabari Kami Yah." Ucap Icha Terhadap Adrian dan Karina.


"Itu Pasti Mah...,Papah dan mama jaga kesehatan Yah!" Ucap Adrian." Bintang Sayang ..., Do'akan Ayah dan Bunda Yah." Sambil mencium pipi Putranya.


Karina Duduk di atas Kursi Roda di bantu Oleh Adrian, Yang mendorong kursinya. Sesekali Adrian dan Karina menoleh.


Icha kembali menangis Saat melepaskan kepergian Putra dan Menantunya.


"Kalian Baik-baik di sana Yah Sayang." lirih Icha menatap Pada Adrian yang sedang mendorong Kursi Roda.


Hingga Adrian dan karina menenggelamkan Badannya, ke dalam Pesawat.


"Ma..,Sudah mah! Jangan Nangis Kasihan Bintang," Ucap Syafiq menenangkan Istrinya.


"Ayo Kita pulang pah." Ajak Icha pada suaminya.


"Bill, Antarkan Saya dan ibu kembali ke Rumah Yah." Ucap Syafiq terhadap Billy.


"Siap Pak." Balas Billy Sigap.


kemudian Icha , Syafiq, Dan Juga Bintang yang Masih dalam gendongan. Menuju ke Mobil yang di parkirkan Billy di Basement.


"Mari Silahkan Masuk Pak." Ucap Billy Sambil Membukakan Pintu mobil Untuk Syafiq, Kemudian Ia berlari kecil Membuka pintu untuk Icha,Dan mengitari mobil mengambil alih kemudinya lagi.





**Nextpart...


Hallo Readers...


Ikuti terus Kisahnya yah...


Jangan lupa Tinggalkan Jejak kalian, Dengan Cara: Like, Komen,dan Share...


Jangan lupa Tambahkan Ke kolom favorit kalian.


Jika berkenan Bantu Tap Mawar dan Vote yah...


NB: Rekomendasi Untuk kalian Novel yang Tidak kalah Bagus Ceritanya " A war love from the traitor"


Semoga terhibur**

__ADS_1


__ADS_2