
Devano menstarter mobilnya ia berangkat kekantor nya, Sesekali ia memijat kepalanya yang terasa pening, Setelah menerima Omelan dari kedua orangtuanya.
"Hukhhh." Menghela nafas kasar.
"Sebenarnya kamu pergi ke Swiss atau kemana Sha. Aku lelah jika seperti ini terus." gumam Devano di sela Menyetir.
Jalanan terlihat macet, Untuk sejenak Devano menepikan mobilnya. lalu berhenti di sebuah Cafetaria yang tak jauh letaknya dari kantor perusahaan miliknya.
Devano berjalan gontai dan menuju meja yang kosong, lalu ia menarik kursi dan meletakan pantat nya.
"Mbak...,Saya pesan Capuccino latte satu." ucap Devano melambaikan tangannya, Meminta minuman kesukaannya pada pelayan cafe.
Devano merogoh ponselnya di saku, Sekilas ia menghubungi Sahabatnya Adrian.
"Halo Dri...,Gue denger lho udah balik dari Germand yah,,?" Tanya Devano lewat Panggilan via WhatsApp.
"Iyaa Dev, Kemarin gue baru balik. lho lagi dimana sekarang,,?" Sahut Adrian di seberang sana.
"Gue baru keluar dari rumah, Sekarang lagi di cafe deket kantor gue. lho sekarang lagi di rumah atau sudah di kantor. gue butuh bantuan lho sekarang." Devano menimpali Sahabatnya.
"Yasudah gue jalan kesana sekarang, Kebetulan ada yang ingin gue tanyakan ke elo." Balas Adrian di seberang sana.
"Oke kalau begitu gue tunggu lho." Ucap Devano mengakhiri panggilan tersebut.
"Permisi Tuan Kopi latte nya," Ucap pelayan cafe, Meletakan secangkir kopi Cafucino latte di meja. Sekilas Devano melirik pelayan Cafe itu, Iya sangat terkejut. karena yang memberikan Kopi untuk nya adalah wanita yang sangat ia rindukan. Yaitu Sasha Kekasihnya.
"Sasha...,Kamu kenapa berada disini. kenapa kamu berkerja di cafe ini, Apa yang terjadi sebenarnya." Ucap Devano sambil menggenggam tangan pelayan perempuan itu.
"Ma-maaf tuan. Saya bukan Sasha, Saya Mona." Sahut pelayan cafe itu, sekilas Devano tersadar bahwa perempuan yang kini berada di depannya bukanlah Sasha.
"Huhhhh..., Rupanya hanya khayalan ku saja." gumam Devano sejenak melepaskan pegangannya.
"Owh..., Ma-maafkan saya. Saya kira anda orang yang saya kenal, Ternyata saya salah orang." ucap Devano gugup.
"Tidak apa-apa tuan, permisi." sahut si pelayan perempuan itu dan pergi meninggalkan meja Devano.
Kini Adrian telah sampai di cafetaria yang Devano Maksud. Ia berjalan gontai mencari keberadaan Sahabatnya itu. Tiba-tiba Devano lebih dulu melihat keberadaan nya, dan memanggilnya.
"Adrian." Ucap Devano sambil melambaikan tangan.
Adrian menoleh ke sumber suara Devano, Dan datang menghampiri Sahabat nya itu.
"Apakabar Dev." Ucap Adrian Mendudukkan dirinya ke kursi.
"Kabar baik Dri, Sorry gue belum sempat mampir ke rumah lho. Gimana kabar Karina." Ujar Devano.
"Alhamdulillah kabar karina baik-baik saja, Beliau sudah bisa berjalan kembali." sahut Adrian.
"Syukurlah kalau begitu Dri," Ucap Devano.
__ADS_1
"O yah...,Katanya. lho butuh bantuan gue. Apa yang bisa gue bantu Dev." Tanya Adrian.
"Ini soal Keberadaan Sasha...,Dri. Gue butuh bantuan lho, secara anak buah lho kan lebih banyak di Swiss." Ucap Devano.
"Tunggu...,Tunggu..., Tunggu. Memangnya lho ada masalah apa dengan Sasha,,? sampe Sasha pergi ke Swiss." Sahut Adrian.
Devano menghela nafas panjang nya, sejenak. kemudian melanjutkan pembicaraan nya lagi.
"Panjang ceritanya Dri, Sasha salah paham. Dia cemburu pada wanita yang sama Sekali tidak gue kenali." Ucap Devano dengan wajah memelas.
"Siapa wanita yang berhasil membuat Sasha cemburu." Telisik Adrian, Ia masih menahan untuk memberitahukan keberadaan Sasha.
"Wanita itu Sahabatnya sendiri, Trisha namanya." Ucap Devano, Seketika Adrian terkejut karena wanita yang membuat hubungan Devano dengan Sasha merenggang adalah Trisha. Orang yang selama ini ingin menghancurkan nya.
Deg...,"Lho serius wanita itu namanya Trisha. Coba lho lihat photo ini, Yang gue takutkan wanita ini adalah orang yang sama." Ucap Adrian Terkejut, Sambil memperlihatkan photo Trisha yang ada di ponselnya.
"Ya dia orangnya, Darimana lho dapatkan poto itu. Apa lho ada hubungan dengan orang itu." Tanya Devano yang tak kalah terkejutnya.
"Oke ...,Kalau begitu musuh kita adalah orang yang sama, Dan lho tidak usah Khawatirkan Sasha, Karena gue tahu keberadaan Sasha dimana." Ucap Adrian pada akhirnya memberitahukan keberadaan Sasha.
"Kalau begitu beritahu gue Dri, Dimana Sasha." ucap Devano seolah menemukan kepingan hatinya yang hilang.
"Sasha tidak pergi ke Swiss, Melainkan dia pergi ke German. Sebelum kami pulang ke indo , Karina sempat mengobrol dengan Sasha. gue lihat Sasha menangis dan memeluk istri gue. Semoga saja calon istri lho itu berubah lebih baik lagi yah Dev." Ujar Adrian memberitahu Keberadaan Sasha terhadap Devano.
Senyum merekah terukir kembali di sudut bibir Devano setelah mendapatkan informasi terkait keberadaan Sasha, Dari mulut Sahabatnya.
"Terimakasih Dri gue gak Tahu harus ngomong apalagi, Yang jelas lho adalah sahabat ter The best." Ucap Devano.
Seketika Devano terkekeh obrolan mereka kali ini bernostalgia, Saat Devano menculik karina dan memaksa karina untuk menikah dengannya.
"Lho Masih inget aja masalah itu." Devano Terkekeh.
"Baiklah.!!! Gue Rasa sudah tak ada lagi yang harus gue obrolin sama lho, Untuk itu gue pamit." Ucap Adrian terhadap Sahabatnya.
"Tunggu." Devano Kembali memanggil Adrian.
"Ada Apa lagi." Sahut Adrian menghentikan langkahnya.
"Bukannya ada yang mau lho omongin sama gue." Tanya Devano.
"Yaitu gue datang kesini, Cuman mau ngasih tahu lho soal Sasha." Sahut Adrian melangkah kan kakinya kembali.
"Owh...,begitu ya, Yasudah pergi." Balas Devano sambil membercandai Adrian.
"Dasar lho..., Yasudah gue pamit." Sahut Adrian Kembali.
Devano Tampak bahagia setelah mengetahui keberadaan Sasha. Rasanya ia ingin segera menyusul Sasha ke German dan berusaha sebisa nya meyakinkan Sasha, Agar mau menikah dengan nya.
......................
__ADS_1
Syafiq baru saja pulang dari Rutinitas Olahraga, Bersama teman sebayanya dari Cibubur. Ia melihat menantunya dan Pengasuh Bintang Cucunya. Sudah terlihat Rapi, Kemudian Syafiq Menghampiri nya.
"Karina...,Kamu mau kemana Nak.?" Tanya Syafiq terhadap Karina menantunya.
"Eh...,Papa sudah pulang. Ini pah...,Karina mau ziarah ke makam, Pappy dan mommy. Sekalian ngenalin Bintang ke Kakek dan Neneknya." Jawab karina Seraya tersenyum.
"Owh...,Yasudah kalau begitu hati-hati Yah." Ucap Syafiq sambil mengelus kepala Cucunya.
"Karina Pamit Ya pah." Sahut karina sambil menyalami mertuanya.
Karina menuju mobilnya bersama sang Babbysiter, Sementara Syafiq memasuki Rumahnya.
"Ayo pak Jalan." perintah Karina pada sopirnya.
"Siap Nona." Sahut pak Sopir.
Kemudian menyalakan mobilnya ,Perlahan keluar dari Area mansion dan menuju ke pemakaman. Tempat kedua orang tua karina bersemayam.
Kurang lebih memakan waktu perjalanan Satu setengah jam, Kini mereka telah sampai di Area pemakaman keluarga dari Karina.
Karina menuruni Mobilnya, Ia sengaja meminta pak sopir untuk menunggunya di seberang jalan.
Saat karina hendak menyebrang Tiba-tiba Saja, Ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang. akan menabrak karina dan juga Babbysiter yang sedang menggendong Bintang.
"Titttt..., Titttt..., Titttt." Laju mobil yang sangat kencang dari arah berlawanan, Siap menabrak Karina. Seketika Karina terkesima, Kakinya terasa lemas untuk berjalan.
Detik Demi detik mobil itu terus melaju...
"Arghhhhh hhh...,hhhh...,hhh...," Karina dan Babbysiter nya Berteriak.
Bersambung Readers...
...----------------...
Hallo Readers...
Ikuti terus Kisahnya yah...Masih sangat panjang banget ini Episode...
Kalian tetap Tambahkan ke kolom Favorit yah, Supaya tidak ketinggalan jauh Ceritanya...
Bantu like, Vote, dan Komentar...
Bagi yang lupa ngelike , silahkan scroll lagi dan like perbabnya yah...
Tenang saja Othor masih semangat kok.
Jangan lupa Mampir ke Cerita Tetangganya Karina Yah "Kekasih Untuk Yoona" dan Juga " A war love from the traitor"
See...U..
__ADS_1
Happy Reading...