Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
season 2 : Mencari Bukti


__ADS_3

Ratu Tersenyum menatap kepergian Devano Yang dia panggil Om baik, Padahal itu adalah Ayahnya yang sangat dia Rindukan selama ini Yang sering ia Tanyakan pada ibunya.


Sementara Sasha terlihat kembali dengan membawa Dua ice krim kesukaan putrinya Yaitu Ratu."Hai Anak Mommy Dapet boneka Dari mana tuh,,? " Ucap Sasha berseru manja pada putri nya.


"Aku di belikan boneka sama om baik mom" Pokoknya Baik deh om itu juga ganteng banget Mom." Ucap Polos gadis kecil itu.


"Om baik, Siapa namanya sayang." Tanya Sasha yang semakin penasaran.


Namun Ratu tidak menjawab pertanyaan Sasha ia malah menanyakan Ice krim nya.


"Mana mom Ice krim pesanan Aku." Sahut Manja Ratu terhadap Ibunya yaitu Sasha.


"Owh Iyah mommy sampe lupa, Ini Ice krimnya sayang." Balas Sasha sambil memberikan Ice krim kepada Putrinya.


"Terimakasih mom" Ucap Ratu terhadap ibunya Sambil mengambil Ice krim dari tangan Sasha.


Sasha Yang masih penasaran kepada om baik yang di ceritakan Ratu padanya, Sesekali ia Mengitarkan pandangan ke segala arah. lantaran Yang ia takutkan itu adalah penculik anak Yang mengincar Ratu.


"Sayang kita pulang Yuuuk, Jalan-jalan nya besok lagi Yah." Ajak Sasha kepada putri kecilnya.


Kemudian Ratu mengangguk mengiyakan ajakan ibunya, Namun Sasha Penasaran terhadap orang Yang di panggil Om baik oleh Ratu putrinya.


"Sebenarnya siapa orang itu." Gumam Sasha berjalan sambil menuntun putrinya.


Dari kejauhan terlihat Devano mengawasi keberadaan dua wanita yang kini menjadi pusat perhatian nya. Sesekali dia tersenyum melihat tingkah lucu Putri kecilnya yang begitu menggemaskan.


"Hukhhh Andai saja papa ada di antara kalian Nak, Papa pasti sangat bahagia. Tapi maafkan papa ya nak !!! Papa belum siap dengan semua ini." Gumam Devano sambil menatap pada Ratu dan Sasha yang sedang berjalan bersamaan.


Drt...Drt...Drt...


Calling Adrian


Devano mengambil ponselnya di saku Kemudian mengusap layar ponselnya lantaran Adrian menghubungi nya.


"Ya...Halo Dri Ada apa,,?" Ucap Devano menimpali Adrian yang berada di seberang sana.


"Gue butuh bantuan lho !!! " Balas Adrian di seberang sana.


"Oke Bantuan Apa. Gue pasti selalu bisa bantu lho." Seru Devano terhadap Adrian sahabat nya.


"Apa lho masih menyimpan Salinan Dari rekaman CCTV, Saat om Ryan membunuh mertua gue Dev." Balas Adrian sekilas Devano menjawab.


"Masih ada Memangnya DVD yang kemaren kemana,,? " Ucap Devano.

__ADS_1


"Gue tidak tahu pasti Kaset DVD itu sekarang dimana, Namun saat Billy mau menyerahkan Bukti DVD itu ke pengadilan, Mobil dia Ada yang menjebol saat di parkiran Kantor gue ." Balas Adrian di seberang sana.


"Oke kalau begitu Setelah gue Dapatkan Rekamannya Lagi, gue pasti Antarkan ke Rumah lho Yah. Sekalian gue mau jenguk Ponakan Gue Riana." ucap Devano sambil menutup Sambungan telponnya.


Sementara Karina kini sedang berada Di Taman Dia bermain dengan "Babby R" Karina sengaja membawanya ke Taman Agar Riana mendapat cahaya matahari pagi.


"Sayangnya Mama, Asik yah berjemur Cup...cup... cup." Cantik nya mamah Silau Ya sayang." Ucap Karina sambil memanjakan Riana.


"Aduhhh Cucu Omah lagi ngapain, Lagi jemuran Ya sayang biara sehat yah." Duh cantiknya" Ucap Icha Menghampiri Ke Arah mereka.


"Iya Omah Riana Lagi berjemur Biar sehat." Ucap Karina Menirukan Suara Bayi.


Syafiq menatap kepada Istri dan menantunya dari Balkon kamarnya, Sesekali ia tersenyum melihat pemandangan indah Nan Damai itu.


"Andai kamu masih hidup Hendardi, Kita akan menjadi orang tua terbahagia di dunia ini" Gumam Syafiq dalam Hatinya.


Kemudian Syafiq kembali ke Kamarnya Ia Terduduk memandangi photo Almarhum Hendardi dan Ayu Sahabatnya. Syafiq membuka kacamata nya untuk mengusap buliran yang terjatuh dari matanya.


Sementara Billy dan Tiwi kini menyelinap Masuk ke gedung Advokat Yaitu kantor lembaga bantuan Hukum. Milik mantan pengacara keluarga karina Yang kini bekerjasama dengan pihak Ryan.


"Bagaimana Bill Keadaan di luar amankan." Ucap Tiwi Yang sedang berada di Ruangan Pengacara Keluarganya Rama.


"Sejauh Ini aman, Tapi kamu tenang saja. Semua CCTV sudah Aku hack." balas Billy melalu micro talk atau Hatephone.


Kemudian Tiwi mencari ke segala lemari buku yang ada disana, Hingga pada akhirnya Tiwi menemukan surat Wasiat yang di tulis oleh Almarhum Ayahnya karina yaitu Hendardi.


Saat ia membacanya tiba-tiba Saja terdengar langkah Seseorang Yang akan memasuki Ruangan itu, dengan segera Tiwi menyelipkan Surat Wasiat itu dan membawanya.


"Prakkk" Tiwi tidak Sengaja menjatuhkan Pas Bunga.


"Hey siapa kamu." Teriak seseorang Yang mengetahui keberadaan nya.


Seketika Tiwi melompat dari ketinggian gedung lantai Tujuh itu. Dengan lincah Tiwi mengayunkan Badannya menggunakan Tali yang telah mereka persiapkan.


"Brukkkk"


"Ayo bill cepat kita pergi dari sini, Kita ketahuan." Ucap Tiwi Terhadap Billy yang sedang membuka laptopnya.


"Oke baiklah, Kita harus secepatnya Pergi dari gedung ini." Balas Billy Berlari ke Arah parkiran.


"Hay jangan lari kalian." Teriak Security penjaga gedung Advokat itu.


"Ayo Bill cepat." Teriak Tiwi Yang berlari di belakang Billy.

__ADS_1


Setelah Sampai di parkiran Billy segera membuka Mobilnya dan memutar Arah menghampiri Tiwi, Kemudian Billy membukakan Pintu untuk Tiwi setelah itu Tiwi melompat Masuk ke dalam mobil yang di kendarai Oleh Billy.


"Mummm... Mummm...Mummm" Suara Mobil Yang di kendarai Billy keluar Dari Area gedung itu.


"Hhhhhhh Sial, Mereka berhasil Lolos." Ucap Security penjaga gedung yang merasa kesal.


"Gimana Wi" Kamu dapatkan bukti yang kita cari." Tanya Billy kepada Tiwi di sela Menyetir mobilnya.


"Maafkan aku Bill, Aku tidak berhasil menemukan Kaset DVD itu. tapi aku menemukan bukti lain !!! " Balas Tiwi Terhadap Billy.


"Bukti lain ,,? " Balas Billy Heran " Maksud kamu bukti lain seperti apa contohnya."


"Aku menemukan Ini " Ucap Tiwi menunjukan Surat Wasiat yang di tulis Oleh Almarhum Ayahnya karina.


"Baguslah Setidaknya kita pulang tidak dengan tangan kosong." Balas Billy Sambil mengemudi.


Sementara Adrian menunggu Kedatangan dua anak buahnya Itu di dalam Ruangan kerjanya.


"Kenapa Lama sekali mereka ini." Gumam Adrian Tidak berapa Lama ada yang mengetuk Pintu Ruangan nya.


"Tok...Tok...Tok..."


"Itu pasti Mereka" Adrian bangkit dan membuka pintu nya."Akhirnya Kalian Datang juga" Ucap Adrian Singkat.


Kemudian Billy dan Tiwi memasuki Ruangan Adrian, Mereka menceritakan Saat mereka menyusup kedalam kantor Advokat Namun tidak berhasil Menemukan Kaset DVD yang merupakan bukti kuat Terkait Pembunuhan Ibu mertua Dari bos nya.


"Mana Kaset itu," Ucap Adrian meminta kaset DVD yang akan di jadikan bukti di pengadilan nanti.


Dengan Gugup Tiwi dan Billy menjawab Bosnya lantaran mereka tidak berhasil menemukan bukti itu."Ma_Maafkan Kami pak. Kami tidak berhasil menemukan bukti itu, Tapi kami Menemukan ini." Ucap Billy sambil menyerahkan Surat Wasiat yang di temukan oleh Tiwi.


"Akhhhh ... Dimana mereka menyimpan kaset itu." Yasudahlah kalian bisa kembali ke Ruangan kalian" Ucap Adrian dingin.


Setelah Billy dan Tiwi menyerahkan Surat wasiat milik Hendardi untuk Karina dan meletakkan nya di meja kerjanya Adrian, Mereka berdua Memutuskan untuk kembali ke Ruangannya masing-masing.


**Nextpart...


Halo Readers ikuti terus kisah Nya yah.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian


Bantu aku Vote,like, komentar dan share Yah.


Happy Reading.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏**


__ADS_2