
Hari ini adalah Hari pertamaku pulang dari Rumah sakit, Namun Ada Yang kurang dariku Aku pulang Tanpa disambut oleh ibu ku karena beliau kini telah berada di surga Allah.
"Sayang Kamu kenapa, Kamu jangan terus-terusan sedih seperti ini dong. Kamu harus kuat yah" ucap Adrian suamiku, Yang terus mendampingi ku.
"Iya mas, Aku akan berusaha. Tapi aku juga Tidak Yakin mas, Maaf ya kalau aku menangis lagi" Balasku sambil menyeka Air mata.
"Menangis lah ,jika dengan menangis bisa mengobati kerinduan kamu terhadap Mommy kamu"
"makasih Ya mas Kamu selalu ngertiin aku"
"Sttt ... kamu ngomong apa sih, Sudah seharusnya Aku ngertiin kamu. Aku suami kamu karina sayang" sambil Merengkuh ku kepelukannya.
Saat itu aku benar-benar Tidak tahan , aku sedih sekaligus terharu Karena Adrian memang benar-benar pria Yang tepat Yang dipilihkan oleh pappy untuk mendampingi ku.
"Hiks...hiks... Maafkan Aku Mas aku selalu saja merepotkan mu. Aku janji mulai sekarang Aku tidak akan merepotkan Kamu lagi mas.
"Kamu ngomong apa sih, Enggak apa-apa sayang, Mas enggak merasa direpotkan sama sekali. Justru mas Yang merasa Kalau mas ini gagal melindungi keluarga kita.
Sementara Mama mertuaku Tengah Berada di Depan Rumah menyambut kedatangan ku. Dia begitu baik terhadap ku, Aku merasa sangat beruntung memiliki Mertua Yang sangat baik hati. Terlebih lagi Ayahnya Adrian tapi sayang Ayahnya Adrian kini sedang bertugas di luar negeri.
"Selamat datang kembali lagi ke Rumah ini sayang," ucap ibu mertuaku sambil menyunggingkan senyuman.
Aku memeluk ibu mertuaku Aku sangat terharu Karena kini hanya dia Ibu satu-satunya Yang ku punya setelah mendiang Ibuku. "Ma Maafkan karina Ya. Selalu membuat mamah cemas"
"Enggak apa-apa sayang, Mamah tau Kamu juga tidak bermaksud membuat mamah cemas kan. Peluk mamah lebih erat sayang, Mama kangen banget sama karina"
"Iya ma...Hiks...hiks.."
"Loh kenapa Menangis sayang," Menantu mama Jangan sedih lagi ya. Yang sabar ya sayang.
"Sayang Sudah dong jangan nangis lagi, Ingat kamu jangan banyak memikirkan Hal yang membuat kamu sedih ya. Kamu harus ingat apa Yang dokter katakan.
Adrian Memeluk ku Dan menuntunku Memasuki Rumah dan memapah ku sampai ke sopa.
"Tuk...Tuk..." Kami bertiga secara bersamaan Berbalik arah Ke sosok 2 orang Yang mengetuk pintu Yang masih dalam keadaan Terbuka.
"Hay Rin, Akhirnya kamu pulang juga. gimana keadaan kamu sekarang, sudah jauh lebih baik kah" Ucap Aquilla Yang baru saja datang.
"Aku baik-baik saja Qila " Alhamdulillah Seperti Yang kamu lihat.
"Hay Rin, Turut berduka cita ya. kamu Harus sabar dan Ikhlasin Mommy kamu ya" ucap Rama.
"Makasih Ya Ram" kalian memang sahabat terbaik ku "
Setelah itu kami berempat duduk di sopa dan Mengobrol, Aku tidak kesepian karena Aquila selalu datang berkunjung.
"Author_pov"
Sementara Sherly Semakin hari dia semakin menjadi gila , setiap Hari dia histeris selalu tertawa bahkan menangis sendiri dan berbicara sendiri dengan tembok.
"Adrian sayang Kamu kenapa diam terus seperti ini, Kamu masih cinta sama aku kan. jadi kapan Kamu akan menceraikan wanita itu.
"kenapa kamu diam Adrian" teriak Sherly" Kenapa kamu ingkari janji kamu Adrian. Brengsek kamu, Bahkan aku sudah serahkan seluruh tubuh hanya untuk kamu. kenapa kamu tetap Tidak mau kembali padaku Adrian" Teriak Sherly Histeris sambil memukul-mukul tembok yang dikiranya Adrian.
__ADS_1
Sementara orang misterius Yang mengancam Adrian Iya memakai Topi, Menatap ke Arah Sherly dia merasakan Sesak di dadanya saat melihat sherly Menjadi terganggu kejiwaan nya karena Pernikahan Adrian dengan karina.
Iya sangat marah Terhadap Adrian Karena Sherly Yang dia cintai selalu melihat Adrian, Bahkan Adrian sama sekali tidak pernah melihat keberadaan nya.
"Kamu Akan menerima Kehancuran mu Adrian, Kamu harus membayar Atas semua Yang kamu lakukan terhadap Sherly,' kenapa Harus Adrian Yang kamu lihat sherly Aku yang mencintai kamu. kenapa selalu dia Yang kamu Cintai, kenapa bukan aku.
"Ini pak Kunci Ruangan Nona sherly" ucap suster Yang merawat sherly.
"Tunggu siapa Sebenarnya Anda, Ada hubungan apa Anda dengan Nona sherly." ucap Petugas dari kepolisian Yang sengaja Adrian bayar untuk mengawasi Sherly.
Kemudian orang misterius itu Menoleh Namun iya sedikit menurunkan topinya, Agar menutupi Wajahnya.
"Siapa pun saya, Bukan urusan Anda. Memangnya anda ini siapa," Bukankan anda seorang polisi kenapa Anda berada di Rumah sakit ini"
"Saya ditugaskan oleh Pak Adrian untuk mengawasi Tahanan ini, Jadi saya harap anda untuk tidak mendekati Nona Sherly"
"Jadi saya mohon sama Bapak, Untuk tidak mendekati Pasien Yang bernama sherly. Biarkan tim saya Dan perawat yang mengurus Nona sherly.
"Oke Saya Akan pergi, Tapi satu hal Yang harus Anda tahu. Saya Tidak akan pernah berdiam diri, Terlebih lagi Anda seorang polisi . tugas Anda bukan disini"
Kemudian orang Yang selalu menutup wajahnya itu pergi Dan tidak jadi membuka pintu kamar Sherly.
"Sial Ternyata Adrian masih mengawasi gerak-gerik sherly, Dia pikir sherly hanya berpura-pura gila. Awas kamu Adrian." Umpat orang misterius itu.
Sementara Polisi Yang bertugas Mengawasi sherly, Curiga terhadap orang Yang berusaha membuka pintu kamar sherly di RSJ.
"Siapa sebenarnya orang Tadi, Apa dia juga Termasuk orang Yang di tugaskan oleh pak Adrian. Saya Harus segera menghubungi Pak Adrian" Ucap Polisi Yang bernama Billy itu.
"Tut...Tut...Tut..." Billy menelpon" sementara Adrian Sedang menyetir Iya sedang dalam perjalanan Menuju Kantor nya.
__ADS_1
Adrian Mengambil ponsel di samping nya, kemudian memasang Handsfree Untuk menerima Panggilan dari Billy.
"Kenapa Bill..?" Tanya Adrian.
"Saya Cuman Mau tanya sama Bapak,..!
Apa Bapak mengirim orang lain Selain saya Yang bertugas di rumah sakit pak"
"Enggak" Memangnya kenapa..?"
"Kalau begitu sudah saya duga Orang itu pasti Orang Yang berniat membawa Nona sherly dari Rumah sakit" gumam Billy.
"Hallo bill, kamu masih di situ kan?" Tanya Adrian Untuk memastikan kalau Panggilan nya tidak Terputus.
"ya Saya masih disini pak"
"Apa Yang terjadi disana" Apa Sherly Hanya berpura-Pura Gila"
"Bukan Pak, Bukan itu Yang ingin saya sampaikan"
"Lantas Apa Yang kamu Ingin sampaikan Pada saya, Ayo cepat katakan saya lagi Nyetir soalnya"
"kalau begitu Nanti Jam tiga sore Kita bertemu Di Rumah sakit Jiwa Ya pak."
"Baiklah kalau begitu" Balas Adrian mengakhiri Panggilan.
Adrian Terus memikirkan Apa Yang sebenarnya ingin billy sampaikan Padanya. "Hal penting apa Sebenarnya Yang ingin Billy sampaikan Padaku" gumam Adrian disela menyetir.
**Next part...
Happy Reading kawan...
Jangan lupa Vote Ya...
__ADS_1
Bagi poinnya**...