
Suasana Hening Terjadi di kediaman "Rama" Dan keluarganya. Ryan Terduduk sambil menyuap Roti, Yang telah di sediakan Oleh pembantu nya. Sekilas Ia menoleh Pada Rama yang sudah terlihat Rapi sambil menuruni Anak Tangga, Beserta Aquilla yang sedang menggendong "Malam"
"Selamat pagi Pah, Papah Mau kemana Sepagi ini sudah Tampil Rapi,,?" Tanya Aquilla Ramah, Pada Ayah mertuanya. Namun di Jawab Sinis Oleh Ryan.
"Kamu Tidak Usah berbasa-basi Pada Papah, Papah Tak akan terpengaruh Oleh Sikap baik Kamu. Pasti Dibalik sikap baik kalian, Ada Maksud terselubung kan." Balas Ryan dingin, Kemudian bangkit dari tempat duduknya.
Seketika Rama menghentikan Ryan Yang hendak, Bangkit. "Papa.., Mau kemana,,? " Ucap Ryan Sambil memegang pundak Ryan.
"Papa Mau mencari putri papah," Balas Singkat Ryan Sambil menepiskan Tangan Putranya.
Ryan Berjalan meninggalkan Putra dan menantunya, Yang Menatap nya pergi melengos begitu saja.
"Mas..,Kita harus menghentikan Papah. Jangan Sampai Papa bertemu dengan Sherlly, Aku Takut papah berniat Membalas dendam nya pada Tante Icha." Ucap Aquilla pada Rama Suaminya.
"Kamu tenang Saja, Sherlly tidak akan berani menemui papah Untuk saat ini." Balas Rama Mengajak duduk Istrinya untuk Sarapan.
"Iya...,Tapi tetap Saja. Kita Harus menemukan keberadaan Sherlly lebih dulu. Jangan Sampai Papah lebih dulu bertemu dengan Sherlly, Kamu Tahukan Akibatnya jika Papa, Sampai bertemu Sherlly. Papah Pasti ngotot Ngajak Sherlly tinggal di Rumah Kita." Ucap Aquilla Sambil menimang-nimang Putrinya yaitu "Malam"
"Benar Juga Katamu Sayang..., Yasudah sepulang dari Kantor aku Akan mencari keberadaan Sherlly." Ucap Rama berusaha menenangkan Istrinya.
Setelah mendengar Perkataan dari Suaminya, Barulah Aquilla merasa sedikit lebih Tenang. "Aku Do'akan, Semoga Saja Pencarian kamu berhasil Ya mas, Kamu Mau sarapan Apa Sayang,,?" Ucap Aquilla Menawarkan Makanan Untuk di santap Oleh Suaminya.
"Aku Mau Roti Bakar Saja Sayang." Balas Rama Singkat, menunjuk Ke sepiring Roti yang tertata di Meja makan.
Setelah menyelesaikan Sarapannya, Rama Langsung berangkat Bekerja menuju Kantor nya. Aquilla menemani Rama hingga ke depan Rumahnya, Membawakan Tas kerja milik Rama.
"Hati-hati di jalan nya sayang, Semangat yah Suamiku." Ucap Aquilla Berdiri di samping Mobil Suaminya, Yaitu Rama.
Rama Menyunggingkan Senyuman, Sambil memasuki Mobil, bergerak Cepat berpacu dengan Kendaraan nya. Menuju Kantor perusahaan nya.
Namun di tengah perjalanannya Ia melihat Sherlly, Yang sedang mendorong Kreta Bayi di Taman Kota yang Tak jauh dari lokasi tempat Tinggal Sasha.
Rama berhenti dan Menurunkan sedikit kaca Mobilnya. " Bukankah itu Sherlly,,?" Gumamnya dalam Hati.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin salah melihat, Itu memang Sherlly." Rama Segera memarkirkan Mobilnya, Dan Menghampiri Sherlly yang berada di Taman.
Saat Rama berjalan, Berusaha menyebrangi Jalan Raya. Dari Arah lainnya pun Terlihat Ryan, Yang Sama-sama Akan menghampiri Sherlly, Yang tengah Asik Mengajak Putri Angkat nya.
Perlahan langkah keduanya Mendekat, Ke Arah Sherlly, Namun Sherlly Tak menyadari kedatangan Rama & Ryan.
"Sherlly...,Anak papa!" Ucap Ryan yang lebih dulu Sampai, Sekilas Sherlly menoleh.
"Pah..., Benarkah yang berdiri di hadapan ku Ini papah." Sherlly bangkit dan Menghampiri Ryan.
"Sial...,Kenapa Harus ada papa disini." Gumam Rama , Bersembunyi di balik pepohonan.
"Iya Nak...,Ini Papah." Papah bahagia sekali Akhirnya bisa bertemu dengan Kamu Nak," Ucap Ryan dengan Mata berkaca-kaca.
"Aku senang bisa bertemu dengan papah, Disini. Maafkan Semua kesalahan Sherlly ya pah," lirih Sherlly.
Kemudian Ryan menoleh ke Balita Yang sedang terduduk di Keranjang Bayi.
"Ini Cucu Oppa yah,,? Apakah ini putri kamu dengan Adrian Nak! " Tanya Ryan Sambil menggendong Rembulan.
"Semua Ini pasti karena Karina Kan..., Keluarga mereka memang Selalu membuat, Keluarga kita menderita. Papa akan membalas semua perlakuan mereka, Pada kamu." Ucap Ryan Dingin.
"Sudahlah Pah..., Sherlly tidak ingin lagi, Seperti dahulu. Yang Sherlly inginkan adalah Hidup Damai tanpa Ada Masalah, Mungkin tuhan sengaja mengirimkan Bayi ini untuk Sherlly. Agar bisa menjadi Orang yang lebih baik lagi." Ucap Sherlly menenangkan Ayahnya.
"Kalau itu sudah menjadi keputusan kamu, Papah hanya bisa mengikuti mu saja. Yang jelas papah akan berusaha membahagiakan Kamu Nak. Kamu sekarang tinggal dimana, Dengan Siapa,,?" Ucap Ryan bertanya pada Sherlly.
"Aku Masih tinggal bersama dengan Sasha pah, kebetulan Sasha masih mau menerima ku sebagai kakaknya." Ucap Sherlly setengah berdusta, Padahal Sasha sudah tak menganggap nya seperti kakaknya lagi.
"Jika berkenan, Maukah Kamu tinggal di Rumah papah, Kita tinggal bersama-sama yah." Balas Ryan berusaha membujuk Sherlly.
Namun Sherlly menolak, Untuk tinggal bersama dengan Ryan di Rumah bersama dengan Aquilla dan Rama. Karena yang ia ketahui Rama tak menyukainya.
"Maafkan Sherlly pah...,Bukannya Sherlly menolak Untuk tinggal bersama dengan papah. Akan tetapi Sherlly tak enak hati pada Sasha, Terlebih lagi Sherlly di percayakan mengelola perusahaan milik Sasha. Maaf Sherlly tidak bisa tinggal dengan papah." Ucap Sherlly berusaha menolak Papahnya Secara halus.
__ADS_1
"Yasudah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu, Papah hanya ikut mendoakan saja. Tapi ingatlah Nak, Jika kamu mengalami kesulitan, Datang lah ke Rumah papah." Lirih Ryan memeluk Sherlly, Anak pertamanya Sebelum bertemu dengan Ibunya Rama.
Sementara Rama Masih betah, Mengintip Kakaknya dengan Papa nya. Yang sedang melepaskan Kerinduannya.
"Ini Tak bisa di biarkan...,Aku tahu Sherlly orangnya licik, Pasti di balik semua ini Ada sesuatu yang terselubung." Ucap Rama mengepalkan Tangannya, Menatap Tajam pada Keberadaan Saudarinya.
Sementara Sasha kini sedang bersama dengan Trisha berada di sebuah Cafetaria, Mereka Saling Curhat hingga pada Akhirnya, Mereka mengetahui musuhnya adalah Orang Yang Sama, Yaitu Adrian dan Karina.
"Trisha..., Bagaimana perkembangan. Karina dan Adrian di German,,?" Tanya Sasha menengguk Es Cafucino nya.
"Sejauh ini...,Adrian dengan Karina Masih Aku pantau, Tapi kamu Tenang Saja. Aku sudah menyuruh "Jack" untuk selalu memata-matai mereka." Ucap Trisha berseringai.
"Siapa itu Jack,,?" Tanya Sasha.
"Jack Adalah Orang yang menaruh hati pada Karina, Namun Ia Sakit hati karena pernah di permalukan Oleh Adrian di tempat umum, Aku sih tidak tahu persis Masalah mereka. Tapi Ini bagus Bagi kita dalam menghancurkan Adrian." Ucap Trisha.
"Baguslah...,Aku juga ingin sekali melihat Adrian Hancur. Aku tidak menyukainya, Karena dia Terlalu Sombong, Dan Karina Juga Adalah orang yang aku benci, Karena Gara-gara dia kakak ku sampai mendekam di penjara," Haahhhh..., Aku Jadi Haus kalau membahas Mereka." Balas Sasha Menghela Nafas, Sambil meminum Es Cafucino.
•
•
•
**Nextpart...
Halo Readers...
ikuti terus Kisahnya yah...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, Like, Komentar, Vote dan Tap Bunga Mawar.
Jangan lupa juga Tambahkan ke kolom Favorit kalian.
__ADS_1
Happy Reading**...