
"Adrian ..., Om minta maaf pada kalian, Jika selama ini om selalu menyusahkan keluarga kalian." Ucap Ryan memohon.
Kemudian Adrian melanggkah kan kakinya menghampiri istrinya, Yang sedang bersama tiga orang yang dulu sangat ia percaya kebaikannya.
"Mudah bagi om untuk meminta maaf, Tapi asalkan om tahu ..., Luka yang om torehkan ke saya serta keluarga masih membekas disini om. Jadi saya mohon dengan sangat! Jauhi keluarga saya." Ucap Adrian menunjuk pada dada bidangnya. Dan mengajak Karina untuk memasuki Kantor nya.
"Tunggu." Rama menahan Adrian," Sampai kapan kau...,Akan bersikap seperti ini pada kami Dri."
Seketika langkah nya terhenti, Sekilas Adrian menoleh. " Sampai kapanpun Ram...,Karena bagiku keselamatan Karina adalah nomor satu.Tolong jangan salahkan sikap ku yang seperti ini sekarang." Ucap Adrian dingin.
"Tuhan saja maha pemaaf Adrian, Lalau kenapa kamu yang hanya seorang hamba tak bisa memaafkan kesalahan kami." Sahut Aquilla.
"Karena aku bukan Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang Aquilla. Kau salah bicara rupanya." Adrian tertawa sumbang saat mendengar perkataan Aquilla.
Akan tetapi jauh di lubuk hati yang terdalam, Karina sudah memaafkan dan melupakan semuanya. Hanya saja ia lebih menghargai suaminya. Karina tak mau mengulang kesalahan yang sama dengan mudah percaya pada orang yang hanya menampakan kebaikan di hadapannya saja.
"Dri...,Sudah sayang..., Ayo kita masuk!" Ajak Karina kepada suami tercintanya.
"Iya sayang ..., Lain kali kamu jangan berhubungan lagi dengan mereka yah." Adrian berusaha menasehati istrinya.
"Iya sayang." Sahut Karina sambil menggenggam tangan Adrian. Perlahan Adrian melanggkah kan kakinya memasuki gedung di ikuti oleh Babby siter yang mengekor di belakang mereka.
Sedangkan Rama , Aquilla dan Ryan. Tak bisa memaksa Adrian untuk memaafkan nya.
"Pa..., Yang sabar yah! Rama yakin suatu hari nanti mereka akan memaafkan kita." Ucap Rama menepuk pundak ayahnya.
Kemudian Aquilla berusaha menghibur hati mertuanya yang sedang sedih.
"Benar kata Rama pa ..., Quilla yakin mereka akan berdamai dengan hatinya. Kita akan kembali menjadi satu keluarga yang utuh." Sahut Aquilla.
"Ya! Semoga saja semua itu terwujud yah. Andaikan saja mereka tahu jika Sherlly saat ini sudah berubah menjadi lebih baik." Ryan tiba-tiba saja teringat dengan putrinya yaitu Sherlly.
Kemudian Rama berusaha mengalihkan pembicaraan, Karena ia tak mau jika ayahnya berhubungan lagi dengan Sherlly saudari nya itu.
"Pa...,Sudah yah papa gak usah ingat-ingat masalalu lagi yah. Rama yakin semuanya akan baik-baik saja." Ucap Rama.
"Kenapa Papa harus membahas Sherlly segala sih." Batin Aquilla.
"Sudah pa ..., lebih baik kita masuk ke kantor yah. Disini sudah mulai panas pah." Ajak Aquilla terhadap ayah mertuanya.
Kemudian mereka melanggkah bersamaan memasuki gedung, Sedangkan Adrian kini sedang menikmati masakan dari Karina Istrinya. Bersama Babby Bintang putra mereka.
__ADS_1
"Gimana sayang rasanya, Enak kan,,?" Tanya karina pada Adrian soal rasa dari masakan nya.
"Tentu enak sayang ..., Masakan kamu paling terenak sedunia. Tapi itu versi aku yah." Sahut Adrian disela menyuap makanan nya.
"Kamu ini bisa saja...,Itu mah gak usah ditanya. Lagian siapa juga yang akan memujiku jika bukan kamu suamiku." Ucap Karina terkekeh.
"Iya kamu memang benar, Dan itu memang fakta. Kalau masakan kamu ini memang enak." Puji Adrian pada istri cantik nya.
"Berhenti memuji aku Adrian..., Lihat tuh Bintang jadi nya ikut tertawa." Sahut Karina.
Sekilas Adrian melirik ke arah putranya, Yang sedang duduk di sopa bersama babbysiter nya.
"Duh...,Tayang...,Anak nya ayah. Kamu ganteng banget si nak. Mirip ayah banget yah." Ucap Adrian mengajak bicara putranya disela menyuap nasi.
Saat mereka sedang bercanda ria, Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu.
Tok..., tok...,tok...
"Masuk." Ucap Adrian dengan lantang.
kemudian orang yang kini berada di balik pintu itu masuk, Dan ternyata orang itu adalah Tiwik asisten Adrian sekaligus orang kepercayaan Devano.
"Eeealah..., Ada nona Karina! Apa kabar nona." Sapa Tiwik terhadap istri dari Ceo kaku tersebut.
"Alhamdulillah baik juga non." Kata Tiwik.
Dengan segera Adrian menyelesaikan makan siangnya. Setelah itu meminta office boy untuk membereskan bekas makanan nya.
"Ada apa wik...,Apa ada masalah dengan pekerjaan,,?" Tanya Adrian pada anak buahnya itu.
"O iya ..., Saya sampai lupa, Kedatangan saya ke sini hanya untuk memberikan kartu undangan pernikahan nya Tuan Devano, Dan Nona Sasha tuan." Tiwik mengambil kartu undangan di dalam tasnya dan memberikan nya pada Adrian.
"Terimakasih yah." Kata Adrian.
"Sama-sama Tuan, Ok kalau begitu saya pamit yah. Maaf loh saya mengganggu quality time kalian." Sahut Tiwik perlahan melanggkah kan Kakinya.
"Tunggu wik." Ucap Adrian.
Seketika langkah Tiwik terhenti dan menoleh kembali pada bos nya.
"Iya tuan ada apa,,?" Tanya Tiwik pada Adrian.
__ADS_1
"Nanti sore tolong siapkan berkas untuk meeting yah. Sekaligus saya akan memperkenalkan asisten saya Davin, untuk menggantikan posisi Billy." Sahut Adrian.
"Iya Tuan...,Baik tuan." Dengan segera Tiwik kembali ke ruangan nya.
Setelah Tiwik meningalkan ruangan Ceo kaku itu, Ia terduduk di kursi kebesarannya di dalam ruangan nya. Tak henti-hentinya ia memikirkan soal nama asisten baru yang di sebutkan Adrian.
"Davin...,Davin...,Davin." ... Hukhhh..., Kenapa nama itu kayaknya familiar banget yah. Apa saya pernah bertemu dengan orang itu, Atau Davin itu orang yang sama,,? Orang yang pernah membiayai aku saat kuliah di Germand." Tiwik bertanya-tanya pada hatinya.
Sementara Karina berniat untuk kembali ke rumah, Setelah menemani suaminya makan siang di kantornya. Terpancar aura kebahagiaan dari raut wajah keduanya, Adrian memeluk Karina dari belakang. Sambil menikmati indahnya hamparan kota jakarta dari balik kaca gedung pencakar langit nan megah itu. Sedangkan babbysiter nya telah lebih dulu pulang bersama Bintang putra mereka.
"Sayang ..., Aku rindu banget melakukan hal yang sudah lama tak pernah kita lakukan." Rayu Adrian terhadap istrinya.
"Melakukan apa maksud kamu,,? Bukannya setiap hari kita melakukan hal yang sering kita lakukan yah. Contoh nya bekerja, Makan, minum, mandi. kita sering lakukan kok." Karina berpura-pura tak mengerti arah pembicaraan Adrian. Padahal sebenarnya ia sudah tahu arah pembicaraan suaminya itu.
"Bukan itu maksud aku sayang...,Yang itu loh." Adrian memeluk Karina semakin erat sambil mengecup punggung leher istri cantik nya.
"Ikhhh...,Geli sayang...,Kamu kenapa sih. Kenapa suhu badan kamu tiba-tiba panas yah." Kekeh Karina menarik ulur hasrat suaminya yang sudah ingin di salurkan.
"Aaaa...aaa...Kamu mah gak peka ikh, Yasudah aku lanjut kerja saja." Rengek Adrian Seperti anak kecil.
Sedangkan Karina tak berhenti terkekeh melihat tingkah suaminya, Yang terlihat seperti anak kecil ketika ada keinginan padanya.
"Sayang ..., Aku mengerti kok kamu kepingin apa. Tapi maaf yah kita lakukan nanti di rumah saja ntar malam. Dah sayang aku pulang dulu yah." Ucap Karina berlalu di hadapan Adrian.
Dengan sigap Adrian menarik tangan Istrinya, Dengan reflek karina memeluk ke badan tegap Adrian.
Kemudian Adrian melingkar kan tangan nya ke pinggul istrinya, Lalu mereka menari di iringi lantunan musik.
"Ya kamu boleh pulang..., persiapkan lah dirimu dengan sangat cantik. Aku rindu menyentuh bagian-bagian milikmu." Bisikan manja terlontar dari bibir Adrian.
"Aku juga rindu dengan sentuhan mu, Bagian dari dirimu adalah milikku. Begitupun bagian dari diriku hanya untukmu." Balas karina menyambar bibir seksi suaminya. Sang Ceo yang terkenal Kaku dan sombong.
Kini mereka saling berpagutan, Menari dengan di iringi musik syahdu. Di atas panorama kota yang indah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Halo Readers...
ikuti terus Kisahnya yah...
Jangan lupa tambahkan ke kolom favorit.
__ADS_1
Tinggalkan like,komen dan Vote...
Happy reading**...